![]()
Menjelang Hari Kasih Sayang, saya iseng mempertanyakan yang mana merupakan bentuk baku ungkapan cinta: “Aku cinta kepadamu” atau “Aku cinta padamu”?
Pengacuan ke KBBI menghasilkan penemuan berikut:
1. kepada –> kata depan untuk menandai tujuan orang, contoh: buku ini saya berikan kepadamu
2. pada –> i) kata depan yang dipakai untuk menunjukkan posisi di atas atau di dalam hubungan dengan, searti dengan “di” (dipakai di depan kata benda, kata ganti orang, keterangan waktu) atau “ke”, contoh: pada dasarnya, ada padanya (ku, mu), pada keesokan harinya; ii) menurut, contoh: pada sangkanya
Dan pencarian Google menghasilkan contoh-contoh berikut:
a. pengembalian UU Otsus Papua kepada pemerintah (www.kompas.com)
b. setia kepada bangsa dan masyarakat (www.ugm.ac.id )
c. komitmen kepada proses reformasi (id.wikipedia.org)
d. mengacu kepada dokumen ‘Computing Curricula 2005′ (detikinet.com)
e. menyerah kepada nasib dan takdir (www.republika.co.id)
f. sistem pengembalian yang layak dan konsisten pada pemegang saham (www.astaga.com)
g. yang berminat bisa datang tepat pada waktunya (www.pikiran-rakyat.com)
h. pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan (www.depdiknas.go.id)
i. pengembalian pada bank syariah tidak mengacu pada tingkat suku bunga (www.suaramerdeka.com)
j. dengan wewenang yang ada padanya (www.kompas.com)
Jika merujuk ke definisi # 1, tampaknya hanya contoh # a yang memenuhi persyaratan penggunaan kata depan “kepada”, sedangkan definisi # 2 membuat saya menyimpulkan bahwa contoh # f merupakan penggunaan kata depan “pada” yang tidak baku. Bagaimana menurut Anda?
Selamat Hari Kasih Sayang. Aku cinta kepadamu … (?) [rina buntaran]
Source: http://polisieyd.blogsome.com/
Ditulis dalam Cinta