Mereka masing-masing The Hok Bing, pengusaha asal Surabaya, Jawa Timur, Direktur Utama Dana Pensiun Perkebunan Samingoen, dan Li Zhaoling, pengusaha wanita asal Beijing, Cina. (Kompas)
Hanya dalam sehari, polisi berhasil menciduk tiga tersangka pencuri lukisan karya Basuki Abdullah milik pengusaha wanita Dewi Motik Pramono raib. (Koran Tempo)
Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar kata “pengusaha garmen”? Tentulah yang muncul adalah sosok seorang usahawan yang menggunakan garmen sebagai barang yang diperdagangkan, bukan? Mungkin dia membuat berbagai macam baju yang dijual kepada para pemilik toko. Ada kemungkinan juga dia membuat kain dari bahan baku kapas dan kemudian menjualnya kepada para pembuat baju.
Jika memakai analogi di atas, tentulah kita akan memeroleh keselarasan makna pada frasa sejenis seperti pengusaha tahu (memperdagangkan tahu), pengusaha automotif (jual beli mobil, motor, dan aneka peralatan kendaraan bermotor), dan pengusaha properti (memperdagangkan rumah, ruko, atau apartemen).
Nah, saya terpaku ketika datang ke sebuah situs bernama PengusahaWanita.com. Saya membayangkan usaha ini pasti akan dilarang oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan karena seorang pengusaha wanita adalah seorang pengusaha yang menjadikan perempuan sebagai barang dagangan. Wah, artinya “pengusaha wanita” tidak ada bedanya dengan seorang germo, bukan?
Jika yang dimaksud adalah seorang pengusaha berjenis kelamin perempuan, frasa yang benar adalah “wanita pengusaha” atau “perempuan pengusaha”. Dengan demikian, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa “wanita pelukis” adalah seorang wanita yang berprofesi sebagai pelukis, sedangkan “pelukis wanita” adalah seorang pelukis (bisa pria atau wanita) yang melukis manusia berjenis kelamin perempuan.
Semoga semuanya menjadi jelas.[pujiono]
Source: http://polisieyd.blogsome.com/