Oleh: maulanusantara | Maret 18, 2008

Kenaikan Isa Almasih dan Hubungan Gereja-Negara

jesus.jpg 

Pada 21 Maret 2008, umat Kristiani seluruh dunia memperingati hari Kenaikan Yesus Kristus ke surga, suatu peristiwa religius yang terjadi 40 hari setelah kebangkitan-Nya di antara orang mati. Sebelum terangkat, Yesus Kristus memerintahkan murid-murid-Nya untuk menjadi saksi-Nya, yakni menyaksikan kasih, kebenaran dan teladan-Nya ke seluruh dunia (Kisah Para Rasul 1:6-8).

Murid Yesus diperintahkan untuk menjadi saksi kebenaran-dalam konteks berbangsa dan bernegara-di mana pun mereka berada. Karena itu terlihat adanya hubungan antara gereja dan negara. 

Sepanjang sejarah gereja, setidaknya ada dua model relasi gereja dan negara. Di abad pertengahan, pemimpin gereja menempatkan dirinya untuk berkuasa penuh atas pemimpin negara. Sebab baginya ia berada pada “below God, above man; less than God, more than man.” (Philip Schaff, 1858-92)

Akar dari pengertian itu adalah dualisme tingkatan kehidupan yang sifatnya hirarkis. Yaitu tingkatan spiritual yang ditempati kaum rohaniawan dan tingkatan temporal yang ditempati kaum profesional sekuler, di mana yang pertama lebih tinggi dari yang kedua. Kondisi sebaliknya terjadi pada abad pertengahan, di mana negara berkuasa penuh atas gereja. Posisi itu merupakan reaksi berlebihan atas posisi yang dianut abad pertengahan. Di luar gereja, Niccolo Machiavelli (1469-1527) adalah penganjur utama doktrin itu. Ia menegaskan bahwa tidak seharusnya negara dikuasai oleh agama. Seharusnya negara menguasai agama.

Pandangan tersebut didasarkan pada paradigma agama sebagai sesuatu yang lebih bersifat sekuler. Dengan kata lain, Machiavelli melakukan desakralisasi agama. Dengan adanya paradigma agama seperti itu, maka agama sudah disempitkan hanya urusan moral dan menjadi salah satu pranata kebudayaan di antara banyak pranata lainnya.

Sebaliknya, Machiavelli menawarkan suatu bentuk pemerintahan yang kuat, mengatasi segala unsur di dalamnya termasuk agama. Pemerintahan yang kuat itu didasarkan atas antropologi bahwa manusia adalah makhluk irrasional yang tingkah lakunya diombang-ambingkan oleh emosinya (F Budi Hardiman, 2004).

Meski tidak seekstrem Machiavelli, Martin Luther (1483-1546) dan pengikutnya juga mengambil sikap yang sama. Pada awalnya, Luther mengemukakan ajaran tentang imamat. Hal itu merupakan perlawanan terhadap ajaran dua tingkatan dalam kehidupan manusia yang dianut selama abad pertengahan. Bagi Luther, semua orang yang percaya mempunyai status keimaman yang sama sekalipun berbeda dalam fungsi.

Berdasarkan perbedaan fungsi itu, maka Luther mengembangkan konsep “Dua Kerajaan”, yang menandakan perbedaan fungsi antara pemerintahan spiritual dan pemerintahan sipil. Pemerintahan spiritual dijalankan teokratif, berdasarkan firman Tuhan dan tuntunan Roh Kudus serta menggunakan pendekatan persuasif.

Sementara pemerintahan sipil dijalankan oleh pemerintah berdasarkan hukum negara dan memperoleh otoritas untuk menggunakan pendekatan koersif. Pandangan Luther yang demikian bagus tapi tidak dipegang secara konsisten, sehingga terjadi pergeseran dan menempatkan negara sebagai subordinasi dari gereja.

Pergeseran itu disebabkan dua hal, antara lain, selama perjuangan Luther, ia berhutang budi amat besar kepada pejabat politik dalam memberikan ragam dukungan, baik finansial maupun politis.

Tidak heran, gereja Lutheran di Jerman gagal menghadapi kekejaman Adolf Hitler pada 1930-an. Bagi Alister McGrath, kegagalan itu disebabkan insufficiency in Luther’s theology (2002). Dengan demikian, jika Machiavelli mendorong negara untuk secara koersif menguasai gereja, Luther mendorong gereja untuk secara persuasif tunduk kepada negara.

Rekonstruksi model relasi gereja-negara yang diamanatkan Alkitab merupakan sikap “neither-nor” terhadap kedua model relasi di atas, baik negara menjadi subordinasi gereja maupun sebaliknya. Pandangan Alkitab, negara mendapat otoritas dari Allah secara langsung dan bukan dari gereja, sehingga gereja tidak berhak mengintervensi secara penuh setiap kebijakan negara.

Selain itu, jika kekuasaan pemimpin gereja abad pertengahan begitu besar-kalau tidak mau dikatakan mutlak- sampai mengintervensi seluruh aspek kehidupan, bukankah hal itu merupakan sebuah monarki tersendiri? Jelas sekali bila Alkitab sangat menentang kerajaan manusia yang monarkis.

Lebih mendalam lagi, ajaran dualisme tingkat kehidupan pada abad pertengahan ditolak oleh Alkitab dengan pemahaman bahwa semua manusia diciptakan setara sebagai citra Allah.
Alkitab juga menolak pengajaran Machiavelli yang jelas mendukung monarki, sebab amat besar berpotensi menjadi korup seperti adagium terkenal dari Lord Acton, power tends to corrupt, but absolute power corrupts absolutely. Kalimat Acton itu berasumsi, keberdosaan manusia dapat menyalahgunakan kekuasaan.

Fakta keberdosaan manusia itulah yang menjadi landasan untuk menolak adanya monarki dan perlunya kepemimpinan terbuka dan kolektif.

Konsep “dua pemerintahan” yang diajarkan Luther adalah pemerintahan sipil dan pemerintahan spiritual. Bagi teolog Swiss, John Calvin (1509-1564), hubungan keduanya adalah distinct (but) they are not at variance (1559) atau dengan kata lain bersifat distinctio sed non separatio (Alister McGrath, 2002).

Karena perbedaan itu tak harus membuat salah satunya hilang, maka dapat dikatakan bahwa hubungan gereja-negara bersifat sejajar dan komplementer. Hal itu disebabkan karena secara mendasar, kedua institusi, gereja dan negara berasal dari penetapan Tuhan, sehingga keduanya berposisi sejajar. Calvin malah menyebut pemerintah sipil sebagai “wakil Allah” (1559).

Sedangkan hubungan komplementer, artinya gereja-negara saling melengkapi. Gereja bertugas menyampaikan berkat yang immortal and incorruptible, sementara negara bertugas menjamin dan melindungi kebebasan beragama agar ibadah kepada Allah dapat berjalan lancar dan tertib.[]

Source: http://www.suarakarya-online.com/news.html?category_name=Opini by Antonius S.Un http://catatann.blogspot.com/2007/05/kenaikan-isa-almasih-dan-hubungan.html

About these ads

Responses

  1. AKU AKAN SELALU MENYENBAHMU TUHAN YESUS KRISTUS

    GOOD BLESS YOU

  2. Yesus segalanya bagiku.

  3. sungguh besar kasih karuniamu ya Tuhanku

    kubersyukur padaMu
    ku ingin selalu menyembah dan memujiMu

    ya Allah kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah serta memperluas daerahku
    kiranya tanganMu menyertai dan melindungi aku dari malapetaka sehingga kesakitan tidak menimpaku….

  4. slalu ingin dekat denganMU
    JC menyertai qta

  5. YESUS the Revolutioner, GOD of god

  6. Yesus adalah gembala yg baik

  7. Terima kasih Yesus karena engkau aku telah memilih jalan yang benar……aku bukan tidak mau menyembahmu lagi tapi bagiku engkau adalah seorang nabi yang mulia…sebagaimana nabi-nabi yang lain yang di utus Allah kepada umat manusia.
    Firmanmu telah menyadarkan aku akan siapa engkau yang sebenarnya:
    YOHANES 5 : 30
    MATIUS 10 : 40
    MARKUS 9 : 37
    YOHANES 6 : 29, 7: 20, 17: 3, 17: 25, 17: 18, 17: 25

  8. Yesus adalah seorang rasul sebagaimana telah berlalu rasul-rasul sebelumnya. Pada zaman teknologi yang sudah maju, segala yang tersembunyi perlahan-lahan mulai tersingkap, jejak hidup sang Yesus samar-samar mulai tampak dalam rekaman sejarah, siapa gerangan Yesus yang disembah dan dipuji sebagai Tuhan, manusiapun menjadi lebih tahu. Tetapi pengetahuan saja sering kali tak mampu membuka belenggu “iman kepada tuhan Yesus”, Kenapa demikian? karena begitu banyak manusia di dunia merasakan nikmatnya terbelenggu dalam nikmatnya “iman kepada tuhan Yesus”, ibarat seorang anak tiri yang tinggal bersama ibu tirinya yg kaya raya, yang dia tahu ibu tirinya adalah kandungnya, pengetahuan tentang kandungnya sebenarnya sungguh menyiksanya, terlebih ketika tahu ibu kandungnya seorang miskin dari kampung. Kebenaran tentang asal-usulnya menjadi tidak bermakna

  9. Yesus adalah Tuhan dan juru selamat, bukan pemimpin agama atau nabi

  10. i need u come in mylive

  11. Bapa kami yang ada di surga
    dimuliakan lah nama mu
    datan lah kerajaan mu
    jadilah kehendak mu
    diatas bumi seperti di dalam surga
    dan berilah kami rezeki pada hari ini
    dan ampunilah kesalahan kami seperti kam pun yang mengampuni yang bersalah kepada kami
    dan jangan lah masukan kami kedalam pencobaan
    tetapi bebas kan lah kami dari yang jahat

    • DOA BAPA KAMI adalah doa yang diajarkan oleh YESUS kepada murid2NYA, sewaktu murid2Nya menanyakan kepadaNya bagaimana mereka ( murid2 ) berdoa. sebenarnya Doa itu pada dasarnya tidak perlu harus disusun susun, atau secara theologi, karena untuk diterimanya doa kita oleh ALLAH adalah doa yang keluar dari hati yang dalam dan tulus, polos dan jujur. seperti seorang anak meminta permen pada BapakNya. ALLAH menghendaki kita berdoa ( berkata kata ) padaNya dengan jujur, polos. tidak munafik, dengan kerendahan hati. itulah yang DIA inginkan dari kita manusia yg berdosa ini. Amin.

  12. Salam Maria:Penuh rahmat sertamu
    terpujilah engkau diantara wanita
    dan terpujilah buah tubuh mu Yesus
    Santa maria bunda allah
    Doa kan lah kami yang berdo sa ini
    Sekarang dan waktu kami mati

    • DOA SALAM MARIA adalah doa yang dipetik dari perkataan malaikat Jibrael kepada Maryam, Penambahan kalimat; ..santa maria bunda Allah doakanlah kami yang berdosa.,…..adalah tambahan doa dari ahli2 agama pendahulu, sehingga menjadi DOA SALAM MARIA.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 98 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: