Oleh: maulanusantara | Juni 13, 2008

Rokok Tidak Berbahaya (Itu Sebabnya Perokok Awet Muda)


Jauh sebelum ada Hari Tanpa Tembakau Sedunia, atau yang bersifat nasional

maupun lokal, pompa bensin di seluruh dunia sudah mencanangkan perang

terhadap rokok.

Bahasa Inggris paling dipopulerkan di Indonesia adalah no smoking. Saking

populernya istilah ini, dalam anekdot, bahasa Inggris dari pompa bensin

disebut no smoking. Bahaya rokok juga disebarkan lebih dari kampanye apa

pun karena ada di semua bungkus rokok, disemua bentuk iklan acara yang

disponsori,dan semua jenis serta merek rokok.

Dunia rokok memang mencolok perhatian. Tiga orang paling kaya dari negeri

ini adalah juragan rokok. Pemasukan negara dari pajak rokok juga terus

meninggi.Dua tahun lalu, pemasukan cukai rokok mencapai 5,81% dari APBN.

Dua tahun yang akan datang,cukai akan dinaikkan lagi dalam skala besar,

produksi akan diturunkan.

Mungkin nanti rokok adalah satusatunya ”hajat hidup orang banyak”, yang

ketika harganya dinaikkan, masyarakat tidak demo dan polisi tak perlu

repot mengejar sampai ke dalam kampus. Dimasukkan sebagai kebutuhan pokok

juga agak masuk akal karena mencapai 34,4% bagi mereka yang berusia 15

tahun ke atas dan pada laki-laki mencapai 63,1%.

Dengan kata lain, dua dari tiga laki-laki Indonesia, selain dianggap

tukang selingkuh, juga perokok aktif. Tidak berarti kalau dua di antara

tiga laki-laki berselingkuh, lalu bisa dikatakan itu perbuatan yang benar

atau wajar. Demikian juga dengan merokok. Maka, upaya memerangi perokok

dan kebiasaan merokok tetap menjadi tugas pokok,meskipun bagi perokok,

rokok itu ibarat popok baginya yang masih bayi.

Sebagai perokok,saya sadar benar bahwa rokok sebenarnya tidak berbahaya.

Pembeli atau penjual rokok juga tidak membahayakan. Yang tidak sehat

adalah merokok. Yang mulut dan keringatnya bau asbak adalah perokok. Jadi,

kalau saya membeli rokok atau menyimpan rokok, tidak membahayakan siapa-

siapa—selain duit yang pas-pasan amblas terbakar. Kalau merokok berbahaya,

ada baiknya diatur tempat-tempat yang diperbolehkan.

Peraturan ini dijalankan dengan ketat, dengan segala sanksi-sanksi, sesuai

yang tertulis sesuai denda yang dijatuhkan—bukan yang didamaikan. Dengan

demikian, yang dimusuhi adalah perokok yang merokok di tempat yang tidak

diperbolehkan. Dari sini, sasaran tembak menjadi jelas, gol yang mau

dicapai mudah terukur. Soalnya, dalam tindakan kita sering rancu oleh hal

begini ini.

Kita memerangi rokok,tapi yang dislogankan adalah Hari tanpa Tembakau.

Padahal, tembakau bisa untuk obat antiseptik,pengusir hama, obat herbal,

dan pembuat warna cokelat kayu jati rumah antik. Kita memerangi

kemiskinan, itu bagus.Tapi, tidak berarti menangkapi pengemis atau bahkan

menciptakan pengemis.

Kita memerangi penggunaan obat-obat terlarang, itu bagus. Tapi tidak

berarti menghukum berat pengguna yang tertangkap dan membuat publikasi

besar-besaran. Ada akarakar persoalan yang sedikit banyak berbeda antara

memerangi kemiskinan dengan menangkapi pengemis.Juga dalam perang besar

melawan perokok.

Sebagai perokok saya sadar benar bahwa keinginan berhenti selalu

menyertai. Bisa melalui metode mengurangi ataupun dengan menggunakan pil

untuk menipu saraf kita seolah menerima rangsangan nikotin— padahal bukan—

yang beredar kemudian ditarik.Lumayan sukses dan saking suksesnya, ingatan

saya tergantung untuk meneriakkan bahwa sudah sekian jam tidak merokok.

Akhirnya malah berubah ketergantungan menjadi tergantung tidak merokok.

Menurut saya,metode berhenti merokok yang paling jitu adalah olahraga

berenang atau memanjat pohon kelapa. Langsung berhenti, seketika. Karena

ketika berenang, kita tak bisa merokok (yang walaupun enak saat dibakar,

tapi sungguh tak enak saat direbus atau basah). Demikian juga halnya kalau

kita memanjat pohon kelapa,kita tak mampu merokok. (Kecuali kalau nekat,

tangan dilepas,dan meluncur ke bawah.)

Menurut survei dan riset, peran terbesar untuk menghentikan kebiasaan buruk

ini adalah dari orang paling dekat—mungkin istri, mungkin suami,mungkin

pacar sesama jenis. Kalau pasangannya berhenti merokok, 67% kemungkinan

ikutan berhenti. Peran sahabat hanya 36%. Orang lain memberi yang

berhenti, memberi inspirasi sampai 11%.

Saya kira ada benarnya. Bagi perokok, ia membutuhkan omelan, kecerewetan

terus yang mengingatkan bahaya merokok dari pasangan sayang, tapi

sekaligus juga menerima hadiah korek api model baru saat ulang tahun.

Menurut laporan survei, negeri ini nomor lima di dunia dalam jumlah

perokok, setelah China (belum termasuk yang ada di sini), Amerika Serikat,

Rusia, dan Jepang.Setahu saya, negeri-negeri itu tak memiliki keretek

seperti kita dan produk kita sudah mengasapi sana. Sementara dari sana,

yang saya tahu, baru merek yang banyak berada di saku para intel.

Bahwa para perokok itu awet muda—karena mati dalam usia muda—atau rumahnya

aman karena pencuri urung masuk karena penghuninya batuk-batuk, menandai

bahwa anekdot dan lelucon mengenai rokok sudah masuk perbendaharaan sehari-

hari. Menandai bahwa ada yang bisa hidup sehat, bersih, tanpa tergoda

menjadi anggota suro (suka rokok), tapi ada juga yang dalam hidupnya,

untuk sementara, memerlukan rokok atau memerlukan menggunakan tongkat,atau

kacamata,atau alat bantu dengar,atau susuk.

Mereka harus disalahkan kalau merokok di tempat yang dinyatakan terlarang.

Selebihnya, kalau mereka merokok dalam peti mati di rumahnya sendiri,

biarkan sajalah.[Arswendo Atmowiloto, Budayawan]

Source: Seputar Indonesia, Saturday 31 May 2008

About these ads

Responses

  1. duh sebel deh sm yang merokok terkadang jadi bener2 sebel abis penyakitnya itu ngajak 2 pisan ka batur na amun di teleg ku sorangan mah mangga
    nihhh sokkk marikirnya
    1.klo misalkan makruh okkk lah yang rokok itu makruh lalu apa hukum nya sm orang yg terhisap rokok pasif,menghisap rokok yang aktif karena ke egoissannya apakah masih di bilang makruh?……(kita renungkan bersama-samaya)
    2. lalu masa kita beda sama negara mekah sih yang notabennya itu islamnya sangat kuat, masa di mekah mah hukumnya sudah haram lah kok negara kita masih makruh ( lier etamah ), cenah kiblat ka kabah lalu naik haji ka mekah tp praturan masih ka monas . kumaha tah
    ada komentar silakan menambahkan?…….

  2. Bahaya merokok!

    Mungkin anda sudah tahu bahwa menghisap asap rokok orang lain di dekat anda lebih berbahaya bagi anda daripada bagi si perokok itu sendiri. Asap Utama adalah asap rokok yang terhisap langsung masuk ke paru-paru perokok lalu di hembuskan kembali. Asap Sampingan adalah asap rokok yang dihasilkan oleh ujung rokok yang terbakar.

    Masalahnya adalah, udara yang mengandung asap rokok, dan anda hisap, akan mengganggu kesehatan, karena asap rokok mengandung banyak zat-zat berbahaya, diantaranya :
    TARMengandung bahan kimia yang beracun, sebagainya merusak sel paru-paru dan meyebabkan kanker.

    KARBON MONOKSIDA (CO) Gas beracun yang dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen.

    NIKOTIN Salah satu jenis obat perangsang yang dapat merusak jantung dan sirkulasi darah, nikotin membuat pemakainya kecanduan.
    Rasulullah saw. bersabda, “Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain.” (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).
    Allah SWT Berfirman , “Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk .” (al-A’raf: 157).

    PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 03 TAHUN 2005 TENTANG PENYELENGGARAAN KETERTIBAN, KEBERSIHAN DAN
    KEINDAHAN

    BAB VIII
    KETENTUAN SANKSI

    Pasal 48
    Setiap orang atau badan hukum yang melanggar sebagaimana dimaksud
    dalam Peraturan daerah ini selain dapat dikenakan sanksi administrasi,
    dikenakan juga pembebanan biaya paksaan penegakan hukum sebagaimana
    diatur dalam Peraturan Daerah ini.

    Pasal 49
    (1) Setiap orang atau badan hukum yang melakukan perbuatan berupa:
    v. Merokok di tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja, dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan
    umum dikenakan pembebanan biaya paksaan penegakan hukum sebesar Rp. 5.000.000,00
    (lima juta rupiah), dan/atau sanksi administrasi berupa penahanan untuk sementara
    waktu Kartu Tanda Penduduk, atau Kartu Identitas Kependudukan lainnya,
    dan/atau pengumuman di media masa

    “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan.”
    (Al-Baqarah: 195)

  3. masak iya,,,,,???
    aq baru tw tu
    thanks informasinya ya…
    .
    .
    .
    .
    .

  4. Merokok itu dari jaman dulu sampai sekarang hukumnya makruh bukan haram. sekali makruh tetap makruh. Kalau alasannya masalah kesehatan saya kira semua akan berdampak pada kesehatan. Orang terlalu banyak makan yang berlemak juga kurang baik bagi kesehatan, intinya segala sesuatu kalau berlebihan itu tidak baik kecuali ibadah kepada ALLAH. Oleh karena itu saya pribadi tidak melarang dan juga tidak menganjurkan merokok, kepada saudaraku ahli hisap kalau merokok secukupnya saja dan kalau disebelah kita ada orang yang kurang suka menjauhlah sedikit biar asapnya tidak mengenai orang sekitar kita.
    Kalau MUI sampai mengeluarkan fatwa merokok hukumnya haram saya tidak setuju. Dalam kesempatan ini saya bertanya sudah tahukah MUI maksud dan tujuan ALLAH menciptakan tanaman tembakau….? kalau belum bisa menjawab janganlah mengeluarkan fatwa, saya sarankan belajarlah hakekat agar bisa mencapai Ma’rifatullah. baru mengeluarkan fatwa…..

  5. Mari merokok hehehe

  6. Cerdasnya pak Achmad Imam S Bashir ini. Soal halal haram rokok yang masih penuh perdebatan, biar Allah SWT yang menentukan, tapi maaf ya pak, yang diharamkan soal rokok oleh MUI itu juga tidak 100%, diharamkan merokok bagi anak2 dan wanita hamil, dan diharamkan merokok di tempat umum. See! jadi bapak tidak perlu ruwet, buat bapak dkk masih boleh makruh, asal jangan nular2in asap ke orang lain. Soal asap rokok disetarakan dengan makan minum (bahkan mengkonsumsi miras sekalipun), nanti dulu pak, makan minum itu berdampak kepada diri sendiri, yang sakit diri sendiri, yang mati diri sendiri, tapi asap rokok bapak dkk itu kemana-mana, orang lain menanggung risiko terkena penyakit yang seharusnya tidak perlu diidap karena asap rokok orang lain. Jangan kira bapak merokok di ruang kantor bapak, kemudian itu tidak menyeruak ke ruang orang lain, AC menghisap asap rokok bapak, dan menyebarkan dalam partikel yang lebih halus ke ruang2 lain. Bagi saya, MUI cukup cerdas untuk saat ini, mereka mengenakan fatwa haram partial, karena tau para kyai masih doyan merokok, dan lebih dari 1/3 bangsa indonesia adalah perokok, yang paling parah bangsa ini dijajah oleh pabrik rokok dan pemerintah sangat manut kepada industri rokok, karena konon nyumbang duwit banyak dan nyerep tenaga kerja dalam jumlah besar, tapi membunuh bangsa secara terang-terangan tanpa disadari oleh bangsa ini sendiri. Selamat merokok pak!

    • Hahahahaha, ribut masalah rokok yang katanya mengganggu kesehatan, sudah teliti kandungan emisi kendaraan apa belom, kalau belom jangan asbun deh, kelihatanya pinter tapi blo’on, ribut kok ribut rokok, kamu pilih mana, masyarakat sehat tapi nganggur dan miskin atau, masyarakat sehat belom tentu tapi yang jelas enggak nganggur!…..Indonesia jangan ribut masalah rokok vs kesehatan lah, kejauhan mikirnya…..asap rokok masih jauh lebih aman dibandingkan dengan emisi kendaraan bermotor, nah apa semua kendaraan bermotor mau di setop????? Use your Brain!! Saya tidak merokok tapi saya juga tidak anti rokok, Merokok atau tidak itu pilihan!…..nah dari pada ribut ttg kesehatan yang gak jelas, mendingan beresi dulu tuh koruptor2 yang kerjanya makan uang rakyat! Jangan ber teori ttg asap rokok yang ujung2nya enggak jelas, rokok di musuhi seolah2 barang yang sudah pasti2 menyebabkan sakit, padahal emisi kendaraan dan lain2 nya itu jauh lebih berbahaya, yang jelas Industri rokok yang juga berkaitan dengan Indutrsi pertanian tembakau sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia sebagai lapangan pekerjaannya, titik!

  7. tambahan:

    Seluruh benda di alam semesta ini diciptakan Allah dengan manfaat masing2, tapi daun tembakau tidak untuk dibakar dan dihisap. daun tembakau sangat rentan hama, oleh karena itu sangat padat pestisida dan insektisida, sangat rawan cuaca, pendek kata tanaman yang sangat manja. seorang ilmuwan LIPI sudah berhasil mendapatkan alternatif pemanfaatan daun tembakau untuk budi daya protein untuk memproduksi insulin, seperti apa itu, saya tidak tau. Air tembakau yang disiramkan pada lintah yang menempel di kulit kita, dapat melepas lintah, konon tembakau mengencerkan darah, dll dlsb. tapi yang pasti daun tembakau dan budidayanya, serta pelaku yang terlibat di dalamnya merupakan kesatuan sungguh sarat politik dan melibatkan duwit triliunan, sehingga orang seperti saya ini yang notabene rakyat biasa cuma jadi korban kebijakan yang pro pengusaha

  8. rileks bapak2…kl cinta laura blg chill aj..
    piiiizzzzzz…yo..
    punten y bapak2, pendapat boleh berbeda, tp jangan sampai terlalu dibawa pribadi. saya sangat setuju, kalau perokoknyalah yg harus diperangi, maksudnya….aturannya lebih dipertegas lagi buat para perokok. Kadang saya juga heran sm bapak2, sebenernya sudah pada pinter2…sudah pada tau mana yg hak mana yg batil…tp knp juga msh ambil pilihan yg bs dibilang sangat kurang bijaksana, dan jelas2 merugikan orang lain. Kemana perginya hati nurani dan kemanusiaan yg kadang diteriak2an kepada pemerintah?Kl ga bisa beli makan buat kluarga, istri dan anak2nya…teriaknya ke pemerintah. Pemerintah disalahin, dibilang ga adil. Bukannya belain pemerintah, tp coba mari….sama2 introspeksi. Ga bisa kasi nafkah keluarganya, tp bisa ngabisin rokok berpuluh2 puntung, masih juga teriak ke pemerintah. Heran?!Ngaku2 miskin tp pny aj duit bt beli rokok?!Coba berapa harga rokok satu pak?9rb-10rb?Trus…berapa harga nasi bungkus lengkap sm lauk?(rata2 aj y misal di surabaya)5rb-6rb?
    (berpikir…berpikir…berpikir)
    Beli rokok kenyang bt ego sendiri, beli nasi…wah ud bisa kasi mkn anak neh…he3
    Bukannya sok nglarang2 merokok, ksian jg kl bapak2 ga beli rokok(lhoh ko’?!he3), tar PHK masal beritanya dr pabrik rokok tuh, tambah pengangguran, tambah kriminal….ampuuuun dweh…
    Mending beli rokoknya jangan sering2, trus duwitnya dari duwit sisa aj kl ada rejeki beli makan dl bt kluarga, sisanya ditabung kl pgn beli rokok….trus ngrokoknya jg jgn sekarep dewe pak, kl ditempat umum y agak menjauh gt donk dari kerumunan, jauhin ibu2 hamil, anak2, dan para anti2 rokok yg lain,he3…

    saling menghargai aj gt pak…
    ok bapak2…nyante aj pak…piiiizzz….

  9. semuanya berproses….mulai perubahan itu dari diri sendiri, agar segalanya menjadi lebih baik. karena percayalah, bahwa satu kebaikan yang kita lakukan, pasti akan diteruskan oleh yang lain, berbagi kebaikan akan lebih damai daripada berbagi asap rokok (blweeeh…)
    masalah itu pabrik rokok mau ditutup ato bagaimana…itu ada proses yg panjang dan memang perlu perjuangan, karena tidak bisa begitu saja kita mematikan industri dan membalik perekonomian begitu saja.

    tetap positp dan tetap semangat…
    sekali lagi mari saling menghargai…
    piiiiizzz……


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 102 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: