Oleh: maulanusantara | Juli 2, 2009

Filosofi Universal Yin Yang

Yin Yang

TAO dilambangkan dengan Thay Chik. Yaitu sebuah lingkaran dengan warna hitam dan putih dengan dibatasi sebuah garis lengkung. Lambang ini memiliki arti yang sangat luas, mencakup seluruh Karakter Alam Semesta dan seringkali disebut Filsafat Yin Yang.

Adapun makna dari lambang tersebut adalah:

1.   Hukum Kekekalan Zat, Energi & Materi.

Thay Chik digambarkan berupa sebuah lingkaran yang utuh dan tertutup tanpa celah. Ini melambangkan bahwa Alam Semesta bagaikan sebuah botol raksasa yang tertutup. Andaikan bisa ditimbang dan diukur, maka isi dari Alam Semesta tidak pernah berubah. Semua yang ada di Alam Semesta memang sudah ada sejak semula dan akan tetap ada sampai kapanpun juga. Tidak ada ‘sesuatu’ yang tercipta dan tidak ada yang lenyap. Yang ada hanyalah ‘Perubahan’ bentuk dari suatu bentuk ke bentuk yang lain.

2.   Hukum Perubahan

Lambang Thai Chik berupa lingkaran dan bukannya segi empat atau segitiga. Lingkaran bagaikan sebuah roda yang dapat berputar, melambangkan suatu ‘Gerak’. Maksudnya adalah bahwa Alam Semesta selalu bergerak / berubah. Ini masih berhubungan dengan Hukum Kekekalan Zat, Energi & Materi. Yaitu adanya suatu Perubahan bentuk di Alam Semesta. Perubahan bentuk ini merupakan ‘Hukum Alam’ yang bersifat ‘Alamiah’. Membentuk sebuah mata rantai reaksi alamiah Alam Semesta. Kehidupan kita saat ini sebagai sosok manusia hanyalah bagian dari mata rantai ini.

3.   Hukum Pembalikan

Sesuatu yang mencapai puncaknya cenderung akan berbalik. Siang mencapai puncak akan berganti senja, malam mencapai puncak akan berganti fajar. Membentuk suatu siklus kehidupan yang berkesinambungan.

Karenanya kita tidak perlu putus asa jika mengalami kesusahan dan jangan lengah jika sedang mendapatkan kemakmuran.

4.   Hukum Dualisme

Lingkaran Thay Chik terbagi menjadi 2 sisi yang berbeda warna. Ini melambangkan adanya hukum dualisme yang ada di Alam Semesta dimana hukum ini mempunyai sifat:

  1. Saling menciptakan

Contohnya adalah ‘panjang dan pendek’, atas dan bawah dll

Munculnya istilah panjang karena ada istilah pendek.

Contoh lain: ‘terang dan gelap’, adanya terang karena adanya gelap. Jika alam semesta penuh dengan sinar dan selalu terang benderang. Maka manusia tidak akan mengerti ‘terang’. Tetapi ketika ‘muncul’ gelap, maka manusia mengerti bahwa keadaan sebelumnya adalah ‘terang’.

  1. Saling bertentangan dan menetralkan.

Sesuatu yang berada di alam mempunyai lawan masing-masing. Misalnya panas dan dingin, positif dan negatif. Ini juga merupakan salah satu dasar konsep pengobatan tradisional Tionghoa bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, setiap racun pasti ada penawarnya.

  1. Saling berpasangan

Contoh: kiri dan kanan, laki-laki dan perempuan.

5.   Hukum relativitas

Sisi hitam dan sisi putih pada Thay Chik dibatasi oleh garis lengkung dan bukan garis lurus yang tegas, ini mengandung arti bahwa:

  1. Sifat baik dan buruk kadangkala mempunyai perbedaan yang tipis.

Misalnya saja antara cerdik (baik) dan licik (buruk), penyabar dan penakut, berprinsip kuat dan keras kepala, pandai bicara dan banyak mulut. (Baca: Boss & Staff)

  1. Sifat baik dan buruk kadang juga tergantung posisi, sudut pandang dan kepentingan.

Misalnya saja Pangeran Diponegoro yang bagi bangsa Indonesia disebut pejuang, tapi bagi Belanda disebut pemberontak.

6.   Hukum ketidak mutlakan.

Pada sisi hitam terdapat lingkaran putih dan pada sisi putih terdapat lingkaran hitam. Ini berarti bahwa di alam semesta tidak ada suatu hal yang bersifat mutlak. Semuanya mempunyai unsur sifat lawan didalamnya. Misalnya saja seorang yang punya sifat jahat, pasti didalam dirinya masih mempunyai sedikit kebaikan, begitu juga seorang yang bersifat baik, pastilah didalam dirinya masih mempunyai kekurangan. Begitu juga suatu perbuatan baik pasti didalamnya terkandung sedikit keburukan dan suatu perbuatan buruk pasti masih ada sedikit sisi baiknya.

Misalnya saja menolong orang (baik), buruknya adalah kita harus mengorbankan sesuatu entah uang atau tenaga.

Membuat lahan pertanian (baik), buruknya adalah mengurangi tanah kosong / hutan juga membutuhkan biaya atau tenaga.

Bahkan belajar spiritual keagamaan pun masih ada keburukannya (ruginya) yaitu kita harus berkorban waktu, pikiran dan kadang tenaga.

Ini terjadi karena adanya keterbatasan dan saling keterkaitan antara semua hal dalam tiap sisi kehidupan.

Sumber: http://www.tao-4u.net

About these ads

Responses

  1. bagus, keren, salam kenal. banyak info yang bisa didapat di blog ini

    • terima kasih atas kunjungannya di blog kami. Salam kenal dan sukses selalu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 98 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: