Oleh: maulanusantara | Juli 28, 2011

Sistem Pendidikan Belanda

Penulis : Asbari Nurpatria Krisna*

Untuk mencapai pendidikan yang baik, Pemerintah Belanda melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan (Menteri Marja van Bijsterveldt) mewajibkan guru-guru yang mengajar di taman kanak-kanak sampai sekolah lanjutan atas supaya berijazah universitas.

Memang tidak dimungkiri, untuk mencapai sistem yang baik diperlukan dana yang sangat besar. Belanda selain memberikan tunjangan bagi bayi sejak lahir dan anak yang tinggal di Belanda, juga memberikan tunjangan pendidikan kepada murid-murid (sekolah khusus, umum, kejuruan) dan mahasiswa.

Sejak 1815, Belanda sudah mempunyai sistem pendidikan yang baik dan berkembang terus. Ijazah pendidikan Belanda sangat dihargai di dunia internasional. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan bagi siswa atau mahasiswa asing yang belajar di Belanda.

Apalagi, pilihan sekolah di Negeri Kincir Air itu juga banyak. Pelajar dan mahasiswa dapat mengikuti pendidikan dalam bahasa Belanda dan Inggris. Anak-anak usia 2-3 tahun dapat mengikuti taman kanak-kanak (kleuterschool), dan ketika berumur empat tahun harus masuk sekolah dasar (basisschool).

Pada dasarnya, Belanda mengenal wajib belajar untuk anak usia 2-18 tahun. Wajib belajar enam tahun diperkenalkan pada 1900 (untuk 6-12 tahun). Namun undang-undang ini sering mengalami perubahan, sampai 1969 ketika anak-anak usia 6-16 tahun harus mengikuti pendidikan penuh waktu. Penyandang cacat di atas usia 18 tahun juga harus mengikuti wajib belajar.

Tahun ajaran dimulai 1 Agustus-31 Juli. Di sekolah dasar dan sekolah khusus ada libur enam minggu di musim panas, sedangkan di sekolah lanjutan mendapat liburan tujuh minggu. Masa liburan ini dibagi untuk tiga kawasan, guna menghindari kemacetan lalu lintas.

Seorang anak warga negara Belanda atau bukan warga negara Belanda tetapi orang tuanya bekerja dan membayar pajak, juga mempunyai hak tunjangan anak (kinderbijslag). Besarnya tunjangan ? 174 dibayarkan setiap kuartal oleh Siociale Verzekeringsbank (SVB) sampai anak berusia 18 tahun.

Murid yang studi di sekolah umum, agama, dan netral dibiayai pemerintah dengan anggaran yang sama bila memenuhi persyaratan. Tetapi pada dasarnya murid tidak membayar sekolah, meskipun sekolah diperbolehkan menarik sumbangan pendidikan dari orang tua murid.

Sekolah swasta dibiayai yayasan atau sekolah itu sendiri. Sementara sekolah umum dikelola pemerintah daerah. Keluarga kerajaan biasanya mengikuti pendidikan di sekolah umum. Sekolah agama dikelola suatu dewan yang mengelola pembiayaannya. Berdasarkan agama, terdapat Sekolah Katolik, Protestan, Yahudi, dan Muslim, baik di sekolah dasar, sekolah lanjutan, maupun perguruan tinggi.

Semua sekolah ini, baik sekolah umum, khusus, maupun swasta berada di bawah pengawasan Inspectie van het Onerwijs (Inspeksi Pendidikan). Sekolah dasar dibagi dalam delapan grup. Mereka yang baru masuk dimasukkan dalam grup 2. Grup 1 dan 2 sebelum 1989 disebut taman kanak-kanak.

Pada grup 3, anak-anak mulai diajar membaca, menulis, dan matematika, sedangkan mulai grup 7 anak-anak diajar bahasa Inggris. Tetapi ada juga sekolah yang mengawali bahasa Inggris di grup 4. Pada grup 8 anak-anak harus menempuh tes yang disebut Cito Eindtoets Basisonderwijs (tes akhir pendidikan dasar), sering disingkat menjadi Citotoets.

Jenjang Sekolah Lain

Setamat sekolah dasar, anak dapat melanjutkan ke sekolah lanjutan (voorgezet onderwijs). Berdasarkan hasil Citotoets dan saran kepala sekolah, anak dapat memilih persiapan pendidikan kejuruan menengah (Voorbereid Middelbaar Beroepsonderwijs/VMBO), apakah VMBO HAVO (Hooger Algemeen Voortgezet Onderwijs/Sekolah Lanjutan Atas Umum) atau VWO (Voorbereidend Wetenschappelijk Onderwijs/Sekolah Persiapan Ilmu Pengetahuan) untuk melanjutkan ke universitas.

Apabila guru atau orang tua ragu-ragu untuk memasukkan anak tersebut maka dapat memilih VMBO/HAVO, HAVO/VWO untuk adaptasi. Masa orientasi/adaptasi VMBO/HAVO diperlukan satu tahun, sedangkan di HAVO/VWO dua tahun. Masa orientasi/adaptasi ini di Belanda dikenal sebagai brugklas (secara harfiah berarti kelas jembatan, yang menghubungkan sekolah dasar dan sekolah lanjutan).

Seorang murid yang menggondol ijazah HAVO dapat melanjutkan ke VWO untuk dua tahun, dan setamat dari sini dapat melanjutkan ke perguruan tinggi atau ke HBO (Hoogere Beroeps Onderwijs/Sekolah Tinggi Kejuruan).

VWO dibagi dua, yaitu atenium (selain kurikulum umum, murid harus belajar salah satu dari dua bahasa: Latin atau Yunani) dan gimnasium (murid wajib belajar dua bahasa tambahan: Yunani dan Latin).

Anak-anak yang kurang berminat dan tidak berhasil di HAVO atau VWO dapat diturunkan ke VMBO, dengan tingkat kurikulum yang lebih rendah. Mereka yang mengikuti pendidikan universitas tapi belum menempuh sekolah lanjutan dapat mengikuti VAVO (Voorgezet Algemeen Volwassenen Onderwijs/Sekolah Lanjutan Atas Umum untuk orang dewasa).

Sejak 2008, pendidikan sekolah lanjutan diwajibkan sampai anak usia 18 tahun. MBO (Middelbaar Beroepsonderwijs/Sekolah Menengah Kejuruan) diikuti lulusan VMBO dan dapat diselesaikan dalam 1-4 tahun. Sesudah MBO, murid dapat melanjutkan ke HBO atau langsung bekerja. Sekolah ini kini disebut Regionaal Opleidingencentrum (ROC/Pusat Pendidikan Regional).

Pendidikan tinggi terdiri dari Hogescholen (HBO) untuk profesional dan universitas (untuk penelitian/universiteiten/Wetenschappelijk Onderwijs). Sejak 2002, pendidikan tinggi di Belanda terbagi dalam tiga bagian, yakni sarjana muda (bachelors), Masters, dan PHD. Ada persyaratan yang diperlukan untuk melanjutkan studi baik di sekolah dasar, sekolah lanjutan, ataupun universitas, yakni harus memiliki ijazah.

Guna menjaga mutu pendidikan ada badan khusus. Berdasarkan peraturan pendidikan 2002, program titel harus diakreditasi Organisasi Akreditasi Belanda dan Flanderen. Terlebih lagi, kalau program itu dibiayai oleh negara.

Pinjaman Dana

Untuk melanjutkan studi, seorang pelajar atau mahasiswa dapat meminta pinjaman dana belajar (studie financiering) yang diatur Informatie Beheer (Pengatur Dana Belajar). Tentu saja harus memenuhi persyaratan, yaitu terdaftar pada sekolah atau universitas. Selain itu, harus terdaftar dalam bursa prestasi, yang mewajibkan pinjaman itu dikembalikan sesudah studi selesai dengan angsuran tertentu.

Pada 2010 dan 2011, mahasiswa dapat memperoleh pinjaman 853,16 (dalam mata uang Belanda) tiap bulan, maksimal tiga tahun. Pengembalian disertai bunga 2,39 persen, dengan minimal cicilan 45,41 per bulan selama 15 tahun. Memang Belanda bukanlah Belanda kalau pinjaman itu tanpa bunga. Tetapi bagaimana pun juga, tak ada salahnya kalau Indonesia belajar dari sistem pendidikan di Belanda.

*Penulis adalah wartawan senior, tinggal di Belanda.

Sumber

About these ads

Responses

  1. sudah seringkali kita mengadopsi sistim pendidikan dari berbagai negara yang dianggap berhasil. Sudah sekian banyak tenaga pengajar dari berbagai jenjang pendidikan dikirim ke luar negri utnuk belajar. Yang kurang mengirim anggauta DPR untuk belajar sistem pendidikan. Selama ini yang sering nimbrung dengan arah yang tidak jelas adalah beliau2 para wakil rakyat. Sistim ujian dikomentari, tanpa anggaran untuk peningkatan infra struktur pendidikan tak diperhatikan. Akibatnya muncul kesenjangan kwalitas anak didik. Mengerikan.

    • itulah ketika pendidikan dimonopoli oleh kaum borjuis, proletar tinggal duduk manis atau menangis, menjalani hidupnya yang tanpa masa depan.

      pendidikan mahal, bukan untuk orang miskin.

      seperti judul buku Eko Prasetyo: Orang Miskin Dilarang Sekolah

  2. saya seorg ibu dengan 3 anak. ada kemungkinan thn depan suami saya akan study ke belanda dan kami akan ikut. saya ingin bertanya, apakah benar sekolah utk anak2 di belnda gratis ( utk tingkat TK,SD dan SMP). ? dan bahasa apa yg digunakan? apakah hanya sekolah swasta yg bhs pengantarnya bhs inggris? bagaimana mengatasi kesulitan berbahs belanda pd anak2 saya?
    terima kasih. mudah2an berkenan menjawab.

  3. Saya bercerai dengan WNA Belanda. saya tidak pernah tinggal d belanda. Kami sudah memiliki 1 anak usia 2 tahun. Apakah saya dan anak saya mendapatkan tunjangan? Berapa besar tunjangan tersebut?

  4. […] kenyataan. Semoga Indonesia tercinta bisa belajar pada negeri Tulip tersebut. Referensi http://maulanusantara.wordpress.com/2011/07/28/sistem-pendidikan-belanda/ http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda […]


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 102 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: