Oleh: maulanusantara | Agustus 3, 2011

Bagaimana Seharusnya Seorang Pancasilais?

Ada beberapa pemikiran yang sangat mengelitik penulis. Pemikiran-pemikiran tersebut misalnya ingin merubah ideologi pancasila dengan ideologi Khilafah, penulis anggap mereka adalah ekstrem kanan karena memakai simbol agama dalam hal ini adalah agama penulis sendiri yaitu Islam atau mereka yang justru ingin memaksa Negara Indonesia menjadi Negara Sekuler dengan cita-cita pertamanya adalah meniadakan Departemen agama kemudian menghapuskan identitas agama di Kartu Tanda Penduduk dengan alasan kebebasan yang ke bablasan….penulis anggap mereka adalah ekstrem kiri.

Dari pemikiran-pemikiran tersebut di atas, penulis mengajak kepada para pembaca untuk merenungkan Pancasila yang merupakan jati diri bangsa Indonesia yang merupakan hasil kesepakatan dari para founding fathers kita baik dari golongan nasionalis maupun golongan agama dalam hal ini agama Islam. Pancasila adalah jalan tengah dari berbagai macam suku dan agama yang ada di Indonesia. Pancasila adalah pemersatu dari perbedaan-perbedaan cara berpikir kita.

Sebagai warga Negara di republik Indonesia, kita telah sepakat pada 4 pilar bangsa Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI ( Wawasan Nusantara ) dan Bhineka Tunggal Ika. Ke-empat Pilar Bangsa di atas tidak dapat di pisahkan satu sama lain. Ke-empat pilar di atas saling terkait satu sama lain.

Dalam kenyataan hidup berbangsa dan bernegara, kita tidak memungkiri masih terlalu banyak penyelenggara negara kita yang menghianati ke 4 pilar diatas misalnya dengan melakukan korupsi, Kolusi ataupun Nepotisme tapi yang salah adalah individu atau personal dari penyelenggara Negara bukan pada Pancasila sebagai ideologi bangsa

Pancasila secara jujur juga pernah di selewengkan oleh rezim-rezim orde lama, orde baru bahkan oleh orde reformasi yang tak tegas dan yang tak jelas ini.

Laksanakan Pancasila secara murni dan konsekwen, praktekan nilai-nilai luhur Pancasila yang ada dalam ke 45 butir-butir Pancasila dalam cara hidup kita sehari-hari, mari kita bumikan kembali Pancasila di bumi pertiwi tercinta ini, Insya Allah Negara Indonesia akan maju.

Negara berdasarkan atas Ketuhanan yang Maha Esa, tertulis dalam pembukaan UUD 1945 alenia ke empat yang merupakan salah satu pilar bangsa Indonesia, maka tidak masuk akal bagi para sebagian orang yang ingin menghapus departemen agama dan meniadakan identitas agama di KTP dengan alasan Kebhinekaan. Para ektrem kiri ini berusaha mengiring Negara Indonesia menghianati UUD 1945 dan menjadikan Negara Indonesia menjadi Negara Sekuler, padahal Sila pertama dari Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, tak bisa di bayangkan bila ide ini terlaksana karena pasti akan dapat perlawanan dari golongan Islam yang paling moderat sekalipun baik itu dari NU, Muhammadiyah dan lain sebagainya yang akhirnya meruntuhkan Ke – Bhinekaan Bangsa Indonesia itu sendiiri.

Pernahkah ide pembubaran Departemen agama ini keluar dari K.H Hasyim Muzadi, Syafii Ma’arif, Zumadil Azra atau tokoh – tokoh Islam yang moderat lainnya ?, mereka tidak pernah mengusulkannya karena tahu resistensinya kepada Persatuan dan kesatuan Republik Indonesia ini.

Ide pembubaran Departemen agama memang pernah terlintas pada saat Almarhum K.H. Abdurahman Wahid ( Gusdur ) saat menjadi presiden, tanpa sedikitpun menghilangkan rasa kagum penulis kepada Gusdur, sebagai manusia biasa kelemahan mendasar yang ada pada diri Gusdur adalah tidak bisa membedakan diri beliau sebagai pribadi dengan diri beliau sebagai Presiden atau negarawan di republik tercinta ini. Sebuah kecelakaan sejarahlah yang memilih beliau sebagai presiden di Negara ini yang justru “menjerumuskan” dan “membenturkan” beliau sebagai bapak bangsa dan bapak pluralisme di negeri ini.

Sementara para Ekstrem kanan yang berusaha menerapkan Sistem Khilafah berusaha menafikan keberagaman bangsa Indonesia ( Bhineka Tunggal Ika ) dan Berusaha mengerogoti NKRI atau wawasan nusantara karena di Indonesia Bagian Timur, warga Negara Indonesia yang beragama Islam adalah minoritas.

Mari kita kembali ke jati diri kita yaitu Pancasila, yang menyatukan perbedaan-perbedaan kita, tidak ada satupun dari butir-butir Pancasila yang bertentangan dengan Syariah Islam, untuk itu mari kita bahas satu persatu Nilai-Nilai Luhur Pancasila yang tertera dalam 45 butir-bitir Pancasila.

Disini penulis hanya membahas pada sila Pertama dari Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, dan penulis lampirkan ayat-ayat Qur’an yang seirama dengan Nilai-Nilai Luhur dari Sila Pertama tersebut dan Insya Allah akan di lanjutkan dengan sila-sila yang lainnya pada kesempatan yang lain.

  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaanya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. ( 2 : 2 )
  2. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. ( 5 : 8 )
  3. Mengembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. ( 4 : 49 )
  4. Membina Kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. ( 13 : 21 )
  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa yang di percayai dan di yakininya. ( 2 : 62 )
  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. ( 2 : 148 )
  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. ( 2 : 256 )

 

PEMBAHASAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN.

1).Surah Albaqarah ( 2 ) ayat 2.

Kitab ( Al-Qur’an ) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.

Seorang Pancasilais sejati, dia akan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang tertera dalam kitab sucinya. Bila dia seorang Muslim dia akan merenungi apa yang ada dalam Qur’an dan berusaha mempraktek-kannya dalam kehidupannya sehari-hari, begitu pula bila dia seorang Kristiani, seorang Budha, Seorang Hindu bahkan bila dia seorang kejawen atau penghayat Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

2) . Surah Al Mai-dah ( 5 ) ayat 8.

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adilah, karena adil itu lebih dekat dengan taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Seorang Pancasilais sejati dia akan bertindak adil dalam segala hal, dia tidak akan membeda-bedakan seseorang berdasarkan suku, agama, latar belakang, pandangan politik dan lain sebagainya, dia akan mengedepankan Hak Azasi manusia…sama persis seperti pesan yang terkandung di surah ( 5 : 8 ) di atas.

3). Surah An-Nisa ( 4  ) ayat 49

Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggab dirinya bersih. Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang di kehendaki-Nya dan mereka tidak di aniaya sedikitpun.

Sebuah Kendala bagi mereka yang enggan untuk menghormati agama lain adalah merasa bahwa dengan menghormati agama lain berarti kita telah syirik atau menduakan Allah SWT, karena menghormati hari besar agama yang lain atau ibadah agama lain telah merusak aqidah., Hal ini terjadi karena kedangkalan cara berpikir mereka sendiri karena mereka tidak dapat membedakan mana wilayah agama ( Ibadah Ritual ) dan mana wilayah hubungan antar manusia dalam beragama ( Muamalah ).

Keberadaan agama lain adalah kenyataan yang ada di Indonesia ini. Bukankah semua tergantung dari niat kita, maka biarkan Allah SWT yang menilai apa niat kita tersebut dan tidak layak bagi  manusia biasa  memberikan penilaian karena hal tersebut adalah hak preogratif Allah SWT.

Seorang Pancasilais sejati dia akan menghormati hari besar agama lain, bukan berarti dia menjadi penganut agama yang di hormatinya, karena dia dapat membedakan mana wilayah agama ( kegiatan ritual ) dan mana wilayah hubungan antar umat beragama ( muamalah ).

4). Surah Ar-Rad ( 13 ) ayat 21

Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya di hubungkan, dan mereka takut kepada Tuhan-Nya dan takut kepada hisab yang buruk.

Membina kerukunan hidup adalah salah satu bagian dari Silaturahim dalam Islam, tidak pandang apapun keyakinannya selama tidak memusuhi Islam, Seorang  yang taqwa dia akan  takut pada Tuhan-Nya dan Hisab yang buruk ( Catatan hidup yang buruk ) yang akan dia pertanggung jawabkan di hari akhir nanti.

Seorang Pancasilais sejati dia akan menjaga hubungan Silaturahim dengan sesama manusia tanpa pernah memandang siapa manusia yang di silaturahimkannya tersebut selama tidak memusuhinya.

5). Surah Al-Baqarah ( 2 ) ayat 62.

Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, Orang-Orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh mereka akan menerima pahala dari Tuhan Mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati.

Agama dan kepercayaan seseorang terhadap agama yang di anutnya adalah hubungan pribadi individu dengan Tuhan yang diyakininya, seseorang yang benar-benar beriman menurut keyakinannya, segala tingkah laku dan semua keputusan yang di ambilnya  bertujuan untuk mencari Ridha Tuhan, dia tidak akan mau melakukan korupsi atau hal-hal buruk lainnya karena dia yakin suatu saat nanti dia akan mati dan akan di minta pertanggung jawabannya  selama hidup di dunia kepada Tuhan yang di yakini dan di imaninya.

Seorang Pancasilais sejati tak kan pernah menilai keimanan seseorang dengan Keimanan atau Kepercayaan yang di anutnya.

6). Surah Albaqarah ( 2 ) ayat 148.

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya sendiri yang ia menghadap kepada-Nya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian ( Pada hari kiamat ). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa Atas Segala sesuatu.

Sungguh tidak masuk di akal bila ada orang yang mengaku ta’at beragama tapi menghalang-halangi apalagi sampai membakar tempat ibadah agama lain, bukankah Allah mengatakan bahwa setiap umat manusia mempunyai kiblatnya sendiri sesuai surah Al-Qur’an tersebut di atas.

Seorang Pancasilais sejati dia akan selalu mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

7). Surah Al-Baqarah ( 2 ) ayat 256.

Tidak ada paksaan dalam beragama, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tidak ada paksaan dalam beragama, secara tegas tertulis di surah Alqur’an tersebut di atas, tapi banyak di antara kita memaksakan keyakinan kita pada orang lain dengan menganggap bahwa Pancasila adalah thaghut.

Thaghut adalah apa saja yang di sembah selain Allah, Apakah Pancasila adalah Tuhan ? Pancasila bukanlah Tuhan atau kitab suci tapi dia memperkuat kitab-kitab suci yang ada baik itu Alqur’an, Injil, Weda, Tripitaka dan lain sebagainya.

Pancasila adalah pandangan hidup bangsa yang menyatukan perbedaan – perbedaan seluruh warga Negara dan tumpah darah Indonesia.

Seorang Pancasilais sejati, tidak akan pernah memaksakan agama dan keyakinannya kepada orang lain.

Selamet Riadi

Sumber

About these ads

Responses

  1. manusia pancasila tu yang bagaimana ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 98 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: