Oleh: maulanusantara | September 4, 2011

Pidato Bung Karno di Kongres GMNI; Marhaenisme adalah Gerakan Anti Kapitalisme, Liberalisme, dan Kolonialisme

KALIURANG, JOGJAKARTA, 17 FEBRUARI 1959.

Bung Karno; selalu memberikan kesan dalam tiap orasinya

Bung Karno; selalu memberikan kesan dalam tiap orasinya

Terlebih dahulu saya mengucapkan selamat dengan Konferensi Besar GMNI ini.

Dengan gembira saya membaca, bahwa asas tujuan GMNI adalah Marhaenisme. Apa sebab saya gembira?

Tidak lain dan tidak bukan, karena lebih dari 30 tahun yang lalu saya juga pernah memimpin suatu gerakan rakyat -suatu partai politik- yang asasnya pun adalah Marhaenisme.

Bagi saya asas Marhaenisme adalah suatu asas yang paling cocok untuk gerakan rakyat di Indonesia. Rumusannya adalah sebagai berikut: Marhaenisme adalah asas, yang menghendaki susunan masyarakat dan Negara yang didalam segala halnya menyelamatkan kaum Marhaen.

Marhaenisme adalah cara perjuangan yang revolusioner sesuai dengan watak kaum Marhaen pada umumnya. Marhaenisme adalah dus asas dan cara perjuangan “tegelijk”, menuju kepada hilangnya kapitalisme, imprealisme dan kolonialisme. Secara positif, maka Marhaenisme saya namakan juga sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi; karena nasionalismenya kaum Marhaen adalah nasionalisme yang social bewust dan karena demokrasinya kaum Marhaen adalah demokrasi yang social bewust pula.

Dan siapakah yang saya namakan kaum Marhaen itu? Yang saya namakan Marhaen adalah setiap rakyat Indonesia yang melarat atau lebih tepat: yang telah dimelaratkan oleh setiap kapitalisme, imprealisme dan kolonialisme.

Kaum Marhaen ini terdiri dari tiga unsur: Pertama : Unsur kaum proletar Indonesia (buruh) Kedua : Unsur kaum tani melarat Indonesia, dan Ketiga : kaum melarat Indonesia yang lain-lain.

Dan siapakah yang saya maksud dengan kaum Marhaenis? Kaum Marhaenis adalah setiap pejuang dan setiap patriot Bangsa. Yang mengorganisir berjuta-juta kaum Marhaen itu, dan Yang bersama-sama dengan tenaga massa Marhaen itu hendak menumbangkan sistem kapitalisme, imprealisme, kolonialisme, dan Yang bersama-sama dengan massa Marhaen itu membanting tulang untuk membangun Negara dan masyarakat, yang kuat, bahagia sentosa, adil dan makmur.

Pokoknya ialah, bahwa Marhaenis adalah setiap orang yang menjalankan Marhaenisme seperti yang saya jelaskan di atas tadi. Camkan benar-benar: setiap kaum Marhaenis berjuang untuk kepentingan kaum Marhaen dan bersama-sama kaum Marhaen!

Apa sebab pengertian tentang Marhaenisme, Marhaen dan Marhaenis itu saya kemukakan kepada Konferensi Besar GMNI dewasa ini?

Karena saya tahu, bahwa dewasa ini ada banyak kesimpangsiuran tentang tafsir pengertian kata-kata Marhaenisme, Marhaen dan Marhaenis itu.

Saya harapkan mudah-mudahan kata sambutan saya ini saudara camkan dengan sungguh-sungguh, dan saudara praktikkan sebaik-baiknya, tidak hanya dalam lingkungan dunia kecil mahasiswa, tetapi juga di dunia besar daripada massa Marhaen.

Sebab tanpa massa Marhaen, maka gerakanmu akan menjadi steril! Karena itu:

Lenyapkan sterilitiet dalam Gerakan Mahasiswa! Nyalakan terus obor kesetiaan terhadap kaum Marhaen! Agar semangat Marhaenisme bernyala-nyala murni! Dan agar yang tidak murni terbakar mati!

Sekian dulu, dan sekali lagi saya ucapkan selamat kepada Konferensi Besar GMNI, dan mudah-mudahan berhasillah Konferensi Besar ini.

Jakarta, 17 Februari 1959

PRESIDEN/PANGLIMA TERTINGGI/ PEMIMPIN BESAR REVOLUSI
SUKARNO BAPAK MARHAENISME

Source

About these ads

Responses

  1. tak ada presiden indonesia setelah soekarno

  2. Pejuang pemikir pejuang…..
    Marhaen menang..
    GmnI jaya…..

  3. Isue marhaenisme itu selalu aktual, Bahkan kalo jujur saat ini adalah saat yang sangat tepat, karena kesenjangan antara sikaya dan simiskin sangat jauh. Titik beratnya bukan pada kaya miskinnya, tapi karena sikaya saat ini [ walau nggak semuanya ] adalah mereka yang pola pikirnya terbawa methode kapitalis. Sementara simiskin kebanyakan dari kaum idealis dan mereka yang tidak diuntungkan [ tertindas ] akibat sistem yang diterapkan oleh penguasa dimana didalamnya sarat dengan kepentingan asing.

    Eksploitasi besar besaran terhadap sumberdaya alam yang menurut undang undang adalah untuk kemakmuran rakyat, tapi justru negara asing yang leluasa mengeruk dan penguasa saat itu [ th 1967 sampai sekarang ] yang menikmati.INI JELAS PENGINGKARAN TERHADAP UNDANG UNDANG. Sangat bertentangan dengan konsep SANG PENDIRI BANGSA INI.

    Kini saatnya rakyat bergerak untuk melakukan suatu perubahan secara mendasar, perubahan besar besaran. REVOLUSI TANPA CECERAN DARAH. REVOLUSI DAMAI,Sejarah membuktikan setiap ada gerakan rakyat, akan melahirkan PEMIMPIN.

    PEMIMPIN yang rakyat inginkan adalah pemimpin yang mampu mengembalikan RUH PANCASILA yang hilang.Pemimpin yang mampu menggerakan SPIRIT PANCASILA pada generasi muda dan rakyat pada umumnya.Pemimpin yang mampu menerejemahkan ajaran BUNG KARNO yaitu TRISAKTI. Berdaulat dibidang polotik, Berdikari dibidang ekonomi dan berkepribadian dibidang budaya.

  4. Salam perjuangan

    MERDEKA

    MERDEKA

    MERDEKA

    GmnI. JAYA

    Marhein. MENANG


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 98 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: