Oleh: maulanusantara | September 4, 2011

Sedikit Fakta tentang G 30 S/ PKI; Kesaksian Dokter Arif yang Melakukan Otopsi

dr. Arif (Lim Joe Thay) anggota tim forensik yang mengotopsi jenazah para petinggi TNI yang menjadi korban pada 30 September

dr. Arif (Lim Joe Thay) anggota tim forensik yang mengotopsi jenazah para petinggi TNI yang menjadi korban pada 30 September

INI sudah bulan September. Beberapa hari lagi saya (maksudnya adalah pemilik blog) ingin menuliskan hasil visum et repertum enam jenderal dan seorang perwira pertama Angkatan Darat yang tewas dinihari 1 Oktober 1965.

Jelas ini bukan barang baru. Beberapa tahun lalu, Benedict Anderson telah menggunakan hasil visum et repertum ini sebagai rujukan dalam artikelnya di jurnal Indonesia Vol. 43, (Apr., 1987), pp. 109-134, How Did the Generals Die?

Saya mendapatkan copy visum et repertum itu dari Dandhy DL, jurnalis RCTI. Tahun lalu, dia juga menurunkan liputan mengenai dr. Arif dan visum et repertum ketujuh pahlawan revolusi korban, meminjam istilah Bung Karno, intrik internal Angkatan Darat dan petualangan petinggi PKI yang keblinger, serta konspirasi nekolim.

Tetapi sebelum menuliskan hasil visum et repertum itu, dalam kesempatan ini saya ingin menampilkan beberapa foto dr. Arif Budianto. Dia adalah satu dari lima dokter yang diperintahkan Pangkostrad Mayjen Soeharto selaku Pangkopkamtib untuk mengotopsi jenazah tujuh pahlawan revolusi itu.

Selain dr. Arif yang bernama asli Lim Joe Thay, empat dokter lain yang tergabung dalam tim forensik itu adalah dr. Brigjen Roebiono Kertopati, perwira tinggi yang diperbantukan di RSP Angkatan Darat; dr. Kolonel Frans Pattiasina, perwira kesehatan RSP Angkatan Darat; dr. Sutomo Tjokronegoro, ahli Ilmu Urai Sakit Dalam dan ahli Kedokteran Kehakiman, juga profesor di FK UI; dan dr. Liau Yan Siang, lektor dalam Ilmu Kedokteran Kehakiman FK UI.

Ketujuh pahlawan revolusi itu jelas mati dibunuh. Namun dari hasil otopsi yang mereka lakukan sama sekali tidak ditemukan tanda-tanda pencungkilan bola mata, atau apalagi, pemotongan alat kelamin seperti yang digosipkan oleh media massa yang dikuasai Angkatan Darat ketika itu.

Gosip mengenai pemotongan alat kelamin –bahkan ada gosip yang menyebutkan ada anggota Gerwani yang setelah memotong alat kelamin salah seorang korban, lantas memakannya– telah membangkitkan amarah di akar rumput.

Gosip-gosip ini, menurut Ben Anderson dalam artikelnya yang lain (saya sedang lupa judulnya) sengaja disebarkan oleh pihak militer. Dan ia bagai minyak tanah yang disiramkan ke api. Menyambar-nyambar. Selanjutnya, pembantaian besar-besaran terhadap anggota PKI dan/atau siapa saja yang dituduh menjadi anggota PKI atau memiliki relasi dengan PKI, terjadi di mana-mana.

Catatan tidak resmi menyebutkan setidaknya 2 juta orang tewas dalam pembantaian massal yang terjadi dalam beberapa tahun itu.

Bulan Juni yang lalu, dr. Arif sempat dirawat di RS St. Carolus. Ketika menerima kabar itu dari salah seorang kerabat dr. Arif, saya dan Dandhy menyempatkan diri menjenguknya. Di RS. St. Carolus kami sama-sama mengabadikan dr. Arif. Bedanya, Dandhy menggunakan video kamera merek Panasonic, sementara saya menggunakan kamera saku digital merek Cannon.

Tadinya, informasi yang kami terima menyebutkan bahwa dr. Arif terkena serangan struk. Setelah kami bertemu dengan beliau di paviliun St. Carolus, dan berbicara dengan istrinya, Ny. Arif, barulah kami ketahui bahwa dr. Arif dirawat karena terjatuh saat hendak naik ke kursi rodanya.

Berita tentang dr. Arif dirawat di rumah sakit sudah di-upload di blog ini bulan Juni lalu.

Kumpulan tulisan mengenai peristiwa berdarah 1 Oktober itu, atau yang berkaitan dengannya, dapat dilihat di Malam Jahanam, Sukarno Corner, juga Soeharto Corner.

Keterangan foto:

1. dr. Arif. Kini usianya 82 tahun.
Source

About these ads

Responses

  1. sisi kelam dari sejarah bangsa indonesia. bagaimanapun, ini jadi pelajaran yang berharga untuk generasi saat ini dan masa depan.

    salam

  2. Sebuah fakta sejarah yang terbungkam di masanya.. Dan menjadi tanggung jawab segenap Sejarahwan negeri ini untuk meluruskannya kembali atas dasar Kebenaran & keadilan……
    Salam Merdeka !!!

  3. menurutku siapa penanggungjawabnya yg lebih patut diselidiki?jawabnya adalah fihak mana yg paling membenci dg komunis waktu itu?jawabnya bukan orang Indonesia,tapi amerika.dan mereka sukses menjalankan missinya.kita kalah karena berhasil dikibuli?setelah jatuhnya Sukarno kekayaan alam di negara ini dikuasai oleh negara luar?benarkah kita sudah merdeka?sementara inti dari penjajahan adalah menguasai kekayaan alamnya?kita berteriak merdeka,dan mereka tertawa xixixixixixixi?betapa bodohnya orang Indonesia?

  4. menyedihkan?karena atas jasa kekayaan alam di tanah ini amerika mampu menjadi negara besar dan menjadi pelindung kepentingan zionis?pembantai saudara saudara kita sesama muslim?kita ada di situasi jihad?tanpa disadari?dan peran kita adalah pelindung musuh Islam?karena kecerobohan penguasa?atau apa sebenarnya kita punya hak untuk mengarahkan pemimpin?dg laras senjata mereka yg mengarah dijidat?mana mungkin?

  5. PKI hanya dijadikan alat oleh Soeharto untuk merebut kekuasaan. Rekayasa politik rezim Orba sungguh sangat keji

  6. Sejarah yg di belokan atau di bungkam telah membawa bangsa ini menuju ke bohongan/kehancuran,hai sejarahwan dimana JIWA PATRIOT mu …..???? bersuaralah…

  7. Sedih rasanya menjadi seorang warga negara yang bingung dengan jati diri bangsanya, entah apa jadinya bila kita harus mendirikan negara diatas puing-puing sejarah yang tak bisa dibedakan fakta dan fiktifnya karena penyelewengan selama berpuluh-puluh tahun lamanya…

  8. saya berharap kejadian seperti masa lalu tidak terjadi lagi di masa kini.karena itu adalah pembodohan sejarah.

  9. No matter if some one searches for his required thing, therefore he/she wishes to be available that in
    detail, so that thing is maintained over here.

  10. sungguh kejam

  11. Maka dr itu mari kita bersatu menyatukan jiwa MARHAEN berjuang untuk bangsa dan negara Indonesia tercinta ini. TIDAK HANYA NYALI SAJA AKAN TETAPI DIPERLUKAN KEBERANIAN…….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 102 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: