Oleh: maulanusantara | Januari 5, 2012

Mengenal Macam-macam Hujan

Hujan

Hujan

HUJAN memang kadang ditunggu-tunggu tetapi tidak jarang pula diharapkan tidak turun sesering mungkin. Sebenarnya, kenapa air dari langit itu bisa turun ke bumi? Diketahui, hujan terjadi karena air laut mengalami evaporasi ke atmosfer karena panas sinar matahari. Evaporasi adalah proses penguapan dari tubuh-tubuh perairan. Angin yang bertiup membawa uap air laut ke arah daratan.

Pada ketinggian tertentu, uap air yang berasal dari evaporasi air laut, sungai, dan danau terkumpul makin banyak di udara. Pada saat tertentu uap air menjadi jenuh dan mengalami kondensasi hingga menciptakan hujan. Air hujan yang jatuh di daratan selanjutnya mengalir ke parit, selokan, sungai, danau, dan menuju ke laut lagi.

Namun, tidak semua air hujan sampai ke permukaan bumi karena sebagian menguap ketika jatuh melalui udara kering. Hujan jenis ini disebut sebagai virga.

Untuk kepentingan kajian atau praktis, hujan dibedakan menurut terjadinya, ukuran butirannya, atau curah hujannya. Jenis hujan berdasarkan terjadinya adalah sebagai berikut:

Hujan siklonal: hujan yang terjadi karena udara panas yang naik disertai dengan angin berputar.
Hujan zenithal: hujan yang sering terjadi di daerah sekitar ekuator akibat pertemuan Angin Pasat Timur Laut dengan Angin Pasat Tenggara. Kemudian angin tersebut naik dan membentuk gumpalan-gumpalan awan di sekitar ekuator yang berakibat awan menjadi jenuh dan turunlah hujan.

Hujan orografis: hujan yang terjadi karena angin yang mengandung uap air yang bergerak horisontal. Angin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi. Terjadilah hujan di sekitar pegunungan.

Hujan frontal: hujan yang terjadi apabila massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara yang panas. Tempat pertemuan antara kedua massa itu disebut bidang front. Karena lebih berat massa udara dingin lebih berada di bawah. Di sekitar bidang front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan frontal.

Hujan muson: hujan yang terjadi karena Angin Musim (Angin Muson). Penyebab terjadinya Angin Muson adalah karena adanya pergerakan semu tahunan Matahari antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan. Di Indonesia, hujan muson terjadi bulan Oktober sampai April. Sementara di kawasan Asia Timur terjadi bulan Mei sampai Agustus. Siklus muson inilah yang menyebabkan adanya musim penghujan dan musim kemarau.

Sementara jenis hujan berdasarkan butirnya dibedakan menjadi empat yakni:
Hujan gerimis: diameter butirannya kurang dari 0,5 mm
Hujan salju: terdiri dari kristal-kristal es yang suhunya berada dibawah 0° Celsius
Hujan batu es: curahan batu es yang turun dalam cuaca panas dari awan yang suhunya dibawah 0° Celsius
Hujan deras:curahan air yang turun dari awan dengan suhu diatas 0° Celsius dengan diameter ±7 mm.

Sedangkan jenis hujan berdasarkan besarnya curah hujan adalah:
hujan sedang: 20 – 50 mm per hari
hujan lebat: 50-100 mm per hari
hujan sangat lebat: di atas 100 mm per hari

Pardosi/dbs

Source

About these ads

Responses

  1. hujan angin masuknya kemana ya?

  2. Kebetulan lagi nyari. Terima kasih infonya!
    Boleh copy-edit-paste tidak?

    • silahkan

  3. apakah hujan asam termasuk jenis hujan ?

  4. terima kasih atas infonya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 98 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: