<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Maula</title>
	<atom:link href="http://maulanusantara.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://maulanusantara.wordpress.com</link>
	<description>Masyarakat Universal Lintas Agama</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Nov 2009 12:48:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='maulanusantara.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/da09b0756d1cd4ff98e40a87c24c4151?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Maula</title>
		<link>http://maulanusantara.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>National Summit: Solusi atau Pencitraan?</title>
		<link>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/11/08/national-summit-solusi-atau-pencitraan/</link>
		<comments>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/11/08/national-summit-solusi-atau-pencitraan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 12:43:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maulanusantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulanusantara.wordpress.com/2009/11/08/national-summit-solusi-atau-pencitraan/</guid>
		<description><![CDATA[KARENA luasnya cakupan yang dibicarakan dalam National Summit yang digelar pada 29 Oktober 2009-31 Oktober 2009, saya akan membatasi pada bidang ekonomi yang menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa difokuskan pada enam bidang, yaitu (1) pemantapan otonomi daerah, (2) pelayanan publik, (3) reformasi birokrasi, (4) pemberantasan dan pencegahan korupsi, (5) reformasi hukum, (6) pencegahan dan pemberantasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanusantara.wordpress.com&blog=1588478&post=1275&subd=maulanusantara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1277" title="Kwik Kian Gie" src="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/11/kwik_kian_gie_0306m_bw.gif?w=150&#038;h=150" alt="Kwik Kian Gie" width="150" height="150" />KARENA luasnya cakupan yang dibicarakan dalam National Summit yang digelar pada 29 Oktober 2009-31 Oktober 2009, saya akan membatasi pada bidang ekonomi yang menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa difokuskan pada enam bidang, yaitu (1) pemantapan otonomi daerah, (2) pelayanan publik, (3) reformasi birokrasi, (4) pemberantasan dan pencegahan korupsi, (5) reformasi hukum, (6) pencegahan dan pemberantasan terorisme. <span id="more-1275"></span></p>
<p>Dalam berbagai penjelasan lisannya di berbagai media, Hatta Rajasa sangat menekankan infrastruktur, tetapi dalam enam bidang yang menjadi fokusnya tidak disebut secara eksplisit. Mungkin dimasukkan ke pelayanan publik. Bahwa dari butir pelayanan publik yang dijadikan fokus utama adalah infrastruktur sudah tepat. Namun, ini sudah dibicarakan berkali-kali, dan bentuknya setiap kali dengan gegap gempita bagaikan perhelatan besar.</p>
<p>Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I dengan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie mengadakan Infrastructure Summit I. Ketika Menko Perekonomiannya digantikan, Boediono menyelenggarakan lagi dengan judul Infrastructure Summit II. Presiden saat itu ialah SBY, sekarang presidennya masih SBY dan Boediono jadi wapres. Menko Perekonomiannya juga bukan orang baru karena Hatta Rajasa dalam KIB I menjabat Mensesneg. Mestinya kan tinggal membongkar data dari dua Infrastructure Summit sebelumnya dan menyimak apa yang salah kok infrastruktur semakin memburuk cukup drastis. Namun, yang dilakukan menyelenggarakan summit lagi. Maka tidak dapat dihindarkan adanya kesan bahwa summit ini hanya pencitraan.</p>
<p>Namun, baiklah, kita jangan hanya mengkritik, tetapi juga memberikan masukan. Menurut pendapat saya, kita harus mengawali dengan pertanyaan, &#8220;Pelayanan publik harus diberikan dengan cuma-cuma kepada seluruh rakyat, ataukah rakyat harus membayar untuk memperoleh jasa-jasa pelayanan publik itu?&#8221;</p>
<p>Mari kita ambil contoh yang sangat konkret supaya permasalahannya menjadi tajam. Prinsip-prinsip yang kita bicarakan berlaku juga buat pengadaan barang dan jasa publik lainnya. Jalan raya bebas hambatan yang di seluruh dunia disediakan pemerintah dan dipakai dengan cuma-cuma oleh seluruh rakyatnya dibiayai dari uang pajak. Yang diterapkan di sana prinsip gotong royong. Yang memperoleh pendapatan membayar pajak. Hasil pajaknya dipakai untuk membangun jalan raya bebas hambatan yang bagus, nyaman dan mulus guna dipakai dengan cuma-cuma oleh seluruh rakyatnya. Memang ada jalan tol, tetapi jumlahnya hanya sekitar 3%.</p>
<p>Di Indonesia tidak. Jalan raya bebas hambatan harus dibangun swasta yang mengadakannya dengan motif mencari laba. Kalaupun ada BUMN yang memilikinya, motifnya juga laba, karena ketika hasil pengenaan biaya tol sudah dapat mengembalikan investasinya berlipat ganda, tarif tetap saja diberlakukan, bahkan dinaikkan. Maka sebelumnya harus jelas dari studi kelayakan bahwa akan banyak yang menggunakan dan akan bersedia membayar dengan tarif yang besarnya mampu memberi laba yang diharapkan dari investasinya.</p>
<p>Mengapa pemerintah Indonesia bersikukuh mempertahankan prinsip bahwa barang dan jasa publik harus disediakan swasta kalau bukan ideologinya KIB I dan KIB II ialah ideologi liberalisme dalam bentuknya yang masih sangat kuno dan primitif? Kapitalisme yang didasarkan atas mekanisme pasar tanpa pengaturan oleh pemerintah seperti yang digambarkan Adam Smith pada 1776 itulah yang masih mendominasi jalan pikiran para menteri KIB I dan lebih-lebih lagi KIB II. Di Eropa, kapitalisme dan mekanisme pasar masih berlaku, tetapi sudah dipagari dengan berbagai peraturan dan pengaturan yang oleh para pendiri bangsa, kita digambarkan dengan istilah kapital harus berfungsi sosial. Yang kita lihat di Eropa adalah negara kesejahteraan dan keadilan atau <em>welfare states</em>, sedangkan mereka tidak mempunyai slogan-slogan dan terutama tidak pernah menyelenggarakan summit ini dan summit itu.</p>
<p>Yang mengemuka dalam National Summit ialah akan dibentuknya lembaga penjaminan untuk pembangunan infrastruktur. Apa yang dijamin? Bahwa investor swasta yang ingin menginvestasikan uangnya dalam pembangunan infrastruktur pasti memperoleh laba yang sesuai dengan tingkat return on investment (ROI)? Kalau pemerintah harus menjamin, mengapa tidak dilakukan pemerintah sendiri?</p>
<p>Ada dua kendala. Yang pertama adalah pendanaan. Selalu dikatakan bahwa pemerintah tidak mempunyai uang untuk itu. Pertanyaan yang paling mendasar dan menyangkut semua materi yang dibicarakan dalam berbagai summit itu ialah, &#8220;Mengapa negara yang dikaruniai Tuhan dengan kekayaan alam yang demikian melimpahnya bisa menjadi miskin seperti ini setelah 64 tahun merdeka?&#8221; Presiden Yudhoyono hanya bisa menjawab, &#8220;Kalau China bisa kita bisa. Kalau India, Singapura dan Malaysia dan Brasil bisa kita juga bisa.&#8221;</p>
<p>Nyatanya posisinya pada saat ini tidak bisa. Semoga National Summit akan membuat keajaiban sehingga kita bisa.</p>
<p>Kekurangan dana oleh pemerintah dapat diatasi dengan penerbitan obligasi yang jelas penggunaannya hanya untuk membangun jalan tol. Pembayaran bunga dan cicilan utang pokoknya dapat dilakukan dari hasil jalan tol. Kalau utang sudah lunas, penggunaan jalan tol seharusnya gratis. Mengapa tidak dilakukan? Bukankah karena KIB II berpendapat bahwa menurut ideologi mereka tidak layak rakyat diberi kenikmatan menggunakan jalan raya bebas hambatan gratis? Pertanyaan itu berlaku juga buat barang dan jasa publik lainnya seperti irigasi, air bersih, transportasi umum dan sebagainya? Tentu tidak harus gratis semuanya, tetapi dengan harga yang terjangkau, dan tidak bermotifkan laba semata.</p>
<p><strong>Pemberantasan korupsi</strong></p>
<p>Mari kita analisis mengapa kondisinya pada saat ini kita ketinggalan? Tidak dapat diragukan bahwa faktor utamanya adalah korupsi, yang tidak sebatas mencuri uang, tetapi sudah merasuk ke dalam pikiran yang terkorupsi atau <em>corrupted mind</em>.</p>
<p>Maka pemberantasan korupsi harus menjadi agenda utama. Memang hal itu masuk ke enam bidang yang menjadi fokus dalam bidang ekonomi. Namun, sangat ironis bahwa saat dimulainya National Summit juga sama dengan terjadinya penangkapan Bibit Samad Riyanto-Chandra Hamzah dari KPK yang menjadi kehebohan nasional. Tidak dapat dibantah apa pun alasan, betapapun kuatnya landasan hukumnya, kenyataannya bagian terbesar dari rakyat (kalau tidak seluruhnya) mempunyai perasaan penangkapan Bibit-Chandra adalah upaya pelumpuhan KPK kalau tidak menuju pada pembubarannya. Ini berarti bahwa pemerintah tidak mempunyai kemampuan menjelaskan secara transparan tentang apa yang sedang terjadi, sedangkan transparansi juga menjadi slogan dalam National Summit.</p>
<p>Menyoal <em>stakeholders</em> yang dilibatkan, banyak pertanyaan yang segera saja muncul, yaitu di mana tempatnya buruh, tani, nelayan, dan pedagang asongan yang jumlahnya merupakan mayoritas dari rakyat kita?</p>
<p>National Summit bermaksud mendapatkan masukan untuk menyusun rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang. Namun, pemerintah di bawah KIB I sudah mempunyai rencana konkret dalam bentuk Undang-Undang 17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional tahun 2005-2025 yang didasarkan atas sebuah undang-undang juga, yaitu Undang-Undang 25/2004 tentang Sistem Rencana Pembangunan Nasional.</p>
<p>Jadi apa yang mau dicari dalam berbagai summit itu? Yang mengumandang dalam National Summit ialah istilah <em>debottlenecking</em>. Walaupun dalam kamus bahasa Inggris tidak ada, yang dimaksud dengan istilah ini jelas, yaitu menghapus hambatan. Pemerintah mengartikannya menyapu bersih hambatan. Presiden KIB II yang mempunyai dukungan sekitar 80% di parlemen bisa melakukan apa saja. Maka silakan lakukan. Mengapa lantas ramai-ramai menyelenggarakan National Summit yang gegap gempita dan makan tenaga, waktu serta biaya yang besar?</p>
<p><strong>Reformasi birokrasi</strong></p>
<p>Tentang reformasi birokrasi, sebelum National Summit juga banyak dikumandangkan KIB I dan KIB II. Namun, tidak ada pengurangan jumlah menteri dalam KIB II, bahkan ditambah lagi dengan lima wakil menteri dan West Wing supaya demokrasinya persis seperti di Amerika Serikat.</p>
<p>Menurut hemat saya, inti dari reformasi birokrasi adalah (1) menciutkan birokrasi; kita mengenal bekerjanya Hukum Parkinson bahwa setiap organisasi cenderung membengkak karena setiap fungsionaris ingin dianggap dirinya penting. Untuk itu, dia mengangkat pembantu. Pembantunya ingin merasa dirinya penting, mengangkat pembantu lagi dan seterusnya. Maka dari waktu ke waktu harus pembengkakan struktur organisasi diciutkan sampai pas dengan apa yang ingin dicapai organisasi yang bersangkutan sampai efisien dan optimal. (2) Gaji dan keseluruhan <em>take home pay</em> harus didasarkan atas asas meritokrasi dan keadilan. Bukankah selama ini gaji Presiden RI sekitar Rp70 juta dan gaji Presdir BUMN Rp200 juta dianggap normal. (3) Setelah perbandingan gaji adil, lalu dinaikkan sampai tidak dapat diragukan lebih daripada cukup untuk hidup dengan standar yang sesuai dengan jabatan dan martabatnya. (4) Kalau masih berani korupsi, ditembak mati saja. Selama ini yang diteriakkan hanya slogan reformasi birokrasi dan sekarang ditambah dengan <em>debottlenecking</em>. Namun, tidak ada rencana tentang langkah-langkah yang konkret dan memang bisa dilaksanakan. Seperti mayoritas elite bangsa kita, KIB II bisanya hanya merumuskan tentang <em>what to achieve</em>, tetapi kurang mampu merumuskan <em>how to achieve</em>.</p>
<p>Oleh Kwik Kian Gie, Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian</p>
<p>Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2009/11/03/103618/68/11/National-Summit-Solusi-atau-Pencitraan</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulanusantara.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulanusantara.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulanusantara.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulanusantara.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulanusantara.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulanusantara.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulanusantara.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulanusantara.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulanusantara.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulanusantara.wordpress.com/1275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanusantara.wordpress.com&blog=1588478&post=1275&subd=maulanusantara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/11/08/national-summit-solusi-atau-pencitraan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6369c737f15ac2f3c050c77660ea56f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maula</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/11/kwik_kian_gie_0306m_bw.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Kwik Kian Gie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Deklarasi Cikini 2009</title>
		<link>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/31/deklarasi-cikini-2009/</link>
		<comments>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/31/deklarasi-cikini-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 04:26:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maulanusantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulanusantara.wordpress.com/?p=1269</guid>
		<description><![CDATA[Mufakat Budaya


Deklarasi Cikini 2009
 


Mukadimah

Apa yang terjadi di Indonesia  masa kini, adalah kebingungan dan kekeliruan yang akut di semua level dan elemen kehidupan kita. Hal itu diakibatkan oleh peran negara, cq pemerintah, yang terlampau dominan dan menafikan publik dalam semua proses pengambilan keputusan. Praksis kekuasaan seperti itu merupakan produk dari sebuah pendekatan kebudayaan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanusantara.wordpress.com&blog=1588478&post=1269&subd=maulanusantara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong><a href="http://pariwisata2.jogja.go.id/app/modules/extra/images/1225126800_Bulu_Indahmu.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-1273" title="1225126800_Bulu_Indahmu" src="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/10/1225126800_bulu_indahmu1.jpg?w=98&#038;h=150" alt="1225126800_Bulu_Indahmu" width="98" height="150" /></a>Mufakat Budaya</strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>Deklarasi Cikini 2009</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-1269"></span></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>Mukadimah</strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p>Apa yang terjadi di Indonesia  masa kini, adalah kebingungan dan kekeliruan yang akut di semua level dan elemen kehidupan kita. Hal itu diakibatkan oleh peran negara, cq pemerintah, yang terlampau dominan dan menafikan publik dalam semua proses pengambilan keputusan. Praksis kekuasaan seperti itu merupakan produk dari sebuah pendekatan kebudayaan yang dilandasi oleh cara berpikir yang agraris, orientasi kedaratan atau kontinental. Orientasi dan tradisi berpikir semacam ini sesungguhnya adalah hasil kolonialisme sejak abad 17 oleh bangsa-bangsa Eropa, lebih tepat lagi sejak masa kolonialisme purba, yang dilakukan India (bangsa Arya) sejak permulaan Masehi.</p>
<p>Kolonialisme itu melakukan satu proses pembudayaan melalui cara mencangkokkan (transplantasi kultural) khasanah simbolik dan sistem nilai pihak kolonial pada penduduk setempat. Satu proses yang membuat semua perangkat kehidupan –seperti politik, hukum, ekonomi, agama, pendidikan, sains, dan sebagainya—ditempatkan dan dimanfaatkan untuk melayani kepentingan kekuasaan semata. Semua hal tersebut jelas mengingkari bukan hanya fakta historis bahwa bangsa-bangsa di nusantara ini berjaya dan disegani dunia karena budaya maritimnya, sejak lebih dari 5.000 tahun SM, tapi juga daya hidup tradisinya yang memiliki kemampuan teruji untuk tetap berkembang, melakukan proses pertukaran budaya yang konstruktif dan mutualistis, dengan karakter dasarnya yang toleran, terbuka dan egaliter.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Deklarasi</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Karena itu, kami yang tergabung dalam Temu Akbar Mufakat Budaya yang bersidang dan berbincang, mufakat mendeklarasikan hal-hal berikut:</p>
<ol>
<li>Menolak (dan mendesak dihentikannya) proses-proses      berkebudayaan –dengan implikasinya dalam kehidupan hukum, politik ekonomi      dan seterusnya—yang dilakukan dengan cara mencangkokkan begitu saja sistem      nilai asing ke dalam kehidupan rakyat Indonesia       di semua dimensinya.</li>
<li>Mengembalikan cara-cara kita bermasyarakat, berbangsa      dan bernegara, termasuk di dalamnya tradisi kekuasaan serta praksis      politik, pada kearifan bangsa-bangsa di kepulauan ini yang telah      berkembang dan teruji lebih dari 5.000 tahun.</li>
<li>Keberadaan adab modern yang dipenetrasi kolonialime      dan globalisme hingga di tingkat kognitif, memori hingga kemampuan      imajinatif kita –termasuk sains dan teknologi&#8211; tidak lebih untuk      memperkaya, mempertinggi nilai tambah, dan mengakselerasi kekuatan      kultural negeri ini. Semua itu harus berlangsung lewat kearifan dan      tradisi sebagaimana dimaksud di atas.</li>
<li>Dengan tradisi dan kearifan itulah kebudayaan nasional      kita dibangun sebagai mosaik yang terus menjadi dari seluruh elemen sub      etnik di nusantara ini, dan seharusnya tumbuh secara alamiah –bersama      interaksinya dengan kenyataan mutakhir—hingga dapat menjadi sebuah      identitas bernama: Indonesia .      Manusia, sebagai pelaku terpenting dari proses itu, merupakan entitas yang      kongruen dengan jati diri bangsanya, yakni: makhluk budaya yang secara      personal maupun komunal memiliki hak setara dengan institusi apa pun dalam      berkontribusi bagi gerak pembangunan yang ada.</li>
<li>Untuk tugas-tugas kebangsaan itu, rakyat secara      menyeluruh harus difasilitasi ruang gerak maupun ekspresinya untuk dapat      menemukan sebuah imajinasi kolektif yang baru, dimana Indonesia       sesungguhnya mendapat fondasi keberadaannya yang sejati.</li>
</ol>
<p style="text-align:center;"><strong>Cikini, Jakarta Pusat, 28 Oktober 2009.</strong></p>
<p style="text-align:center;">Tertanda,</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">01.  Radhar Panca Dahana</p>
<p style="text-align:center;">02.  Teuku Kemal Fasya</p>
<p style="text-align:center;">03.  Donny Gahral Adian</p>
<p style="text-align:center;">04.  Yasraf Amir Piliang</p>
<p style="text-align:center;">05.  Jaleswari Pramowardhani</p>
<p style="text-align:center;">06.  Prof. Abu Hamid</p>
<p style="text-align:center;">07.  Edy Utama</p>
<p style="text-align:center;">08.  Tisna Sanjaya</p>
<p style="text-align:center;">09.  Ferdinand Marisan</p>
<p style="text-align:center;">10.  Prof. Mochtar Naim</p>
<p style="text-align:center;">11.  Dedi Gumelar</p>
<p style="text-align:center;">12.  Rizaldi Siagian</p>
<p style="text-align:center;">13.  Soegeng Sarjadi</p>
<p style="text-align:center;">14.  Sukardi Rinakit</p>
<p style="text-align:center;">15.  Jansen H Sinamo</p>
<p style="text-align:center;">16.  Prof. Taufik Abdullah</p>
<p style="text-align:center;">17.  Ade Armando</p>
<p style="text-align:center;">18.  Ratih Sang</p>
<p style="text-align:center;">19.   Sys   NS</p>
<p style="text-align:center;">20.  Ray Sahetapy</p>
<p style="text-align:center;">21.  Yudi latif</p>
<p style="text-align:center;">22.  Yockie Soeryoprayogos</p>
<p style="text-align:center;">23.  Rocky Gerung</p>
<p style="text-align:center;">24.  Dr.Bustami Rahman</p>
<p style="text-align:center;">25.  Nungky Nirmala</p>
<p style="text-align:center;">26.  Tjia May On</p>
<p style="text-align:center;">27.  Arbi Sanit</p>
<p style="text-align:center;">28.  Rahman Arge</p>
<p style="text-align:center;">29.  Prof. Eko Budiharjo</p>
<p style="text-align:center;">30.  Pontjo Sutowo</p>
<p style="text-align:center;">31.  Aspar Paturisi</p>
<p style="text-align:center;">32.  Imelda Sari</p>
<p style="text-align:center;">33.  Dr.Setyanto P. Santosa</p>
<p style="text-align:center;">34.  Agus Pambagyo</p>
<p style="text-align:center;">35.  Bambang Widodo Umar</p>
<p style="text-align:center;">36.  Prof. Bambang Pranowo</p>
<p style="text-align:center;">37.  Dolorosa Sinaga</p>
<p style="text-align:center;">38.  Edwin Partogi</p>
<p style="text-align:center;">39.  Sri Adiningsih</p>
<p style="text-align:center;">40.  Dr. Taufik Hidayat</p>
<p style="text-align:center;">41.  Mayjen Heryadi</p>
<p style="text-align:center;">42.  Diah maro</p>
<p style="text-align:center;">43.  Tubagus Andre</p>
<p style="text-align:center;">44.  Rosihan Anwar</p>
<p style="text-align:center;">45.  Kemal Syah</p>
<p style="text-align:left;">Sumber: icas-jkt@yahoogroups.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulanusantara.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulanusantara.wordpress.com/1269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulanusantara.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulanusantara.wordpress.com/1269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulanusantara.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulanusantara.wordpress.com/1269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulanusantara.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulanusantara.wordpress.com/1269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulanusantara.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulanusantara.wordpress.com/1269/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanusantara.wordpress.com&blog=1588478&post=1269&subd=maulanusantara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/31/deklarasi-cikini-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6369c737f15ac2f3c050c77660ea56f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maula</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/10/1225126800_bulu_indahmu1.jpg?w=98" medium="image">
			<media:title type="html">1225126800_Bulu_Indahmu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Undang Undang Lahan Pertanian Hanya Memperburuk Nasib Petani Gurem</title>
		<link>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/31/undang-undang-lahan-pertanian-hanya-memperburuk-nasib-petani-gurem/</link>
		<comments>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/31/undang-undang-lahan-pertanian-hanya-memperburuk-nasib-petani-gurem/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 02:18:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maulanusantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulanusantara.wordpress.com/?p=1266</guid>
		<description><![CDATA[Bulan September 2009 adalah bulan yang mungkin tidak bisa dilupakan oleh jutaan petani gurem di negeri ini. Di bulan itu, petani gurem yang hanya memiliki lahan kuran dari 0,5 hektar pantas resah. Pasalnya, pada bulan itu DPR mengesahkan Undang Undang (UU) Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLPPB).
Sebelumnya jutaan petani gurem di Indonesia tentu berharap UU [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanusantara.wordpress.com&blog=1588478&post=1266&subd=maulanusantara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://jagatalit.files.wordpress.com/2008/12/petani-di-sawah-kering1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1267" title="petani-di-sawah-kering1" src="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/10/petani-di-sawah-kering1.jpg?w=150&#038;h=96" alt="Derita Petani Indonesia" width="150" height="96" /></a>Bulan September 2009 adalah bulan yang mungkin tidak bisa dilupakan oleh jutaan petani gurem di negeri ini. Di bulan itu, petani gurem yang hanya memiliki lahan kuran dari 0,5 hektar pantas resah. Pasalnya, pada bulan itu DPR mengesahkan Undang Undang (UU) Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLPPB).<span id="more-1266"></span></p>
<p>Sebelumnya jutaan petani gurem di Indonesia tentu berharap UU PLPPB itu dapat mengentaskan mereka dari sepiral kemiskinan yang selama ini menyesakan kehidupannya. Sepiral kemiskinan itu adalah akses petani gurem terhadap kepemilikan lahan. Namun harapan petani gurem itu ternyata bertepuk sebelah tangan.</p>
<p>UU PLPBB justru semakin meminggirkan  petani gurem secara legal. Kini, nasib petani gurem laksana di ujung tanduk. Bagaimana tidak melalui UU PLPPB itu pemerintah mengijinkan masuknya korporasi besar ke sektor pertanian pangan. Artinya, harapan petani gurem untuk memiliki akses terhadap lahan pertanian secara lebih layak semakin tipis.</p>
<p>Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air Departemen Pertanian Hilman Manan, keputusan untuk mengundang korporasi dalam pertanian pangan disebabkan oleh  tren ke depan pengembangan pertanian pangan dalam skala besar oleh korporasi.</p>
<p>Dibukanya pintu bagi korporasi besar dalam pertanian pangan ini dipastikan akan segera diikuti dengan pembukaan lahan yang besar-besaran bagi korporasi yang bersangkutan. Sebelumnya roadmap  investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga mengusulkan pemberian insentif berupa akses lahan secara luas kepada para pemilik modal yang masuk ke sektor pertanian pangan. Ketentuan UU PLPPB jelas mengabaikan realitas kehidupan petani di Indonesia yang didominasi oleh petani gurem.</p>
<p><strong>Lahan Petani Gurem Berkurang</strong><br />
Padahal dari tahun ke tahun akses petani gurem atas lahan pertanian semakin berkurang. Menurut Dosen Ekonomi Universitas Brawijaya Malang Ahmad Erani, Ph.D, jika pada tahun 1980-an kepemilikan lahan pertanian di Jawa rata-rata kurang dari 0,5 hektar, maka sekarang kepemilikan lahan pertanian itu tinggal 0,25  hektar saja. Meningkatnya jumlah petani gurem diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS).</p>
<p>Data BPS menyebutkan bahwa jumlah petani gurem dalam kurun waktu tahun 1993 hingga 2003 meningkat rata – rata sebesar 2,6 persen per tahunnya. Di Pulau Jawa jumlah petani gurem mencapai 75 persen dari seluruh total rumah tangga petani.</p>
<p>Sebaliknya, penguasaan lahan yang sangat luas justru diperlihatkan oleh korporasi-korporasi besar. Di negeri ini, kurang lebih 470 perusahaan perkebunan telah menguasai 56,3 juta hektar lahan. Atau dengan kata lain, setiap perusahaan rata-rata menguasai 120 ribu hektar lahan. Bahkan pada tahun 1998, sebanyak 10 konglomerat di Indonesia telah menguasai lahan seluas 65 ribu hektar.</p>
<p>UU PLPPB jika diimplementasikan justru akan melestarikan ketimpangan kepemilikan lahan seperti tersebut di atas. Dengan dalih mengusahakan pertanian pangan, para pemilik modal akan segera menguasai lahan di negeri ini secara labih luas. Dampak sosial dari penguasaan lahan bagi pemilik modal terhadap lahan pertanian secara luas tersebut adalah semakin tertutupnya akses petani gurem atas lahan pertanian.</p>
<p>Sangat mungkin nantinya para petani gurem tersebut akan menjual lahan yang dimilikinya kepada para pemilik modal yang telah menguasai lahan secara lebih luas dan dalam jangka waktu yang lama. Selanjutnya para petani gurem tersebut akan beralih profesi menjadi sekedar buruh tani bagi para korporasi di sektor pertanian pangan tersebut.</p>
<p>Jutaan petani gurem yang ada di Jawa dan luar Jawa akan dibiarkan berkompetisi dengan korporasi-korporasi pertanian yang mampu menguasai lahan secara luas. Akhir dari kompetisi itu pun sudah dapat ditebak, yaitu dengan kemenangan telak korporasi-korporasi pertanian pangan.</p>
<p><strong>Tunda UU PLPPB</strong><br />
Selain itu, ketentuan UU PLPPB dipastikan akan menambah jumlah konflik agraria di negeri ini. Hingga tahun 2006 saja telah terdapat 1753 kasus konflik agraria. Perebutan penguasaan atas lahan produktif berupa lahan perkebunan atau pertanian adalah salah satu konflik yang sering terjadi di negeri ini. Dalam konflik agraria tersebut petani bukan hanya melawan negara namun juga melawan korporasi-korporasi besar yang mendapat dukungan negara dalam menguasai lahan secara luas.</p>
<p>Sebagai pihak yang diberikan mandat untuk melindungi masyarakat, utamanya masyarakat yang rentan, negara sejatinya harus berpihak kepada petani gurem yang memiliki lahan kurang dari 0,5 hektar. Artinya, kebijakan negara seharusnya bukan membuka pintu bagi korporasi-korporasi besar untuk bergerak dibidang pertanian pangan dengan insentif penguasaan lahan secara luas.</p>
<p>Negara harusnya, meningkatkan produktifitas petani gurem dalam pertanian pangan. Peningkatan produktifitas petani gurem itu hanya dapat dilakukan bila ketimpangan kepemilikan lahan dapat diatasi. Akses lahan harus dibuka seluas-luasnya bagi petani gurem bukan bagi korporasi besar. Tanpa akses terhadap lahan yang memadai, segala upaya untuk memberdayakan petani gurem hanya sekedar jargon politik saja.</p>
<p>Terkait dengan hal itulah, ada baiknya bila ketentuan dari UU PLPPB ditunda pelaksanaanya hingga tercapai keseimbangan penguasaan lahan pertanian bagi petani gurem di negeri ini. Tanpa ada keadilan penguasaan lahan maka masuknya korporasi besar di dalam pertanian pangan tak lebih hanya sebuah mimpi buruk bagi jutaan petani gurem di Indonesia.</p>
<p><em>Pernah dimuat di kolom Opini Harian Ekonomi KONTAN, Rabu, 21 Oktober 2009</em></p>
<p>Sumber:<em> </em>http://politikana.com/baca/2009/10/29/undang-undang-lahan-pertanian-hanya-memperburuk-nasib-petani-gurem.html</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulanusantara.wordpress.com/1266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulanusantara.wordpress.com/1266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulanusantara.wordpress.com/1266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulanusantara.wordpress.com/1266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulanusantara.wordpress.com/1266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulanusantara.wordpress.com/1266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulanusantara.wordpress.com/1266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulanusantara.wordpress.com/1266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulanusantara.wordpress.com/1266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulanusantara.wordpress.com/1266/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanusantara.wordpress.com&blog=1588478&post=1266&subd=maulanusantara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/31/undang-undang-lahan-pertanian-hanya-memperburuk-nasib-petani-gurem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6369c737f15ac2f3c050c77660ea56f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maula</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/10/petani-di-sawah-kering1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">petani-di-sawah-kering1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemuda Indonesia Mendayung di antara Dua Karang</title>
		<link>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/28/pemuda-indonesia-mendayung-di-antara-dua-karang/</link>
		<comments>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/28/pemuda-indonesia-mendayung-di-antara-dua-karang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 02:45:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maulanusantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulanusantara.wordpress.com/?p=1262</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh: Alfanny
Bila founding father kita, Bung Hatta pernah mengibaratkan bahwa Pancasila bagaikan mendayung di antara dua karang, sosialisme dan liberalisme, perumpamaan tersebut menemukan relevansinya pada kehidupan kaum muda Islam tanah air yang juga kini harus mendayung di antara dua karang, liberalisme dan revivalisme.
Karang pertama liberalisme kini tengah digandrungi sejumlah kaum muda Islam yang mengklaim dirinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanusantara.wordpress.com&blog=1588478&post=1262&subd=maulanusantara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http3.bp.blogspot.com_5ogN0AHDvS0SpIADEmaNhIAAAAAAAAAMgJgDM8sq_O8As320pemuda.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-1261" title="Jalan Terjal Pemuda Indonesia" src="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/10/http3-bp-blogspot-com_5ogn0ahdvs0spiademanhiaaaaaaaaamgjgdm8sq_o8as320pemuda.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Jalan Terjal Pemuda Indonesia" width="150" height="112" /></a></p>
<p>Oleh: Alfanny</p>
<p>Bila founding father kita, Bung Hatta pernah mengibaratkan bahwa Pancasila bagaikan mendayung di antara dua karang, sosialisme dan liberalisme, perumpamaan tersebut menemukan relevansinya pada kehidupan kaum muda Islam tanah air yang juga kini harus mendayung di antara dua karang, liberalisme dan revivalisme.<span id="more-1262"></span></p>
<p>Karang pertama liberalisme kini tengah digandrungi sejumlah kaum muda Islam yang mengklaim dirinya sebagai pengusung Islam liberal-progresif-transformatif yang menawarkan agenda pencerahan terhadap pola pikir konservatif umat Islam yang literal dan dogmatis.</p>
<p>Karang kedua revivalisme tidak kalah banyak pengikutnya. Di sejumlah kampus center of excellent, mereka menanamkan pengaruh dan dominasinya. Berbekal paket doktrin keagamaan yang diimpor dari Timur Tengah, mereka dengan percaya diri menyebarkan dakwah “Islam kaffah” ke masyarakat melalui berbagai jalur, baik politik, kultural, sosial-ekonomi dan bahkan –kadang-kadang- kekerasan!</p>
<p><strong>Anatomi Karang Liberalisme<br />
</strong><br />
Karang liberalisme dihuni oleh sejumlah anak muda berlatar belakang pendidikan keagamaan tradisional yang menamatkan pendidikan tingginya di IAIN. Aktivitas mereka seperti seminar, diskusi, pelatihan, advokasi, community development dan meramaikan wacana sosial keagamaan di media massa –diakui atau tidak- didukung pendanaannya oleh sejumlah funding asing dari Barat yang mempunyai agenda liberalisasi ekonomi dan politik negara-negara berkembang. Berbagai istilah dari Barat yang terdengar asing bagi si Ujang, pemuda desa di pelosok Jawa Barat, dengan gagah mereka sosialisasikan. Jadilah si Ujang harus mengernyitkan kening untuk sekedar memahami makna semantik istilah-istilah seperti civil society, emansipatoris, islam liberal versus islam literal, multiculturalism, gender, human rights dan sebagainya.</p>
<p>Tanpa disadari, kaum muda Islam yang berpijak di atas karang liberalisme menjadi corong dan backing vocal terbaik bagi aspirasi dan agenda dunia Barat yang –menurut Soekarno- tengah mencoba menjajah kembali Asia-Afrika, neo-kolonialisme dan imperialisme. Barat yang terpaksa mendekolonisasi Asia-Afrika pasca Perang Dunia II kini mencoba menjajah kembali Asia-Afrika, bukan lagi dengan senjata dan mesiu tapi dengan wacana “Pasar Bebas” dan “Liberalisme”.</p>
<p>Barat ingin menjadikan Asia-Afrika sebagai daerah pemasaran hasil industrinya yang over supply. Perusahaan Rokok Philip Morris yang kehilangan pasarnya di Eropa dan Amerika akibat pengetatan larangan merokok di tempat umum, mengalihkan investasinya ke Indonesia, dimana masih banyak bapak-bapak yang rela menghabiskan uangnya untuk merokok daripada membelikan susu untuk anaknya!</p>
<p>Untuk itu, pasar Asia-Afrika harus diliberalisasi. Masuklah IMF dengan SAP-nya (Structural Adjustment Program) yang memaksa negara-negara berkembang membuka pasarnya bagi produk-produk Barat sekaligus mendesak Asia-Afrika menghapuskan subsidi sosial bagi kaum miskin dengan argumen efisiensi anggaran dan menghilangkan distorsi pasar.</p>
<p>Liberalisme, itu kata kuncinya. Semua sektor harus diliberalisasi. Politik diliberalisasi dengan eksploitasi wacana demokrasi sehingga demokrasi tinggal prosedur-prosedur formal, dimana tangan-tangan otoritarian, sektarian dan korup kembali tampil di panggung melalui pintu demokrasi!</p>
<p>Kebudayaan diliberalisasi (Baca: Westernisasi) sehingga aspirasi dan tradisi lokal tidak mendapatkan apresiasi dan mengalami proses marjinalisasi. Kebudayaan hedonis dan “Sastra Lendir” –meminjam istilah Pramoedya Ananta Toer- mendominasi media publik dan meracuni pola pikir generasi muda.</p>
<p>Mungkin kaum muda Islam yang menapakkan kakinya di karang liberalisme bermasud baik, hanya sekedar mengkritisi doktrin dan penafsiran keagamaan yang sudah tidak relevan dengan semangat esensial Islam. Namun, tanpa disadari karang liberalisme dimana mereka berpijak merupakan karang yang tumbuh di atas pantai neo-imperialisme.</p>
<p><strong>Anatomi Karang Revivalisme<br />
</strong><br />
Mereka yang berpijak di karang revivalisme sekarang memasuki babak baru ketika jalur politik yang mereka tekuni mulai membuahkan hasil. Melalui pintu demokrasi, kaum muda Islam revivalis –bersama-sama para koruptor dan diktator- meraih kursi-kursi kekuasaan.</p>
<p>Target utama kaum muda Islam revivalis sederhana, mengembalikan kejayaan Islam seperti pada masa Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin hingga kejatuhan Turki Utsmani, dimana “syariat Islam” dan “negara Islam” ditegakkan secara kaffah. Seakan mengalami amnesia, kaum muda Islam revivalis lupa bahwa sejarah Islam tidaklah gilang-gemilang seperti yang mereka igaukan. Pertumpahan darah, kilatan pedang dan perpecahan kental mewarnai sejarah Islam, terutama sepeninggal Rasulullah.</p>
<p>Kini, semangat keberagamaan mereka disusupi oleh semangat resistensi terhadap Barat yang diskriminatif dan eksploitatif. Alih-alih menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamiin, citra Islam kini tercoreng oleh serangkaian aksi-aksi intoleransi terhadap kaum minoritas. Non-muslim tidak bisa lagi beribadah dengan tenang seperti di masa Rasulullah, kini kaum non muslim harus menggenapkan dirinya menjadi puluhan jamaah bila ingin mendirikan rumah ibadah. Sekelompok masyarakat –yang sudah mengaku dirinya muslim- juga harus menelan pil pahit ketika masjidnya dihancurkan oleh saudaranya sesama muslim, persis seperti Muawiyah membantai habis cucu Rasulullah, Hasan dan Husein.</p>
<p>Mungkin kaum muda Islam revivalis bermaksud baik. Barat yang diskriminatif dan eksploitatif harus dilawan! Tapi agaknya mereka melupakan ajaran “amar ma’ruf nahi munkar” versi Rasulullah. Kini “amar ma’ruf nahi munkar” dilakukan dengan cara-cara yang munkar!</p>
<p><strong>Harus ada “The Third Way”, Mungkin Anda Orangnya?<br />
</strong><br />
Sebagaimana Anthony Giddens yang merintis “The Third Way” sebagai alternatif karang sosialisme dan liberalisme, maka kaum muda Islam Indonesia harus mulai mendesain “The Third Way” sebagai alternatif karang liberalisme dan revivalisme. Sudah cukuplah kebingungan si Ujang, pemuda desa Tasikmalaya lulusan SMP yang kebingungan menyaksikan teman-temannya yang kuliah di kota bertengkar (Baca: Berwacana!) dengan penggalan ayat-ayat Tuhan dan istilah-istilah asing. Si Ujang tidak butuh wacana, ia hanya butuh lapangan kerja yang makin langka di republik ini. Mungkinkah anda orangnya, sang perintis “The Third Way”. Walahu a’lam.</p>
<p><em>Penulis adalah lulusan Ilmu Sejarah UI dan alumni PMII.  Kini mengasuh website </em><a href="http://www.gusmus.net/"><em>www.gusmus.net</em></a></p>
<p>http://www.gusmus.net/page.php?mod=dinamis&amp;sub=9&amp;id=260</p>
<p>DIRGAHAYU PEMUDA INDONESIA!!!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulanusantara.wordpress.com/1262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulanusantara.wordpress.com/1262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulanusantara.wordpress.com/1262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulanusantara.wordpress.com/1262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulanusantara.wordpress.com/1262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulanusantara.wordpress.com/1262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulanusantara.wordpress.com/1262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulanusantara.wordpress.com/1262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulanusantara.wordpress.com/1262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulanusantara.wordpress.com/1262/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanusantara.wordpress.com&blog=1588478&post=1262&subd=maulanusantara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/28/pemuda-indonesia-mendayung-di-antara-dua-karang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6369c737f15ac2f3c050c77660ea56f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maula</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/10/http3-bp-blogspot-com_5ogn0ahdvs0spiademanhiaaaaaaaaamgjgdm8sq_o8as320pemuda.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Jalan Terjal Pemuda Indonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jeritan Cinta Para Kekasih Tuhan</title>
		<link>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/25/jeritan-cinta-para-kekasih-tuhan/</link>
		<comments>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/25/jeritan-cinta-para-kekasih-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 14:58:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maulanusantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Teosofi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulanusantara.wordpress.com/?p=1255</guid>
		<description><![CDATA[
Jeritan Sang Kekasih
Hal terbaik bagi hamba, yang ingin berdekatan dengan Tuhannya, adalah untuk tidak memiliki apapun di dunia ini atau di dunia esok kecuali Dia semata. Aku tidak mengabdi kepada Allah karena ketakutan akan Neraka, karena aku akan menjadi seorang hamba yang buruk, jika aku melakukannya karena rasa takut. Tidak juga karena Surga, karena aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanusantara.wordpress.com&blog=1588478&post=1255&subd=maulanusantara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_8v2Exhsl4SA/ST4s9_HkeLI/AAAAAAAAAMI/mnRbXYygX_A/s320/sufi+meditation+fusion+with+shaykh+nazim.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-1256" title="Meditasi Sufisme" src="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/10/meditasi-sufisme.jpg?w=119&#038;h=150" alt="Meditasi Sufisme" width="119" height="150" /></a></p>
<p><strong>Jeritan Sang Kekasih</strong></p>
<p>Hal terbaik bagi hamba, yang ingin berdekatan dengan Tuhannya, adalah untuk tidak memiliki apapun di dunia ini atau di dunia esok kecuali Dia semata. Aku tidak mengabdi kepada Allah karena ketakutan akan Neraka, karena aku akan menjadi seorang hamba yang buruk, jika aku melakukannya karena rasa takut. Tidak juga karena Surga, karena aku akan menjadi hamba yang buruk jika aku mengabdi demi apa yang diberikan. Tetapi aku telah beribadah kepada-Nya hanya semata karena kecintaanku kepada-Nya dan karena hasratku hanya kepada-Nya.<span id="more-1255"></span></p>
<p>Oh Tuhanku, jika aku menyembah-Mu karena takut akan neraka, bakarlah aku di Neraka. Dan jika aku menyembah-Mu karena mengharapkan Surga, buanglah aku dari sana, tutup pintunya untukku. Tetapi jika aku menyembah-Mu karena Engkau semata, maka jangan palingkan wajah-Mu, jangan tampik aku dari Kecantikan Abadi-Mu.</p>
<p>Aku telah menjadikan-Mu Sahabat kalbuku,</p>
<p>Tetapi tubuhku siap sedia bagi mereka yang menginginkan persahabatan</p>
<p>Dan tubuhku akrab dengan tamu-tamunya,</p>
<p>Tetapi Sang Kekasih hatiku adalah Tamu jiwaku.</p>
<p>(<strong>Rabi’ah al ‘Adawiyah</strong>)</p>
<p>Awalnya aku melakukan empat kesalahan. Aku menyuntukkan diri untuk selalu mengingat Tuhan, untuk mengenal-Nya, untuk mencintai-Nya dan mencari-Nya. Ketika aku telah sampai di ujung perjalanan aku menyaksikan bahwa Dia telah mengingatku sebelum aku mengingat-Nya. Pengetahuan-Nya tentang aku telah mendahului pengetahuanku tentang Dia. Cinta-Nya terhadapku telah lama sebelum cintaku kepada-Nya dan Dia telah mencari aku sebelum aku mencari-Nya.</p>
<p>Aku berpikir bahwa aku telah sampai di Tahta Tuhan dan berkata kepadanya: “Wahai Sang Tahta, mereka memberitahuku bahwa Tuhan bersemayam di atasmu.” “Oh Bayazid,” jawab Tahta, “kami diberitahu bahwa Dia bersemayam dalam jiwa yang sederhana.”</p>
<p>(<strong>Abu Yazid Thaifur al Bisthami</strong>)</p>
<p>Tahap pertama bagi hamba yang telah menemukan pengetahuan tentang kemenyatuan dan kebenaran, adalah bahwa di sana telah hilang dari kalbunya semua ingatan kepada benda-benda dan dia menyendiri bersama Tuhan Yang Maha Tinggi. Karena tahap pertama kemenyatuan adalah bahwa sang hamba menyerahkan segalanya dan mengembalikan semua benda kepada-Nya dan kepada Siapa milik semua itu dan bahwa Dia-lah yang mengendalikannya dan membuatnya kembali kepada Diri-Nya. Jadi demikianlah, ingatan terhadap semua benda lepas dari kalbu sang hamba dan ingatan kepada Tuhan Yang Maha Tinggi menggelayuti kalbunya dan ingatan terhadap benda-benda lepas dari kalbunya ketika mengingat Tuhan Yang Maha Mulia.</p>
<p>Terberkahilah manusia yang telah minum dari cangkir cinta-Nya dan mengecap kesenangan bercakap dengan Tuhan Maha Mulia dan telah mendekati-Nya dengan suka dalam kecintaan kepada-Nya. Kalbunya penuh dengan cinta dan, penuh suka, dia telah mendekati Tuhan dan datang kepada-Nya, dengan penuh kerinduan kepada-Nya. Betapa besar jeritan cinta dan sendu kerinduan untuk Tuannya! Dia tidak memiliki tempat tinggal kecuali dalam Dia, tiada pula teman akrab baginya kecuali Dia.</p>
<p>(<strong>Abu Sa’id Ahmad bin Isa al Kharraz</strong>)</p>
<p>Jika Engkau menempatkan di depanku api Neraka, dengan semua kandungan sikssa, aku akan memikirkan sedikit tentangnya disbanding keadaanku ketika Engkau sembunyi dariku. Ampunilah orang-orang itu dan jangan ampuni aku, dan berkahilah mereka dan jangan berkahi aku. Aku tidak meminta ampunan kepada-Mu untuk diriku sendiri maupun memohon kepada-Mu untuk kebutuhanku sendiri. Lakukan apapun yang Engkau kehendaki terhadapku.</p>
<p>Aku adalah Dia Yang aku cintai dan</p>
<p>Dia Yang aku cintai adalah Aku,</p>
<p>Kami adalah dua ruh yang berkelindan dalam satu jasad.</p>
<p>Ketika kau melihatku, kau melihat-Nya,</p>
<p>Dan ketika kau melihat-Nya,</p>
<p>Maka sesungguhnya kau melihat Kamu berdua.</p>
<p>(<strong>Husain bin Manshur al Hallaj</strong>)</p>
<p>Doa sejati yang paling tinggi adalah perenungan Tuhan dengan kalbu yang murni, yang terlepas dari semua hasrat jkeduniawian, tidak terpaku dengan sikap-sikap jasmaniah, melainkan dengan gerak-gerik jiwa. Jiwa semacam ini memohon pada Dzat Yang Maha Tinggi, untuk kesempurnaannya sendiri, melalui perenungan kepada-Nya, dan untuk kebahagiaannya yang tertinggi, melalui pengetahuan segera tentang Dia. Di atas jiwa ini kemuliaan Illahi terpancar, ketika hamba sedang berdoa.</p>
<p>(<strong>Ibnu Sina</strong>)</p>
<p>Dari dunia ini, tepatnya dalam Rumah-Mu,</p>
<p>Tuan, dengan riang aku melangkah ke sana,</p>
<p>Tak peduli kekalahan atau kemenangan yang</p>
<p>Aku peroleh, jika Engkau perintahkan demikian,</p>
<p>Tidak, demi Engkau semata,</p>
<p>Jika Engkau menawanku, akan aku lemparkan diriku ke dalam Api,</p>
<p>Dan aku tawarkan jiwaku jika Kau mau.</p>
<p>Jalan-Mu, ke mana pun kami melangkah,</p>
<p>Dalam setiap jengkal, begitu indah</p>
<p>Pertemuan dengan-Mu,</p>
<p>Apapun yang akan terjadi, pun begitu indah.</p>
<p>Setiap kali mata menatap Wajah-Mu,</p>
<p>Aku temukan Keindahan di sana,</p>
<p>Pujian-Mu, apapun yang diberikan lidah kepada-Mu, begitu indah.</p>
<p>Ketika weangian-Mu, oleh angin sepoi-sepoi,</p>
<p>Dari nun jauh sana turun kepadaku,</p>
<p>Kemudian kalbuku melambai selamat tinggal dan berangkat mencari-Mu;</p>
<p>Telah lama aku lupa jasadku,</p>
<p>Yang pernah menjadi tempat berdiam,</p>
<p>Karena wewangian-Mu yang kuambil,</p>
<p>Bersama Dzat-Mu.</p>
<p>(<strong>Abu Sa’id bin Abu al Khair</strong>)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketika aku menjadi seorang budak: Nista adalah tuanku,</p>
<p>Tatkala Nista menjadi hambaku, aku bebas:</p>
<p>Kutinggalkan bayang-bayang manusia untuk mencari Kehadiran-Mu,</p>
<p>Kesepian, kutemukan Engkau dalam kelompokku,</p>
<p>Bukan di dunia ini tempat harta karun berada,</p>
<p>Bukan oleh orang yang jumud,</p>
<p>Yang tidak mengenal Engkau,</p>
<p>Yang mencelaku, menganggap bahwa pencarianku adalah bodoh,</p>
<p>Tetapi yakinku, Engkau akan senantiasa bersamaku.</p>
<p>(<strong>Abu Hamid al Ghazali</strong>)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemanapun kau mendaki, biarkan ia menuruti Ruh Illahi di dalam dirimu: jangan mendaki melawannya, tetapi dakilah di atas perangkap-perangkap bumi, untuk mencapai tempat-kediaman Yang Maha Tinggi, melintasi perbatasan-perbatasan dunia ruh dengan mata jasad Illahiah-mu. Lepaskan kecongkakan yang sombong agar kau temukan pintu masuk menuju Kerajaan Tuhan, karena rumah besar keabadian itu dipersiapkan untukmu dan dunia yang sementara inibukanlah rumah sejatimu – lepaskan hari ini dan korbankan kehidupanmu demi hari esok…</p>
<p>Terjagalah dan tinggalkan dunia ini dalam rangka menemukan Dia Sang Tuhan. Tinggalkan jasadmu dan kehidupanmu serta akalmu juga keyakinanmu, dan di Jalan-Nya kau temukan untuk dirimu sendiri sebuah jiwa. Jika kau berharap untuk memiliki sebuah batu intan, wahai manusia, tinggalkan gurun ini dan berjalanlah di pinggir laut. Berjuanglah di jalan Tuhan. Wahai tentara: jika kau tak memiliki ambisi, kau tidak akan memiliki kehormatan tetapi manusia yang memandang rendah jasadnya sendiri akan berjalan di atas udara seperti apai. Dia yang menjelajah cintamenuju Tuhan, seperti sebuah lilin di Jalan-Nya, seperti sebuah lilin yang bermahkota api.</p>
<p>(<strong>Abul Majdud bin Adam Sana’i</strong>)</p>
<p>Pujilah Dia yang tak bisa disaksikan oleh pandangan, dan yang pikiran tidak mampu mencari kesamaan-Nya: kepada-Nya segala syukur dan pujian. Engkau yang member dan Engkau pulan yang mengambil: Engkau adalah Semua Rahmat dan Semua Yang Kekal. Terpujilah Dia, karena milik-Nya kekuasaan atas semua dan kepada-Nya semua akan kembali.</p>
<p>Dari tahap “aku” sang pencari melangkah menuju tahap “aku bukan” dan “Kau adalah”, dan kemudian ke tahap “aku bukan dan Engkau bukan”, karena dia sekarang telah menyatu dengan Dia. Penglihatan Tuhan dan penerimaan Cahaya-Nya berarti penyatuan dan kemanunggalan dengan Dzat-Nya, Yang adalah Cahaya dari Segala Cahaya.</p>
<p>(<strong>Syihabuddin Suhrawardi Halabi al Maqtul</strong>)</p>
<p>Pecinta tidak mencemaskan kehidupannya sendiri, karena dia yang menjadi seorang pecinta, apakah dia asketis atau awam, siap mengorbankan hidupnya demi cinta. Jika ruhmuberada dalam kebencian dengan jiwamu, korbankan jiwamu dank au akan mempu melanjutkan perjalanan tanpa halangan. Jika jiwamu adalah sebuah halangan bagimu di jalan itu, singkirkan ia, kemudian lihatlah lurus ke depanmudan pasrahkan dirimu kepada perenungan.</p>
<p>Jika kau diperintah untuk melepaskan keyakinan atau untuk menyerahkan kehidupanmu, singkirkanlah keduanya: lepaskan keyakinan dan korbankan hidupmu. Jika seseorang yang jumud terhadap hal-hal yang spiritual mengatakan bahwa tidaklah benar bahwa Cinta hendaknya lebih disukai daripada kekafiran dan keyakinan, katakan kepadanya: “Apa kaitannya Cinta dengan kakafiran atau keyakinan?” Apakah para pecinta mencemaskan jiwa-jiwa mereka? Seorang pecinta membakar seluruh hasil panen: dia meletakkan sebilah pisau di lehernya sendiri dan menusuk badannya sendiri. Penyiksaan dan kesengsaraanadalah tentang Cinta itu sendiri. Barangsiapa menancapkan kakinya kuat-kuat di rumah Cinta seketika itu melepaskan kekafiran dan keyakinan.</p>
<p>Seluruh dunia adalah wadah untuk Cinta,</p>
<p>Karena sia-sialah ia, yang menjauh dari Cinta.</p>
<p>Kebajikan Abadi membuat semua dalam Cinta:</p>
<p>Pada Cinta mereka bergantung, kepada Cinta mereka kembali.</p>
<p>Bumi, langit-langit, matahari, bulan, bintang –gemintang</p>
<p>Pusat orbit mereka bertemu dalam Cinta.</p>
<p>Dengan Cinta semua terkagum dan terpesona,</p>
<p>Teracuni mereka dengan Anggur Cinta.</p>
<p>Dari setiap, Cinta menuntut diamnya seorang mistikus,</p>
<p>Apa yang mereka cari dengan penuh harap? Cinta ini.</p>
<p>Cinta adalah pokok pemikiran terdalam mereka,</p>
<p>Dalam Cinta tak ada lagi “Kau” dan “Aku”</p>
<p>Karena diri telah melebur dalam Sang Kekasih,</p>
<p>Dan di kuil jiwaku yang terdalam</p>
<p>Memandang Sahabat, Cinta Yang Tak Terperi,</p>
<p>Siapa yang akan mengenal rahasia dua dunia</p>
<p>Akan menemukan rahasia keduanya, yakni Cinta.</p>
<p>(<strong>Fariduddin ‘Aththar</strong>)</p>
<p>Dalam kalbuku, segala bentuk tercipta,</p>
<p>Pelataran-pelataran biara, kuil-kuil bagi berhala,</p>
<p>Sebuah padang rumput untuk sekawanan rusa,</p>
<p>Rumah Suci Tuhan, bagi semua Muslim yang memalingkan wajah kepadanya</p>
<p>Lembaran-lembaran Taurat Yahudi,</p>
<p>Al Qur’an yang terwahyukan   kepada Nabi sejati-Nya.</p>
<p>Cinta adalah keyakinan yang aku genggam,</p>
<p>Dan kemanapun</p>
<p>Unta-unta-Nya berlarian, inilah satu keyakinanku.</p>
<p>Tak ada keberadaan kecuali keberadaan-Nya. Untuk ini Nabi menegaskan seraya berkata: “Jangan caci-maki dunia, karena Tuhan adalah dunia,” menunjuk pada kenyataan bahwa keberadaan dunia adalah keberadaan Tuhan tanpa sandingan atau keserupaan atau persamaan.</p>
<p>Terkisahlah bahwa Nabi menyatakan bahwa Tuhan berkata kepada Musa: “Wahai hamba-Ku, Aku sakit dan kau tidak mengunjungi-Ku. Aku meminta bantuanmu dank au tidak memberikannya pada-Ku,” dan ungkapan-ungkapan lainnya yang serupa. Ini berarti bahwa keberadaan peminta adalah keberadaan-Nya dan keberadaan orang yang sakit adalah keberadaan-Nya.</p>
<p>(<strong>Muhyiddin ibnu al ‘Arabi</strong>)</p>
<p>Source: <strong>Mistikus Islam</strong> karya <strong>Margaret Smith</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulanusantara.wordpress.com/1255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulanusantara.wordpress.com/1255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulanusantara.wordpress.com/1255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulanusantara.wordpress.com/1255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulanusantara.wordpress.com/1255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulanusantara.wordpress.com/1255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulanusantara.wordpress.com/1255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulanusantara.wordpress.com/1255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulanusantara.wordpress.com/1255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulanusantara.wordpress.com/1255/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanusantara.wordpress.com&blog=1588478&post=1255&subd=maulanusantara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/25/jeritan-cinta-para-kekasih-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6369c737f15ac2f3c050c77660ea56f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maula</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/10/meditasi-sufisme.jpg?w=119" medium="image">
			<media:title type="html">Meditasi Sufisme</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Macam-macam Perkawinan</title>
		<link>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/23/macam-macam-perkawinan/</link>
		<comments>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/23/macam-macam-perkawinan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 06:20:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maulanusantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulanusantara.wordpress.com/?p=1250</guid>
		<description><![CDATA[
Perkawinan atau pernikahan merupakan legalisasi penyatuan antara laki-laki dan perempuan sebagai suami isteri oleh institusi agama, pemerintah atau kemasyarakatan. Berikut ini merupakan bentuk-bentuk perkawinan beserta pengertian / arti definisi :
A. Bentuk Perkawinan Menurut Jumlah Istri / Suami
1. Monogami
Monogami adalah suatu bentuk perkawinan / pernikahan di mana si suami tidak menikah dengan perempuan lain dan si [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanusantara.wordpress.com&blog=1588478&post=1250&subd=maulanusantara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<div id="attachment_1251" class="wp-caption alignleft" style="width: 156px"><a href="http://nababan.files.wordpress.com/2009/03/boyke.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1251" title="Cincin Kawin" src="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/10/cincin-kawin.jpg?w=146&#038;h=120" alt="Cincin Kawin" width="146" height="120" /></a><p class="wp-caption-text">Cincin Kawin</p></div>
<p>Perkawinan atau pernikahan merupakan legalisasi penyatuan antara laki-laki dan perempuan sebagai suami isteri oleh institusi agama, pemerintah atau kemasyarakatan. Berikut ini merupakan bentuk-bentuk perkawinan beserta pengertian / arti definisi :</p>
<p>A. Bentuk Perkawinan Menurut Jumlah Istri / Suami<span id="more-1250"></span></p>
<p>1. Monogami</p>
<p>Monogami adalah suatu bentuk perkawinan / pernikahan di mana si suami tidak menikah dengan perempuan lain dan si isteri tidak menikah dengan lelaki lain. Jadi singkatnya monogami merupakan nikah antara seorang laki dengan seorang wanita tanpa ada ikatan penikahan lain.</p>
<p>2. Poligami</p>
<p>Poligami adalah bentuk perkawinan di mana seorang pria menikahi beberapa wanita atau seorang perempuan menikah dengan beberapa laki-laki.</p>
<p>Berikut ini poligami akan kita golongkan menjadi dua jenis :<br />
a. Poligini : Satu orang laki-laki memiliki banyak isteri.<br />
Disebut poligini sororat jika istrinya kakak beradik kandung dan disebut non-sororat jika para istri bukan kakak adik.<br />
b. Poliandri : Satu orang perempuan memiliki banyak suami.<br />
Disebut poliandri fraternal jika si suami beradik kakak dan disebut non-fraternal bila suami-suami tidak ada hubungan kakak adik kandung.</p>
<p>B. Bentuk Perkawinan Menurut Asal Isteri / Suami</p>
<p>1. Endogami</p>
<p>Endogami adalah suatu perkawinan antara etnis, klan, suku, kekerabatan dalam lingkungan yang sama.</p>
<p>2. Eksogami</p>
<p>Eksogami adalah suatu perkawinan antara etnis, klan, suku, kekerabatan dalam lingkungan yang berbeda. Eksogami dapat dibagi menjadi dua macam, yakni :</p>
<p>a. Eksogami connobium asymetris terjadi bila dua atau lebih lingkungan bertindak sebagai pemberi atau penerima gadis seperti pada perkawinan suku batak dan ambon.</p>
<p>b. Eksogami connobium symetris apabila pada dua atau lebih lingkungan saling tukar-menukar jodoh bagi para pemuda.</p>
<p>Eksogami melingkupi heterogami dan homogami. Heterogami adalah perkawinan antar kelas sosial yang berbeda seperti misalnya anak bangsawan menikah dengan anak petani. Homogami adalah perkawinan antara kelas golongan sosial yang sama seperti contoh pada anak saudagar / pedangang yang kawin dengan anak saudagar / pedagang.</p>
<p>C. Bentuk Perkawinan Menurut Hubungan Kekerabatan Persepupuan</p>
<p>1. Cross Cousin</p>
<p>Cross Cousin adalah bentuk perkawinan anak-anak dari kakak beradik yang berbeda jenis kelamin.</p>
<p>2. Parallel Cousin</p>
<p>Cross Cousin adalah bentuk perkawinan anak-anak dari kakak beradik yang sama jenis kelaminnya.</p>
<p>D. Bentuk Perkawinan Menurut Pembayaran Mas Kawin / Mahar</p>
<p>Mas kawin adalah suatu tanda kesungguhan hati sebagai ganti rugi atau uang pembeli yang diberikan kepada orang tua si pria atau si wanita sebagai ganti rugi atas jasa membesarkan anaknya.</p>
<p>1. Mahar / Mas Kawin Barang Berharga<br />
2. Mahar / Mas Kawin Uang<br />
3. Mahar / Mas Kawin Hewan / Binatang Ternak, dan lain-lain.</p>
<p>Sumber:</p>
<p>http://organisasi.org/macam-jenis-bentuk-perkawinan-pernikahan-poligini-poliandri-endogami-eksogami-dll</p>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulanusantara.wordpress.com/1250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulanusantara.wordpress.com/1250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulanusantara.wordpress.com/1250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulanusantara.wordpress.com/1250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulanusantara.wordpress.com/1250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulanusantara.wordpress.com/1250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulanusantara.wordpress.com/1250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulanusantara.wordpress.com/1250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulanusantara.wordpress.com/1250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulanusantara.wordpress.com/1250/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanusantara.wordpress.com&blog=1588478&post=1250&subd=maulanusantara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/23/macam-macam-perkawinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6369c737f15ac2f3c050c77660ea56f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maula</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/10/cincin-kawin.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Cincin Kawin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Musik terhadap Psikologi Manusia</title>
		<link>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/18/pengaruh-musik-terhadap-psikologi-manusia/</link>
		<comments>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/18/pengaruh-musik-terhadap-psikologi-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 07:43:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maulanusantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulanusantara.wordpress.com/?p=1247</guid>
		<description><![CDATA[Musik merupakan seni yang melukiskan pemikiran dan perasaan manusia lewat keindahan suara. Sebagaimana manusia menggunakan kata-kata untuk mentransfer suatu konsep, ia juga menggunakan komposisi suara untuk mengungkapkan perasaan batinnya. Seperti halnya ragam seni lain, musik merupakan refleksi perasaan suatu individu atau masyarakat. Musik merupakan hasil dari cipta dan rasa manusia atas kehidupan dan dunianya.
Di masa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanusantara.wordpress.com&blog=1588478&post=1247&subd=maulanusantara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://www.kafebalita.com/content/files/article/child_violin.jpg.w300h405.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1248" title="Musik" src="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/10/musik.jpg?w=150&#038;h=150" alt="Musik" width="150" height="150" /></a>Musik merupakan seni yang melukiskan pemikiran dan perasaan manusia lewat keindahan suara. Sebagaimana manusia menggunakan kata-kata untuk mentransfer suatu konsep, ia juga menggunakan komposisi suara untuk mengungkapkan perasaan batinnya. Seperti halnya ragam seni lain, musik merupakan refleksi perasaan suatu individu atau masyarakat. Musik merupakan hasil dari cipta dan rasa manusia atas kehidupan dan dunianya.</p>
<p>Di masa lalu, musik juga memiliki peran yang sangat penting di mata masyarakat primitif. Mereka percaya, musik bisa mencegah datangnya bencana atau kejadian buruk lain. Sejarah penggunaan musik sebagai media penenang psikologi manusia telah dirintis sejak masa filosof Yunani kuno, Plato dan Aristoteles. Di Iran dan dipelbagai literatur kuno soal musik, pengaruh musik terhadap jiwa manusia telah dibahas secara khusus. Selama berabad-abad yang lalum, bangsa Iran memanfaatkan terapi musik sebagai metode penyembuhan dan menjadikannya sebagai faktor yang bisa menjaga kesehatan jiwa. Masalah itu bisa kita temukan dalam buku Behjatul Arwah karya Safiyuddin Armavi.<span id="more-1247"></span></p>
<p>Bukti lainnya yang menunjukkan perhatian para musikus pada pengaruh musik terhadap jiwa manusia bisa kita lihat dalam tabel yang biasa digunakan dalam musik tradisional Iran. Dalam tabel itu, setiap jenis suara dan nada dipetakan dalam pelbagai klasifikasi. Sebagai misal, tabel itu menjelaskan jenis alat musik seperti apa yang sesuai dengan kondisi ketika matahari terbit. Begitu juga ketika siang hari, jenis musik apa yang cocok untuk disimak. Menurut tabel itu, alat musik nava, sejenis alat musik petik khas Persia, merupakan perangkat musik yang bagus digunakan ketika petang. Berikut ini Anda bisa simak bunyi alat musik nava. Musik merupakan ragam seni yang berpengaruh terhadap audiennya tanpa perantara konsep ataupun intepretasi.</p>
<p>Lewat efeknya yang ajaib, musik dapat membebaskan rasa manusia dari jeratan tekanan batin, rasa kesepian, panik, dan berbagai gangguan mental lainnya. Karena itu, kini di berbagai negara marak didirikan berbagai pusat-pusat penelitian maupun praktek terapi musik. Musik, sesuai dengan susunan interval dan ritmenya memiliki refleksi khusus yang bisa merangsang sel-sel saraf sehingga perasaan manusia bisa diperlemah, diperkuat ataupun dialihkan. Pengaruh itu bahkan telah dibuktikan secara ilmiah di sepanjang fase kehidupan manusia, mulai dari masa di embrio hingga masa senja. Bahkan bisa berpengaruh juga pada jenis mahluk hidup lainnya seperti tumbuhan.</p>
<p>Tidak hanya itu saja, musik terbukti berpengaruh pada sistem saraf sensorik-motorik, sistem saraf sadar, dan sel saraf lain. Hasil penelitian yang dilakukan Lembaga Aplikasi Musik di Iran mengenai fungsi terapan musik terhadap kesehatan fisik dan mental manusia menunjukkan bahwa terapi musik bisa menjadi metode penyembuhan baru pada gangguan mental di kalangan anak-anak cacat mental. Penelitian itu membuktikan, terapi musik bisa meningkatkan rasa percaya diri dan mengontrol tindakan hyperaktif di kalangan anak-anak cacat mental serta bisa menciptakan perubahan mental dan perilaku yang signifikan.</p>
<p>Dr. Ali Zadeh Muhammadi, seorang psikolog klinis yang sudah hampir 20 tahun melakukan penelitian dan praktek terapi musik. Menurutnya, selain jenis musik, alat musik juga punya peranan penting. Untuk langkah awal, sebaiknya menggunakan jenis alat musik ritmik seperti jenis instrument musik pukul. Dr Ali Zadeh berpendapat, anak-anak cacat mental tidak bisa diajari dengan alat-alat musik yang rumit semacam gitar. Tapi mesti dengan instrumen yang sederhana dan mudah dimainkan serta cepat menjalin hubungan. Ditambahkannya, musik di kalangan orang-orang tuna netra memiliki pengaruh yang sangat ajaib, khususnya terhadap daya pendengaran mereka, sehingga banyak berpengaruh positif terhadap kualitas hidupnnya. Seruling merupakan instrumen penting dalam terapi musik.</p>
<p>Biasanya, para terapis membagi tema musik ke dalam lima jenis, yaitu musik bertema trance, melow, semangat, ceria, dan relaksasi. Musik bertema trance adalah jenis musik yang mengandung ungkapan rasa ceria yang luar biasa. Jenis musik semacam itu cocok untuk menyembuhkan orang yang mengalami tekanan mental atau stress. Musik yang berirama melow dan melankolis merupakan jenis musik yang menyayat perasaan. Musik semacam itu bisa menurunkan asupan sejumlah komposisi kimia dalam otak. Musik bertema melankolis dalam kondisi normal bisa mengurangi rasa sakit dan nyeri. Sementara jika didengar di saat sedih, bisa mempermudah bagi seseorang untuk menahan rasa duka. Namun, penggunaan musik bertema seperti itu secara berlebihan bisa menurunkan semangat dan kebencian. Musik bertema semangat merupakan jenis musik yang bisa membangkitkan reaksi kuat dan cepat yang disertai dengan tanggapan fisiologis.</p>
<p>Para komposer musik menggunakan tema semacam itu untuk meningkatkan gerakan badan. Jenis musik ini sangat diminati kalangan muda. Jika dimanfaatkan secara tepat, jenis musik ini bisa berdampak positif dan meningkatkan semangat. Jenis keempat adalah musik yang bernada ceria dengan sentuhan irama yang menenangkan. Musik seperti ini bisa meningkatkan gairah hidup dan memunculkan perasaan positif, sehingga bisa meningkatkan daya kerja. Jenis musik ini juga sangat bermanfaat untuk membangkitkan semangat dan keceriaan di kalangan anak-anak ataupun remaja. Jenis yang terakhir adalah musik relaksasi. Musik ini bernuansa lembut, monoton, dan datar. Kelembutan musiknya itu bisa menenangkan perasaan dan emosi manusia. Musik jenis ini dimanfaatkan untuk meningkatkan konsentrasi dan menyeimbangkan emosi. Sejatinya ada banyak cara untuk menciptakan ketenangan batin. Sebagian orang berusaha memperolehnya dengan mendengarkan musik, ada yang dengan membaca buku, melakukan wisata alam, atau bahkan hanya sekedar makan dan tidur.</p>
<p>Yang jelas, sains telah membuktikan bahwa beberapa jenis musik bisa membantu jiwa manusia menjadi lebih tenang dan seimbang. Beberapa jenis musik juga bahkan bisa menghapus rasa tertekan dan stress. Adanya pengaruh positif musik terhadap fisik dan psikologis manusia itu, menjadikan musik dimanfaatkan sebagai media penyembuhan. Tentu saja penggunaan musik harus digunakan secara proporsional. Tidak semua jenis musik bisa didenger dalam segala kondisi bahkan terkadang kita justru memerlukan keheningan untuk menenangkan perasaan. Bahkan suara nyanyian burung, gemercik aliran sungai, tetesan air hujan dan gemuruh ombak bisa menjadi musik terindah untuk menenangkan perasaan jiwa. Sejatinya musik tidak hanya terbatas dari suara yang dihasilkan dari instrumen atau suara manusia semata, tapi suara alam juga bisa menjadi sumber musik yang sangat menawan. Karena itu, jangan pernah melupakan suara nyanyian alam dan dengarlah keindahan musikalnya yang begitu natural.</p>
<p>http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=12608&amp;Itemid=29</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulanusantara.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulanusantara.wordpress.com/1247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulanusantara.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulanusantara.wordpress.com/1247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulanusantara.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulanusantara.wordpress.com/1247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulanusantara.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulanusantara.wordpress.com/1247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulanusantara.wordpress.com/1247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulanusantara.wordpress.com/1247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanusantara.wordpress.com&blog=1588478&post=1247&subd=maulanusantara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/18/pengaruh-musik-terhadap-psikologi-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6369c737f15ac2f3c050c77660ea56f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maula</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/10/musik.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Musik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Mendapatkan Pria Berdasarkan Zodiac</title>
		<link>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/16/cara-mendapatkan-pria-berdasarkan-zodiac/</link>
		<comments>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/16/cara-mendapatkan-pria-berdasarkan-zodiac/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 08:23:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maulanusantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Serius Tapi Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulanusantara.wordpress.com/?p=1244</guid>
		<description><![CDATA[Sepintas, pria terlihat sama. Pria adalah pria, orang yang cenderung tak suka mendengarkan pasangannya banyak berbicara. Orang yang tak mau ribet dengan urusan kecil seperti menghitung belanjaan. Namun, pria tetaplah pribadi yang berbeda antara yang satu dan lainnya, khususnya dalam urusan percintaan. Jika Anda sedang mengincar pria dengan zodiak tertentu, Anda pun harus mampu memperlakukannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanusantara.wordpress.com&blog=1588478&post=1244&subd=maulanusantara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://www.eso-garden.com/images/uploads_bilder/learning_the_tarot_a_free_online_course.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1245" title="learning_the_tarot_a_free_online_course" src="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/10/learning_the_tarot_a_free_online_course.jpg?w=273&#038;h=300" alt="learning_the_tarot_a_free_online_course" width="273" height="300" /></a>Sepintas, pria terlihat sama. Pria adalah pria, orang yang cenderung tak suka mendengarkan pasangannya banyak berbicara. Orang yang tak mau ribet dengan urusan kecil seperti menghitung belanjaan. Namun, pria tetaplah pribadi yang berbeda antara yang satu dan lainnya, khususnya dalam urusan percintaan. Jika Anda sedang mengincar pria dengan zodiak tertentu, Anda pun harus mampu memperlakukannya sesuai kebiasaannya. Atau, jika Anda sedang dekat dengan pria dengan bintang bertolak belakang dengan bintang Anda, lakukan pendekatan dengan cara yang sesuai kepribadiannya.<span id="more-1244"></span></p>
<p>Aries: Jadikan ia dunia Anda<br />
Pria Aries tidak ingin menjadi pria kebanyakan. Ia ingin menjadi seseorang. Karena itu jika Anda sedang bersamanya, biarkan ia menjadi pusat dunia Anda. Lakukan kontak mata, berikan pertanyaan-pertanyaan yang berbobot, dan jangan sibuk SMS-an dengan teman-teman Anda. Meskipun begitu, jangan berlama-lama menemaninya. Biarkan ia tahu bahwa Anda pun punya banyak aktivitas.</p>
<p>Taurus: Manfaatkan kepekaannya<br />
Pria Taurus tidak hanya lebih visual daripada kebanyakan pria, tetapi juga lebih peka secara umum. Ia sering tak bisa menutupi jika sedang tertarik dengan wanita yang wangi, berambut indah, dan lengan yang mulus. Jika Anda sudah mengetahui hal ini, tak ada yang bisa Anda lakukan kecuali menggunakannya untuk merayunya.</p>
<p>Gemini: Jadilah teman bicara yang menyenangkan<br />
Banyak yang mengatakan bahwa pria Gemini adalah playboy. Atau, pria pengejar wanita. Yang sebenarnya, pria Gemini amat tertarik dengan wanita cerdas yang bisa bermain kata-kata, dan menjaga agar percakapan tetap menarik. Ia juga suka jika teman-temannya terpikat pada kecerdasan Anda. Namun, wanita cerdas juga tahu kapan harus berhenti berbicara dan mulai mendengarkan.</p>
<p>Cancer: Tunjukkan sensitivitas Anda<br />
Di balik sikapnya yang seringkali keras dan sering mengeritik, sebenarnya pria Cancer adalah pria yang lembut. Wanita yang dipercayainya adalah yang baik, mampu mencintai, dan selalu mendukung. Anda akan menjadi surga bagi hatinya yang halus. Tunjukkan sensitivitas Anda, dan ia pun akan meleleh.</p>
<p>Leo: Buat dia tertawa<br />
Ia pria yang kharismatik. Tidak cukup baginya bila Anda menarik, manis, dan cerdas. Mampukah Anda membuatnya tertawa? Bagi pria Leo, selera humor yang kualitas khusus yang bisa mengalahkan karakter lainnya.</p>
<p>Virgo: Jadilah wanita yang smart sexy<br />
Ia tidak akan langsung terpikat dengan wanita sensual. Ia ingin tahu apakah wanita tersebut secara keseluruhan memang berkualitas, punya motivasi tinggi, simpatik, dan bersemangat dalam hidup. Tidak berarti ia pria yang terlalu santun atau bermoral. Ia akan menyukai wanita yang tidak mengumbar keseksiannya. Wanita dengan kemeja yang kancing atasnya terbuka akan lebih seksi buatnya.</p>
<p>Libra: Tampilkan gaya yang unik<br />
Seperti kata Yves Saint Laurent: fashion come and go, but style is forever. Pria Libra akan langsung turn on dengan wanita yang punya style tersendiri. Anda tak harus menjadi orang yang paling trendi, memakai busana rancangan desainer kondang, atau selalu mengikuti mode. Namun jika Anda punya gaya sendiri yang unik, tidak terpengaruh gaya &#8220;seragam&#8221; yang dikenakan wanita di mal-mal, Anda akan segera menarik perhatiannya.</p>
<p>Scorpio: Gali daya pikat Anda<br />
Untuk menarik hati pria Scorpio, Anda harus mengerahkan seluruh daya pikat Anda. Anda tidak harus menjadi bitchy, tetapi tetap mampu menampilkan sisi feminin Anda untuk mendapatkan cintanya. Jangan takut untuk menggunakan pesona diri Anda dengan tampil sebagai wanita yang lengkap: cantik, cekatan, mampu mengurus rumah, tetapi juga bisa heboh di ranjang.</p>
<p>Sagitarius: Biarkan dia mengejar Anda<br />
Pria Sagitarius gemar mengejar wanita. Jika Anda mudah didapatkan, dia bisa segera ilfil dan mencari wanita lain yang lebih menantang untuk ditaklukkannya. Yakini bahwa cinta Anda adalah sebuah hadiah yang langka, dan biarkan dia berjuang mendapatkannya.</p>
<p>Capricornus: Kuasai peran wanita di dalam rumah<br />
Pria Capricornus adalah pria tradisional yang mengagumi kemampuan wanita untuk memenuhi peran sebagai istri dan ibu di dalam keluarga. Hal ini tidak berarti ia bukan pria yang terbuka atau kuno. Ia hanya menginginkan wanita yang akan mendapatkan restu ibunya dengan mudah, namun dengan sisi seksi yang juga akan dikagumi teman-teman prianya.</p>
<p>Aquarius: Friends with benefit<br />
Pria Aquarius termasuk sedikit sulit untuk dipertimbangkan, karena seringkali ia mengaburkan batas-batas antara pertemanan dan hubungan kekasih. Jadi, sebenarnya hubungan kita ini seperti apa, sih? Begitu pertanyaan umum wanita yang pernah dekat dengannya. Cara terbaik adalah menjadi sahabat terbaiknya lebih dulu, lalu lihat bagaimana kelanjutannya. Ikuti gaya ambigunya, dan bersenang-senanglah dengan kebebasan yang ditawarkan oleh cara berpikirnya yang modern.</p>
<p>Pisces: Jadilah belahan jiwanya<br />
Pria Pisces menginginkan jaminan bahwa hubungannya berjalan sesuai gambaran rumit yang ia buat dalam hidupnya. Ia tertarik dengan wanita yang mampu berjalan beriringan untuk mencapai gambaran masa depannya. Anda tak harus berpegang pada prinsip bahwa Anda memang &#8220;ditakdirkan untuk bersama&#8221;. Berikan saja perhatian pada persamaan-persamaan yang Anda miliki, terutama yang istimewa.</p>
<p>Sumber : astrology.com dan kompas.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulanusantara.wordpress.com/1244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulanusantara.wordpress.com/1244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulanusantara.wordpress.com/1244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulanusantara.wordpress.com/1244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulanusantara.wordpress.com/1244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulanusantara.wordpress.com/1244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulanusantara.wordpress.com/1244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulanusantara.wordpress.com/1244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulanusantara.wordpress.com/1244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulanusantara.wordpress.com/1244/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanusantara.wordpress.com&blog=1588478&post=1244&subd=maulanusantara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/16/cara-mendapatkan-pria-berdasarkan-zodiac/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6369c737f15ac2f3c050c77660ea56f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maula</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/10/learning_the_tarot_a_free_online_course.jpg?w=273" medium="image">
			<media:title type="html">learning_the_tarot_a_free_online_course</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah dan Makna Hari Galungan</title>
		<link>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/15/sejarah-dan-makna-hari-galungan/</link>
		<comments>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/15/sejarah-dan-makna-hari-galungan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 03:31:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maulanusantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulanusantara.wordpress.com/?p=1240</guid>
		<description><![CDATA[Sehubungan dengan jatuhnya Hari Raya Galungan pada hari ini di Bali, maka saya akan membahas sedikit sejarah mengenai Hari Raya Galungan. Semoga dengan ini mereka yang merayakan semakin mendalami makna yang sebenarnya dari Hari Raya Galungan.
Kata “Galungan” berasal dari bahasa Jawa Kuna yang artinya menang atau bertarung. Galungan juga sama artinya dengan Dungulan, yang juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanusantara.wordpress.com&blog=1588478&post=1240&subd=maulanusantara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1241" title="Hari Raya Galungan" src="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/10/hari-raya-galungan.jpg?w=300&#038;h=212" alt="Hari Raya Galungan" width="300" height="212" />Sehubungan dengan jatuhnya Hari Raya Galungan pada hari ini di Bali, maka saya akan membahas sedikit sejarah mengenai Hari Raya Galungan. Semoga dengan ini mereka yang merayakan semakin mendalami makna yang sebenarnya dari Hari Raya Galungan.<span id="more-1240"></span></p>
<p>Kata “Galungan” berasal dari bahasa Jawa Kuna yang artinya menang atau bertarung. Galungan juga sama artinya dengan Dungulan, yang juga berarti menang. Karena itu di Jawa, wuku yang kesebelas disebut Wuku Galungan, sedangkan di Bali wuku yang kesebelas itu disebut Wuku Dungulan. Namanya berbeda, tapi artinya sama saja. Seperti halnya di Jawa dalam rincian pancawara ada sebutan Legi sementara di Bali disebut Umanis, yang artinya sama: manis.</p>
<p>Agak sulit untuk memastikan bagaimana asal-usul Hari Raya Galungan ini. Kapan sebenarnya Galungan dirayakan pertamakali di Indonesia, terutama di Jawa dan di daerah lain khususnya di Bali.</p>
<p>Drs. I Gusti Agung Gede Putra (mantan Dirjen Bimas Hindu dan Buddha Departemen Agama RI) memperkirakan, Galungan telah lama dirayakan umat Hindu di Indonesia sebelum hari raya itu populer dirayakan di Pulau Bali. Dugaan ini didasarkan pada lontar berbahasa Jawa Kuna yang bernama Kidung Panji Amalat Rasmi. Tetapi, kapan tepatnya Galungan itu dirayakan di luar Bali dan apakah namanya juga sama Galungan, masih belum terjawab dengan pasti. Namun di Bali, ada sumber yang memberikan titik terang. Menurut lontar Purana Bali Dwipa, Galungan pertama kali dirayakan pada hari Purnama Kapat, Budha Kliwon Dungulan, tahun Saka 804 atau tahun 882 Masehi. Dalam lontar itu disebutkan:</p>
<p>Punang aci Galungan ika ngawit, Bu, Ka, Dungulan sasih kacatur, tanggal 15, isaka 804. Bangun indria Buwana ikang Bali rajya.</p>
<p>Artinya:</p>
<p>Perayaan (upacara) Hari Raya Galungan itu pertama-tama adalah pada hari Rabu Kliwon, (Wuku) Dungulan sasih kapat tanggal 15, tahun 804 Saka. Keadaan Pulau Bali bagaikan Indra Loka.</p>
<p>Sejak itu Galungan terus dirayakan oleh umat Hindu di Bali secara meriah. Setelah Galungan ini dirayakan kurang lebih selama tiga abad, tiba-tiba — entah apa dasar pertimbangannya — pada tahun 1103 Saka perayaan hari raya itu dihentikan. Itu terjadi ketika Raja Sri Ekajaya memegang tampuk pemerintahan. Galungan juga belum dirayakan ketika tampuk pemerintahan dipegang Raja Sri Dhanadi. Selama Galungan tidak dirayakan, konon musibah datang tak henti-henti. Umur para pejabat kerajaan konon menjadi relatif pendek.</p>
<p>Ketika Sri Dhanadi mangkat dan digantikan Raja Sri Jayakasunu pada tahun 1126 Saka, barulah Galungan dirayakan kembali, setelah sempat terlupakan kurang lebih selama 23 tahun. Keterangan ini bisa dilihat pada lontar Sri Jayakasunu. Dalam lontar tersebut diceritakan bahwa Raja Sri Jayakasunu merasa heran mengapa raja dan pejabat-pejabat raja sebelumnya selalu berumur pendek. Untuk mengetahui penyebabnya, Raja Sri Jayakasunu mengadakan tapa brata dan samadhi di Bali yang terkenal dengan istilah Dewa Sraya — artinya mendekatkan diri pada Dewa. Dewa Sraya itu dilakukan di Pura Dalem Puri, tak jauh dari Pura Besakih. Karena kesungguhannya melakukan tapa brata, Raja Sri Jayakasunu mendapatkan pawisik atau “bisikan religius” dari Dewi Durgha, sakti dari Dewa Siwa. Dalam pawisik itu Dewi Durgha<br />
menjelaskan kepada raja bahwa leluhurnya selalu berumur pendek karena tidak lagi merayakan Galungan. Karena itu Dewi Durgha meminta kepada Raja Sri Jayakasunu supaya kembali merayakan Galungan setiap Rabu Kliwon Dungulan sesuai dengan tradisi yang pernah berlaku. Di samping itu disarankan pula supaya seluruh umat Hindu memasang penjor pada hari Penampahan Galungan (sehari sebelum Galungan).</p>
<p>Disebutkan pula, inti pokok perayaan hari Penampahan Galungan adalah melaksanakan byakala yaitu upacara yang bertujuan untuk melepaskan kekuatan negatif (Buta Kala) dari diri manusia dan lingkungannya. Semenjak Raja Sri Jayakasunu mendapatkan bisikan religius itu, Galungan dirayakan lagi dengan hikmat dan meriah oleh umat Hindu di Bali.</p>
<p>Makna Filosofis Galungan</p>
<p>Galungan adalah suatu upacara sakral yang memberikan kekuatan spiritual agar mampu membedakan mana dorongan hidup yang berasal dari adharma dan mana dari budhi atma yaitu berupa suara kebenaran (dharma) dalam diri manusia. Selain itu juga memberi kemampuan untuk membeda-bedakan kecendrungan keraksasaan (asura sampad) dan kecendrungan kedewaan (dewa sampad). Harus disadari bahwa hidup yang berbahagia atau ananda adalah hidup yang memiliki kemampuan untuk menguasai kecenderungan keraksasaan.</p>
<p>Galungan adalah juga salah satu upacara agama Hindu untuk mengingatkan manusia secara ritual dan spiritual agar selalu memenangkan Dewi Sampad untuk menegakkan dharma melawan adharma. Dalam lontar Sunarigama, Galungan dan rincian upacaranya dijelaskan dengan mendetail. Mengenai makna Galungan dalam lontar Sunarigama dijelaskan sebagai berikut:</p>
<p>Budha Kliwon Dungulan Ngaran Galungan patitis ikang janyana samadhi, galang apadang maryakena sarwa byapaning idep</p>
<p>Artinya:</p>
<p>Rabu Kliwon Dungulan namanya Galungan, arahkan ber-satunya rohani supaya mendapatkan pandangan yang terang untuk melenyapkan segala kekacauan pikiran. Jadi, inti Galungan adalah menyatukan kekuatan rohani agar mendapat pikiran dan pendirian yang terang. Bersatunya<br />
rohani dan pikiran yang terang inilah wujud dharma dalam diri. Sedangkan segala kekacauan pikiran itu (byaparaning idep) adalah wujud adharma. Dari konsepsi lontar Sunarigama inilah didapatkan kesimpulan bahwa hakikat Galungan adalah merayakan menangnya dharma melawan adharma.</p>
<p>Untuk memenangkan dharma itu ada serangkaian kegiatan yang dilakukan sebelum dan setelah Galungan. Sebelum Galungan ada disebut Sugihan Jawa dan Sugihan Bali. Kata “Jawa” di sini sama dengan “Jaba”, artinya luar. Sugihan Jawa bermakna menyucikan bhuana agung (bumi ini) di luar dari manusia. Sugihan Jawa dirayakan pada hari Wrhaspati Wage Wuku Sungsang, enam hari sebelum Galungan. Dalam lontar Sundarigama disebutkan bahwa pada hari Sugihan Jawa itu merupakan Pasucian dewa kalinggania pamrastista batara kabeh (Penyucian Dewa, karena itu hari penyucian semua bhatara).</p>
<p>Pelaksanaan upacara ini adalah dengan membersihkan segala tempat dan peralatan upacara di masing-masing tempat suci. Sedangkan pada hari Jumat Kliwon Wuku Sungsang disebutkan: Kalinggania amretista raga tawulan (Oleh karenanya menyucikan badan jasmani masing- masing).</p>
<p>Karena itu Sugihan Bali disebutkan menyucikan diri sendiri. Kata “bali” dalam bahasa Sansekerta berarti kekuatan yang ada di dalam diri. Dan itulah yang disucikan.</p>
<p>Pada Redite Paing Wuku Dungulan diceritakan Sang Kala Tiga Wisesa turun mengganggu manusia. Karena itulah pada hari tersebut dianjurkan anyekung jñana, artinya: mendiamkan pikiran agar jangan dimasuki oleh Butha Galungan. Dalam lontar itu juga disebutkan “nirmalakena” (orang yang pikirannya selalu suci) tidak akan dimasuki oleh Butha Galungan.</p>
<p>Pada hari Senin Pon Dungulan disebut Penyajaan Galungan. Pada hari ini orang yang paham tentang yoga dan samadhi melakukan pemujaan. Dalam lontar disebutkan, “Pangastawaning sang ngamong yoga samadhi.”</p>
<p>Pada hari Anggara Wage wuku Dungulan disebutkan Penampahan Galungan. Pada hari inilah dianggap sebagai hari untuk mengalahkan Butha Galungan dengan upacara pokok yaitu membuat banten byakala yang disebut “pamyakala lara melaradan”. Umat kebanyakan pada hari ini menyembelih babi sebagai binatang korban. Namun makna sesungguhnya adalah pada hari ini hendaknya membunuh sifat-sifat kebinatangan yang ada pada diri.</p>
<p>Demikian urutan upacara yang mendahului Galungan. Setelah hari raya Galungan yaitu hari Kamis Umanis wuku Dungulan disebut Manis Galungan. Pada hari ini umat mengenang betapa indahnya kemenangan dharma. Umat pada umumnya melampiaskan kegembiraan dengan mengunjungi tempat-tempat hiburan terutama panorama yang indah. Juga mengunjungi sanak saudara sambil bergembira-ria.</p>
<p>Hari berikutnya adalah hari Sabtu Pon Dungulan yang disebut hari Pemaridan Guru. Pada hari ini, dilambangkan dewata kembali ke sorga dan meninggalkan anugrah berupa “kadirghayusaan” yaitu hidup sehat panjang umur. Pada hari ini umat dianjurkanmenghaturkan canang meraka<br />
dan “matirta gocara”. Upacara tersebut barmakna, umat menikmati waranugraha Dewata.</p>
<p>Sumber: <a href="http://gugling.com/sejarah-dan-makna-hari-raya-galungan.html">http://gugling.com/sejarah-dan-makna-hari-raya-galungan.html</a></p>
<p>Sumber Gambar:</p>
<p><a href="http://www.thebalitimes.com/wp-content/uploads/2006/12/thebalitimes-cover-dec8-14.jpg">http://www.thebalitimes.com/wp-content/uploads/2006/12/thebalitimes-cover-dec8-14.jpg</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulanusantara.wordpress.com/1240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulanusantara.wordpress.com/1240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulanusantara.wordpress.com/1240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulanusantara.wordpress.com/1240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulanusantara.wordpress.com/1240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulanusantara.wordpress.com/1240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulanusantara.wordpress.com/1240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulanusantara.wordpress.com/1240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulanusantara.wordpress.com/1240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulanusantara.wordpress.com/1240/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanusantara.wordpress.com&blog=1588478&post=1240&subd=maulanusantara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/15/sejarah-dan-makna-hari-galungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6369c737f15ac2f3c050c77660ea56f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maula</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/10/hari-raya-galungan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Hari Raya Galungan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang Meninggal Bisa Mendengar</title>
		<link>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/12/orang-meninggal-bisa-mendengar/</link>
		<comments>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/12/orang-meninggal-bisa-mendengar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 05:33:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maulanusantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulanusantara.wordpress.com/?p=1233</guid>
		<description><![CDATA[Diriwayatkan dengan sanad yang shahih bahwa orang-orang yang ikut dalam perang Badar setelah wafat dapat mendengar apa yang dikatakan Rasulullah SAW kepada mereka. Hadis tersebut diriwayatkan dalam Musnad Ahmad 1/26 no 182.
حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا يحيى بن سعيد وأنا سألته ثنا سليمان بن المغيرة ثنا ثابت عن أنس قال كنا مع عمر بين [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanusantara.wordpress.com&blog=1588478&post=1233&subd=maulanusantara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-1235" title="kuburan" src="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/10/img_3528.jpg?w=150&#038;h=113" alt="kuburan" width="150" height="113" />Diriwayatkan dengan sanad yang shahih bahwa orang-orang yang ikut dalam perang Badar setelah wafat dapat mendengar apa yang dikatakan Rasulullah SAW kepada mereka. Hadis tersebut diriwayatkan dalam Musnad Ahmad 1/26 no 182.<span id="more-1233"></span><br />
حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا يحيى بن سعيد وأنا سألته ثنا سليمان بن المغيرة ثنا ثابت عن أنس قال كنا مع عمر بين مكة والمدينة فتراءينا الهلال وكنت حديد البصر فرأيته فجعلت أقول لعمر أما تراه قال سأراه وأنا مستلق على فراشي ثم أخذ يحدثنا عن أهل بدر قال إن كان رسول الله صلى الله عليه و سلم ليرينا مصارعهم بالأمس يقول هذا مصرع فلان غدا إن شاء الله تعالى وهذا مصرع فلان غدا إن شاء الله تعالى قال فجعلوا يصرعون عليها قال قلت والذي بعثك بالحق ما أخطئوا تيك كانوا يصرعون عليها ثم أمر بهم فطرحوا في بئر فانطلق إليهم فقال يا فلان يا فلان هل وجدتم ما وعدكم الله حقا فإني وجدت ما وعدني الله حقا قال عمر يا رسول الله أتكلم قوما قد جيفوا قال ما أنتم بأسمع لما أقول منهم ولكن لا يستطيعون أن يجيبوا</p>
<p>Telah menceritakan kepada kami Abdullah yang berkata telah menceritakan kepadaku Ayahku yang berkata telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dan aku bertanya padanya, ia berkata telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Mughirah yang berkata telah menceritakan kepada kami Tsabit dari Anas yang berkata “Kami bersama Umar di antara Mekkah dan Madinah, dan kami sama-sama melihat bulan sabit. Aku termasuk orang yang tajam penglihatan sehingga aku dapat melihatnya. Aku berkata kepada Umar”Tidakkah engkau akan melihatnya?”. Umar berkata “Aku akan melihatnya ketika aku terkapar di tempat tidurku”. Dia kemudian menceritakan kepada kami tentang para Ahli Badar. Dia berkata “Sesungguhnya Rasulullah SAW telah memperlihatkan kepada kita tempat kematian mereka kemarin”. Beliau bersabda “Ini tempat kematian fulan besok jika Allah menghendaki dan ini tempat kematian fulan besok jika Allah menghendaki”. Mereka kemudian meninggal dunia di tempat itu. Aku berkata “Demi Yang mengutusmu dengan membawa kebenaran tidaklah mereka melangkah untuk itu. Mereka dibantai di tempat itu”. Beliau kemudian memerintahkan agar mereka dimasukkan kedalam sumur. Beliau SAW mendatangi mereka dan bersabda “Wahai fulan dan fulan, apakah kalian telah menemukan apa yang Allah janjikan kepada kalian sebagai suatu kebenaran?. Sesungguhnya Aku telah menemukan apa yang Allah janjikan kepadaKu sebagai suatu kebenaran”. Umar berkata “Ya Rasulullah, apakah Engkau sedang berbicara dengan suatu kaum yang telah menjadi bangkai?. Beliau menjawab “Tidaklah kalian lebih dapat mendengar apa yang aku katakan daripada mereka. Hanya saja mereka tidak dapat menjawab”</p>
<p>Hadis ini sanadnya Shahih sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim. Syaikh Ahmad Syakir dalam Syarh Musnad Ahmad no 182 berkata “sanadnya shahih”. Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Musnad Ahmad tahqiq beliau berkata<br />
إسناده صحيح على شرط الشيخين</p>
<p>Sanadnya shahih sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulanusantara.wordpress.com/1233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulanusantara.wordpress.com/1233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulanusantara.wordpress.com/1233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulanusantara.wordpress.com/1233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulanusantara.wordpress.com/1233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulanusantara.wordpress.com/1233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulanusantara.wordpress.com/1233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulanusantara.wordpress.com/1233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulanusantara.wordpress.com/1233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulanusantara.wordpress.com/1233/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulanusantara.wordpress.com&blog=1588478&post=1233&subd=maulanusantara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulanusantara.wordpress.com/2009/10/12/orang-meninggal-bisa-mendengar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6369c737f15ac2f3c050c77660ea56f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maula</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maulanusantara.files.wordpress.com/2009/10/img_3528.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kuburan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>