Oleh: MAULA | Agustus 24, 2016

Jejak Tasawuf dalam Kepemimpinan Bung Karno

Bung-Karno-620x330Kiai Muhammad Muchtar Mu’thi bin KH Abdul Mu’thi, dari Pondok Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Losari, Ploso, Jombang, Jawa Timur, mengungkapkan bahwa kurang lebih lima bulan jelang kemerdekaan bangsa Indonesia diproklamirkan oleh Dwi Tunggal: Sukarno-Hatta pada 17 Agustus 1945, keduanya telah menemui empat orang ulama tasawuf yang mukasyafah (terbuka mata batinnya). Empat ulama tasawuf itu adalah Syeikh Musa dari Sukanegara, Cianjur; KH Abdul Mu’thi dari Ploso (ayahanda Kiai Muchtar); Sang Alif atau Raden Mas Panji Sosrokartono yang sudah mukim di Bandung; dan Hadratusysyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Jombang (pendiri Nahdlatul Ulama). Baca Lanjutannya…

Laman: 1 2 3 4

Oleh: MAULA | Agustus 17, 2016

Nama Bayi Laki-Laki Jepang

A – H

Akemi = Senja Hari.

Akeno = bersinar cerah lapangan.

Akihiko = Pangeran yang cerah ceria.

Akihiro = Kemuliaan besar. Baca Lanjutannya…

Laman: 1 2 3 4 5

Oleh: MAULA | Agustus 16, 2016

Nama Perempuan Sansekerta (Sanskrit)

A – B

Abha = Cantik dan Berkilauan

Abhinanda = Merayakan

Adhika = Lebih baik

Adhira = Kilat Baca Lanjutannya…

Laman: 1 2 3 4 5 6 7

Oleh: MAULA | Agustus 16, 2016

Nama Laki-Laki Sansekerta (Sanskrit)

A – C

Abimayu = Memiliki sifat tak kenal takut atau bersifat kepahlawanan

Aditya = orang yang pandai dan bijaksana

Adhikari = Istimewa

Anggasta = Bersemayam

Anjali = Penghormatan

Baca Lanjutannya…

Laman: 1 2 3 4

 

Oleh Kwik Kian Gie

Mundurnya Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai Menteri Keuangan RI terhitung 5 Mei 2010 menyusul ditunjuknya ia menjadi Managing Director World Bank (Bank Dunia) menimbulkan kehebohan dan banyak pertanyaan tentang penyebab yang sebenarnya. Ada yang mengatakan bahwa perpindahannya pada pekerjaan yang baru di World Bank (WB) adalah hal yang membanggakan. Tetapi ada yang berpendapat, bahkan berkeyakinan tidak wajar, terutama kalau dikaitkan dengan skandal Bank Century (Century).

Saya termasuk yang berpendapat, bahkan yakin sangat tidak wajar. Alasan-alasan saya sebagai berikut. Baca Lanjutannya…

Laman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Oleh: MAULA | Agustus 15, 2016

Logo HUT RI Ke-71 Mirip Infanteri AS

Logo-HUT-RI-Infantry780x390Logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Kemerdekaan Indonesia mirip dengan logo milik Infanteri 71 Amerika Serikat.

Baca Lanjutannya…

Adi SasonoTitik Balik Peradaban Manusia

Dalam bukunya berjudul “The Turning Point”, Fritjof Capra menyampaikan bahwa dewasa ini sedang dipertanyakan tentang otoritas pada tingkat global mengapa negara dunia ketiga disebut sebagai “tertinggal” dari negara-negara industri. Apa kriteria ketertinggalan itu, dari mana mengukurnya, dan siapa yang menentukannya. Baca Lanjutannya…

Laman: 1 2 3 4 5 6

Oleh: MAULA | Agustus 9, 2016

Manfaat Tidur Siang bagi Anak Usia 5-12 Tahun

 

Catatan redaksi: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy melontarkan gagasan full day school dengan alasan untuk pengembangan karakter anak dan sekaligus menunggu orangtuanya yang masih bekerja (7/8/16). Sontak saja gagasan ini menuai kritik dari berbagai kalangan pemerhati pendidikan. Salah satu keberatan atas sistem full day school adalah ketiadaan jam tidur siang pada anak. Berikut ini adalah artikel yan menyorot bagaimana tidur siang dalam perspektif kesehatan. Baca Lanjutannya…

Oleh: MAULA | Juli 29, 2016

Mencoba Berpisah dari Sri Mulyani

Oleh Goenawan Mohamad

 

 

[Pada acara perpisahan dengan Sri Mulyani, Jakarta, 19 Mei 2010]

 

Malam ini kita mencoba berpisah dari Sri Mulyani. Saya katakan “mencoba”. Sebab sering kali, dan terutama malam ini, kita menyadari: orang bisa hanya sebentar mengucapkan “hallo”, tapi tak pernah bisa cuma sebentar mengucapkan “selamat berpisah”.Mungkin karena kita tak tahu apa sebenarnya arti “berpisah”. Baca Lanjutannya…

Oleh: MAULA | Juli 29, 2016

Jadi Soehartois, Kenapa Takut?

 

Oleh Muhadjir Effendy *

Pada 21 Mei yang lalu, tatkala Pak Harto menyatakan berhenti dari jabatan presiden, kejadiannya disiarkan langsung oleh semua pemancar televisi. Tak lama setelah itu, televisi juga meliput suasana sorak sorai para mahasiswa, terutama yang lagi menduduki gedung DPR/MPR, menyambut penuh antusias atas lengser keprabon-nya Pak Harto. Seramnya, close up kamera TV juga dibidikkan kepada patung Pak Harto komplit dengan peci hitam dan baju batik yang diseret-seret di jalan menuju pintu gedung DPR. Ini sangat paradoks dengan ejadian sebelumnya, di mana kehadiran Pak Harto ke gedung itu selalu dengan iring-iringan mobil mewah, kawalan ketat, dan disambut penuh takzim. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 938 pengikut lainnya