Oleh: MAULA | November 20, 2007

Bina Graha = Bina Buaya

binagraha.jpg
Bahasa yang dipergunakan oleh Bangsa ini ialah Bahasa Indonesia. Dalam perjalanannya Bahasa Indonesia menyerap berbagai kata atau idiom dari bahasa lain. Hal ini sah-sah saja, sepanjang penggunaannya efektif dan tidak rancu. Ambil contoh kata-kata berikut ini: Komputer (diambil dari Computer, Bahasa Inggris), Taplak (diambil dati Tapelaken, Bahasa Belanda), Koran (Qur’an, Arab, artinya bacaan), dan lainnya.

Hal yang wajar ialah bila pronounciation dari kata yang diserap tersebut kemudian dibakukan agar menjadi mudah. Seperti huruf “C” pada Computer kemudian berubah menjadi “K” pada Komputer, yang akhirnya dibakukan menjadi kosa kaat Indonesia. Tapi ada juga penyerapannya dari bahasa lain, yang selain salah malah semakin bertambah rancu saja artinya.

Ambil contoh kata “Graha”. Graha ‘dianggap’ diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya Rumah atau lebih tepatnya, “suatu bangunan untuk ditempati.” tap apakah benar demikian? Sesungguhnya kata yang benar untuk arti tersebut ialah “Grha” bukan “Graha”; jadi tanpa huruf “A” diantara konsonan “R” dan
“H”. Akan tetapi kemudian oleh sebagian orang “dipelesetkan” menjadi “Graha”, yang ‘sialnya’, justeru malah menjadi kosa kata yang umum dan biasa dijumpai di Indonesia. Kata “Graha” banyak kita jumpai penggunaannya di negara ini, umumnya digunakan untuk nama bangunan, tempat atau suatu perusahaan. Seperti contoh Artha Graha, Graha Ubud, Graha Resor, Satya Graha dan sebagainya.

Tetapi ada juga yang menyadari bahwa penggunaan yang benar ialah “Grha” seperti: Grha SCTV, Grhapari (semua Kantor Cabang milik telkomsel memakai kata Grhapari), Grha Widya Maranatha, Gra-C
Multimedia dan lain sebagainya. Sesungguhnya apakah arti yang sebenarnya dari “Graha”? Anda boleh
percaya boleh tidak. Arti yang sesungguhnya “Graha” bukan “papan” atau “suatu tempat tinggal untuk ditempati” tetapi arti sesungguhnya ialah BUAYA.

Inilah satu kesalahan fatal dari sistem pendidikan di negeri ini. Kesalahan yang SEPELE tapi FATAL ini dibiarkan dan malah dilestarikan. Jadi anda sekarang bisa menjelaskan arti sesungguhnya dari BINA GRAHA, kantor resmi tempat sang Presiden bekerja di negeri ini, milik kebanggaan orang Indonesia. Dari sinilah, negara ini diatur, negara ini dikendalikan. Jadi ada sebagian orang yang mengganggap, jangan salahkam Tuhan kalau akhirnya memang negara ini “dikutuk” karena membiarkan negara ini dikendalikan oleh “Graha” tadi.

Seperti yang saya katakan sebelum-sebelumnya dimilis cfbe ini, negara ini sudah dari awalnya salah menerapkan sistem pendidikan di negara ini. Jadi jangan heran kalau negara ini akhirnya terpuruk terus.[daphne]

Source: http://groups.yahoo.com/group/cfbe

Iklan

Responses

  1. […] arti “Grha” adalah rumah atau suatu bangunan untuk ditempati.. lebih lengkapnya silakan klik link ini :Graha Maria Annai Velangkanni, medan, Minerva, R150, Sumatera Utara No comments for this entry […]

  2. wah gitu yah… bisa jadi referensi nih.. tadinya saya mau pake nama graha… jadi yg bener itu kayak yg di UGM itu ya..
    Grha Sabha Pramana
    tak kira UGM kehilangan huruf A nya…
    hehe

  3. Assalamu’alaikum Wr. Wb,
    Selalu dalam masa masa pemerintahan yang telah disahkan selama lima tahun utnuk masa masa pemulihan PEMILU 2000-2005-2010-2015

  4. Assalamu’alaikum Wr. Wb,
    Benarkah sistem pemriatahn indonesia sekarang ini masih butuh ruang terbuka untuk masa masa selama lima tahun 2020-2025-2030

  5. wah-wah padahal di tempat tinggalku sekarang ini ada objek wisata rohani namanya Graha Maria Annai Velangkanni….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: