Oleh: MAULA | November 29, 2007

Pengen Putih Malah Mbladus…

whitening.jpg

Banyak orang, terutama wanita, terjebak oleh whitening yang dipikir bisa memutihkan kulit. Sebenarnya fungsi produk ini membuat kulit lebih cerah, bukan putih. Dan tidak semuanya aman.

Alih-alih putih, tak sedikit yang kulitnya malah mbladus alias kusam, berbercak hitam, dan terkelupas.

Bagaimana supaya tidak terkecoh?

Sekitar tiga bulan ini Nina memakai krim pemutih yang dibelinya di toko kosmetik di Jakarta Selatan. Hasilnya memang lumayan. Kulitnya yang semula agak gelap, berubah lebih terang. Namun, dua hari terakhir kulitnya tampak memerah dan terasa panas seperti terbakar. Kebetulan sudah seminggu ia tidak menggunakan krim itu karena stok di toko habis. Sementara toko lain tidak menjualnya. Nina tidak tahu apakah ini akibat berhenti menggunakan pemutih atau karena efek produk tersebut. Mau ke dokter takut disalahkan. Bingung jadinya.

Menahan Melanin

* Banyak wanita ingin memiliki kulit putih karena warna itulah yang selama ini dijadikan ukuran cantik.

“Kalau tidak putih, kepercayaan diri mengendur. Nggak pede, gitu loh!” ungkap Kania, karyawati sebuah lembaga pendidikan di Jakarta, yang rajin memakai pemutih. Kulitnya, dari kaki sampai wajah, memang cerah.

“Putih tidak selalu identik dengan cantik, but black can also beautiful,” ungkap Dr. Lily Soepardiman, Sp.KK (K). Orang Asia memiliki pigmen yang menghasilkan kulit cokelat, sementara orang Afrika berwarna hitam dan orang Eropa putih.

Entah mengapa, orang Asia cenderung melihat kulit putih itu cantik, lalu rajin memakai pemutih. Sebaliknya, orang kulit putih melihat kulit cokelat itu cantik, sehingga mereka mau berjemur di bawah panas matahari agar kulitnya cokelat. Usaha-usaha itu sesungguhnya tidak akan mengubah warna kulit mereka.

Diingatkan Dr. Lily, kita mesti memahami bahwa pada dasarnya fungsi pemutih (whitening) yang baik adalah mencerahkan warna kulit, bukan memutihkan. Ini karena beberapa jenis kulit secara herediter (bawaan) memang sulit dibuat benar-benar putih.

Kalaupun ada yang bisa memutihkan kulit, itu hanya berlangsung selama whitening digunakan. Proses pemutihan terjadi karena zat dalam kosmetik menghambat pembentukan melanin.

Melanin adalah butir-butir pigmen yang menentukan warna kulit (putih, cokelat, atau hitam). Pada kulit gelap, kadar melanin lebih banyak dibandingkan dengan kulit kuning kecokelatan.

Proses pembuatan melanin yang terbentuk dari tirosin dipengaruhi oleh enzim, vitamin, mineral, dan sebagainya. Bila proses itu diblok atau ditahan, misalnya dengan menahan munculnya enzim atau mineral, melanin tak akan terbentuk.

Pemutih, ditegaskan spesialis kulit dan kelamin dari Subbagian Dermatologi Kosmetik, Bagman ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, FKUI/RSCM ini, biasa dipakai pada bagian tubuh yang kelihatan, seperti wajah, leher, tangan, kaki, punggung, serta dada.

Pemutih bekerja pada permukaan kulit sesuai kandungannya. Yang mengandung hidrokinon bermanfaat untuk mencegah pembentukan pigmen melanin. Pemutih bervitamin C berfungsi mencerahkan pigmen. Ada juga pemutih yang mengandung asam asetinon atau asam alfa hidroksi, yang dapat mengelupaskan kulit.

Merkuri Merusak Ginjal

    * Sebelum menggunakan pemutih, sebaiknya perhatikan beberapa risiko yang mungkin saja terjadi.

Memang, kebanyakan pemutih (pembersih dan lotion wajah maupun untuk badan) mengandung bahan-bahan alami yang sudah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan dipasarkan sebagai kosmetik, bukan obat. Namun, tidak sedikit produk pemutih berisi zat kimia yang bisa merusak kulit pemakainya.

Saat BPOM melakukan pemeriksaan sarana produksi, distribusi, dan pengujian contoh kosmetik di tahun 2001, ditemukan hanya 30,91 persen (17) dari 55 sarana produksi yang diperiksa, memenuhi syarat.

Dari 6.002 contoh kosmetik yang diuji, 5.620 memenuhi syarat. Sekitar 6,37 persen atau 382 tak memenuhi syarat karena mengandung merkuri (4 jenis), mengandung rhodamin (21), tercemar bakteri patogen (6), tercemar jamur (21). Sisanya berupa produk tidak terdaftar (170 jenis) dan penandaan (label) tidak memenuhi syarat (193 jenis).

Merkuri (Hg) atau air raksa inorganik dikenal mampu memutihkan kulit secara cepat, dan sudah lama dipakai untuk “memutihkan kulit wajah, khususnya di China. Dalam catatan sejarah, masyarakat di zaman Mesir Kuno juga sudah memanfaatkan merkuri. Baru pada abad 18 dunia kedokteran memakai merkuri sebagal obat sifilis.

Penggunaan merkuri kini tidak diizinkan karena bila digunakan dalam waktu lama akan meresap ke dalam kulit dan berbahaya bagi kesehatan.

“Dapat merusak ginjal dan susunan saraf,” tutur Dr. Lily.

Manifestasi gejala keracunan merkuri antara lain tremor, insomnia, kepikunan, gangguan penglihatan, gerakan tangan abnormal (ataksia), gangguan emosi, juga depresi. Mirip dengan gejala penyaki gangguan otak. Itu sebabnya, kasus keracunan merkuri sering salah didiagnosis sebagai Alzheimer atau Parkinson.

Bahan kimia yang diizinkan penggunaannya antara lain hidrokinon dan hidrogen peroksida, serta asam tretinoin dan asam laktat. Hidrokinon dengan kadar 2 persen masih boleh djual bebas. Kadar di atas itu harus dengan pengawasan dan resep dokter. Dosis yang dianjurkan untuk asam tretinoin bentuk cair adalah 0,05 persen, untuk bentuk krim 0,1 persen, dan bentuk jeli sampai 0,25 persen.

Saat ini, jenis bahan kimia untuk produk kecantikan kulit wajah makin beragam. Selain larutan vitamin C, banyak pusat kecantikan menawarkan bahan pengelupas kulit (peeling seperti glycolic acid, polyacrylamide gel, natural active lipids, Lipid ESUPA, Cell-therapy, Cryo-Stem (sel tunas sapi yang dibiak dan ditanamkan ke kulit), krim berisi hormon progesteron atau DHEA, glycosaminoglycans, terapi ozon, terapi oksigen, Collagen Replacement, terapi aroma, dan Chalazion.

Sebaiknya Anda berkonsultasi lebih dulu dengan dokter spesialis kulit sebelum memilih suatu terapi. [senior]

Source: http://www.kompas.com/kesehatan/news/0505/19/130418.htm

Iklan

Responses

  1. gini gan aku mo nanya nih … aku tukang breeding ternak hewan … permintaan orang kan macam-macam ada yang pingin kucingnya hitam full black ada yang minta burung kenari full black de el el …
    ada nggak pigmen atau obat yang bisa bikin warna kulit hewan jadi hitam
    teng kiu pada agan-agan kalo ada bisa yang bisa bikin pencerahan ..

  2. di pikok item ajah… hahaha


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: