Oleh: MAULA | Desember 6, 2007

Budhy Munawar-Rachman: Mencap Sesat adalah Sinyal Buruk Demokrasi

normal_misleading-identity.jpg

MAULA (M): Bagaimana Anda menilai perkembangan aliran sesat yang marak belakangan ini?

Budhy Munawar-Rachman (BMR): Saya tidak mau menyebut mereka aliran sesat. Saya lihat, munculnya kelompok-kelompok tersebut, yang secara sosiologis bisa disebut cult, kultus, fundamentalis, dll, ini memang fenomena khas masyarakat global sekarang ini. Ini satu hal yang biasa. Menurut saya, banyak hal yang harus dibenahi. Ada krisis spiritual, psikologi, ekonomi.

Kecendrungan kita untuk mencap sesat dan menyimpang itu adalah sebuah sinyal buruk demokrasi. Boleh saja ada satu kelompok agama yang bereaksi keras karena merasa keyakinannya terhina dan dilecehkan. Tapi reaksi kriminal dan kekerasan itu jelas-jelas melanggar hukum dan hak asasi manusia.

Kalau fenomena itu mengemuka, itu karena efek kertebukaan dan demokrasi. Di Amerika dan Eropa yang lebih demokratis sudah biasa menerima perbedaan pendapat dan keyakinan. Kita sendiri belum punya pengalaman menangani kelompok-kelompok keagamaan baru ini.

Kita mesti harus belajar berbeda pendapat. Ini masih perlu banyak waktu untuk lebih toleran karena pada akhirnya setiap orang punya hak untuk punya keyakinan sendiri. Tidak ada paksaan dalam agama.

M: Mengapa masyarakat mudah membuat aksi kekerasan terhadap segala hal yang berbeda dengan mereka? Bagaimanakah cara mengatasinya?

BMR: Intinya pada law enforcement. Kalau aparat bersikap lemah, kejadian ini akan senantiasa berulang. Sekarang pemerintah lebih tunduk kepada fatwa MUI. Bahkan mendukungnya. Ini jelas kesalahan mendasar karena negara mensupport keyakinan tertentu. Padahal masyarakat Indonesia punya pluralitas keyakinan. Pemerintah seharusnya melindungi warga negara selama mereka tidak merugikan orang lain dan bisa bertanggung jawab terhadap keyakinannya sendiri.

Sayangnya, kita belum mengarah ke sana. Sikap mayoritas terhadap minoritas masih sangat kuat di sini. Padahal toleransi dan kerjasama dua kubu besar di Islam Indonesia yang diwakili oleh NU dan Muhammadiyah selama ini sebenarnya bisa dijadikan pijakan bagaimana bersikap toleran terhadap yang lain.

Kita perlu kejelasan bagaimana hubungan agama dan negara. Saya kira, pada konteks inilah sekularisme diperlukan di sini.

M: Bagaimana sebenarnya potensi kerukunan antar umat beragama dan antar umat Islam di Indonesia?

BMR: Secara kultur, budaya bangsa kita ini toleran. Nah, tugas pemerintah itu sebenarnya bagaimana memelihara dan menumbuhkan toleransi yang sudah menjadi akar budaya Indonesia dalam suatu lingkup kehidupan sosial yang mejemuk.

Pada masa Orba, perbedaan ditangani dengan paksaan. Kita dipaksa untuk toleran. Teologi kerukunan Orba ditujukan supaya SARA tidak muncul menjadi konflik. Tapi praktik itu semu karena tendensinya politis, bukan karena kesadaran bahwa perbedaan itu sesuatu yang berharga untuk dijaga. Inilah yang sekarang kita lihat hasilnya. Kita mesti banyak belajar bahwa perbedaan adalah rahmat. Itulah yang diajarkan agama.

Sebenarnya banyak hal dari agama yang bisa dikembangkan, seperti ukhuwah islamiyah, ukhuwah insaniyah, ukhuwah basyariyah. Ini perlu penjelasan yang lebih mendalam, bukan sekadar slogan, yang perlu dikontekstualisasikan dengan sikon sospol.[andito]

Iklan

Responses

  1. Siapa yang sesat menurut hujjah kitab suci Muhammad saw. adalah:

    1. Al Mu’min (40) ayat 34: Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata: “Allah tidak akan mengirim seorang (rasul/nabipun) sesudahnya”. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.
    Hukum sesat semacam ini berlaku untuk semua rasul/nabi termasuk setelah nabi MUhammad saw.

    2. An Nahl (16) ayat 93: Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya (karena tidak mau bersatu) dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya (untuk mau bersatu). Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan (dengan memecah-belah umat beragama).

    3. Al MU’minuun (23) ayat 53,54: Kemudian mereka (pengikut tiap-tiap rasul/nabi) menjadikan agama mereka terpecah-belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing agama). Maka biarlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu (datangnya Hari Takwil Kebenaran Kitab yang wajib ditunggu-tunggu, tetapi dilupakan sesuai dengan Al A’raaf (7) ayat 52,53).

    Untuk jelasnya telah kami terbitkan buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:
    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 buah lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi dari kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  2. Bedanya Allah dan para rasul berlainan dengan umatnya masing-masing:

    1. Al Maidah (5) ayat 67(rasul), Al An Aam (6) ayat 124,125(Allah), Al A’raaf (7) ayat 62(Nuh),689Huud),79(Shaleh),93(Suaib),144(Musa), Al Ahzab (33) ayat 38,39,40(Muhammad), Al Jinn (72) ayat 23,26,27,28(rasul yang dirido’i): seluruh para rasul menyampaikan RISALAH TUHAN/ALLAH sejak Adam sampai kiamat (habis gelap terbitlah terang ilmu agama sesuai Al Qiyamah (75) ayat 6-15, Al Baqarah (2) ayat 257), sehingga tidak berselisih persepsi agama sejak Adam sampai hari ini.
    – Nabi Muhammad saw. melukiskan RISALAH TUHAN/ALLAH pada syia-syiar Allah pada manasik haji, thawaf Kabah, sa’i Shafa-Marwa, wukuf Arafah, mabit Musdalifah, jamarat lempar batu Ula, Wusta, Aqaba, Mina, sedang
    – SOEGANA GANDAKOESOEMA melukiskan syiar-syiar Allah pada “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI) hasilnya tidak berselisih persepsi agama dan pecah-belah, memenuhi Ali Imran (3) ayat 64, menyembah Allah saja sesuai Az Zumar (39) ayat 45.

    2. Ali Imran (3) ayat 80, At Taubah (9) ayat 31: Lain hal dengan umat beragama masing-masing menyampaikan seorang RISALAH NABI/RASUL, sehingga berakibat kultus ARBABAN/MEMBERHALAKAN/MENUHANKAN nabi/rasul dan kultus arbaban/memberhalakan/menuhankan pemuka-agama selain Allah. Hasilnya adalah berselisih persepsi antara agama sesuai Al Baqarah (2) ayat 113 dan pecah-belah didalam agama sesuai Ar Ruum (30) ayat 32, Al Mu’minuun (23) ayat 53,54(sesat)
    3. An Nahl (16) ayat 93: Allah akan menjadikan satu umat persepsi tunggal agama (melalui ilmu pengetahuan agama yang turun di Indionesia), siapa tidak setuju disesatkan dan siapa setuju diberinya petunjuk. Allah akan menanyakan tentang apa-apa yang kamu kerjakan mengkultuskan NABI/RASUL dan pemuka agama selain Allah yang mengakibatkan perselisihan dan pecah belah artinya sesat.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  3. Buku Panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema

    Tersedia ditoko buku K A L A M
    Jl. Raya Utan Kayu 68-H, Jakarta 13120.
    Telp. 62-21-8573388

  4. […] [gambar dari maulanusantara.wordpress.com] […]

  5. Buku panduan:
    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema
    Penerbit: GOD-A CENTRE
    Bonus: “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)” berukuran 63×60 cm.

    Tersedia ditoko-toko buku distributor tunggal
    P.T. BUKU KITA
    Tel. 021.78881850
    Fax. 021.78881860


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: