Oleh: MAULA | Januari 26, 2008

Tahun Baru Imlek Tiongkok

kids.jpg 

Tahun Baru Imlek Tiongkok atau Festival Musim Semi sama seperti Hari Natal di Barat adalah hari raya tradisional yang paling besar di Tiongkok. Meskipun seiring dengan perubahan zaman, isi yang terkandung dalam Tahun Baru Imlek dan cara merayakannya sudah berubah, tapi Tahun Baru Imlek dalam kehidupan rakyat Tiongkok tetap berposisi penting tak tergantikan.            

Tahun Baru Imlek Tiongkok konon sudah bersejarah 4,000 tahun lebih. Tapi pada permulaan, hari raya itu tidak disebut sebagai Tahun Baru Imlek, dan juga tidak dirayakan pada hari yang tetap. Kira-kira pada tahun 2100 Sebelum Masehi, rakyat Tiongkok pada waktu itu menyebut rotasi Bintang Jupiter sebagai “Sui”, yakni satu tahun, maka Tahun Baru Imlek pada waktu itu disebut sebagai “Sui”. Pada tahun 1000 Sebelum Masehi, rakyat pada waktu itu menamakan Tahun Baru Imlek sebagai “Nian”, dengan artinya panen.            

Menurut adat istiadat masyarakat Tiongkok, Tahun Baru Imlek dalam arti makro dimulai dari tanggal 23 bulan 12 Imlek, dan berlangsung sampai hari Cap Goh Meh yang jatuh pada tanggal 15 bulan pertama Imlek, dengan masa perayaan berlangsung selama tiga minggu. Di antaranya, malam tanggal 30 bulan 12 atau “chuxi” dalam bahasa Tionghoa dan tanggal pertama bulan pertama Imlek paling meriah, dan merupakan puncak perayaan Tahun Baru Imlek.            

Lain tempat, lain adat istiadatnya. Memang rakyat di berbagai daerah di Tiongkok mempunyai kebiasaan perayaan Tahun Baru Imlek yang tidak sama, tapi tradisi seisi keluarga berkumpul untuk menyambut kedatangan Tahun Baru Imlek pada malam tanggal 30 bulan 12 Imlek, yaitu malam menjelang Tahun Baru Imlek adalah kebiasaan yang sama baik bagi penduduk di bagian utara maupun di selatan.            

Pada malam menjelang Tahun Baru Imlek, rakyat Tiongkok mempunyai tradisi menyambut kedatangan tahun yang baru tanpa tidur. Kegiatan perayaan Tahun Baru Imlek beraneka ragam, antara lain, pertunjukan opera, tari naga atau barongsai, jakungan, pekan kelenteng dan sebagainya, dan di mana-mana penuh suasana riang gembira. Selama Festival Tahun Baru Imlek, banyak pula orang yang menonton TV di rumah, karena selama liburan Festival Tahun Baru Imlek, acara televisi memang lebih menarik daripada hari-hari biasaya.            

Memasang kuplet dan gambar tahun baru serta lampion berwarna-warni adalah kegiatan yang sangat digemari rakyat untuk merayakan Tahun Baru Imlek.            

Seiring dengan meningkatnya taraf hidup rakyat, cara perayaan Tahun Baru Imlek pun lebih bervariasi. Di antaranya, bertamasya ke luar negeri kian hari kian menjadi mode bagi rakyat Tiongkok untuk merayakan Tahun Baru Imlek.[] 

Source: http://indonesian.cri.cn/chinaabc/chapter18/chapter180101.htm

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: