Bulan: Februari 2008

Saling Silang Sejarah Orang Betawi

ondelondel.jpg

Siapakah orang Betawi? Dari mana asalnya?
Kalau Mandra gampang saja menjawabnya: “au ah gelap!” Mahbub Djunaidi si kolomnis ternama asli Betawi pernah mencoba menjawabnya; tapi, ia pun akhirnya menyerah. “Bukan apa-apa bagaimana bisa menjelaskan sedangkan topangan literaur saja tidak ada. Mana ada nenek moyang orang Betawi meninggalkan tulisan? Babad, hikayat—tiada itu. Ada memang kisah sultan Zainul Abidin atau Siti Zubaedah yang saban-saban dipaparkan sahibul hikayat saat pesta sunatan atau perkawinan. Tetapi, isinya penuh rupa-rupa petualangan dan tingkah jin dalam berbagai kaliber.” Begitu alasannya.
(lebih…)

Iklan

Hukum Agama

Kepada seseorang yang selama bertahun-tahun mempelajari hukum agamanya, 
Sang Guru berkata, 
"Cinta merupakan kunci untuk hidup baik, bukan agama atau hukum."
Kemudian ia menceritakan ini.
Ada dua siswa sekolah minggu yang bosan dengan pelajaran agama. 
Yang satu mengusulkan untuk membolos saja.
"Bolos?... Tetapi ayah kita akan menangkap kita dan memukul kita."
"Kita balas memukul!"
"Apa? Memukul ayah? Apa kamu sudah gila? 
Apakah kamu lupa bahwa Allah memerintahkan untuk menghormati ayah dan ibu kita?"
"Benar ... Nah, kalau begitu, kamu memukul ayahku dan aku memukul ayahmu."[]
 
Source: Berbasa-basi Sejenak, Anthony de Mello, Penerbit Kanisius, Cetakan 1, 1997.

 

Da Vinci

lastsuppersecret.jpg

Sepotong catatan Leonardo da Vinci, di akhir abad ke-15:”…manusia, yang dengan rasa ingin tahu yang riang berharap mendapatkan musim semi baru, musim panas baru, dan bulan-bulan yang baru selamanya… tak tahu bahwa dalam kerinduannya itulah terbawa kuman kematiannya sendiri.” (lebih…)

Karikatur Cinta

stop_hate1.gif

PERGOLAKAN tingkat dunia yang diawali karikatur Jyllands-Posten mungkin akan berlangsung lebih lama, jauh dan mendalam dibandingkan dengan yang kita bayangkan, kita analisis dan perhitungkan. Ia bukan sekadar ”lagu pop” tentang Islamofobia, ”iman” demokrasi dan hegemoni tafsir atas term terorisme. (lebih…)

Kontroversi Dapat Membawa Perubahan

supportdenmark2dk.png 

Kopenhagen – Sekitar sepuluh tahun lalu, seorang fotografer Swedia mengadakan sebuah pameran berjudul “Ecce Homo”, sebuah koleksi foto-foto provokatif yang menggambarkan Yesus sebagai seorang homoseksual. Sebagian pemuka gereja konservatif langsung bereaksi keras: “Ini tindakan barbar, tidak biblikal,” demikian salah satu tajuk harian, dan sebuah pembahasan yang panas mengikutinya. (lebih…)

Menemukan Allah

Waktu itu waktu ceramah. Sang Guru berkata, 
"Kehebatan seorang komponis diketahui lewat nada-nada musiknya, 
tetapi menganalisis nada-nada saja tidak akan mengungkapkan kehebatannya. 
Keagungan penyair termuat dalam kata-katanya, 
namun mempelajari kata-katanya tidak akan mengungkapkan inspirasi. 
Tuhan mewahyukan diri-Nya dalam ciptaan, 
tetapi dengan meneliti ciptaan secermat apa pun 
kamu tidak akan menemukan Allah; 
demikian juga bila kamu ingin menemukan jiwa 
melalui pemeriksaan cermat terhadap tubuhmu."
Pada waktu tanya jawab, seseorang bertanya, 
"Kalau begitu, bagaimana kami akan menemukan Allah?"
"Dengan melihat ciptaan, tapi bukan dengan menganalisisnya."
"Dan bagaimana seseorang harus melihat?"
"Seorang petani keluar untuk melihat keindahan 
pada waktu matahari terbenam, 
tetapi yang ia saksikan hanyalah matahari, awan, langit, dan cakrawala 
- sampai ia memahami bahwa keindahan bukan 'sesuatu,' 
melainkan cara khusus melihat.
Kamu akan sia-sia mencari Allah sampai kamu memahami 
bahwa Allah tidak bisa dilihat sebagai sesuatu. 
Yang diperlukan ialah cara khusus untuk melihat 
- mirip seperti cara seorang anak kecil yang pandangannya 
tidak diganggu oleh pelbagai ajaran dan keyakinan 
yang telah dibentuk sebelumnya."[]
 
Source: Anthony de Mello, "Berbasa-basi Sejenak", Yogyakarta: Kanisius, Cetakan 1, 1997