Hari: Februari 25, 2008

Filsafat Hikmah dan Agama Masa Depan

Setelah mengkritik keterbatasan filsafat Paripatetik dan pseudo-sufisme, penulis menawarkan sistem filsafat hikmah yang memadukan metode rasional-filosofis dan metode penyucian hati sebagai pondasi renaisans Islam. Penulis mengatakan bahwa ukuran kemajuan dan kesempurnaan manusia berbanding lurus dengan langkah pembebasannya dari materi dan pendekatannya ke arah pengetahuan, keruhaniaan dan keimanan. Karenanya, karakteristik agama masa depan merupakan pandangan dunia yang memiliki sendi logis-rasional yang utuh, sendi emosional-spiritual yang kaya, mengandung gagasan-gagasan yang mendalam dan menghunjam, tidak saling beradu dan berbenturan, serta mengandung cita-cita besar yang luhur dan suci. (lebih…)

Posisi Mistisisme (Irfan) dalam Hirarki Ilmu-ilmu Islam

Tulisan ini mengetengahkan dan menempatkan penelitian dan wacana mistisisme (irfan) dalam konteks yang lebih luas dalam berbagai disiplin ilmu yang dipelajari dan dipraktikkan dalam Islam. Setelah pendahuluan singkat tentang ilmu-ilmu dalam Islam dan definisi dari suatu ilmu, penulis memfokuskan perhatiannya pada hubungan antara mistisisme dan filsafat, dan penilaian yang berbeda dari keduanya terhadap konsep realitas eksistensi. (lebih…)