Oleh: maulanusantara | Februari 29, 2008

Saling Silang Sejarah Orang Betawi

ondelondel.jpg

Siapakah orang Betawi? Dari mana asalnya?
Kalau Mandra gampang saja menjawabnya: “au ah gelap!” Mahbub Djunaidi si kolomnis ternama asli Betawi pernah mencoba menjawabnya; tapi, ia pun akhirnya menyerah. “Bukan apa-apa bagaimana bisa menjelaskan sedangkan topangan literaur saja tidak ada. Mana ada nenek moyang orang Betawi meninggalkan tulisan? Babad, hikayat—tiada itu. Ada memang kisah sultan Zainul Abidin atau Siti Zubaedah yang saban-saban dipaparkan sahibul hikayat saat pesta sunatan atau perkawinan. Tetapi, isinya penuh rupa-rupa petualangan dan tingkah jin dalam berbagai kaliber.” Begitu alasannya.

Sampai kini hanya Ridwan Saidi yang tak lelah-lelah menjawab pertanyaan itu. Sudah tiga buku ditulisnya untuk menjelaskan yaitu “Profil Orang Betawi” (1997), “Warisan Budaya Betawi” (2000) dan “Babad Tanah Betawi” (2002). Tak puas, di beratus forum diskusi Ridwan omong, ikut debat polemik dengan macam-macam peneliti dari dalam dan luar negeri tentang hal yang sama.

Menurut Ridwan orang Betawi bukanlah orang “kemarin sore”. Tidak benar jika ada yang mengatakan orang Betawi itu keturunan budak yang didatangkan Kompeni untuk mengisi intramuros alias kota benteng Batavia. Orang-orang Betawi telah ada jauh sebelum J.P. Coen membakar Jayakarta tahun 1619 dan mendirikan di atas reruntuknya kota Batavia.

Salakanagara Hingga Kalapa

Cikal bakal sejarah orang Betawi dikaitkan Ridwan dengan tokoh bernama Aki Tirem yang hidup di daerah kampung Warakas (Jakarta Utara) pada abad 2. Aki Tirem hidup dari membuat priuk dan saban-saban bajak laut menyatroni tempatnya untuk merampok priuk. Lantaran keteteran sendiri melawan bajak laut maka diputuskan untuk mencari perlindungan dari sebuah kerajaan. Saat itulah Dewawarman seorang berilmu dari India yang menjadi menantunya dimintanya mendirikan kerajaan dan raja.

Pada tahun 130 berdirilah kerajaan pertama di Jawa yang namanya Salakanagara. Salakanagara nagara menurut Ridwan berasal ari bahasa Kawi salaka yang artinya perak.

Secara etimologis kemudian Salakanagara itu dikaitkan Ridwan dengan laporan ahli geografi Yunani bernama Claudius Ptolomeus pada tahun 160 dalam buku Geografia yang menyebut bandar di daerah Iabadiou (Jawa) bernama Argyre yang artinya perak. Dikaitkan pula dengan laporan dari Cina zaman Dinasti Han yang pada tahun 132 mengabarkan tentang kedatangan utusan Raja Ye Tiau bernama Tiao Pien.

Ye Tiau ditafsirkan sebagai Jawa dan Tiau Pien sebagai Dewawarman. Termasuk dalam hal ini yang disebut Slametmulyana sebagai Kerajaan Holotan yang merupakan pendahulu kerajaan Tarumanagara dalam bukunya Dari Holotan sampai Jayakarta adalah Salakanagara.

Soal letak Salakanagara, Ridwan menunjuk kepada daerah Condet. Alasannya karena di Condet salak tumbuh subur dan banyak sekali nama-nama tempat yang bermakna sejarah, seperti Bale Kambang dan Batu Ampar. Bale Kambang adalah pasangrahan raja dan Batu Ampar adalah batu besar tempat sesaji diletakkan.

Di Condet juga terdapat makam kuno yang disebut penduduk Kramat Growak dan makam Ki Balung Tunggal yang ditafsirkan Ridwan adalah tokoh dari zaman kerajaan pelanjut Salakanagara yaitu Kerajaan Kalapa. Tokoh ini menurut Ridwan adalah pemimpin pasukan yang tetap melakukan peperangan walaupun tulangnya tinggal sepotong maka lantaran itu dijuluki Ki Balung Tunggal.

Setelah menunjuk bukti secara geografis, Ridwan pun melengkapi teorinya tentang cikal bakal sejarah orang Betawi dengan sejarah perkembangan bahasa dan budaya Melayu agar dapat semakin terlihat batas antara orang Betawi dengan orang Sunda. Ia pergi ke abad 10. Saat terjadi persaingan antara wong Melayu yaitu Kerajaan Sriwijaya dengan wong Jawa yang tak lain adalah Kerajaan Kediri. Persaingan ini kemudian menjadi perang dan membawa Cina ikut campur sebagai penengah karena perniagaan mereka terganggu. Perdamaian tercapai, kendali lautan dibagi dua, sebelah timur mulai dari Cimanuk dikendalikan Sriwijaya, sebelah timur mulai dari Kediri dikendalikan Kediri. Artinya pelabuhan Kalapa termasuk kendali Sriwijaya.

Sriwijaya kemudian meminta mitranya yaitu Syailendra di Jawa Tengah untuk membantu mengawasi perairan teritorial Sriwijaya di Jawa bagian barat. Tetapi ternyata Syailendara abai maka Sriwijaya mendatangkan migran suku Melayu Kalimantan bagian barat ke Kalapa. Pada periode itulah terjadi persebaran bahasa Melayu di Kerajaan Kalapa yang pada gilirannya – karena gelombang imigrasi itu lebih besar ketimbang pemukin awal – bahasa Melayu yang mereka bawa mengalahkan bahasa Sunda Kawi sebagai lingua franca di Kerajaan Kalapa.

Ridwan mencontohkan, orang “pulo”, yaitu orang yang berdiam di Kepulauan Seribu, menyebut musim di mana angin bertiup sangat kencang dan membahayakan nelayan dengan “musim barat” (bahasa Melayu), bukan “musim kulon” (bahasa Sunda). Orang-orang di desa pinggiran Jakarta mengatakan “milir”, “ke hilir” dan “orang hilir” (bahasa Melayu Kalimantan bagian barat) untuk mengatakan “ke kota” dan “orang kota”.

Studi Lance Castles

Agar timbangan tidak berat sebelah maka perlulah disini dikemukakan pula sosial-origin alias asal-usul sejarah orang Betawi yang ditulis Lance Castles, meskipun telaah peneliti Australia ini banyak bikin berang orang Betawi, tetapi sampai sekarang hanya itulah yang dianggap sebagai jawaban paling memuaskan (kalau tidak bisa disebut accepted history) oleh banyak pihak, terutama para akademisi.

Pada April 1967 di majalah Indonesia terbitan Cornell University, Amerika, Castles mengumumkan penelitiannya menyangkut asal-usul orang Betawi. Hasil penelitian yang berjudul “The Ethnic Profile of Jakarta” menyebutkan bahwa orang Betawi terbentuk pada sekitar pertengahan abad 19 sebagai hasil proses peleburan dari berbagai kelompok etnis yang menjadi budak di Batavia.

Secara singkat sketsa sejarah terjadinya orang Betawi menurut Castles dapat ditelusuri dari, pertama daghregister, yaitu catatan harian tahun 1673 yang dibuat Belanda yang berdiam di dalam kota benteng Batavia. Kedua, Catatan Thomas Stanford Raffles dalam History of Java pada tahun 1815. Keriga, catatan penduduk pada Encyclopaedia van Nederlandsch Indie tahun 1893 dan keempat sensus penduduk yang dibuat pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1930.

Oleh karena klasifikasi penduduk dalam keempat catatan itu relatif sama, maka ketiganya dapat diperbandingkan, untuk memberikan gambaran perubahan komposisi etnis di Jakarta sejak awal abad 19 hingga awal abad 20. Sebagai hasil rekonstruksi, angka-angka tersebut mungkin tidak mencerminkan situasi yang sebenarnya, namun menurut Castles hanya itulah data sejarah yang tersedia yang relatif meyakinkan.

Dari perbandingan dapatlah diketahui bahwa selama sekitar satu abad, beberapa kelompok etnis seperti Bali, Bugis, Makasar, Sumbawa, dan sebagainya tidak tercatat lagi sebagai kelompok etnis Jakarta. Sedangkan jumlah orang Jawa dan Sunda meningkat pesat, yang berarti migrasi cukup besar di dari Jawa, dan mungkin estimasi kelompok etnis Sunda di masa lalu di daerah sekitar Batavia terlalu rendah. Sebaliknya muncul kelompok etnis baru yang disebut “Batavians” (Betawi) dalam jumlah besar yaitu 418.900 orang. Jadi secara umum dapatlah dikatakan bahwa kehadiran orang Betawi merupakan buah dari kebijakan kependudukan yang secara sengaja dan sistematis diterapkan oleh VOC.

Bukti Arkeologis

Sepuluh tahun setelah pengumuman hasil penelitian Lance Castles, arkeolog Uka Tjandarasasmita mengemukakan monografinya Jakarta Raya dan Sekitarnya Dari Zaman Prasejarah Hingga Kerajaan Pajajaran (1977). Uka memang tidak menyebut monografinya untuk menangkis tesis Castles, tetapi secara arkeologis telah memberikan bukti-bukti yang kuat dan ilmiah tentang sejarah penghuni Jakarta dan sekitarnya dari masa sebelum Tarumanagara di abad 5.

Dikemukakan bahwa paling tidak sejak zaman neolitikhum atau batu baru (3500 – 3000 tahun yang lalu) daerah Jakarta dan sekitarnya dimana terdapat aliran-aliran sungai besar seperti Ciliwung, Cisadane, Kali Bekasi, Citarum pada tempat-tempat tertentu sudah didiami oleh masyarakat manusia. Beberapa tempat yang diyakini itu berpenghuni manusia itu antara lain Cengkareng, Sunter, Cilincing, Kebon Sirih, Tanah Abang, Rawa Belong, Sukabumi, Kebon Nanas, Jatinegara, Cawang, Cililitan, Kramat Jati, Condet, Pasar Minggu, Pondok Gede, Tanjung Barat, Lenteng Agung, Kelapa Dua, Cipete, Pasar Jumat, Karang Tengah, Ciputat, Pondok Cabe, Cipayung, dan Serpong. Jadi menyebar hampir di seluruh wilayah Jakarta.

Dari alat-alat yang ditemukan di situs-situs itu, seperti kapak, beliung, pahat, pacul yang sudah diumpam halus dan memakai gagang dari kayu, disimpulkan bahwa masyarakat manusia itu sudah mengenal pertanian (mungkin semacam perladangan) dan peternakan. Bahkan juga mungkin telah mengenal struktur organisasi kemasyarakatan yang teratur.

Seberapa Penting Keturunan

Akhirnya, sebelum menutup tulisan ini perlu pula dikemukakan pertanyaan, yang terlepas dari polemik soal asal muasal orang Betawi. Sesungguhnya seberapa pentingkah keturunan itu bagi orang Betawi? Mengutip penelitian Ninuk Kleden, maka tiga yang dianggap terpenting dalam fase kehidupan orang Betawi adalah khitanan, kawinan,, dan kematian. Berlatar kultur seperti itu, tentunya orang Betawi sedikit sekali punya konsentrasi untuk mengingat-ingat sesuatu yang berkaitan dengan kelahiran. Adat hidupnya yang banyak bertopang pada agama Islam lebih mengajarkan untuk lebih mengingat-ingat hari kematian. Wajar jika orang Betawi menganggap adat berulang tahun itu tak penting. Itu adat kafir karena datangnya dari Kumpeni yaitu sebutan mereka untuk VOC (Verenigde Oost-indiesche Compagnie).

Dalam konteks itulah adalah wajar jika Mandra spontan menjawab “au ah gelap” soal asal muasal orang Betawi. Kapan lahir dan keturunan siapa tak persoalan bagi orang Betawi. Apakah sejarah yang disertai polemik itu tepat atau ngelantur? Tak soal. Sekali lagi, seperti kata Mahbub Djunaidi, bagaimana mengkritisi sedangkan topangan literatur tiada. Orang Betawi bukanlah orang Jawa yang walau banyak bohong masih sempat meninggalkan sejarahnya dalam babad.

Motto hidup orang Betawi yang ingin senang terus, membuat mereka tak ambil pusing soal polemik asal muasal itu. Mereka terima saja ketika pemerintah Jakarta menetapkan baginya hari ulang tahun, 22 Juni. Tepat atau tidak, benar atau bohong hari ulang tahun itu bagi orang Betawi tidak jadi soal, karena sesama satu kesatuan entitas nasional jangankan benarnya, bohongnya pun mesti percaya. Hidup sekali dan sudah susah koq dibikin susah-susah dengan segala versi itu.

Boleh jadi sikap ini karena mereka awam sejarah, atau malah sebaliknya, sejarah itu diragukan kebenarannya. Orang Betawi memang polos dan jenaka. Bagi mereka kwalitas manusia itu tidak ditentukan oleh kapan lahir dan dari keturunan siapa, melainkan isi kepala dan prilakunya. Ya, memang keturunan itu bukan apa-apa dan tidak 100% dominan.

Taruhlah orang Betawi itu keturunan Baginda Raja Salakanagara yang hebat, Ki Balung Tunggal yang sakti atau cuma budak yang hina, tetapi yang penting siapakah orang Betawi itu sekarang. Antara kebesaran Baginda Raja Salakanagara, kesaktian Ki Balung Tunggal dan kehinaan budak Kumpeni dengan orang Betawi sekarang tidak ada hubungannya sama sekali. Tak perlu cerewet dengan kisah asal muasal keturunan. Lebih penting adalah orang Betawi sekarang mesti belajar dan bekerja keras untuk jadi berkwalitas macam raja-raja besar dan jangan jatuh hina ditindas bagai budak tak berharga. Kwalitas tak jatuh dari keturunan, dan tidak juga dari langit.

Tetapi tentang siapakah orang Betawi, dari mana asalnya, pendek kata sejarahnya orang Betawi mesti dicarikan jawaban. Memang kwalitas tak jatuh dari keturunan, tetapi pertanyaan sejarah itu bukan berarti mesti diremehkan dan tidak harus dicari jawabannya. Sebisanya mesti dijawab, sebab itu menyangkut sejauh mana sebetulnya kita bersungguh-sungguh dengan sejarah. Sejarah yang lebih adil, yang bisa menjadi sumber inspirasi dan pedoman yang menuntun masyarakat pendukungnya sekarang belajar serta mengetahui serta mengerti seraya bekerja keras untuk mencapai arah kemana mereka mesti menuju.

Dalam konteks itu saling silang tentang sejarah asal usul orang Betawi menjadi penting dan perlu disyukuri sebagai tanda bahwa arah mencari sejarah yang adil tengah berjalan, dan disana sejarah sebagai gambaran masa lalu yang adalah pula merupakan berita pikiran atau discourse, yang menuntut adanya proses dialogis telah terjadi dan tinggal kini orang Betawi mengambil hikmahnya dari setiap historiografi atau penulisan sejarah yang terlibat dalam polemik itu untuk menjawab keprihatinan dan kegelisahan sosial-kultural mereka yang harus bertanggungjawab memajukan kehidupan manusia Betawi sekaligus manusia Indonesia.[JJ Rizal]

Source: http://www.kampungbetawi.com/sohibul.php

About these ads

Responses

  1. ANE SALUT AME PENULIS NYENG NULIS RUBRIK INI , ANE PUTRA ASLI BETAWI, YANG SUSAH MENGENAL SEJARAH ANE, JADI DENGAN ADANYA RUBRIK INI, MATA ANE JADI TERBUKA LEBAR SIAPA ANE DAN DARI MANA ASAL USUL ANE from HERFIH POLRES HST KALSEL

    • ya aye juga salut same yang posting rubik ini…
      mantep daah

    • Saya ikutan salut juga. Emang susah menelusuri sejarah Betawi, soalnya hampir tidak ada referensi tentang Betawi di perpustakaan manapun. Bang Ridwan sendiri kalau sudah panjang lebar menjelaskan ujung-ujungnya mentok juga. Tapi menurut logika saya, pasti ada orang Betawi asli walaupun perkembangannya jadi bercampur dengan suku/orang daerah dan bangsa lain. Saya yang lahir Di Kp Bali Tanah Abang 55 tahun yang lalu melihat adanya perbedaan bahasa pada orang Betawi. Betawi pinggir dan Betawi tengah memiliki perbedaan pada bunyi-bunyi vokal dan dialek. Di sini tampak adanya asimilasi yang juga berbeda. Sebagai contoh perhatikan Ma Nyak pada sinetron Si Doel Anak Sekolahan Bandingkan dengan Mandra yang perannya sebagai adik Mak Nyak. Di sini sutradar terkecoh mengapa kakak dan adik penggunaan bahasanya berbeda. Betawi itu memang menarik, menurut saya memang harus terus ditelusuri dan diangkat terus supaya jangan banyak orang mengaku orang Betawi tetapi tidak mengerti budaya dan bahasa Betawi.

  2. “benar jika ada yang mengatakan orang Betawi itu keturunan budak yang didatangkan Kompeni untuk mengisi intramuros alias kota benteng Batavia”

    • maaf sebelumnya pak amamali..
      menurut saya bapak tidak salah membenarkan bahwa betawi ini keturunan dari budak2 belanda..
      tapi saya melihat ini jadi suatu hal yang fenomenal karena memang di tanah betawi ini ada sederatan wilayah di mana budak2 belanda di tempatkan seperti kampung bali (dahulu kampung budak2 belanda dari bali)
      kampung jawa (dahulu kampung budak2 belanda dari jawa tengah dan timur)
      tapi seperti yang di ulas bang Ridwan, bahwa kelompok ini bukan termasuk kelompok betawi kalo kita bicara seputar suku bangsa, tapi secara sosiologi mereka termasuk masyarakat non-betawi yang tinggal di kawasan betawi.
      mari kita beranalogy

      apakah gorila bisa di bilang monyet??
      apakah monyet bisa di bilang gorila??
      bagi saya monye sah2x saja jika di bilang gorila kalo kita kita lihat dari sisi kesamaan yang terdapat pada monyet dan gorila..
      karene gak ade orang nyang nyela bilang gorila lu!!
      nyang ade monyet lu…!!(hanya bercanda)
      sekian wassalam
      tapi bukan dari negeri seberang seperti yang di katakan oleh lance castles yakni orang betawi berasal dari budak belanda yang di bawa dari cina,arab

  3. aye salut,sebagai orang betawi jnga di bilang gak maju,kite harus maju terus dan berkembang

    • bner bnget tuh bang!!!

  4. ane setuju ama bang ridwan. nenek moyang orang betawi itu bukannya budak yang baru-baru muncul pada pertengahan abad 19.
    kalo gitu, orang-orang yang udah ada dan menetap di sunda kelapa sampe condet jauh sebelum budak-budak di datengin orang apaan??
    Terlalu terbukanya masyarakat betawi akan alkulturasi kebudayaan yang menyebabkan orang pade bingung akan asal usul orang betawi. Padahal hal yang sama juga berlangsung di semua daerah. tetapi mereka lebih tertutup untuk kebudayaan lain.
    Ane aje orang betawi. nyak babe asli betawi. kakek dari nyak ane campuran bali sama bugis. bahkan kata ortu kalo ditelusurin kakeknya buyut ane itu orang Siam (thailand)
    Nenek buyut dari ibu ane itu orang banten. Tetapi menurut cerita mereka bukan budak, tetapi rata-rata pedagang sama ulama! Jadi teori orang betawi berasal dari budak yang didatangkan kesini ngak benar. Karena jauh sebelum itu sudah terjadi alkulturasi d masyarakat betawi. Silsilah keluarga ane bisa ngebuktiin!

  5. bagus bgd, saya jd tau sejarah orang betawi,,,

  6. eh adrian klo coment yg bener donk, irit bgd!!!!

  7. sok tau lw, faisal, (yg atas)
    bwat yg bikin tmbhin donk informasiny, tau gag asal-usul betawi benteng

  8. Ada yg bisa jawab pertanyaan saya?

    Kenapa di tengah2 Propinsi Jawa Barat & Banten yang berbahasa Sunda ada sekelompok kecil orang yang berbahasa Melayu? Siapakah mereka? kenapa mereka tidak berbahasa Sunda atau Sunda kasar (banten). Kenapa nama suku mereka tak penah tercatat sebelum kota batavia didirikan?

    Tolong Jawab pertanyaan saya!

    • jawabannya karena betawi ini kalo di lihat dari segi budaya adalah akulturasi dari beberapa kebudayaan..
      dan kalo dilihat dari sisi demografi kenapa bahasa betawi ini bukan berbahasa sunda atau sunda kasar(banten), kita kembalikan lagi dari keberadaan kota betawi yang dahulunya adalah pelabuhan terkenal yakni sunda kelapa..sehingga menghasilkan asimilasi antara suku bangsa yang berbeda.
      kalo menurut saya..
      bang ridwan tidak salah mengulas masalah betawi dari awal mula sebelum di namakan betawi.
      bang Ridwan ini mengambil dari sudut pandang yang perspektiv terhadap sejarah indonesia wabil khusus jawa yang berawal dari kerajaan mataram(prabu siliwangi).
      untuk mengenal sejarah betawi menurut saya harus banyak mengulas seputar tanah jawa.
      terima kasih

      • berdasarkan beberapa sumber, kata Betawi berasal dari Batavia. Maka, kita dapat mengatakan, bahwa masyarakat Betawi adalah orang-orang yang bertempat tinggal di wilayah Batavia. Orang-orang yang hidup di daerah Batavia kala itu, yang pasti, bukan hanya orang yang kita katakan sekarang bersuku bangsa Betawi saja. Sebagai kota dagang, kita meyakini, bahwa Batavia pasti multi etnis. Tks

  9. Assalamualaikum….
    Salam kenal ma abang2 neh yang udeh pade komentar tentang asal-usul orang betawie. Ane jg Asli BETAWI. Orang Tua ane khusunya babe ane asalnya dari kebayoran baru. sekarang gini aja bang, walaupun kite ini asalnya dari mane aja klo memang itu asli orang BETAWI kita coba bersatu, karena dengan bersatu maka kebudayaan BETAWI itu akan tetap eksis dan klo memang anak2 mude nya pade mao peduli same kebudayaan leluhur orang betawi dan mao melestarikannya ane mendukung banget program ntu. Sekarang neh kan banyak perkumpulan BETAWI, ada FBR, FORKABI, PMB,FSMJ dll itu kan sudah merupakan kepedulian anak2 BETAWI untuk melestarikan Budaya BETAWI. Klo ane punya saran walaupun kite beda buat perkumpulan seperti yang telah sne sebutkan diatas tapi kite harus saling menghormati satu same lainnya, dengan begitu BETAWI akan maju terus untuk berkembang. SALAM DARI ANE ANAK BETAWIE

  10. Bagi org betawi yg pnasaran asal usulny krna g da bukti kyk prasasti/tulisan dibatu,mending tanya ma yg msih hdup,kakek nenek u misal,mrka asliny org mana?,trus lhat hasil sensus thun 1945 da brapa ratus distu etnis betawiny,knpa cman trcatat sgtu,percampuran budaya bukan cuman karena org yg diinfiltrasi membolehkan,tpi bisa jg yg meninfiltrasi trlalu kuat sehingga masyarakat tdak kuasa untuk menolak,sekali2 org betawi jadi gubernur dong masak org lain trus,
    qt shrusny merenung knapa org2 betawi jaman dulu tidak meninggalkan bukti2 keexissan mreka pd waktu i2,nulis dibatu sebrapa bratny,bkin ukiran didinding goa emang susah,qt tau malas itu bukan sifat salah satu etnis tpi sifat perorangan,

    “bangsa yg bijak adalah bangsa yg bisa mengenang sejarah bangsany dan menjadikan patokan untuk membangun bangsa itu sendiri”

  11. @amamaali
    —————

    Comment sampeyan spt mahasiswa2 sebuah PTN dalam sebuah diskusi di sebuah kampus PTN yg mengatakan hal tsb. Atau spt para orientalis yg memotong ayat Qur’an seenak perut sendiri tanpa melihat keseluruhan isinya, yg tidak menelaah lagi apa, siapa dan bgmana kehidupan org Betawi sebenarnya.

    Padahal mahasiswa2 itu mengambil referensi dari sebuah penelitian yg sayangnya penelitian itu HANYA bersumber dari catatan2 para penjajah, bukan bersumber dari orang2 Betawi itu sendiri seperti tokoh Betawi H. Ridwan Saidi dan tokoh2 Betawi lainnya.

    Dan apa yg sampeyan katakan itu telah dibantah oleh H. Ridwan Saidi dan banyak tokoh betawi lainnya dalam diskusi tersebut.

    Jadi, comment sampeyan, sdr. amamaali (tukang bakmi gontor) di blog ini, bahwa org2 betawi itu keturunan budak sangatlah picik dan mengada-ada dan tidak beralasan, karena selain telah dibantah oleh orang2 Betawi sendiri, orang2 Betawi telah dikenal dari dahulu sebagai masyarakat yg turun-temurun mempunyai tanah-tanah yg luas di berbagai tempat di Jakarta. Mereka terbiasa mendapatkan penghasilan dari kebun2 mereka, atau hasil dari berdagang.

    Dengan kata lain, dari zaman dahulu mereka menghidupi diri dari tangan mereka sendiri, bukan menghambakan diri kepada orang lain.

    Saya sudah hampir 30 tahun berada di lingkungan orang2 Betawi asli (Mampang Prapatan). Belum lama ini ada seorang tokoh Betawi yg sangat dihormati di daerah tempat tinggal saya yg baru pulang ke Rahmatullah. Usianya diperkirakan 100-an tahun lebih. Dari beliaulah saya banyak mengetahui ttg kondisi zaman dahulu daerah yg saya tinggali sekarang ini, dan juga daerah2 lain di Jakarta.

    Terakhir utk sdr. amamaali (tukang bakmi gontor), jika ingin mengutarakan sesuatu yg berbau sejarah, luaskan dahulu pikiran anda, jangan picik, sehingga tidak menimbulkan salah penafsiran.

    • Knape ye, orang-orang “Tua” betawi kalo ngomong pada sok “kepinteran”. Ini kan forum diskusi, gak usah ngotot kaleee….

      Ane cicitnye Kong Aji Mugheni, milyuner tanah Betawi. Nyak aye bilang, babe pernah cerite, emang dari dulu orang betawi yang tua’an kagak ada atupun yang ngargain pendapat anak mude….

      Nyak aye juga bilang, emang kebanyakan orang betawi jaman dulu pada jadi “bujang”. Soalnye orang yang kaya bisa diitung jari. Kalo Ente, bener orang betawi pasti ente tau kan artinya Bujang!?

      SO WHAT!?

      Jadi kasilah “kehormatan” dikit buat anak muda nyalurin aspirasinye. Kalo kagak ada forum begini, anak muda Betawi masih pada ngadu cupang ame ngadu ayam, atawe cuman bengong di rumah sambil ngupi ame ruti seharian jagain kontrakan yang bererot….

      Wassalam,

      • sebelonnye gue emang hormat banget ame engkong lo guru mugeni, lo jg ngatain guru gue sok kepinteran, beliau memang org yg sangat pinter, sampe snock horgronye gak mampu masuk tanah betawi karena perjuangan ulama2 betawi salah satunye guru mugeni ini.

        kalo lo kate orang tua betawi gak ngehargain anake mude, dimanenye … kalo emang omongan lo bener ape dampaknye ame anak mude betawi sekarang??? buktinye sekarang anak betawi udah banyak yg maju, makenye jgn kaye kodok dlm batok, mentang2 lo turunan kaya kerjaannye nongkrongin kontrakkan doang. gaul cing di hampir semua instansi pemerintah skrg udah di duduki ame orang kite.

        masalah anak mude yg maen cupang dll. itu emang penyakit.
        itu bukan di betawi aje, diseluruh Indonesia yg pernah aye kunjungin, yg namenye anak muda kalo dikampung ye gitu, nongkrong, mabok sambil maen gitar godain cewe… jadi jg lo nilai itu semua pekerjaan org betawi, kalo punye duit jalan2 keliling INdonesia lo saksiin sendiri,

        betawi sebandel2nye masing ade remnye, tapi kalo lo liat didaerah laen anak muda bakar2an kampung, mabok mati bareng2, bunuh2an, kite lewat gak permisi bisa bonyok, coba dibetawi aman, karena orang betawi sangat menghargai nasehat orang yg tua2 dan dengerin omongan mereka, jadinye sopan.

  12. setiap daerah pasti punya cerita sendiri.saya orang sunda.saya telah mempelajari sejarah saya.ternyata sunda itu berasal dari daerah kalimantan sana yang pindah ke daerah jawa kemudian pindah ke galuh.nama sunda dan galuh berbeda kalau lihat sejarahnya.masing-masing punya ciri khas masing2.begitu juga dengan betawi.bisa jadi berasal dari daerah lain.

  13. sangat bagus dengan diadakanya situs ini jadi warga betawi umumnya tidak ketinggalan jaman!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  14. d3engan diadakanye situs ni ane jadi sering buke jang name nye situs sejarah betawi. ane jadi banyak tau tentang betawi!!!!!

    sekali lagi bagus deh ntuk situs sejarah betawi ni nih!!!!!

  15. hrshrhsfhfsh

  16. biar kate orang mo ngomong ape tentang betawi,tetep aje gue anteng…! karne tiap suku n budaye punye bawaannye masing2.ye gak coi…? I LUV BETAWI…!

  17. Siapa bilang org betawa turunan budak?
    Salah itu………yg pasti turunan dari Adam dan Hawa.
    ada2 aja, masa bang Jampang turunan budak?
    yg bilang itu pasti turunan Badak kali ye?

  18. Betawi itu kalo gak salah nama suku orang Belanda yaitu Batavia.

  19. kalo saya punya pendapat ,sudah waktuya orang betawi bangkit menjadi pemimpin mau camat mauwalikota sampai gubernur .kalau pemimpinya diatas udah orang kita insyaallah aspirasi betawi sedikit banyakterpenuhi .kalo kita bicara keturunan betawi sebenarnya kita keturunan bagus karena disini banyak ulama ulama hebat yg memang engga mau ngetop.cerita ini juga dari nenek ke emanya nenek lagi.

  20. Sangat Menarik,Namun baru hanya praduga semata,namun saya lebih meyakini bahwa orang betawi merupakn campuran kultur Arab dan cina,karna dari pakaian adatnya saja untuk pria seperti bangsa arab dan kaum wanitanya berpakain cina,bisa jadi karna pada saat itu bangsa cina dan arab banyak berdagang diSelat sunda Tanah jawa

  21. cerita ini bagi saya cukup untuk menambah referensi bagi diri saya pribadi,tapi masih ada beberapa sejarah yang kurang di lengkapi..
    bagi saya masyarakat asli betawi itu berasal dari berbagai ras..yakni ras malanesia – mongoloid – arabia – Aria(keturunan portugis yang berada di klenteng)..
    karna kalo kita telaah seputar kebudayaan..
    kebudayaan betawi ini adalah akulturasi antara melayu(bahasa betawi seperti..ape,kite,iye) itu berawal dari melayu
    ,arab(silat sinding – sambra -zapin bahasa betawi ane,ente)

    ,cina(silat rahmat -gambang kromong,ketimpring bahasa betawi lu,gw,cepe,gope),

    belanda(belanda hanya meniggalkan konstruksi bangunan gaya khas betawi)

    &portugis(kroncong tugu)

    ..itu baru konteks budaya..
    di lihat dari sejarah pun masyarakat betawi masih tidak bisa dilepas dari 4 ras tersebut..

    seperti misal..
    saudagar bagdag dari betawi(buku karangan Alwi Shahab) adalah seorang keturunan arab yang bernama Abdullah bin Alwi Alathas..
    Rahmat yang memiliki Aliran Silat Rahmat yang masih ada keturunan cina siam(saya dapatkan kisah dari cicit langsung keturunan beliu)
    dan masih banyak lagi sejarah yang harus kita ulas..

    kalo bagi saya pribadi pernyataan bang Ridwan saidi di lihat dari sudut pandang yang perspektiv
    tapi saya setuju dengan pandangan mas Ridwan bahwa betawi itu adalah BUKAN BUDAK dari belanda,karena kalo di bilang budak saya pribadi sangat tidak setuju..
    karna saya pribadi KETURUNAN BETAWI..

  22. saya keturunan campuran dan gak ambil pusing tentang siapa saya atau keturunan saya…..

    Satu hal yang sering saya liat di dalam diskus ini adalah kecenderungan untuk melakukan kontra dengan data mati. artinya data yang diyakini benar padahal data itu sebenernya selalu bergerak.

    lebih lengkap kalo diskus ini jg bahas data hidup, seperti budaya betawi daripada sekedar nampilin bukti2 yg seakan jadi pusat kebenaran….

    sebenarnya sindiran sdri. Vanessa Shafrida Permatasari, turunan milyuner betawi dengan nama orang asing, kepada bangkot-bangkot betawi bisa jadi salah satu tolak ukur bagaimana budaya betawi bertahan… yakni terus terang saja saya katakan “penuh dengan pengakuan”…

    Saya melihat sering kali orang betawi sangat-sangat-sangat mengharapkan dirinya diakui oleh orang laen… saya menyebutnya sebagai identitas “jawara”, yakni seseorang yang selalu ingin dilihat tinggi dari orang lain. itu makanya si vanesa bilang orang tua betawi gak menghargai kaum muda… sebenernya orang muda betawi juga gak menghargai orang tuanya…

    setiap orang betawi selalu ingin berada di atas.. saya tidak tahu apakah ini warisan budaya “mandor budak” dari kompeni atau apa…. tetapi istilahnya seperti ini…. dalam bisnis…. serugi-ruginya orang betawi dia masih merasa untung j kalo orang laen lebih rugi…. dengan kata lain… kerugian orang lain adalah keuntungan pada level terendah bagi orang betawi…

    hal inilah mengapa perdebatan tentang asal muasal betawi menjadi kerap panas dan saling menjatuhkan… bukan saling komplementer…

    huf… laper nih…
    makan dulu ah….

  23. Biarpun aku bukan Betawi (cuma punya saudara di Jakarta), kuambil jalan tengah saja.
    Aku percaya saja masyarakat Betawi memang sudah ada sejak sebelum Belanda datang. Toh nyatanya emang banyak yang bilang kalau orang Betawi ada akibat percampuran antarpendatang yang tiba di Sunda Kelapa/Jayakarta. Tapi kalo nama “Betawi” memang baru ada di zaman Belanda. Kata “Betawi” kan memang berasal dari Batavia, nama lama Jakarta.

  24. hihihihi…. beberapa bulan yg aku berkunjung ke daerah mampang, aku nemuin hal yg unik, disitu aku nemuin beberapa orng dr berbagai macam suku seperti ambon, batak, padang, jawa, yg ketika aku tanya orangtua mereka telah sangat lama tinggal di daerah mampang dan telah mengalami pembauran dng masyarakat sekitar yg notabene mayoritas adalah ornag2 betawi. Yg menjadi unik dan lucu adalah bahwa, baik yg keturunan ambon, batak, padang, maupun jawa, dialek mereka sudah sangat betawi, tak ada logat dari asal mereka sebenarnya, bahkan sangat betawi… ^_^ What a nice condition…

    • ane orang mampang,pas ente dteng mampang mne nyee..??

  25. @Vanessa Shafrida Permatasari:
    ————————————–
    Janganlah ngaku2 keturunan ini, keturunan itu, cicit si ini, cicit si itu… di dunia maya siapa yg percaya…? Ane juga bisa ngaku2 cicit si Pitung, tapi buat apa..? Saya harap kamu (Vanessa) gak NYATUT nama seorang ulama besar asli betawi itu. Karena beliau adalah org yg sangat dihormati….

    @anachronistic:
    ——————-
    Jika ingin menganalisa sesuatu, haruslah secara objektif dan secara keseluruhan… jangan kata si ini, jangan kata si itu… Selain harus menelaah dari referensi2 tertulis yg bisa dipercaya, juga harus ditelaah dari sumber aslinya, yaitu orang2 betawi sendiri. Tinggallah dari satu lingkungan yg mayoritas masih banyak org betawinya, ke daerah lain yg serupa. Sehingga kita dapat menyimpulkan atau mengambil pelajaran dari apa yg kita amati secara keseluruhan.

    Dan perlu diketahui, sama seperti sifat manusia dari suku lainnya di indonesia, bahwa ada yg minus dan ada juga yg plus…

    Pertanyaan saya, apa anda sudah mengamati setiap orang Betawi yg ada di seluruh Jakarta?

    Saya sering menemukan di kantor2, atau di instansi, atau bahkan disitus2 di internet, orang-orang betawi yg berfikiran maju. Bahkan sering pula mereka TIDAK menunjukkan identitasnya sebagai ornag betawi. Sehingga yg pada awalnya saya mengira mereka bukan orang betawi, justru sebaliknya… Dan saya mengetahuinya setelah berkenalan dan tentu saja setelah menjadi akrab dengan mereka.

    Dan yg menarik, saya juga menemukan satu keluarga betawi di satu daerah di Jakarta, yg keseluruhan anak2nya berhasil dalam pendidikan dan karier… Padahal org tua mereka termasuk org tua yg “konvensional”, tetapi masalah pendidikan buat anak2nya, orangtua mereka sangat berfikiran maju. Saya perhatikan di keluarga ini, mereka memang mempunyai tanah yg masih bisa disebut lebar utk ukuran di Jakarta, tapi mereka tidak mengkomersilkannya untuk membuat kontrakan, misalnya. Mereka hidup dari hasil berdagang. Dan yg saya juga salut, mereka tidak menonjolkan kebetawian mereka, sangat welcome dengan orang2 baru, dan sangat dihormati dilungkungannya…..

    So, zaman sudah berubah, people changes too… tidak seluruhnya benar apa yg dikatakan oleh anda berdua, Vanessa (org betawi?) dan anachronistic (ente keturunan apa?), jika kalian berdua tidak berfikiran sempit dan picik dalam memandang suatu masalah…

    Saran saya…. banyak bergaul yach… ^_^, banyak jalan2 ke daerah lain… biar tidak disebut berfikiran sempit ^_^ :D

    Buat admin, thanks a lot…

    Piss…..

  26. Alhamdulillah…ada tarikh yang sangat bagus pada perkembangan kultur orang betawi. Perlu sedikit digaris bawahi… Masyarakat betawi harus bisa mempertahankan “proud” sebagai masyarakat yang lahir di Jakarta. Mempuyai daya saing tinggi, bukan berarti harus selalu angkat otot dengan mengatas namakan “betawi”, akan tetapi harus bisa survive di era sekarang. Bukan waktunya beradu golok, tapi waktunya beradu karya… Jangan terlena dengan sejarah…jika harus, berbuat lebih baik dari sejarah… Terima kasih..

  27. @ vanesha

    sebelonnye gue emang hormat banget ame engkong lo guru mugeni, lo jg ngatain guru gue sok kepinteran, beliau memang org yg sangat pinter, sampe snock horgronye gak mampu masuk tanah betawi karena perjuangan ulama2 betawi salah satunye guru mugeni ini.

    kalo lo kate orang tua betawi gak ngehargain anake mude, dimanenye … kalo emang omongan lo bener ape dampaknye ame anak mude betawi sekarang??? buktinye sekarang anak betawi udah banyak yg maju, makenye jgn kaye kodok dlm batok, mentang2 lo turunan kaya kerjaannye nongkrongin kontrakkan doang. gaul cing di hampir semua instansi pemerintah skrg udah di duduki ame orang kite.

    masalah anak mude yg maen cupang dll. itu emang penyakit.
    itu bukan di betawi aje, diseluruh Indonesia yg pernah aye kunjungin, yg namenye anak muda kalo dikampung ye gitu, nongkrong, mabok sambil maen gitar godain cewe… jadi jg lo nilai itu semua pekerjaan org betawi, kalo punye duit jalan2 keliling INdonesia lo saksiin sendiri,

    betawi sebandel2nye masing ade remnye, tapi kalo lo liat didaerah laen anak muda bakar2an kampung, mabok mati bareng2, bunuh2an, kite lewat gak permisi bisa bonyok, coba dibetawi aman, karena orang betawi sangat menghargai nasehat orang yg tua2 dan dengerin omongan mereka, jadinye sopan.

    • wah duaratus taon gak online di blog, baru baca nih tulisan….

      Eh, abang Rojali, knape sewot?

      Ane emang kturunan darah biru… Ya, tu rejeki dari Allah buat anak, cucu, cicitnye H. Mugeni.

      Oie, Bang, yang abang bilang “…kalo punye duit jalan2 keliling INdonesia lo saksiin sendiri,…” itu sih kerjaan aye dari dulu bang.
      Indonesia mah udah aye klilingin mulai aye masih orok.
      Apalagi kliling dunia…. Babe aye dulu, ziarah ke makam Rasulullah waktu ane masih 2 bulan ngejogrog di dalem perut nyak, skalian naek haji yang kbrapa tau… abang-abang aye banyak yang nyantren di Jawa Timur ame jawa tengah, aye dah kiterin tuh smua daerah.
      Ya, emang bener, klo anak muda di pdaleman sono kelakuannya kayak yang abang bilang…

      Ada tapinya bang…
      Abang inget gak, klo kita bisa bebas ngomong apa aja di dunia maya, gara-gara Kong Habibi? Dibanding Cang Ato’, tu jauh lebih muda. Abang inget gak klo Indonesia merdeka itu karena abis di culik anak muda Indonesia? Lebih jauh lagi nih bang, sumpah pemuda juga ada gara-gara anak muda yang belom kenal nama Indonesia (dulunye cuma Nusantare)?

      Jadi intinya bang, kalo inspirasi anak muda cuma dipandang sebelah mata, bahkan sama “bahkan sama anak muda sendiri”, gak mungkin ada pemikiran baru, klo boleh ngutip kalimatnye Soekarno, pemikiran yang “Revolusioner”, Bang Jali….

      Klu abang mo pengen belain yang tua, baca dulu referensi yang banyak. Asal tau bang, skripsi aye satu-satunya di Surabaya yang nulis tentang Lenong Betawi. Aye dapet banyak dukungan dari para pembela betawi yang “riil” dari sisi budaye, misalnye guru nari Betawi Aye, Bang Entong, di padepokan DKI taman mini, anaknya H, Malih, pemain lenong. yah masih banyak lagi dah….

      Aye juga nganggep Cang Said Rasyidi itu guru aye bang. Aye salah satu penggemar sulisannye. Dia itu pahlawan buat aye, karena udah mengkontribusikan tulisannya untuk menerangkan “GELAPNYA” sejah orang betawi.

      Ada tapinya Bang, udah pernah baca pembelaan Cang Said di salah satu bukunya (aye lupa judulnye) kalo gak salah judulnya “Orang Betawi Bukan Keturunan Budak”. Maksudnye sih bagus banget, tapi maap (khususnya buat penulis), itu satu-satunya tulisan Ncang yang ane agak kurang demen. Kalimatnya kdengeran terlalu emosional. Ane lebih suka cara Ncang nulis mengenai asal-usul, nama, dan kturunan orang Betawi.

      Yah, intinya cuman gini aja Bang. Boleh “comment” apa aja (sesuai UU No. 40/1999), tapi jangan pake emosi Bang. Tunjukin same orang-orang se Indonesia. Klu anak Muda Betawi dah gak kaya yang Abang bilang, dengan cara yang sopan. Soalnye Si Doel Tukang Insinyur dah gak cuma satu orang, Bang. 60% kturunan H.Mugeni, dah punya tittle Sarjana dan beberapa diantaranya dah Magister, Bang. Dan

      Jadi, teruslah berpendapat anak muda betawi…..

      Wassalam

  28. Mo ngomongin keturunan batasnya ampe Mane…?

    Kalo ada Pernyataan Bangsa Indonesia
    atau Bangsa Amerika bukan keturunan Asli,
    ya bisa aja jadi bener itu kalo gak make Batas.

    Saya juga bisa bilang Suku Asli Bangsa Indonesia adalah Suku Betawi dan yang lain adalah Pendatang.

    Mending kalo mo ngomong tanpa Batas ya
    Abisin ampe Ada-Hawa-Allah..selesai…….

    Lance Castles atau Mandra itu sebenarnya
    sama2 gak tau apa2 tentang Betawi cuma
    beda di Sertifikasi dan Ijazah…

    Aduh…Sakit Perut…Kebelakang dolo ah…..

  29. ahhh..lu baru tinggal dijakarta ajE, baru maju dikit ajE dah nyela2. lu jadi maju karna tinggal dimanE, ga usah sombong laaah. masih untung lu diterima disini, ga diusilin.

  30. Vanessa??? betawi namanya vanessa?? hahahaha…bo’ong banget. ngaku2 cicit guru mughni lagi. turunan guru mughni ga ada tuh yg sombong kaya lu, lu mungkin dulu BUDAK BelandE kalI yE, yg disuruh membelot, biar dpt makanan.

    • Iya kali Bang, Ji’i…..

      Sayangnye Bang, aye gak level ama yang miskin-miskin bang.

      Klu cuma ngarepmakanan, dateng dah k kramat jati, biar ane kasih makan semua keluarga abang…

  31. Bang Ji’i : Vanessa itu dulu Bini Ane, udah Ambek
    nye Gede, Berek, kulitnye Item kadang ngaku ma
    Orang2 Dia dari Manado, Waktu Ane suruh gantiin jagain Koran eeehhh..Minta Cere, ya Udah Ane Cerein………….

    Vanessa Nama Aslinya itu Patimah Emang Die itu Anak dari H.Mugeni Tukang Susu(Almarhum) itupun die malu ngakuin klo Bapaknye Tukang Susu, apa lagi setelah Warisannya Abis dan Tinggal di Rumah Kontrakkan Atu-atunye….

    Ampe Sekarang Dia tetep malu ngakuin kalo Dia Orang Betawi, Dimana2 Tetep make Nama Vanessa dan Lucunya pernah maksain Makan Cakalang Pedes Manado supaya eksis spt Orang Manado….Perutnya melilit sekarat dan Orang2 Rame ngerubutin..Pas Takut Mati Dia baru ngaku Kalo dia keturunan Mugeni kang Susu Asli Betawi, Sekarang Udah Sehat lagi Dia Bilang Dulu dibisikin Setan Supaya Ngaku Betawi….

    hahahaa….Patime..Patime….

    • Ye…. Ini lagi ada orang miskin yang sewot.

      Mana mungkin aye mau ama tukang koran. Tukang koran aje ane angkat jadi pegawai matrial ane, biar keluarganya agak makmur dikit….

      hahahah…. Orang-orang miskin yang tak bermoral, suka berbicara porno di dunia maya…..

  32. Ref:
    http://ms.wikipedia.org/wiki/Suku_Betawi

  33. @Vanessa:
    Beberapa hari yg lalu seorang kawan saya dari daerah Buncit – Jakarta Selatan yg berdekatan dengan daerah Almaghfurlah Guru Mughni, datang mengunjungi saya. Kebetulan kawan saya tersebut mempunyai seorang teman kuliahnya yg kebetulan juga adalah cicit asli dari Guru Mughni.

    Lalu saya tugaskan kawan saya tsb untuk menanyakan temannya yg cicit dari Guru Mughni itu, apakah Guru mughni mempunyai cicit yg bernama anessa Shafrida Permatasari?

    Jawabannya seperti dugaan saya di postingan saya di atas; bahwa sdri Vanessa hanyalah mengaku-ngaku sbg cucu dari ulama besar Betawi Guru Mughni. Cicit Guru Mughni tsb berkata bahwa dalam silsilah keluarganya TIDAK ADA orang yg bernama Vanessa….

    So, Vanessa… are you a lier / pembohong…? What’s your answer? Maukah saya pertemukan cicit asli dari Guru Mughni itu dng Anda?

    Pointnya memang bukan ttg sdri vanessa, but saya katakan siapaun anda, dalam menulis sesuatu, terutama tentang sejarah, jangan mengambil dari satu sisi, dan jangan hanya berdasarkan kata si ini atau kata si itu. Karena itu bisa menyesatkan. Semua aspek faktual dari berbagai sumber yg kompeten harus dimasukkan ke dalamnya….. Dan ini berlaku bukan hanya ttg suku Betawi, tapi juga untuk seluruh suku lain di Indonesia…

    • Eh, bang pitung jagoan betawi ye…..

      Dateng aje ke kramat Jati Bang, qta klarifikasi

  34. “Soal letak Salakanagara, Ridwan menunjuk kepada daerah Condet. Alasannya karena di Condet salak tumbuh subur dan banyak sekali nama-nama tempat yang bermakna sejarah, seperti Bale Kambang dan Batu Ampar. Bale Kambang adalah pasangrahan raja dan Batu Ampar adalah batu besar tempat sesaji diletakkan.”

    Namun banyak situs lain menyebutkan, bahwa Salakanagara terletak di Pandeglang. Simak petikannya berikut dari

    http://id.wikipedia.org/wiki/Salakanagara

    “KETURUNAN INDIA Pendiri Salakanagara, Dewawarman adalah duta keliling, pedagang sekaligus perantau dari Pallawa, Bharata (India) yang akhirnya menetap karena menikah dengan puteri penghulu setempat, sedangkan pendiri Tarumanagara adalah Maharesi Jayasingawarman, pengungsi dari wilayah Calankayana, Bharata karena daerahnya dikuasai oleh kerajaan lain. Sementara Kutai didirikan oleh pengungsi dari Magada, Bharata setelah daerahnya juga dikuasai oleh kerajaan lain.

    Tokoh awal yang berkuasa di sini adalah Aki Tirem. Konon, kota inilah yang disebut Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150, terletak di daerah Teluk Lada Pandeglang.”

    Ada pencerahan atau komentar?

  35. Klo menurut saya, saya meyakini betawi merupakan satu suku yang sudah ada sebelum kota batavia dibangun belanda. Memang suku betawi ini mempunyai tingkat penerimaan yang sangat tinggi terhadap masyarakat lain. Sehingga terjadi percampuran etnis.
    Tetapi apapun sejarah betawi, saya sangat menyukai kearifan lokal yang masih ada di betawi. Masyarakat betawi haruslah menjadi masyarakat yang maju dengan kearifan lokalnya. Bukankah inilah kekayaan budaya bangsa kita?

  36. km tau alat tangkap kelong betawi gag???
    hasil tangkapannya pa ja????
    sukron

    • wadu, kami gak tau. gimana ya maksudnya? terima kasih

  37. sy lebih percaya pada teori yg secara factual ga tersanggah..seperti pernah ditulis oleh bang Ridwan Saidi dlm suatu artikelnya, bahwa Orang Betawi atau Batavian (sy ga tau ini istilah inggris atau belanda) terdiri dari banyak bangsa pendatang (migrasi) dengan bahasa Melayu (lingua franka pada saat itu)menjadi bahasa komunikasi…karena Batavia merupakan kota pelabuhan yg menjadi tempat bertemunya para pedagang (saudagar). Orang Makasar (Bugis) yg terkenal sebagai pelaut2 ulung, Orang China dan Arab sebagai pedagang yg tangguh, dan bangsa2 lain berdatangan yg sudah barang tentu merupakan orang2 yg visioner pd saat itu. Jadi bukan bangsa budak (budaknya siapa?). Kalaupun ada perbudakan saat itu, mungkin hanya segelintir kelompok. Nah dari kelompok bangsa2 yg berdatangan ini mana mungkin akan mengklaim sebagai penduduk asli Batavia yg memiliki kebudayaan Batavia (Betawi). Kalaupun ada (yg mengklaim)tetap dipengaruhi oleh kultur dan budaya dari mana orang itu berasal. Maka dari kondisi seperti ini sulit sekali dirunut sejarah tentang asal usul Orang Betawi (orang yg berdatangan ke Batavia) yg mengikis kebudayaan dan kultur bangsa asli (kalau ada) yg belum sempat menulis atau membuat prasasti sejarah. Jadi dalam pemikiran saya, setiap orang boleh mengklaim sebagai Orang Betawi saat ini setelah sekian lama kakek-buyutnya datang ke Betawi. Tapi apa berhak mengatakan kalau kultur budayanya merupakan asli kultur budaya Betawi..?. Seperti Mandra bilang au’ ah gelap….dan sy setuju dg ‘tukang koran’ kalo ngomongin keturunan batesnye ampe mane..?

  38. setuju dg baratagema n ibrahim, lihat juga dari kebudayaan, bangunan yg ada di betawi, ada akulturasi dr cina-arab-belanda kalau dari ciri2 fisik selain cina-arab-belanda kadang mirip2 bugis juga batak, dan saya bangga sekali dengan kebetawian saya…nama keluarga tetap betawi sekali, orang2 betawi banyak yg maju, selain itu betawi ramah n terbuka dg pendatang buktinya betawi skrg ini didiami oleh beragam suku-bangsa…

    • bner tuh.orang”pendatang hasil nye di bawa ke kampung.sampah nye di buang di jakarte?

  39. beribu maaf saya haturkan untuk yang punya blog ini,sungguh…saya tidak pernah menulis komen yang sangat menghina saudara-saudara yang berdarah betawi seperti diatas…mungkin saja ini terjadi ketika saya masih tinggal di flat di qatar dulu.. dulu saya emang sering meninggalkan laptop secara terbuka dengan passwordnya…semoga ini dapet menjadi pelajaran bagi saya …mohon maaf saya haturkan

  40. menurut ane nih kite sebagai orang betawi jangan percaye ame studinye lance castle. die nulis tanpa unsur yang kuat mengenai asal-usul orang betawi. begimane mungkin ntuh budak nyang di datengin sama jp.coen setelah ia membakar hangus kota jayakarta kawin mawin dengan penduduk pribumi. begimane ntuh budak bise nemuin pribumi.

    sekedar inget, betawi adalah budaya nyang lahir melalui proses kawin silang & asimilasi dengan berbagai etnis : arab,tionghoa,bugis,kal-bar,india,dll. sekitar abad 12, jakarta terkenal dengan pelabuhannye nyang bername sunda kalapa. dari pelabuhan itu datanglah para-para pedagang dari arab,china,india,dan juga dari luar jawa.
    dari para pendateng itu banyak juga nyang menetap di sunda kalapa dan kawin mawin dengan penduduk pribumi. Nah dari kawin mawin dan perbedaan etnis itulah timbul proses asimilasi yang berujung pade timbulnye suku betawi.
    jadi jangan mao dikate klo orang betawi ntu adalah anak “kmaren sore”, kite udah lahir lebih dari 8 abad yang lalu.
    paham nte semua!!!!!!!!
    nyo orang betawi kite rapetin barisan!!!!

  41. Orang betawi kagak perlu sejare,yang penting karang gimana caranya kite majuin negare
    Yang penting bagi kite gimane jadi warga negara yang maju gak banyak neko2 dan dapetin makan kagak nyerobot hak orang,dan yang penting lagi buat kite adalah persaudaraan.

  42. Aye anak betawi asli….tinggal dipasar minggu..rada ngulon dikit dari pasar…..ane besyukur dan bangga jadi anak betawi…meskipun sering digusurin….ampe kepinggiran…..nah sekarang aye udah tau dah sejarah kampung aye….makasih ya bang….khususnya buat Babe Ridwan Saidi. Wassalam

  43. anak jakarta belum tentu anak betawi…anak betawi udah pasti anak jakarta….!!!!
    MAJU TERUS MASYARAKAT BETAWI….!!! mari kita lestarikan budaya kita…!!!! eratkan persatuan….!!!!

  44. dfdsf

  45. salam kenal semua…ane anak betawi kebagusan ps minggu,hormat buat ente semua….nyok kita liat masa depan agar kehidupan dunia & Akhirat kita selamat,kl kita bicarain sejarah 8 abad yg lalu,gada abis2nye…mending kita catatkan diri kita sebagai sejarah di masa yg akan datang.perbanyak ilmu mannfaatkan buat orang banyak,perlu kita ingat sejarah tidak dapat menolong kita di Akhirat,….amal,ilmu,dan anak yg sholeh lah yg dapat menolong kita di akhirat kelak….

  46. Knapa orang betawi jarang sekali yang bisa jd pemimpin atau stidaknya jadi pejabat??????
    bahkan yang sekolah mpe tamat sarjana aja jarang sekali coz kbnyakan tamat smp & smu. Knapa???

    • lo jngan asal omong!abang gw s1 ane jga lg mau klarin s1…?
      bkan nya orang”pendatang yg dateng jakarta,kerja nye pd kga jelas..

      contoh..jadi copet,tukang sayur,

  47. saya setuju dengan saudara Dani bahwa sebelum Belanda datang, orang Betawi memang sudah ada di bagian Barat Pulau Jawa itu. Orang BEtawi sendiri merupakan ras Melayu, hal itu dikenal dari bahasanya. Bahasa Betawi sangat banyak dipengaruhi bunyi huruf “E” yang sangat jelas. Bunyi bahasa dengan bunyi huruf “E” jelas tersebut terdapat juga di Kalimantan Barat yakni Sambas dan sementara bahasa Melayu Sambas sangat mirip dengan bahasa Dayak Banyuke di Kalbar apakah mungkin bahasa Betawi merupakan sebaran bahasa Sambas yang dibawa oleh orang-orang Melayu Sambas ke tanah Sunda Kelapa yang setelah itu dikenal dengan Batavia karena setelahnya dikuasai Belanda.
    Hal itu terbukti dengan intonasi dan bunyi huruf “E” yang sangat jelas dalam setiap bahasanya dan dikuatkan oleh hasil penelitian pakar linguistik yakni James T Collins dalam penelitian varian bahasa yakni tentang akar bahas Melayu.
    Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa Kalimantan Barat merupakan varian bahasa Melayu yang sangat kompleks dan sangat memungkinkan bahasa Melayu yang ada sekarang berasal dari Kalbar.
    Merujuk hasil penelitian tersebut sangat memungkinkan bahasa Betawi berasal dari Bahasa Melayu Sambas yang berinduk dari bahasa Dayak Selako Banyuke di Kalbar.
    Hal itu sangat dimungkinkan karena jauh sebelum ada Belanda di bumi nusantara, bangsa China jauh lebih dulu menancapkan pengaruh dan orangnya di kawasan Kalimantan Barat terutama adanya permintaan Sultan Sambas ke Tiongkok untuk meminta tenaga kerja Tiongkok bekerja di wilayah pertambangan emas milik Sultan tersebut. Sejak itulah kontak perdagangan dan ekonomi antara Tiongkok dan Kalbar terjadi. Singapura merupakan wilayah transit bagi orang Tiongkok untuk menuju Kalbar.
    Perdagangan semakin maju dan memungkinkan bangsa Cina hijrah ke wilayah lain dengan membawa masyarakat asli sebagai pekerjanya (bukan budak) sebab mereka diupah.
    Perjalanan panjang menuju pulau yang belum diketahui itu akhirnya mendarat di Sunda Kelapa. Di tempat itulah Cina dan Melayu Sambas memulai aktivitasnya. Penggunaan bahasa Melayu bercampur dengan bahasa Cina sangatlah wajar karena hanya dua bahasa itulah yang saling berinteraksi maka akulturasi bahasa kedua cuku itu bercampur. Kemudian bahasa tersebut mempengaruhi lingua franca di Sunda Kelapa dimana orang-orang Sunda menjadi kalah dalam bertutur kata sebab mau tidak mau orang Sunda disitupun harus menggunakan bahasa Melayu dengan campuran bahasa Cina.
    Merasa sulit dalam berkomunikasi sebagian orang Sunda memilih menyingkir dari wilayah tersebut karena komunikasi sulit.
    Mengapa bahasa Melayu Betawi mampu empengaruhi karena setelah kedatangan pertama orang Cina dan Melayu Sambas disana maka kedatangan gelombang berikutnya terjadi sehingga terjadilah interaksi kedua pulau tersebut.
    Dalam bahasa Dayak kuno dikenal istilah perkataan “jawa” yang artinya “jauh”. termasuk Melayu Kalbar pun ada istilah “Jawa” tersebut yang bukan berarti merujuk kepada orang Jawa tetapi tanah Jawa.
    Dari situ terlihat bahwa sudah pernah terjadi interaksi kedua belah pulau sejak jaman kuno mengapa kata”Jawa” bisa ditemukan dalam situs doa-doa kuno orang Dayak. itu pertanda telah ada yang membawa kata “Jawa” ke tanah Kalimantan Barat.
    Dari situ bisa dilihat sangat memungkinkan adanya interaksi tersebut sejak jaman sebelum masehi.
    Selain Orang Betawi, Orang Sundapun besar kemungkinannya berasal dari Kalbar sebab bahasa yang dipakai oleh orang Sunda memiliki banyak kemiripan misalnya perkataan:
    Pahariayangan (bahasa Sunda)=kayangan, surga
    Pahiyangan (bahasa Dayak Selako)=surga, kayangan
    kemudian kata Cling (bahasa sunda)=bening jelas
    Calikng (bahasa Dayak Selako) =bening jelas.
    Lengit (Sunda)=hilang
    Langit (Dayak Selako)=hilang
    dan masih banyak lagi kesamaan kosa kata.
    Dan yg paling mirip adalah Budaya Sunda yang menghormati padi sebagai unsur tertinggi dan adanya upacara adat thanks giving kepada Tuhan. hal itu sama dengan Dayak yang mengucapkan thanks givng juga selesai panen padi.
    Kemudian dari segi kulit, orang Sunda lebih mendekati ras orang Sumatera dan Kalimantan dari pada Jawa Tengah dan Timur serta Madura.
    Untuk bahasa orang Betawi ada perkataan “Nyugu” yang artinya memberi sesajen atau makan atu persembahan. Kata itu sangat sama dengan bahasa Dayak Selako yakni “Panyugu”yang arinya “tempat persembahan”.
    saya sangat yakin kata “nyugu” hanya dimiliki oleh orang Betawi dan Dayak saja.
    Jadi benar atau tidak hal ini memang perlu pembuktian karena semua masih perlu kejelasan. Seandainya tidak benar, juga tidak apa-apa. Hanya saja jika melalui teori bahwa sebaran ras mongoliod dan bahasa Melayu Polinesia tersebut melalui kepulauan Formosa yakni utara Philipina ke bagian selatan menuju Kalimantan dan diteruskan ke Sumatera dan Jawa.
    Sementara menurut pendapat saya orang Sunda dan Betawi berasal dari Kalimantan sementara orang Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Bali dan Sumbawa adalah ras yang sama dan merekalah penduduk asli pulau Jawa.
    Orang Bali merupakan orang Jawa kuno yang tidak mau memeluk agama Islam dan setia menjaga budayanya. Namun sebagian teori mengatakan bahwa Orang Bali merupakan percampuran juga dari orang India dan ras Sumatera serta Kalimantan.
    Bisa saja hal ini terjadi sebab sebelum adanya kerajaan di Jawa, yang terlebih dahulu ada adalah Kutai di Kalimantan. Kutai memberi pengaruh kepada nusantara berabad-abad lamanya dan bisa saja mungkin Bali merupakan pengaruh Hindu India yang dibawa juga dari Kalimantan sehingga cara hidup, falsafah dan pandangannya berbeda dengan Jawa yang asli.
    Artinya orang Bali merupakan percampuran antara ras Jawa, Kalimantan, Sumatera dan India.
    sekian terima kasih, semoga bermanfaat.

  48. ada yang tahu tentang situs buni ?

  49. bahasa betawi banyak menggunakan bahasa melayu,seperti orang melayu pada umumnya. kenapa begitu bukankan menandakan bahwa suku betawi bukan dari suku jawa,sunda, ataupun yang laennya coba lihat kebanyakan orang tua kita dulu yang sudah mereka menggunakan bahasa bukan bahasa dari suku tertentu tetapi menggunakan bahasa melayu yang menandakan orang etawi memakai bahasanya sendiri.

  50. Assalamualaikum teman2 semua,

    Nama saya : Rahmat Hidayat (asal Dumai Riau, warganegara Malaysia) Bin Yusop (asal Medan) Bin Ahmad Bin Rasi@Rasyid(asal dari pasar senen)
    saya mohon bantuan teman2 utk mencari salasilah keturunan keluarga saya. Almarhum bapa saya bilang kakek nya dia ( Rasi@Rasyid) orang betawi dari pasar senen yg telah berhijrah ke medan.

    Jika ada info yg bagus mohon kirim ke email saya : myrhid@yahoo.com

    Syukron Jazilan

  51. Betawi tu saudaranya Melayu Sambas. Logat “e” kita tu didapat dari asimilasi bahasa dengan Dayak.
    Betawi bukan budak dari Palembang,budak Palembang datangnya tu jauh setelah komunitas Betawi ada di Jawa,dan komunitas Betawi sudah ada jauh sbelum kedatangan Belanda ke Sunda Kelapa.
    Sambas mempunyai budaya musik namanya tanjidor,itu adalah budaya yang dibawa perantau Sambas pulang dari tanah Betawi (tanjidor diilhami dari musik Belanda)
    beberapa hal yang menguatkan Sambas dan Betawi itu terkait adlah
    1. Logat. Ape,kite,dimane (berbeda dg Melayu Riau,Pontinak dan malingsia)

    2.Musik Tanjidor

    3.Penguasaan pencak silat

    4.Penamaan Anak (contoh nama-nama Melayu Sambas : Thamrin,Ridwan,Erwan,Husni,Yamin,Ibrahim dll)

    ayo saudar2ku… Jalan2 ke Sambas.
    Kalian akan merasa nyaman disana

    • wadul pengen banget guwe ke sambas ni

  52. saya rasa orang betawi itu orang sunda juga, alasannya, batavia itu sebelumnya namanya sundakelapa, dibawah kerajaan sunda, cuma karna kota sunda kelapa ini merupakan kota pelabuhan terbuka dari dulu, maka banyak pendatang2 yg menetap disini, lambat laun budaya, bahasa dan kebiasaan orang sunda di sunda kelapa pun berubah, bercampur sama budaya pendatang, dan jangan lupa padjajaran dulu pernah dikuasi sriwijaya, inilah yg mengakibatkan budaya melayu semakin kental di sunda kelapa, lalu datanglah belanda, dan mengganti nama sunda kelapa menjadi batavia, nah dari kata batavia inilah kata betawi muncul, banyak dari masyarakat betawi yg tidak mau dikatakan nenek moyangnya orang sunda, hanya dari kenyataan sejarah saja tak pernah ada kata betawi atau batavia sebelum belanda datang, namanya aja sunda kelapa, semua sungai di awali ci, nama sunda, sebenarnya saya bingung sama orang betawi, kenapa tidak mau dikatakan keturunan sunda, apa karna kerajaan sunda tidak ada yg sebesar majapahit atau sriwijaya? Saya kira itu sebuah kenaifan, memang tak ada kerajaan sunda yg agresif, karna memang budaya sunda bukan ekspansionis, cukup mensejahterakan rakyatnya saja, mau diakui atau pun tidak, orang sunda juga yg pertama kali mendirikan kerajaan di pulau jawa, dan bagaimana dunia bisa lebih tahu apa yg kita sebut sekarang pulau jawa, sumatra dan kalimantan itu adalah bagian dari kepulauan sunda besar, dan bali, nusa tenggara dan pulau2 kecil di sekitarnya disebut pulau sunda kecil, karna suharto yg terlalu “maaf” jawasentris, dulu masih dikenal istilah sunda besar dan sunda ketjil, sekarang malah orang yg keturunan sunda pun tak mau mengakui keturunan sunda…

  53. kalau keterkaitan sunda dgn kalimantan saya pun masih bingung, soalnya banyak kosakata yg sama, bukan hanya sama orang kalbar, tapi sama orang kutai kaltim juga banyak sekali kosakata yg hampir sama dgn arti yg sama…

  54. Saya rasa pendapat anda itu juga benar. Sunda kemungkinan juga berasal dari Kalimantan yang lebih dulu datang dan tinggal di tanah Jawa baru kemudian disusul Betawi. Dari segi bahasa antara bahasa Jawa dan bahasa Sunda cukup jauh jarak perbedaannya namun anehnya dengan Kalimantan justeru ada banyak kesamaan. Orang sunda sendiri juga memiliki bentuk wajah lebih ke-Melayu-an bercampur Cina. Berbeda dengan orang Jawa (maaf lihat Tukul Arwana), agak lebih mirip kulit Tukul dan bentuk wajah Tukul. Dan juga tidak smeua orang Jawa itu juga seperti Tukul, ada pula seperti orang Sunda. Itu akibat percampuran antara Sunda, Cina, Betawi dan Jawa makanya ada perubahan dari Tukul menuju Re-Re-Renaldi.
    Asal kata “Betawi” agaknya lebih berasal dari bahasa Sambas yakni “Tapi” atau “Batapi” yang artinya “menepi”. Atau akan lebih jelas berasal dari asal kata “Batapiatn” yang nartinya “menepi”.
    Perkataan Menepi tersebut bermakna “pantai” sehingga ada kemungkinan arti kata “Betawi” itu adalah”Pantai” berasal dari kata “batapiatn” atau “batapi”.
    Jadi “Orang Betawi” artinya adalah “Orang Pantai”.
    Jadi kemungkinan besar kisahnya seperti ini. Jadi Betawi merupakan sebutan bagi orang-orang yang berada di Pantai, mungkin saja maksudnya merujuk kepada orang-orang migran saat itu yang berasal dari Kalbar yang bekerja dengan orang Cina di Kapal-Kapal Cina.
    Perlu diketahui juga jauh sebelum negara Amerika Serikat terwujud, di Kalimantan Barat sudah ada yang namanya Republik yang bernama Republik Lanfang yaitu Republik yang didirikan kongsi Cina. Mereka telah melakukan kontak dagang ke seluruh nusantara melalui Singapura sebagai kota transit.
    Jadi sangat memungkinkan jika orang Betawi memang berasal dari Kalbar karena ikut membantu perdagangan Cina di Jawa.
    Adanya perkataan “Ci” pada kata desa seperi Ciberem, Ciputat, Cisadane dan sebagainya merupakan kosa kata yang diambil dari bahasa Cina yang berarti “kakak” atau “bibi”.
    Coba dengar musik seruling sunda sangat nikmat didengar sama seperti musik sape’ gitar Dayak itu, sangat alami. Sunda dan Betawi itu ibaratkan Dayak dengan Melayu di Kalbar.
    Oh ya perlu diketahui juga bahwa Melayu di Kalbar itu sesungguhnya adalah Dayak yang telah memeluk Islam sebagai agama dan keyakinannya. Terbukti bahasa Melayu Sambas tidak sama dengan Melayu Semenanjung dan Melayu-Melayu lainnya di Kalbar.

  55. Untuk Tarumajaya, apakah yang anda maksudkan adalah Buni (makhluk halus menyerupai manusia?) Jika itu maksud anda maka kisah Buni atau Bunian merupakan kisah dari tanah Dayak di kalimantan barat. Kisah Bunian terkenal di Kecamatan Balai Batang Tarang sebab dulunya orang-orang Bunian telah menjelma menjadi manusia seperti kita. Kisah ini merupakan kisah turun temurun di masyarakat Dayak Mali sebab merekalah keturuannya.
    Orang Bunian berada di puncak bukit Tiong Kandang. Mereka makhluk halus yang menyerupai manusia dan mereka juga punya kampung. Kisah mereka berubah menjadi manusia diakibatkan salah seorang dari mereka melanggar pantang yakni dilarang membawa anak anjing ke kampung Bunian. Jika mereka melihat anak anjing berada di kampung mereka maka seluruh kampung benar-benar berubah menjadi manusia dan tidak lagi sebagai Bunian. Begitu pak.
    Jadi Buni atau Bunyi atau Bunian adalah orang halus yang sampai sekarang masih menjadi saudara dekat orang Dayak. Kepada mereka juga orang Dayak meminta bantuan sehingga bisa menjadi satria perang yang tidak kelihatan serta pada kondisi perang orang lain dapat melihat beribu-ribu orang menyerangnya padahal hanya satu atau dua orang saja. Nah inilah Bunian yang membantu mereka.
    Makanya untuk tidak macam-macamlah dengan orang Dayak di Kalimantan sebab mereka punya keluarga yang tidak kelihatan yang dapat membantu perang mereka. Itu sebabnya dan alasannya mengapa menurut kisah para pengungsi Madura yang terlibat konflik melihat sangat banyak orang menyerang mereka, padahal hanya sepuluh atau lima belas orang saja namun yang dilihat sampai ratusan bahkan ribuan orang. Memang cukup misteri juga. Bagi yang percaya silahkan bagi yang tidak juga tidak apa-apa. salam

  56. likum. . .maksih bang uda ikut mikirin tentang kita,Sejarah,silsilah dan peradaban memang bagian penting yg kudu kita twu.biar kita akenal sp diri kita yg sbnrnya hngga akhirnya kt kembali ke sang khlik…Sebab bangsa yg beradab adalh bangsa yg kenal akan sejarah!
    Apalgi Betawi yang dikenal bengal tapi wibawa,memang patut kita telusuri histosrisnya.kl emnk kompeni yg menbentuk KULTUR kita tp knp kt hidup dgn basic islami yg kuat…ngaji,brngkt haji itu hrga mati wat oran betawi.
    ane jg gas mao kl dibilamng beawi ga punya budaya??

  57. ASS,enkong,ncang,ncing,abank semue
    memang kalo mslh asal-usul qt semuanya pendatang disini,apa buktinya;dr nabi adam dan hawa pun pendatang disini.asalnyakan dr surga,trus ngungsi kebumi.
    mslh kebudayaan betawi,memang campuran,tp lebih kuat ke melayu dan history agama(islam).coba liat senjata khas betawi,mirip ma orng melayu,pakaian adat,rmh adat,trus bahasanye;siape,kemane,ngape,
    kata lu,gue itu dipake saat berbicara dgn orang cina.
    ane,ente dipke saat ketemu orang arab,jd orng betawi tuh gaul jg tau diri

  58. wajar klo betawi akrb ma sunda, dayak, cina n arab,,nte hrs tw manusie prtme yg ade d tanah jawa (lbh tpat’a sunda) dy slh 1 dr keturunan n pengikut Nabi Nuh as yg slmt,,dr ntu nte” bru paham dah..qt ini 1 sdre beda ma yg nma’e vanesa (tukang maen bibir)

    wa’alaikum salam

    • Wih, gw jadi artis neh….

      Orang2 pada ngomongin jelek2… Ya gapapa lah, yang penting online…..

      • Gw demen ame gaya loe…..
        Selebihnye…. Betawi tetep bagian dari Sejarah Bangse Kite
        Sori buat ente semue…..wasalam

  59. Ude saatnye betawi bersatu Bang…..Masa anak betawi ga bisa hidup didaerahnye sendiri…

  60. …….
    Tetapi ternyata Syailendara abai maka Sriwijaya mendatangkan migran suku Melayu Kalimantan bagian barat ke Kalapa. Pada periode itulah terjadi persebaran bahasa Melayu di Kerajaan Kalapa yang pada gilirannya – karena gelombang imigrasi itu lebih besar ketimbang pemukin awal – bahasa Melayu yang mereka bawa mengalahkan bahasa Sunda Kawi sebagai lingua franca di Kerajaan Kalapa.

    Dari sinilah terbentuknya bahasa betawi atau etnis betawi. Bahasa menunjukkan bangsa/etnis.

  61. assalamualaikum ….
    bwd nyang di atas pu un ntu si vannesa …
    jgn sembarangan u klo ngatah tong …
    jgn u samain anak mude betawi skarang ame dedengkot2 qte nyang dlu …
    klo dulu mang begitu dah ………..
    kga dmne, kga dmne …
    pasti blangsak ….

    • Ane ampe bingung mau bales ape…..

      Tetap semangat dah Bang Irvan…..

  62. mungkin..
    Betawi adalah peninggalan dari kondisi politik yg tdk diduga. Kota batavia/jakarta kuno adalah pusat perdagangan dimana sarat akan beranekaragam sukubangsa,baik dari kawasan nusantara atau luar. Batavia,secara SDA,spt wanita yg sudah dikawin cerai berpuluh-puluh,bahkan ratusan kali oleh berbagai pria(suku bangsa). Dari rupanya,betawi didominasi kuat dgn unsur2: kebudayaan Cina dan org2 campuran keturunan Arab+nusantara+cina. Batavia menjadi medan pertempuran tarik menarik pengaruh berbagai suku bangsa demi mencari keuntungan2. Karena itu,memahami asal usul betawi hrs memahami politik. Secara ras/suku/etnik,tdk ada rumusan yg jelas,berarti Betawi bukan suku bangsa. Kalau dibilang keturunan budak…mungkin iya,yaitu org2 pekerja kasar dari berbagai suku bangsa yg “kurang beruntung”,menikah campur baur dan berasimilasi,..lalu,karena kondisi2 tertentu dlm sejarah,memperoleh keberuntungan “merebut” hak2 kepemilikan atas tanah. Kondisi,misal salah satunya:org cina yg selalu tdk diterima dlm sejarah indonesia sehingga tdk mdpt tempat/pengaruh dlm politik/kekuasaan pemerintahan,sementara Arab sangat berpengaruh dgn “memakai Agama” sbg alat kekuasaan. Suku/org Cina dimana2 tak pernah bawa agama,hanya bisnis/dagang. Jadi,apa yg dimaksud/disebut Betawi adalah spirit/semangat nasionalisme batavia/jakarta yg tdk pernah menemukan tempat dlm klasifikasi suku bangsa. Bahkan sebenarnya, rasanya negara Indonesia ini identik dgn Jakarta seolah Indonesia adalah Jakarta,sedangkan daerah2 lain bukan Indonesia,krn Sentralisasi. Mencari asal usul Betawi berarti memahami sejarah kompleks mengenai kepentingan2 politik ekonomi di pulau jawa khususnya Jakarta. Jgn kecil hati dan jgn terpancing emosi jika merasa Betawi dipojokkan atau direndahkan..Justru Betawi lebih besar dari sekedar isu suku bangsa,..buktikan bahwa Betawi adalah Nenek Moyang Nasionalisme negara NKRI. Betawi adalah Ketulusan,kepolosan,dan hati nurani yg bersih.
    Mohon maaf jika ada salah2 kata..ini hanya sekedar opini pribadi,bukan memaksakan. Jika tdk berkenan,ya mohon maaf.
    -Abang Jakarta ’90-an-

    • saya suka penjelasan jaka-gledek, bukan diada-ada seperti tulisan diatas – yang sekedar catatan komunikas oleh ridwan saidi

  63. kenapa suku “BETAWI” diberi nama “BETAWI” TOLONG JELASKAN!

    • kata “aki tirem”, ada di beberapa tulisan sejarahwan – tetapi tidak ada catatan petilasan yang memadai dan “aki tirem” bertempat di sekitar pandeglang, bukan di sekitar tanjung priuk (ditutur oleh ridwan saidi, yang cenderung catatan komunitas). Logika saya menirukan cara “persamaan” (seperti ridwan saidi mencontohkan “angin barat” diatas), bahwa “betawi” adalah “batavia” yang diucap oleh lidah “pribumi+cina” bukan mener belanda! Nah, benhenti disitu saja, asal usul BETAWI, karena galur alias gen “aki tirem” juga kemana-mana dan

  64. sakit kepala saya yang baca..heheh..kalau saya berpendapat betawi itu adalah… orang melayu betawi…sekarang tak usah bahas melayu betawi dulu..sekarang bahas melayu riau..dalam sejarah awal orang melayu kebudayaan maupun wajahnya persis seperti orang dayak ini terbukti ada pada suku asli riau yaitu suku hutan, akit, talang.kemudian pada awal abad masehi muncul pengaruh hindu dan budha yang datang dari india(abd1-1200 masehi)maka otomatis melayu tertengaruh kebudayaan india maka dikenal pengaruh kebudayaan india berupa kemaharajaan, tulisan palawa ini terbukti banyak org sumatera berhidung mancung hitam manis terbukti pada orang pantai barat sumetra dan utara dan utara semenanjung.ini tertulis dalam kitab sejarah melayu(bustanulsalatin) yang mana kitab ini mneceritakan awal terbentuk sriwijaya abad keenam.pantai timur sumetra dan utara merupakan wilayah dagang dan lintas sehingga pengaruh islam sangat kuat .makanya ada unsur arab pada orang melayu.ini terbukti adanya 25 % DNA darah melayu semenanjung berasal dari meditrania.dan juga raja kerajaan siak sriindrapura yang ketiga berdarah hadramut yang berasal dari siti fatimah anak Rasullullah saw.raja siak pertama merupakan ketrunan dari kerajaan johor bin malaka bin kerajaan sriwijaya yang terletak di palembang itu dimana sriwijaya merupakan perkawinan ras autronesia yg berwajah kebudayaan dongson dengan kebudayaan gangga(india).dalam pertembungan budaya ini dalam kerajaan malaka saja ..ada beristrikan orang cina, arab, jawa dan bugis …untuk asli keturunan saya ini ,,saya berdarah melayu riau daratan, minangkabau, trengganu malaysia, palembang dan bugis..orang melayu di riau merupakan adukan dari budaya di nusantara(jawa,kalimantan(banjar)sulwesi(bugis), sumbawa, lombok, maluku dan gabungan budaya cina, arab, india tapi orang melayu sangat protek sekali terhadap orang eropa..kecuali sedikit ada di malaka..yang mana etnis melayu nusantara menikah campur dengak portugis…………makanya saya dan kami sebut orang betawi itu adalah melayu betawi………..kasusnya mirip budaya malaysia saat ini…..karena betawi adalah pusat pelabuhan(bandar dan pelabuhan)……….untuk melihat jelas melayu itu silakan lihat gelar pada raja..atau bangsawan bisa tau kita mereka berasal………………kalau ingin tau kebudayaan melayu ..saya boleh jawab semampu saya…wassalam…

  65. untuk pontianak..merupakan berasal dari kata punting anak..karena kota ini didirikan oleh orang arab bersama raja kecik(raja siak satu) dan daeng marewa)……….untuk sambas kami di siak ada juga pertalianya…yang jelas diaspora melayu pertama adalah kebudayaan dongson(meliputi asia tenggara trbukti penggunaan gong), diaspora melayu kedua(membentuk kebudayaan hindu-budha terbukti dari kutai,melayu,gangganagara,sriwijaya ) dan diaspora melayu ketiga membentuk kebudayaan islam(dterajui malaka dimana sultan mendirikan madrasah2 di nusantara makanya saat malaka runtuh raja2 di nusantara berupa demak, banten, aceh, makasar, dan ternate mengirimkan pasukan untuk menghancurkan portugis di malak.ini terkenal sumpah melayu,,jika tuan runtuhkan papan di malaka papan dijawa kami tegakkan…setelah runtuh malaka maka ulama2 bertebaran di pelosok nusantara mendirikan kerajaan islam.di setiap kerajaan nusantara pasti ada pengaruh melayu islam..cobalah tuan2 buka kitab2 kuno kerajaan islam nusantara termasuk di filipina yang di musnahkan salibis itu..maka jangan heran bahasa melayu pemersatu bangsa…yah itu……….betawi………………………………………betawi…dan bahasa melayu dialek ambon dimana sebelum islam bahasa melayu sudah berekmbang disana..bukan disebarkan oleh belanda tapi oleh islam melayu bersama arab …..cina.. jawa..makasar…benteng terakhir melayu diaspora islam di indonesia timur adalah….makasar..dan ternate..daispora melayu islam di tengah adalh banjar dan jayakarta…………semoga tak memiringkan kata melayu…..karena melayu perekat budaya………..nusantara…bukan sperti politik gila sekarang ini…………semoga………………

  66. kata “aki tirem”, ada di beberapa tulisan sejarahwan – tetapi tidak ada catatan petilasan yang memadai dan “aki tirem” bertempat di sekitar pandeglang, bukan di sekitar tanjung priuk (ditutur oleh ridwan saidi, yang cenderung catatan komunitas). Logika saya menirukan cara “persamaan” (seperti ridwan saidi mencontohkan “angin barat” diatas), bahwa “betawi” adalah “batavia” yang diucap oleh lidah “pribumi+cina” bukan mener belanda! Nah, benhenti disitu saja, asal usul BETAWI, karena galur alias gen “aki tirem” juga kemana-mana dan tercampur oleh siapa2

  67. Apapun keadaannya, Gue bangga jadi orang Betawi…………………………

  68. Menurut saya sih orang betawi itu orang sunda yang telah bercampur dengan orang bali , arab , makasar , melayu , arab sehngga munculah etnis baru yatu etns betawi , mengapa etnis betawi kaga bisa bahasa sunda dikarenakan orang betawi itu etnis gado gado jad digunakan lah bahasa melayu betawi yaitu percampuran melayu dan sunda

  69. menurut gue nama Betawi atao batavia keberadaannya ya karena Belanda,sebelum belanda masuk ke indonesia tidak ada namanya orang betawi yg ada orang sunda dan raja sunda sri baduga maharaja

    keberadaan orang betawi pada awalnya bukanlah berasal dari para BUDAK yg dibeli belanda, karena perbudakan baru di mulai setelah terjadinya repolusi industri antara th 1750-1850

    Orang Betawi adalah orang orang sakti atao orang2 hebat, atao orang kuat dari seluruh nusantara spt Bali,sunda,makasar dsb yg disewa belanda untuk melindungi barang2 VOC juga mengamankan perdangannya, mirip sperti para tokoh samurai jepang, atao para akhli silat kungfu cina oleh karena itu bila kita bicara tentang betawi yg terkenal akan muncul ceritra si PITUNG jago betawi/AKHLI SILAT

    kenapa orang2 ini memakai nama betawi, karena mereka di sewa belanda sehingga orang2 hebat ini di anggap orang sewaan belanda atao orang betawi atao para kesatria betawi, nama betawi di beri oleh De Heeren Zeventien di Belanda yg memutuskan untuk menamakan kota ini menjadi Batavia setelah mengusur inggris dari sunda kelapa

    model perlindungan perdagangan ini juga di ketemukan di negara Cina, (para pesilat sewaan yg di bayar penguasa untuk melindungi tuannya )
    pada tahun 1619 belanda mendatangkan besar besaran orang cina ke batavia, tetapi orang cina membawa clan identitasnya sendiri dan di beri kebebasan berdagang oleh belanda, meraka tdk mau menjadi orang betawi akan tetapi para wanitanya di duga bnyak yg kawin dg orang betawi

    namun th 1686 belanda mulai melakukan monopoli, dan orang2 sewaan belanda ini mulai melakukan perlawanan seperti untung surapati
    orang Betawi dan belanda tidak lagi selaras, spt terbunuhnya kapten tax

    sejarah kemudian berubah dg adanya revolusi industri dan memunculkan pebudakan lihat sejarah amerika, tapi dalam sejarah Betavi terjadi salah kaprah bahwa orang betawi indentik dg budak belanda karena menggunakan nama betavi, padahal pada awalnya nama betawi adalah nama kebanggaan,

    ia orang bebas tdk di bawah kerajaan dan menerima bayaran dari VOC yang saat berdirinya th 1602 adalah perusahaan yg baik untuk di ajak kerja sama oleh seluruh kerajaan di nusantara

    perekrutan orang sakti ini yg kemudian jadi cikal bakal betawi sangat banyak di lakukan atas bantuan raja2 bali ( bukan budak bali salah kaparah raja bali menjual rakyatnya jadi budak ), kenapa lewat raja2 bali karena menurut pikiran belanda, bali kemudian bisa di adu domba karena beda agama, namun spt kata adrian vickers orang belanda keliru saat mengadu domba raja bali dg raja jawa mataram malah mau bersahabat

    banyak bukti keterlibatan orang bali terhadap keberadaan betawi pertama nama senayan dari kata wangsanaya/wangsanayan, balimester atao master dr bali ( tuan dari bali) siapa orang2 Betawi ini…wah……ini perlu test genetika, dugaan saya adalah orang rekrutan seluruh nusantara yg paling banyak di rekrut dan di kirm lewat bali

    th 1800an perbudakan di hapuskan dan th 1880 orang jawa banyak jadi kuli kontrak di suriname, dan suri name merdeka th 1975, orang suriname sampai sekarang masih berbahasa jawa ngoko

    sedang budak negro Afrika di amerika masih mewariskan bukti kekerasan spt wilayah Bronk, dan bukti sejarah seperti persamaan hak ada nelson mandela disana ada Martin luther king disana sebagai bukti perjuangan kelompok budak

    sedang orang betawi bila sejarah mengatakan budak ?????? ia tak memiliki bekas sejarah seperti kuli kontrak orang jawa di suriname dan orang negro afrika di amerika dan bukti sejarah lanjutan nya

    oleh karena itu satu sifat hakiki orang betawi adalah sebagai suku pemersatu bangsa ya tidak keliru dan ini sdh terbukti

    smoga bermanfaat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 98 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: