Bulan: Februari 2008

SE(L-K)ULER

secular.png 

Seseorang pernah berkata, ada hubungan erat antara telepon seluler dan pemikiran sekuler. Teknologi modern, katanya, tak bisa diciptakan, disebarkan dan dinikmati, seandainya manusia tak pernah lepas dari ketakutan kepada Tuhan. Kemal Attaturk akan memimpin Turki yang kalah perang seandainya ia mengikuti fatwa ulama bahwa mortir dan mitraliyur adalah senjata yang ‘haram’, benda orang ‘kafir’. (lebih…)

The Angel and the Statues

In a city park stood two beautiful statues, one female and the other male — both nude. These two statues faced each other for many, many years.Early one morning an angel appeared before the statues and said, “The two of you have been truly exemplary statues and have brought enjoyment to many people that have visited the park over the years. I am hereby authorized by God to give you the greatest wish that can be bestowed upon you. I grant you the gift of life — albeit, as a limited offer. You have thirty minutes to do whatever your hearts desire.” (lebih…)

Menjelajahi Islam di Barbes dan Belleville

paris-barbes.jpg 

Seorang lelaki berjanggut dengan celana nantung di atas mata kaki, berkopiah putih dengan balutan baju dingin abu-abu melepaskan sepatu memasuki pintu kecil berwarna hijau tua. Di dalamnya tampak tiga orang serupa berada di gang sempit menuju pintu utamanya. Bangunan itu hanya sebuah ruang selebar 6×6 meter di pojok jalan Jean.P.Timbaut, Belleville, Ibukota Perancis, Paris. Di luar tampak sebuah tulisan berbahasa Arab, dalam bahasa latin dibaca Masjid Umar Ibn Khattab. (lebih…)

Dilema UU Antisimbol Agama di Prancis

Ada beberapa teman Amerika, Belanda, Inggris yang mengeluh pada saya bahwa mereka tidak habis pikir mengapa undang-undang pelarangan simbol agama di sekolah negeri disahkan di Prancis, bahwa itu melanggar Hak Asasi Manusia. Dan saya selalu hanya bisa menjawab singkat: lepas dari setuju atau tidak, undang-undang ini tidak dapat dimengerti tanpa mengetahui lebih dulu sejarah Prancis. (lebih…)

Melihat Kembali Sekularisme Ala Prancis – Sebuah Wawancara dengan Catherine Kintzler

arton6044.jpg

 Bonn, Jerman – Menanggapi tantangan gigih Presiden Prancis Nicolas Sarkozy terhadap prinsip-prinsip pemisahan agama dan negara, Catherine Kintzler, seorang profesor filsafat dari Universitas Lille dan penulis Qu’est-ce que la laïcité? (Apa yang Dimaksud dengan Laisisme? ) mempertahankan sekularisme bergaya Prancis sebagai satu-satunya pelindung sejati bagi hak-hak keagamaan dan kebebasan pribadi. (lebih…)

Filsafat Hikmah dan Agama Masa Depan

Setelah mengkritik keterbatasan filsafat Paripatetik dan pseudo-sufisme, penulis menawarkan sistem filsafat hikmah yang memadukan metode rasional-filosofis dan metode penyucian hati sebagai pondasi renaisans Islam. Penulis mengatakan bahwa ukuran kemajuan dan kesempurnaan manusia berbanding lurus dengan langkah pembebasannya dari materi dan pendekatannya ke arah pengetahuan, keruhaniaan dan keimanan. Karenanya, karakteristik agama masa depan merupakan pandangan dunia yang memiliki sendi logis-rasional yang utuh, sendi emosional-spiritual yang kaya, mengandung gagasan-gagasan yang mendalam dan menghunjam, tidak saling beradu dan berbenturan, serta mengandung cita-cita besar yang luhur dan suci. (lebih…)

Posisi Mistisisme (Irfan) dalam Hirarki Ilmu-ilmu Islam

Tulisan ini mengetengahkan dan menempatkan penelitian dan wacana mistisisme (irfan) dalam konteks yang lebih luas dalam berbagai disiplin ilmu yang dipelajari dan dipraktikkan dalam Islam. Setelah pendahuluan singkat tentang ilmu-ilmu dalam Islam dan definisi dari suatu ilmu, penulis memfokuskan perhatiannya pada hubungan antara mistisisme dan filsafat, dan penilaian yang berbeda dari keduanya terhadap konsep realitas eksistensi. (lebih…)