Oleh: MAULA | Maret 12, 2008

Belajar Untuk Diam

Ada empat murid yang bermaksud melakukan meditasi keheningan selama tujuh hari di sebuah biara. Semasa masa meditasi mereka semua sepakat untuk tidak saling berbicara.

Pada hari pertama, semuanya diam. Meditasi mereka berlangsung khusyu. Namun ketika malam mulai tiba, nyala lampu lampion menjadi remang-remang. Salam seorang murid tidak bisa menahan diri dan berteriak pada pelayan biara, “Pelayan, tolong betulkan lampu itu.”

Murid kedua heran mendengar suara temannya. Ia lalu berbisik, “Ssstt, bukankah kita tidak boleh berbicara.”

Melihat hal ini murid ketiga menegur, “Kalian berdua bodoh sekali. Mengapa kalian berbicara?”

Murid keempat tersenyum-senyum sendiri, “Hm, sayalah satu-satunya yang tidak berbicara,” katanya menyimpulkan. 

Refleksi: Terkadang di saat kita menertawakan kesalahan orang lain, kita pun sedang melakukan kesalahan yang sama. [Zen Flesh, Zen Bones]

Source: http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: