Oleh: MAULA | Maret 19, 2008

Kerancuan antara Vatikan dan Takhta Suci

basilica.gif  

Selalu muncul kerancuan antara sebutan Vatikan dan Takhta Suci. Maklum orang awam tidak bisa membedakannya selain mengenal Vatikan secara lebih luas ketimbang Takhta Suci. Vatikan hanyalah merujuk pada wilayah seluas 44 hektar termasuk 700.000 meter persegi lahan di luar Vatikan, tetapi umumnya berada di dalam kota Roma juga, kecuali sebuah pemancar Radio yang berada 18 km di luar kota Roma. Itulah yang menjadi wilayah negara Kota Vatikan.

Sebagai negara, Vatikan dipimpin Kardinal Angelo Sodano yang disetarakan sebagai perdana menteri. Sodano menjadi kepala pemerintahan yang mengatur administrasi publik Vatikan. Namun, Vatikan bukan seperti layaknya negara pada umumnya karena tidak punya lagi pasukan tentara, kecuali Pasukan Swiss, yang khusus menjaga keamanan Sri Paus di mana saja. Pengawal ini harus dari Swiss dan harus mendapat rekomendasi dari Keuskupan di Swiss.

Keamanan di sekitar Vatikan diserahkan kepada polisi Italia. Mata uang Vatikan juga menggunakan lira, mata uang Italia, namun kini euro karena Italia masuk menjadi zona euro. Vatikan hanya menerbitkan mata uang euro sebagai cenderamata.

Visa tidak dikeluarkan oleh Vatikan bagi mereka yang hendak berkunjung ke Vatikan, tetapi oleh Kedutaan Besar Italia di mana saja di dunia. Memasuki Italia sudah otomatis bisa memasuki Vatikan. Imigrasi Italia sangat respek pada pengunjung yang ingin berkunjung ke Vatikan, apalagi mereka yang merupakan biarawan-biarawati yang hendak bertugas di Vatikan atau di berbagai keuskupan di seluruh Italia.

Namun, visa untuk biarawan dan biarawati Vatikan atau biarawan dan biarawati yang bertugas di seluruh Italia, jika hendak berkunjung ke luar Italia, dikeluarkan oleh semua kedutaan besar asing yang terakreditasi ke Takhta Suci. Ini mempermudah mobilitas. Visa untuk awam, yang keluar masuk Italia, dikeluarkan oleh berbagai kedutaan asing yang terakreditasi ke Pemerintahan Italia walau mereka ini juga otomatis bisa memasuki Vatikan yang tidak memiliki imigrasi.

Penduduk asli Vatikan sekitar 1.000 orang dan memegang paspor Vatikan, tentu semuanya adalah rohaniwan dan rohaniwati. Selebihnya adalah biarawan dan biarawati asing atau asal Italia yang bertugas demi kepentingan tugas-tugas Vatikan.

Pemerintahan negara Kota Vatikan berada di bawah satu lembaga bernama Sekretariat Negara. Jangan lupa, sekretariat itu merupakan bagian dari Curia Roma yang dibentuk Paus Sixtus V pada 22 Januari 1588 yang sering kali diperbarui, termasuk pada 28 Juni 1998 oleh Paus Yohanes Paulus II.

Curia Roma adalah julukan bagi nama-nama lembaga. Pemimpin tertinggi adalah Sri Paus yang juga merupakan kepala pemerintahan.

Kegiatan utama adalah kegerejaan yang berada di seluruh dunia. Misi kegerejaan itu ditegaskan lagi lewat Konsili Vatikan II (1962), yang menetapkan bahwa gereja Katolik berhak menganggap dirinya mempunyai panggilan memberikan sesuatu secara aktif kepada masyarakat dunia dengan jalan mempererat persatuan dan persaudaraan manusia.

Hal itu antara lain diperkuat dengan keberadaan duta besar Takhta Suci di berbagai negara. Mereka menjadi perwakilan kepentingan Sri Paus di seluruh dunia, khusus soal misi keagamaan dan kemanusiaan. [MON]

Source: Kompas, Kamis 27 April 2006

Iklan

Responses

  1. Sesungguhnya menurut Al Kitab perjanjian lama dan perjanjian baru, semua manusia beragama adalah walau banyak anggauta persepsi agamanya adalah satu tubuh didalam Kristus, sesuai Yohanes 7:14,15, sesuai Roma 12:4, hanya berbeda didalam kasih-karunia sesuai Yohanes 1:15,16,17, kecuali pada akhir zaman umat2 beragama masing2 terpecah-belah hidup tanpa roh kudus sesuai Yudas 1:18,19,20,21 dan wajib kembali kepada rahmat.

    Sesunggunya menurut kitab suci Muhammad saw. manusia beragama berselisih persepsi agama sejak Adam sampai kiamat, sesuai Al Baqarah (2) ayat 111,112,113,120,130,135,145, dan berpecah-belah didalam agama sesuai Ar Ruum (30) ayat 32, Al Mu’minuun (23) ayat 53,54 (sesat).

    Sedang Allah/Bapa merencanakan menciptakan umat yang satu sesuai An Nahl (16) ayat 93.

    Untuk kepentingan itu Allah akan menurunkan HARI TAKWIL KEBENARAN KITAB SESUAI Al A’Raaf (7) ayat 52,53 yang wajib ditunggu-tunggu akan tetapi dilupakan oleh semua umat beragama.
    Untuk kepentingan itu pula Bapa akan menurunkan ROH KEBENARAN sesuai Yohanes 16:12-15 yang wajib ditunggu-tunggu akan tetapi dilupakan oleh umat manusia.

    Hasil turunnya hari takwil kebenaran kitab dan datangnya hari roh kebenaran, kami telah menciptakan sebuah buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berisi XX+527 halaman berikut lampiran terpisah berisi 4 macam skema acuan berukuran 60×63 cm:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  2. Buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul: ‘BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”

    I. Telah diserahkan pada hari Senin tanggal 24 September 2007 kepada Prof. DR. ibu Siti Musdah Mulia, MA., Islam, Ahli Peneliti Utama Balitbang Departemen Agama Republik Indonesia, untuk diteliti sampai mendapat kesimpulan menerima atau menolak dengan hujjah, sebagaimana buku itu sendiri berhujah.

    II. Telah dibedah oleh:
    A. DR. Abdurrahman Wahid, Gus Dur, Islam, Presiden Republik Indonesia ke-4 tahun 1999-2001.

    B. Prof. DR. Budya Pradiptanagoro, Penghayat Ketuhanan Yang Maha Esa, dosen FS Universitas Indonesia.

    C. Prof DR. Usman Arif, Konghucu, dosen Filsafat Universitas Gajah Mada.

    D. Prof. DR. Robert Paul Walean Sr., Pendeta Nasrani, sebagai moderator, seorang peneliti Al Quran, sebagaimana Soegana Gandakoesoema meneliti Al Kitab perjanjian lama dan perjanjian baru, keduanya setingkat dan sejajar dengan Waraqah bin Naufal bin Assab bin Abdul Uzza 94 tahun, Pendeta Nasrani, anak paman Siti Hadijah 40 tahun, isteri Muhammad 25 tahun sebelum menerima wahyu 15 tahun kemudian pada usia 40 tahun memalui Jibril (IQ).
    Pertanyaannya yang sulit untuk dijawab akan tetapi sangat logis dan wajar dipertanyakan adalah ketika Siti Hadijah 40 tahun dan Muhammad 25 tahun sebelum wahyu turun sebagai orang baik, patonah, sidik, amin dan lain sebagainya, mereka menikah dengan ritual agama apa dan mereka berdua beragama apa ?

    E. Dihadiri oleh 500 peserta seminar dan bedah buku diakhiri dengan sesi dialog tanya-jawab, dan apabila waktu tidak dibatasi akan mengulur panjang sekali, sehubungan banyaknya gairah pertanyaan yang diajukan oleh para hadirin.

    Pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2008, jam 09.00-14.30, tempat Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, jl. Salemba Raya 28A, Jakarta, dalam rangka peringatan satu abad (1908-2008) kebangkitan nasional “dan kebangkitan agama-agama (1301-1401 hijrah) (1901-2001 masehi)” diacara: Seminar & Bedah Buku hari/tanggal: Selasa 27 Mei – Kamis 29 Mei 2008, dengan tema merunut benang merah sejarah bangsa untuk menemukan kembali jati diri roh Bhinneka Tunggal Ika Panca Sila Indonesia.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millenium ke-3 masehi.

  3. Buku “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    tersedia ditoko buku KALAM
    Jl. Raya Utan Kayu 68-H, Jakarta 13120.
    Telp. 8573388

  4. Buku Bhinneka Catur Sila Tunggal Ika tentang kesatuan gama-agama
    Tersedia di
    Perumahan Puri Bsi Permai Blok A3
    Jl. Samudera Jaya
    Kelurahan Rangkapan Jaya
    Kecamatan Pancoran Mas
    Depok 16435
    Telp./Fax. 02177884755
    HP. 085881409050


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: