Oleh: MAULA | Juni 3, 2008

Petisi Pembubaran FPI

Republik Indonesia berdiri di atas landasan keberagaman dan  kemajemukan. Terdiri atas berbagai suku, agama, etnik, aliran  kepercayaan, juga pandangan politik. Walaupun berbeda tiap warganegara  bersatu-padu berjuang dan mempertahankan kemerdekaan dan kebebasan.  Inilah modal awal bangsa yang tak bisa dipungkiri keberadaannya bahkan  jauh sebelum Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

Keberagaman dan kemajemukan itu justru menjadi kekayaan negeri yang sama-sama kita cintai ini. Sebuah semboyan cerdas lantas dirumuskan  para pendiri bangsa dalam satu kalimat yan sudah sangat akrab dengan  kita: Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda, tapi pada hakekatnya kita satu. Berbagai perbedaan itu diakui keberadaannya, bahkan dilindungi  konsitusi UUD 1945 dan Pancasila sebagai landasan negara.

Namun kita merasakan keutuhan bangsa belakangan ini terganggu akibat munculnya berbagai tindakan yang tidak lagi menghargai perbedaan dan keberagaman. Ancaman dan tindakan kekerasan yang dilakukan beberapa kelompok sipil terhadap warga sipil lainnya, sungguh telah melukai  bangsa yang dibangun dengan susah payah oleh para pendiri bangsa ini.  Pancasila dan UUD 1945 telah dilanggar berkali-kali. Supremasi hukum  yang mestinya dijunjung tinggi dalam negara hukum dicampakkan.

Seharusnya aksi-aksi kekerasan tersebut menjadi perhatian aparat keamanan. Namun kami melihat tidak adanya tindakan tegas terhadap  mereka, bahkan aksi-aksi kriminal dan kekerasan itu terus berantai dan  berlanjut di berbagai tempat di Indonesia.

Mulai dari penutupan paksa terhadap gereja, rumah-rumah ibadah, penyerangan terhadap warga negara Indonesia: Ahmadiyyah dan Komunitas Eden, ancaman dan penyerangan terhadap lembaga-lembaga swadaya  masyarakat (LSM) yang mengusung tema kebebasan dan pluralisme agama. Dan kasus paling terakhir adalah penyerangan terhadap FAHMINA Institute  di Cirebon (21/5/06) dan penistaan terhadap mantan Presiden Republik  Indonesia, tokoh NU, tokoh lintas agama, serta tokoh bangsa: K.H.  Abdurrahman Wahid, di Purwakarta Jawa Barat (23/5/06)

Oleh karena itu, kami menyampaikan sikap sebagai berikut:

1. Tindakan-tindakan kriminal dan kekerasan yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), dan Hizb Tahrir Indonesia (HTI) yang kami sebut sebagai “preman berjubah” telah  menciptakan keresahan masyarakat, melanggar hukum-hukum yang berlaku di  republik ini, serta melecehkan aparat negara.

2. Menyaksikan berbagai fakta dan aksi yang telah mereka lakukan selama ini, kami menuntut aparat pemerintah untuk membubarkan organisasi-organisasi tersebut, atau mereka membubarkan dirinya, karena mereka telah mengancam keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik  Indonesia).

3. Apabila poin-poin di atas tidak ditanggapi oleh aparat negara, maka jangan salahkan kami, apabila kami melakukan tindakan perlawanan  sebagai bentuk pembelaan diri.

Jakarta, 26 Mei 2006


Garda Bangsa, Garda Kemerdekaan, Pemuda Demokrat, Aliansi Betawi Bersatu (ABB), Pencak Silat Pagar Nusa, Banteng Muda Indonesia (BMI), Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan, SKP-HAM, Relawan Perjuangan  Demokrasi (Repdem), Institut Indonesia Muda, YMCA (Young Men Christian Association), Gerak Indonesia, Pendawa, FPPI, Pemuda Katolik, PGIW-DKI  Jakarta, Gerakan Revolusi Nurani (GRN), Aliansi Kebebasan Beragama dan  Berkeyakinan.

Catatan :

Kami undang organisasi-organisasi lain untuk bergabung di seluruh pelosok Indonesia untuk bersatu-padu membersihkan negeri tercinta ini  dari “preman-preman berjubah”.
Silakah hubungi Mohamad Guntur Romli (HP: 081319174019).

Iklan

Responses

  1. Propaganda lagi…propaganda lagi…

    KAMI MENDUKUNG FPI DI BUMI NUSANTARA…….

    Anda harus sadar dong yang mendukung FPI banyak dari sabang sampai merukei.
    Kaum Salibi dan Munafikin hanya mengambil keuntungan dengan adanya pembubaran FPI.Dengan pembubaran FPI, ruang gerak mereka untuk merusakkan Moral kaum Muslimin menjadi bebas.Wahai pemuda-pemuda muslim sudah harusnya kita bangkit.Ayo kita Perketet barisan kita, karena musuh2 kita sudah kelewat batas.Kita lawan Antek Barat yang berwajah Melayu.

  2. provokator lagi….provokator lagi….
    bubarkan FPI ,kami sekeluarga akan meninggalkan islam krn ternyata islam penganutnya teroris semua.hanya bajunya yg putihbersih tp hatinya penuh dgn rencana jahat…islam tdk akan dapat menarik orang lain utk memeluk agama islam krn ternyata isinya teroris semua…..habib muke gile…..habib…ya habibi….poro bibi….kwek……kwek….kkkkwek….BUBARKAN FPI…..AYO SELURUH INDONESIA DUKUNG PETISI….BUBARKAN FPI PERUSAK MASA DEPAN BANGSA….

  3. semua prasangka baik dan benar yang diapresiasikan dg pemaksaan kehendak cuma ajang penistaan diri karena yang maha mengetahui dalam nya hati & iman seseorang hanya ALLAH SWT, ingat …yang menjadi juri keimanan manusia bukan kita yg hanya sebagai hamba yang lemah…..istighfar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: