Hari: Juni 23, 2008

Sunda Kelapa dan Batavia: Monumen Perang Dagang


SEANDAINYA Fatahillah memperbaharui Perjanjinan Sunda Kelapa dari tahun 1522 dan penguasa di Banten serta Jayakarta tidak mengizinkan musuh bebuyutan Potugis, yaitu VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) Belanda, membangun gudang di tepi Ciliwung, mungkin sekali sejarah Pulau Jawa tidak begitu parah, demikian R.Mantas Sembiring (Seribu Wajah Jakarta) dan H.M. Ambary (The Establishment of Islamic Rule in Jayakarta). Sebab, Portugis di seluruh Asia tak berdaya dan tidak pernah menguasai tanah yang luas, melainkan ingin menguasai beberapa bandar saja sebagai tempat berdagang. Hal ini dilakukan Portugis di Goa, Malaka, Ternate, Dili dan Macau. (lebih…)