Oleh: MAULA | Oktober 17, 2008

Misteri Tidur Anggota Dewan

Kenapa anggota DPR suka tidur waktu sidang? Banyak alasan bisa diajukan. Alasan utama: Tuhan YME yang menakdirkan mereka tidur. Alasan tambahan tertera berikut di bawah ini:

1. Mereka hanya manusia biasa yang lelah karena membantu bangsa Indonesia menuju kejayaan. Ini mungkin jawaban paling moderat. (Pikirkan sendiri, apakah mereka benar-benar membantu bangsa ini…)

2. Jangan berpikir yang negatif tentang mereka. Kita sama-sama manusia biasa, tidak perlu bicara hal-hal yg negatif, cuma menambah dosa…

3. Tidur tidak tidur, mereka dibayar. Jadi, lebih baik tidur! Zzzzzzz…

4. Karena anggota parlemen sering begadang, study banding (maksudnya ngebandingin komisi masing-masing) jadi waktu sidang ngantuk. Lain halnya dengan satpam. Bila satpam ketahuan tidur saat dinas, dijamin susah dapat gaji. Lagipula satpam tidak pernah sidang.

5. ngantuk dengerin pembicaraan berbelit, berliku, kaku, tak ada tujuan pasti arahnya, dan nunggu uang dengar, nah klop kan?

6. kebanyakan punya rumah dan kebanyakan punya istri/ simpanan yang perlu digilir. Di China, pejabat yang beristri lebih dari satu/punya simpanan bakal dihukum berat karena termasuk korupsi.. Logikanya, dengan istri/simpanan lebih dari 1, berarti si pejabat perlu duit lebih banyak untuk menghidupi mereka dan anak-anaknya, dan itu akan membuat mereka mencari penghasilan tambahan yang bisa mengarah kekorupsi.

7. Itu fitnah! Tidak semua anggota DPR tidur. Mereka hanya tidur bila bicara soal rakyat. Tapi bila sudah bicara tentang duit, gaji, tunjangan, posisi jabatan, proyek, matanya melek smua hingga dinihari.

8. Mereka tidak tidur. Mereka sedang merenung bagaimana agar tambah kaya, setidaknya balik modal, karena gajinya banyak disetor ke kas partai, bayar cicilan vila dan mobil mewah, dan konstituen! Pada saat yang sama gerak mereka tak bebas lagi setelah ada KPK.

9. Tergantung yang dibicarakan, kalau lagi bicara soal Fasilitas untuk Dewan, Insentif pembuatan Undang-undang, Rumah Dinas anggota Dewan, Mobil dll, pasti melek semua.

10. Karena yang dibahas dalam sidang tidak menyangkut kepentingan dia. Seandainya menyangkut dirinya, pasti interupsi tak pernah putus.

11. Kalau ada cemilannya seperti kacang rebus, pisang goreng, rujak, singkong bakar, wedang jahe, dan yang enak2 pasti ngantuknya hilang seketika.

12. ruang sidang itu enak banget tempatnya, ber-AC, bangkunya empuk banget. Makanya kalo sudah duduk lupa berdiri.

13. mereka memikirkan nasib bangsa ini tanpa henti. Jadi kalo pas sidang mereka tidur kelelahan, biar masyarakat bisa melihat betapa “capek” mengurus bangsa ini.

14. dalam tatib persidangan, hanya dilarang mengganggu jalannya sidang. Sehingga, tidur tidak termasuk klausul larangan tersebut.

15. tidur siang itu sehat, supaya terhindar dari obesitas dan diabetes.

16. sidang tidak menarik. Pemimpin sidangnya tidak cantik, sexy, dan genit. Karena suntuk, wajarlah sepulang bersidang mereka mencari hiburan ke karaoke yang tumpah ruah dengan imajinasi porno mereka.

Beginilah anak bangsa berkomentar pada wakilnya: lugas, tegas, tak ada neko2 dan murni tanpa tekanan. Kami berharap, forum ini dapat diakses ke ruang sidang biar Bapak/Ibu di sana tahu bahwa rakyat yang diwakilinya tidak pernah tidur untuk melihat kelakuan Bapak/Ibu yang tidur pada saat sidang. Karena mereka telah memutar-balikkan keadaan. Malam dijadikan siang, siang dijadikan malam (gara-gara kebanyakan dugem, siang tidur). Halal dijadikan haram, Haram dijadikan Halal (uang gaji dibuat maksiat, uang komisi/upeti/amplop/sogok/dsb dibuat beramal; pergi haji, bangun masjid, menafkahi anak-istri). Mereka sudah tidak tahu mana yang salah mana yang benar. Yang mereka tahu hanya harta, perempuan, dan tahta. Peduli setan dengan rakyat.

Go to Hell!

Devil Senator!

Source: http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080310060115AABeyEF

Iklan

Responses

  1. […] Ini lho ada artikel yang mengingatkan pada anggota dewan terhormat untuk tidur saat dalam bertugas. Klik link ini. […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: