Oleh: MAULA | November 10, 2008

Asal Mula Sayur Lodeh


sayor-lodeh

Di Jawa sayur ini terkenal dengan hidangan yang bergizi karena berisi dari berbagai sayuran dan rempah-rempah. Sayur ini juga akrab dijuluki “jangan lodeh” (jangan = sayur).

Banyak orang menduga bahwa, sayur lodeh berasal dari Jawa karena rasa dan model masaknya sangat khas Jawa. Tapi sebenarnya sayur Lodeh itu berasal dari Betawi. Tidak percaya? Coba simak sejarah sayur/jangan LODEH berikut.

Pada masa penyerangan Mataram ke Batavia pada beberapa abad yang lalu, Sultan Agung menggunakan taktik “tarik pasukan” artinya menarik pasukan dari berbagai daerah yang dilalui. Beliau mengajak para Jawara Daerah yang dilalui pasukan untuk bergabung dalam penyerangan ke Batavia , sehingga banyak pasukan yang berasal dari Tegal, Purwokerto, Cilacap, Bandung, Cirebon, Bogor, Betawi, dll.

Namun Pasukan Hindia memiliki strategi yang jitu, yang intinya mereka melumpuhkan basic logistik Mataram dengan membakar Gudang Bahan Makanan dan mengancam juru masak untuk tidak membantu Sultan Agung dan pasukannya.

Pada rangkaian penyerangan tsb, alkisah di belantara Jatinegara terdapat 1 kompi pertahanan dari Mataram yang sedang kelaparan, mereka tidak memiliki bahan makanan apalagi juru masak. Maka mereka mendapat ide untuk memasak sendiri dengan mencampur sayur-sayuran dan bumbu2 yang mereka dapatkan disekitar hutan itu. dan akhirnya mereka memasak dengan sembarang dan memakannya.

Ternyata campuran2 mereka itu memiliki rasa enak. Berikut cuplikan dialog mereka:
Prajurit Jogja: Wah Sayure akeh banget..tapi jebul enak..kira-kira Dijenengke apa sayur iki (Sayurnya banyak bgt, dan tyt enak, kira2 dinamakan sayur
apa/)
Prajurit tegal : iyak..nyong ngrasa enak juga..wetengku rak kencot maning (iya aku ngrasa enak juga..perutku jadi ga lapar lagi)
Prajurit bandung : Tos ulah raribut wae ? ayena kumaha ceuk maneh  Bet (Sudah jangan pada ribut, sekarang bagaimana menurut mu Bet–nama prajurit Betawi–)
Prajurit Betawi : Yeee, kok guwe yang ditanye namenye ape… ye Terserah Loe dech…
Prajurit Bogor : naon angen LOE DECH…??
Prajurit Cirebon : Wah jenenge sayur LOE DEH
Prajurit Jawa (sambil bawa keris) : Ya wis …Sayure sing bar kita makan ini kita beri nama SAYUR LOE DECH…

Maka sejak itu hingga saat ini orang menamakan hidangan tersebut Sayur Loedech atau dilafalkan dalam bahasa Indonesia menjadi SAYUR LODEH.

Catatan Redaksi MAULA: Sejatinya kita tidak tahu seperti apa sayur lodeh yang asli itu sebenarnya. Kalau Betawi mengklaim sayur lodeh itu asli betawi, jelas sayur lodeh buatan dari Sunda, Jawa Tengah dan Jawa Timur itu berbeda isi dan cara pembuatannya. Lodeh Sunda lebih beragam isinya dengan tambahan sayuran dan bumbu. Di Jawa Tengah lain lagi, di kombinasikan dengan penambahan tetelan. Di Jawa Timur juga lain lagi. Jadi, setiap tempat berbeda isi dan cara pembuatannya. Tapi semua sepakat bahwa sayur lodeh bukan berasal dari benua Antartika.

Sedangkan kerak telor jelas asli Betawi, walau sebenarnya pada zaman dahulu penjual kerak telor labih banyak berasal penduduk dari daerah sekitar perbatasan Jakarta dan Bogor (Citayam, Bojong, dsb). []


Source: Milis Readers Digest Indonesia

Iklan

Responses

  1. wahahaha,, sudah kuduga..!! huhuhu..

    btw,, sayur lodehnya kok warnanya oranye yak..?? kalo di jogja putih abu2 gitu,, lha pake santen..

  2. kalo di jakarta sayur lodehnya aneh pake melinjo trus rasanya ngalor ngidul kayaknya yg bikin ga sepenuh hati yg penting jadi ha ha ha enakan di kampung

  3. hahahha sayur loedech ..

  4. Hehe…ternyata namanya sayur lodeh itu dari kata Loe Dech…haha, tau juga sekarang!

  5. sayur loe_dech/jangan lodeh populer ampe ke negri tetangga,,,ni sebagian menu kesukaanku di singapore


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: