Oleh: MAULA | Desember 2, 2008

Putusan ‘Perawan’ Prancis Dibatalkan

wedding-rings

Sebuah pengadilan banding Prancis membatalkan keputusan pengadilan dibawahnya yang mengizinkan pasangan Muslim bercerai karena pengantin wanita berbohong karena mengaku dia masih perawan.

Kedua orang itu sekarang secara hukum masih menikah, walaupun kedua belah pihak telah menerima putusan pengadilan sebelumnya.

Putusan pengadilan yang lebih rendah itu menimbulkan perdabatan sengit dan membuat marah sebagian kalangan feminis, yang mengatakan hal itu sama dengan “fatwa” melarang kebebasan perempuan.

Namun kuasa hukum suami wanita itu mengatakan, kasus tersebut tidak ada hubungannya dengan agama.

Mereka mengatakan, sang istri telah melanggar kontrak pernikahan, dan menipu suaminya agar dinikahkan.

Menurut undang-undang pernikahan Prancis, pernikahan bisa dibatalkan bila salah satu pihak berbohong mengenai “kualitas penting” dari hubungan keduanya.

‘Gaya Kandahar’

Menurut laporan media massa, sang suami yang berusia 30an tahun dan bekerja sebagai teknisi, menikahi istrinya yang seorang calon perawat pertengahan tahun 2006, setelah sang istri mengatakan bahwa dia belum pernah berpacaran sebelumnya.

Sang wanita mengakui dia berbohong dengan mengatakan dia masih perawan, dan kemudian menerima pembatalan pernikahan di pengadilan.

Pengacara sang wanita mengatakan, kliennya tidak ingin menggugat putusan itu, karena dia ingin hidupnya kembali normal.

Akan tetapi Menteri Kehakiman Rachida Dati memerintahkan peninjauan kembali putusan itu, yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai “fatwa yang melarang emansipasi wanita” dan “sebuah putusan seperti yang dilakukan di Kandahar”.

Kalangan feminis menyebut keputusan itu tidak adil karena seorang perempuan tidak akan bisa membatalkan pernikahannya bila dia mencurigai suaminya sudah pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya.

Kalangan yang menentang putusan ini juga mempertanyakan apakah hakim akan mengeluarkan putusan yang sama bila pernikahan itu bukan antara dua orang Islam, dan mengatakan keputusan itu bertentangan dengan prinsip sekuler Prancis.[]

Source: http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/11/081117_french_virgin.shtml

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: