Oleh: MAULA | Maret 30, 2009

Bunda Maria Menangis

 

 maria1

Pada 31 Oktober 2005 lalu, di kota Ho Chi Minh, Vietnam, patung Bunda Maria di dalam sebuah gereja Katolik meneteskan air mata, dan ribuan orang telah menyaksikan keajaiban ini [gambar 1].

Di Caracas, Venezuella, di mata sebuah patung Bunda Maria mengalirkan darah, ratusan orang berbondong-bondong ke gereja untuk memanjatkan doa [gambar 2].

maria2

Februari lalu, siaran berita stasiun TV Minshi melaporkan tentang patung bayi suci di sebuah gereja di Texas, AS. Di hadapan puluhan jemaat di gereja, di luar dugaan bayi suci itu meneteskan air mata seperti kristal. Dan itu berlangsung kurang lebih ½ jam. Dalam tahun-tahun terakhir ini, di berbagai daerah di dunia ditemukan sejumlah besar patung Yesus, Bunda Maria meneteskan air mata, bahkan meneteskan darah, tokoh terkemuka dan termasuk ilmuwan juga pernah menyaksikannya sendiri.

Menurut laporan majalah New Century, dari hasil laboratorium ditemukan, bahwa komposisi molekul air mata dan darah yang mengalir itu sama dengan komposisi air mata dan darah manusia. Namun ilmuwan tidak dapat menjelaskan dari mana asalnya. Patung Bunda Maria di Sicily, Italia, yang meneteskan air mata menarik perhatian mantan Paus Yohanes Paulus II. Beliau menjelaskan bahwa Bunda Maria menangis karena melihat penderitaan akibat perang yang dialami rakyatnya dan ancaman dari Timur, ia menjelaskan ancaman dari timur itu adalah komunisme.

Muncul KeajaibanDalam sebuah situs net yang dimuat pada (25/4/06) lalu disebutkan, bahwa patung Bunda suci Maria di dalam sebuah gereja di desa setempat, Kolumbia. Tiba-tiba meneteskan air mata, sehingga menarik sejumlah besar jemaat untuk menyaksikannya. Selain itu, saat suhu di sebuah desa setempat bagian barat mencapai 15° C ada pohon yang agak membeku (menjadi es), sehingga warga setempat terheran-heran dibuatnya.

Menurut laporan AP, pada akhir November 2005 lalu, di dalam sebuah gereja di pinggiran kota Sacramento, California, AS. Sebuah patung Bunda Maria yang ditempatkan di luar pintu gereja mulai meneteskan air mata, bahkan air matanya tampak seperti darah. Sejumlah jemaat yang setia berkunjung ke sana sambil membawa kamera, dan mereka telah menyaksikan sendiri keajaiban ini.

Kantor beita CNA melaporkan, pada awal November 2004 lalu, di sebuah kampung nelayan di selatan Philipina, sebuah patung bayi suci setinggi 1 kaki yang diukir puluhan tahun lalu kerap meneteskan air mata, sehingga dinamakan “tangisan bayi suci”. Konon katanya, air mata patung bayi suci ini disertai dengan aroma santan kelapa, memiliki khasiat gaib menolak bala dan menyembuhkan penyakit. The Liberty Times melaporkan, sejak pertengahan Mei 2004 lalu, patung Bunda Maria di sebuah gereja Katolik di Lismore, Ausi. Dan sejumlah salib yang menyalib patung Yesus mulai menyebarkan aroma harum bunga mawar dan darah. Fenomena gaib ini berlangsung 2 pekan lamanya.

Malam (22/5/04), ada yang terkejut melihat sebuah patung Yesus sedang meneteskan darah. Darah itu menetes dari kedua tangan, tulang rusuk, lutut dan bagian luar anggota badannya. Dan darah yang menetes tidak berbau, setiap kali selalu disertai dengan aroma harum yang kental. Fenomena tentang Yesus meneteskan air mata maupun darah yang tercatat di berbagai daerah di dunia tak terhitung banyaknya.

Dalam sejarah Kristiani, selain patung yang bisa meneteskan air mata darah, juga kerap terjadi fenomena gaib di tubuh jemaat. Dan fenomena yang diperlihatkan sama dengan kondisi yang dialami umat Kristiani saat mengalami siksaan. Malah lebih hebat, seperti misalnya tanpa sebab yang jelas mengalirkan banyak darah segar di telapak tangan atau kepala, atau pada sepasang mata mereka meneteskan darah, ajaib sekali. Bahkan fenomena ini sudah ada istilah khususnya, yaitu stigma yang berasal dari bahasa Yunani artinya tanda-nya tato. Dunia ilmu pengetahuan tidak dapat menjelaskan peristiwa demikian.

 

Komposisi Darah dan Air Mata

Ada juga ilmuwan yang tertarik terhadap fenomena supernatural ini dan melakukan penelitian. Sebuah penelitian yang terkenal baru-baru ini adalah penelitian terhadap patung Yesus di Kota Cochabumba, Bolivia. Ahli ilmu jiwa dan saraf, yakni Profesor Ricardo Castanon mengadakan penelitian terhadap fenomena ini. Ricardo pernah menghabiskan selama bertahun-tahun waktunya melakukan penelitian dan survei terhadap saksi mata yang pernah melihat patung suci meneteskan air mata di berbagai daerah di dunia. Juga pernah meneliti patung Bunda Maria di Jepang yang meneteskan air mata dan darah. Dan ia sendiri juga pernah menyaksikan patung suci di Cochabumba meneteskan air mata sekaligus melakukan tes laboratorium.

Ia mengambil sampel darah yang mengalir dari mata patung tersebut. Lalu dibawa ke laboratorium genetika di AS, dan hasil tes biologi molekul membutikan komposisi dalam darah adalah DNA manusia. Sampel lainnya dibawa ke laboratorium nasional, Australia dan terbukti ditemukan hasil yang sama.

Bahkan ia juga mengadakan scan sesar terhadap patung ini, ia menscan setiap bagian. Dan hasilnya ditemukan, patung itu tertutup rapat, tidak ada udara apa pun dan berhubungan dengan luar, selain itu juga tidak ditemukan adanya cairan apa pun di dalamnya. Di samping itu, sebuah patung Bunda Maria di Tokyo juga ditemukan meneteskan air mata. Melalui pengujian kimia didapati, cairan itu adalah komposisi air mata manusia. Para ilmuwan tidak habis mengerti bagaimana terjadinya air mata atau darah ini dan mengapa terjadi.

 

Air mata welas asih

Terhadap keajaiban-keajaiban ini, menurut tokoh agama, bahwa itu adalah derita yang dialami dewa yang welas asih karena dosa-dosa manusia. Menurut mereka, ketika ibunda manusia menangis, itu adalah tangisan untuk anaknya sendiri (tangis bahagia, sedih dan lain-lain).

Namun tangisan Bunda Maria di Surga pasti hendak menyampaikan sebuah informasi yang sangat penting. Kantor berita AP melaporkan, seorang warga paroki (kawasan gereja) setempat yang berusia 56 tahun yang menyaksikan sendiri Sang Bunda Maria meneteskan air mata mengatakan, ia yakin bahwa air mata Bunda Maria itu adalah suatu pertanda.

Menurutnya, “pemandangan gaib yang langka ini mengisyaratkan bahwa kelak akan terjadi peristiwa besar, misalnya gempa bumi, banjir atau penyakit menular. Dan kami sangat sedih atas hal ini.”

Sejumlah besar tokoh agama berpendapat, karena kemerosotan moral manusia dan banyak melakukan kejahatan, apabila tidak menebus sendiri kejahatan-kejahatan ini, maka akan mendapat hukuman. Pemrakarsa komisi penyelidik fakta penindasan agama di China yakni Kristiani Li Sixiong yang menetap di AS mengatakan, maksud Tuhan berbuat demikian agar orang-orang yang terlena dalam kesesatan segera sadar.

Menurut Li Sixiong, patung bayi menangis, sebenarnya dapat diuraikan kalau Yesus tengah menangis untuk umatnya, sebab banyak sekali umatnya telah melanggar perintah Tuhan. Sehubungan dengan air mata Sang Bunda Suci Maria dan bayi suci, Paus Roma juga memiliki penguraian yang sama.

Menurut laporan stasiun radio Vatican, di ibu kota Sicily, Italia, rutin diadakan tahun Bunda Suci Syracuse untuk memperingati keajaiban yang terjadi di Syracuyse pada 50 tahun silam. Pada (29/8/1953-1/9/1953) sebuah patung Bunda Suci Maria di sana selalu meneteskan air mata setiap waktu tertentu.[]

 

Source: http://bundamariamenangis.blogspot.com/

 

 

 

 

 


Responses

  1. dengar orang2 kristen dan katolik cobA bayangkan masak manusia dapat membuat tuhan coBa pikirkan..
    dan katanya tUhan yesus itu mati,jadi than jesus tidak aBadi doNg karena ada kan hari wafatnya al,masiH
    jdi than kristen dan katolik tidak kekal

  2. saudara semua, apakah orang sehat butuh dokter?
    Yesus datang ke dunia untuk memanggil orang – orang berdosa…
    satu jiwa saja, berharga dimata Tuhan,
    satu nyawa saja yang diselamatkan, maka seisi surga bersuka cita,.
    semoga saudara memahami kisah kecil yang diceritakan di bawah ini :

    “Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.”

    Mana yang lebih menyenangkan, beraksi panggung di depan banyak penonton atau segelintir? Jika anda seorang musisi, rasanya pilihan akan jatuh kepada banyak penonton. Ada banyak artis baik dalam dan luar negeri yang pernah saya wawancarai akan sangat termotivasi dan bertambah semangatnya ketika tampil di depan banyak orang. Apalagi jika mereka tahu lagu-lagu yang dibawakan dan bernyanyi bersama. Tapi kemarin saya mendapatkan sesuatu yang lain dari yang lain. Ada musisi yang saya kenal tampil di sebuah restoran hotel bersama dua orang rekannya. Saya ada di sana karena saya punya janji untuk bertemu dengannya. Mereka main cuma untuk menghibur sedikit sekali pengunjung restoran. Itupun hampir tidak ada tanggapan sama sekali dari pengunjung, karena mereka sibuk makan malam dan berbincang-bincang dengan keluarga atau rekan semeja. Tapi ketiga musisi ini terus main. Mereka tidak mempedulikan hal itu sama sekali, mereka tetap tampil memberikan yang terbaik, ada atau tidak tepukan atau mata yang melihat mereka. Padahal mereka cukup terkenal dan jelas punya skill di atas rata-rata. Ketika saya tanyakan, teman musisi ini berkata bahwa tugas mereka adalah menghibur. Ada atau tidak ada penonton, mereka memang ditugaskan untuk itu, dan mereka pun melakukannya dengan sebaik mungkin. “Ada saatnya banyak penonton, dan kami suka itu, tapi ada saatnya kami dicuekin, ya tidak apa-apa, kami tetap main dengan baik kan?” katanya sambil tertawa.

    Seperti itulah gambaran di dunia musik. Ada musisi yang menyadari misi mereka yang sesungguhnya, tapi ada pula yang hanya mau bermain di depan banyak orang dan menolak main jika penontonnya tidak sebanyak yang ia harapkan. Dalam dunia pelayanan hal ini pun bisa terjadi. Ada orang yang tidak mau mengeluarkan kemampuan terbaik ketika yang dilayani mungkin hanya satu orang. Buang-buang waktu saja rasanya melayani hanya satu orang. Apalagi jika kita menganggap bahwa orang itu begitu berdosa, begitu hina dan menurut kita tidak ada apa-apa lagi yang bisa diharapkan daripada mereka karena dosanya sudah begitu keterlaluan besarnya. Padahal Tuhan tidak pernah mengajarkan demikian. Satu orang bertobat, seisi surga bersukacita. Kita akan lihat ayatnya sebentar lagi. Tapi sebelum itu, mari kita lihat keteladanan yang ditunjukkan oleh Yesus Kristus sendiri.

    Yesus tidak pernah membeda-bedakan jumlah dalam pelayananNya di muka bumi ini. Baik di depan ribuan orang, maupun hanya satu orang, Dia selalu memberi yang terbaik dan meluangkan waktuNya sepenuhnya. Salah satu kisah mengenai Matius saya angkat hari ini. Matius awalnya bukanlah orang yang baik di mata masyarakat. Profesinya adalah sebagai pemungut cukai. Artinya ia bekerja untuk kepentingan Roma, bangsa penjajah. Pemungut cukai digolongkan ke dalam orang berdosa pada masa itu dan dikucilkan masyarakat karena dianggap musuh. Pada suatu hari langkah Yesus membawaNya bertemu dengan Matius.”Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.” (Matius 9:9). Yesus tidak melewatkan Matius begitu saja. Ia hanya seorang, dan ia orang berdosa, ia adalah musuh. Yesus tidak melewatinya tapi malah menghampiri Matius dan mengajaknya ikut. Matius memilih untuk berdiri dan mengikut Yesus. Sebuah pilihan yang sangat tepat. Lalu Yesus pun makan di rumah Matius. Lihatlah saat itu ternyata kedatangan Yesus berkunjung ke rumah Matius terdengar oleh pemungut cukai dan orang-orang berdosa di mata masyarakat lainnya. Mereka pun berbondong-bondong datang. Dari satu kemudian berkembang menjadi banyak. Orang Farisi pun kaget melihat itu dan segera bertanya kepada para murid, “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (ay 11). Yesus ternyata mendengar itu dan kemudian berkata: “Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (ay 12-13). Dokter tugasnya menyembuhkan orang sakit, biar satu orang sekalipun, kalau sakit tentu diobati bukan? Demikian pula kata Yesus, bahwa tugasNya ke dunia ini adalah untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Meski hanya satu jiwa saja, itupun berharga bagiNya. Kita tahu apa yang terjadi kemudian. Matius bertobat dan menjadi murid Yesus. Tidak hanya murid biasa, tapi ia pun termasuk dalam satu dari empat penulis Injil yang bisa kita baca hingga hari ini. Itu semua bermula ketika Yesus tidak memandang jumlah dan mau repot-repot mengurusi satu orang saja.

    Mari kita lihat dua perumpamaan diberikan Yesus mengenai ini. Pertama dalam perumpamaan tentang domba yang hilang. “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?” (Lukas 15:4). Jika satu domba hilang, tidakkah si gembala mau kembali ke padang gurun untuk mencari dombanya? Mungkin tersesat, mungkin celaka, dan mereka pasti rela kembali mencari untuk menyelamatkan dombanya. Demikian pula Yesus. “Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.” (ay 7). Meski hanya satu orang bertobat, sukacita di surga pun akan terjadi. Lalu mari kita lanjutkan dengan perumpamaan tentang dirham yang hilang. “Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.” (ay 8-9). Satu dirham (uang perak) hilang, tentu akan dicari, meski masih ada 9 uang perak lagi yang tidak hilang. Yesus kemudian menyimpulkan, “Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” (ay 10). Satu orang bertobat, seluruh malaikat pun akan bersorak sorai. Tidak harus seratus, seribu, sejuta, tapi satu saja sudah membuat seisi surga bersorak gembira.

    Satu jiwa sangat berharga di mata Allah. Sudahkah kita rela untuk meluangkan waktu dan kesibukan kita untuk melayani satu orang saja? Menjadi terang dan garam bagi dunia tentu menjadi impian semua anak-anak Tuhan, tapi menjadi terang dan garam bagi satu orang pun tidak kurang pentingnya. Jika kita bisa mempertanggungjawabkan satu orang, Tuhan pasti akan melipatgandakannya kelak. Tapi berapapun jumlahnya, yang penting adalah kerinduan hati kita untuk melihat ada jiwa yang diselamatkan. Saat ini dunia penuh dengan “orang-orang sakit”, jiwa terhilang dan tidak tahu jalan pulang. Mereka sungguh membutuhkan perhatian dan pelayanan kita. Berapapun jumlahnya, satu orang sekalipun, janganlah kita membiarkan mereka putus pengharapan dan merasa terabaikan. Sebab satu orang sekalipun sangatlah berharga bagi Tuhan.

    Satu orang bertobat, seisi surga bersukacita

  3. BUANGGAAA…BUANGEEET!!!!!…..
    MASIH “JUARA” BERTAHAN…DI “AGAMA” JUGA’ DI “NEGARA”

  4. Hahahaha berdebat semuanya soal perbedaan paham di agama masing2! Minta sekalian tuhan isa,tuhan allah,tuhan dewa dewi,sekaligus tuhannya budha wujudkan diri!! Hoam ngantuk w bc perang komentar lu lu smua,yg ini merasa pling bnr yg itu apalagi ! Woy bisa ga sih,saling menghargai! Dasar manusia tdk berotak!

  5. Kalo ada yang merasa agamanya paling benar itulah orang yang goblok banget. karena tidak satupun agama yang mengajarkan kemungkaran, semua agama mengajarkan ketuhanan, kebajikan dan larangan, tinggal keyakinan kita masing2, kalo ada ummat yang melakukan kemungkaran atau kejahatan itu bukan faktor agamanya tetapi karena faktor pribadinya yang memang jahat dan selalu membuat kerusakan dimuka bumi. dan kalo ada orang yang baik, dermawan, baik budi pekertinya berarti orang trsbt faham terhadap ajaran agamanya siapapun orangnnya. maka marilah kita hindari gesekan, jauhkan perbedaan, carilah perdamaian, berlomba-lomba dalam kebaikan, sehubungan dengan artikel diatas Bunda Maria(Umt Kristiani)/Siti Maryan(Umt Muslim) menangis, kita wajib percaya karena hal itu bisa terjadi karena Qudrat dan Iradad Allah SWT, yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Allah SWT maha kuasa terhadap semua ciptaannya, kejadian banjir, gunung meletus, angin puting beliung, gempa bumi/stunami, dicabutnya roh, terjadinya kiamat dlsb adalah diluar nalar akal manusia, kita semua wajib percaya itulah yang disebut Qada’ dan Qadar. Bahkan ada ummat agama lain yang bermimpi ketemu dengan Nabi Muhammad, Nabi Isa, Siti Maryam/Bunda Maria, Sang Budha, Nabi Musa, dsb, itu adalah tidak lepas dari karunia Allah SWT.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 938 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: