Oleh: maulanusantara | Juli 5, 2009

Jugun Ianfu; Sejarah Kelam Masa Lalu

Jugun IanfuJugun Ianfu adalah istilah Jepang terhadap perempuan penghibur tentara kekaisaran Jepang dimasa perang Asia Pasifik, istilah asing lainnya adalah Comfort Women. Pada kenyataannya Jugun Ianfu bukan merupakan perempuan penghibur tetapi perbudakan seksual yang brutal, terencana, serta dianggap masyarakat internasional sebagai kejahatan perang. Diperkirakan 200 sampai 400 ribu perempuan Asia berusia 13 hingga 25 tahun dipaksa menjadi budak seks tentara Jepang.

Melakukan invansi ke negara lain yang mengakibatkan peperangan membuat kelelahan mental tentara Jepang. Kondisi ini mengakibatkan tentara Jepang melakukan pelampiasan seksual secara brutal dengan cara melakukan perkosaan masal yang mengakibatkan mewabahnya penyakit kelamin yang menjangkiti tentara Jepang. Hal ini tentunya melemahkan kekuatan angkatan perang kekaisaran Jepang. Situasi ini memunculkan gagasan untuk merekrut perempuan-perempuan lokal , menyeleksi kesehatan dan memasukan mereka ke dalam Ianjo-Ianjo sebagai rumah bordil militer Jepang.

Mereka direkrut dengan cara halus seperti dijanjikan sekolah gratis, pekerjaan sebagai pemain sandiwara, pekerja rumah tangga, pelayan rumah makan dan juga dengan cara kasar dengan menteror disertai tindak kekerasan, menculik bahkan memperkosa di depan keluarga.

Jugunianfu berasal dari Korea Selatan, Korea Utara, Cina, Filipina, Taiwan, Timor Leste, Malaysia, dan Indonesia. Sebagian kecil di antaranya dari Belanda dan Jepang sendiri. Mereka dibawa ke wilayah medan pertempuran untuk melayani kebutuhan seksual sipil dan militer Jepang baik di garis depan pertempuran maupun di wilayah garis belakang pertempuran.

Sebagian besar perempuan-perempuan yang berasal dari pulau Jawa yang dijadikan Jugun Ianfu seperti Mardiyem, Sumirah, Emah Kastimah, Sri Sukanti, hanyalah sebagian kecil Jugun Ianfu Indonesia yang bisa diidentifikasi. Masih banyak Jugun Ianfu Indonesia yang hidup maupun sudah meninggal dunia yang belum terlacak keberadaannya.

Mereka diperkosa dan disiksa secara kejam. Dipaksa melayani kebutuhan seksual tentara Jepang sebanyak 10 hingga 20 orang siang dan malam serta dibiarkan kelaparan. Kemudian di aborsi secara paksa apabila hamil. Banyak perempuan mati dalam Ianjo karena sakit, bunuh diri atau disiksa sampai mati.

Ianjo pertama di dunia dibangun di Shanghai, Cina tahun 1932. Pembangunan Ianjo di Cina dijadikan model untuk pembangunan Ianjo-Ianjo di seluruh kawasan Asia Pasifik termasuk Indonesia sejak pendudukan Jepang tahun 1942-1945 telah dibangun Ianjo diberbagai wilayah seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Jawa, Nusa Tenggara, Sumatra, Papua.

Setelah perang Asia Pasifik usai Jugun Ianfu yang masih hidup didera perasaan malu untuk pulang ke kampung halaman. Mereka memilih hidup ditempat lain dan mengunci masa lalu yang kelam dengan berdiam dan mengucilkan diri. Hidup dalam kemiskinan ekonomi dan disingkirkan masyarakat. Mengalami penderitaan fisik, menanggung rasa malu dan perasaan tak berharga hingga akhir hidupnya.

Kaisar Hirohito merupakan pemberi restu sistem Jugun Ianfu ini diterapkan di seluruh Asia Pasifik. Para pelaksana di lapangan adalah para petinggi militer yang memberi komando perang. Maka saat ini pihak yang harus bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan ini adalah pemerintah Jepang.

Pemerintah Jepang masa kini tidak mengakui keterlibatannya dalam praktek perbudakan seksual di masa perang Asia Pasifik. Pemerintah Jepang berdalih Jugun Ianfu dikelola dan dioperasikan oleh pihak swasta. Pemerintah Jepang menolak meminta maaf secara resmi kepada para Jugun Ianfu. Kendatipun demikian Juli 1995 Perdana Menteri Tomiichi Murayama pernah menyiratkan permintaan maaf secara pribadi, tetapi tidak mewakili negara Jepang. Tahun 1993 Yohei Kono mewakili sekretaris kabinet Jepang memberikan pernyataan empatinya kepada korban Jugun Ianfu. Namun pada Maret 2007 Perdana Menteri Shinzo Abe mengeluarkan pernyataan yang kontroversial dengan menyanggah keterlibatan militer Jepang dalam praktek sistem perbudakan seksual.

Pemerintah Indonesia menganggap masalah Jugun Ianfu sudah selesai, bahkan mempererat hubungan bilateral dan ekonomi dengan Jepang paska perang Asia Pasifik. Namun hingga kini banyak organisasi non pemerintah terus memperjuangkan nasib Jugun Ianfu dan terus melakukan melobi ke tingkat internasional untuk menekan pemerintah Jepang agar menyelesaikan kasus perbudakan seksual ini. Kemudian upaya penelitian masih terus dilakukan untuk memperjelas sejarah buram Jugun Ianfu Indonesia,berpacu dengan waktu karena para korban yang sudah lanjut usia.

Banyak masyarakat yang merendahkan, serta menyisihkan para korban dari pergaulan sosial. Kasus Jugun Ianfu dianggap sekedar “kecelakaan” perang dengan memakai istilah “ransum Jepang”. Mencap para korban sebagai pelacur komersial. Banyak juga pihak-pihak oportunis yang berkedok membela kepentingan Jugun Ianfu dan mengatasnamakan proyek kemanusiaan, namum mereka adalah calo yang mengkorupsi dana santunan yang seharusnya diterima langsung para korban.

Juli 1995 Asian Women’s Fund (AWF) didirikan oleh organisasi swasta Jepang. Organisasi ini dituduh sebagai “agen penyuap” untuk meredam protes masyarakat internasional dan tidak mewakili pemerintah Jepang secara resmi. Di masa pemerintahan Soeharto Tahun 1997 Menteri Sosial Inten Suweno menerima dana santunan bagi para korban sebesar 380 juta yen yang diangsur selama 10 tahun. Namun banyak para korban menyatakan tidak pernah menerima santunan tersebut.

Berikut adalah beberapa tuntutan dari para korban jugunianfu:

1. Pemerintah Jepang masa kini harus mengakui secara resmi dan meminta maaf bahwa perbudakan seksual dilakukan secara sengaja oleh negara Jepang selama perang Asia Pasifik 1931-1945.
2. Para korban diberi santunan
sebagai korban perang untuk kehidupan yang sudah dihancurkan oleh militer Jepang.
3. Menuntut dimasukkannya sejarah gelap Jugun Ianfu ke dalam kurikulum sekolah di Jepang agar generasi
muda Jepang mengetahui kebenaran sejarah Jepang.

Tahun 1992, untuk pertama kalinya Kim Hak Soon korban asal Korea Selatan membuka suara atas kekejaman militer Jepang terhadap dirinya ke publik. Setelah itu masalah Jugun Ianfu terbongkar dan satu persatu korban dari berbagai negara angkat suara. Kemudian tahun 2000 telah digelar Tribunal Tokyo yang menuntut pertanggung jawaban Kaisar Hirohito dan pihak militer Jepang atas praktek perbudakan seksual selama perang Asia Pasifik. Tahun 2001 final keputusan dikeluarkan di Tribunal The Haque. Setelah itu tekanan internasional terhadap pemerintah Jepang terus Dilakukan. Oktober 2007 kongres Amerika Serikat mengeluarkan resolusi tidak mengikat yang menekan pemerintah Jepang memenuhi tanggung jawab politik atas masalah ini . Meski demikian pemerintah Jepang sampai hari ini belum mengakui apa yang telah diperbuat terhadap ratusan ribu perempuan di Asia dan Belanda pada masa perang Asia Pasifik.

Sumber: http://www.jugunianfuindonesia.org/

About these ads

Responses

  1. semoga di adakanya miss indonesia,putri indonesia
    wanita indonesia menjadi lebih maju dan di hilangkanya prebudakan sex

  2. ngeri, ya…miris banget ceritanya…mengerikan sekali sesuatu bernama ‘perang’ itu.,

  3. Berbahagialah qt sebagai kaum perempuan yang dilahirkan setelah perang asia selesai sehingga tdk perlu menjadi korban kekejaman jepang

  4. Kena gmpa, kena tsunami plus radiasi nuklir. Apakah ini sebuah hukum karma? Allahu ‘alam

  5. Sedih rasanya mendengar cerita pilu para ex jugun ianfu, tidak tega rasanya, tidak bisa membayangkan. Semoga generasi muda sekarang jangan sampai merasakan seperti mereka. Selalu bersyukur pada Tuhan

  6. sebaga’i wanita saya merasa sedih atas prilaku jepan terhadap jugun infu…
    tak bisa saya bayangankan kehidupan wanita pada masa itu…. :(

  7. wanita2 eks jugun ianfu mungkin dianggap miris oleh sbgian bsr orang. Tapi, melalui peristiwa ini, mudah2an penerus2 bgs masa kini smkn belajar u/ menghargai hidupnya krn tidak mengalami penderitaan smcm ini ;)

  8. MAKA JEPANG PUN PANTAS MENDAPATKAN HUKUMAN YANG SETIMPAL YAITU DIJATUHKAN BOM NUKLIR DI HIROSHIMA DAN NAGASAKI.MAMPUS LOOOO!

  9. Agaknya perlu dimasukkan ke kurikulum buku pelajaran sejarah di sekolah,termasuk penyelewengan dana dari jepang yg dilakukan pemerintah Indonesia sendiri.supaya generasi Indonesia kedepannya lebih kritis,memiliki kepedulian yg tinggi,nasionalis,waspada dan dewasa.apakah akan kesitu efeknya?sepertinya iya.cerita tersebut membuat pembacanya merenung atau mengasah jiwanya dlm beberapa menit.aku heran dg pihak pemerintah Indonesia sendiri yg tidak memberikan dana dari jepang ke tangan korban?apakah benar terjadi penyelewengan oleh kementerian yg diketuai oleh inten suweno?larinya kemana?kenapa tidak diusut?ini kasus kebrobrokan moral yg parah,oleh orang yg berpendidikan tinggi,mungkin sekolahnya bayar pakai tape singkong kali ya?dikiranya dinas sosial itu apa?kenapa presidennya tidak bereaksi dg memberi teguran?

  10. Agaknya perlu dimasukkan ke kurikulum buku pelajaran sejarah di sekolah,termasuk penyelewengan dana dari jepang yg dilakukan pemerintah Indonesia sendiri.supaya generasi Indonesia kedepannya lebih kritis,memiliki kepedulian yg tinggi,nasionalis,waspada dan dewasa.apakah akan kesitu efeknya?sepertinya iya.cerita tersebut membuat pembacanya merenung, mengasah jiwanya dlm beberapa menit.aku heran dg pihak pemerintah Indonesia sendiri yg tidak memberikan dana dari jepang ke tangan korban?apakah benar terjadi penyelewengan oleh kementerian yg diketuai oleh inten suweno?larinya kemana?kenapa tidak diusut?ini kasus kebobrokan moral yg parah,oleh orang yg berpendidikan tinggi,mungkin sekolahnya bayar pakai tape singkong kali ya?dikiranya dinas sosial itu apa?kenapa presidennya tidak bereaksi dg memberi teguran?orde baru orde yg aneh,rezim yg aneh peradaban yg aneh,kerakyatan yg dipimpin oleh kezaliman?bukan oleh hikmah kebijaksanaan,tapi sifat tamak dan serakah.buktinya jelas negara ini punya catatan pernah mencetak presiden terkorup sedunia.hidup keadilan,ayo dukung nasionalisasi aset bangsa asing,freeport,exxon mobil, dll, dan juga kekayaan Suharto?adalah sesungguhnya hak rakyat Indonesia.haramkan penjualan BUMN.seandainya saja bukan aku yg berkata seperti ini,tapi tokoh agama terkemuka?bisa terjadi revolusi atas nama jihad.resiko perang tidak akan jadi penghalang?aku jijik dg nekolim,caranya licik.

  11. remind me the film “flower of war”

  12. Sungguh memilukan …
    ;(

  13. SEBAGAI warga negara saya sangat perhatin dan saya bersyukur kpd alloh krna indonesia tdk di jajah lagi

  14. [...] dari masyarakat sekitar mereka. [ii] “Jugun Ianfu; Sejarah Kelam Masa Lalu « Maula”, https://maulanusantara.wordpress.com/2009/07/05/1061/ (diakses tanggal 28 agustus 2010) [iii] Hilde Janssen, wajah-wajah mendobrak kebisuan, Tempo, [...]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 98 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: