Islam di China dari Masa ke Masa

1Islam hadir di Cina sudah sangat lama. Waktunya hanya terpaut sedikit dari masa Nabi Muhammad SAW. Menurut catatan, delegasi pertama yang datang ke Cina pada tahun ke 29 hijriah. Utusan itu dipimpin Saad bin Abi Waqash. Dia diberi mandat oleh khalifah ke-3 Utsman bin Affan mengajak kaisar Cina Yung Wei masuk Islam. Sebelumnya hubungan bangsa Arab dan Cina terjalin melalui perdagangan.
Agama Islam dipercayai berkembang di China pada tahun 651 Masehi, iaitu pada zaman dinasti Tang. Dinasti Tang merupakan salah satu dinasti yang paling makmur dalam sejarah China. Pada zaman itu, terdapat dua jalan dari ibu negara dinasti Tang ke negara Arab, kedua-dua jalan itu dikenali sebagai Jalur Sutera, satu Jalur Sutera Darat, melalui bagian barat China, satu lagi Jalur Sutera Laut melalui pelabuhan Guangzhou di China selatan, belayar melalui Asia Tenggara dan akhirnya sampai ke negara Arab. Jalur Sutera Darat lebih makmur pada permulaan, dan akhirnya Jalur sutera laut telah menggantikan peranannya.
Untuk menunjukkan kekaguman dan penghormatannya terhadap Islam, kaisar lantas mendirikan masjid pertama di Cina. Masjid Canton (Memorial Mosque) sampai saat ini masih berdiri tegak dan telah berusia 14 abad. Masjid ini adalah saksi bisu perkembangan Islam di negeri tirai bambu itu. Setelah itu, hubungan Islam dan Cina berkembang pesat hingga muncul perkampungan Muslim. Yang pertama dibangun adalah Cheng Aan. Itu berlangsung pada masa dinasti Tang. Setelah itu, ribuan Muslim dari Arab, Persia dan Asia Tengah menyerbu Cina yang berada di puncak peradaban.
Pada zaman Wudai, China utara sering berperang dan China selatan lebih aman, banyak penganut agama Islam telah berpindah ke China selatan. Pada zaman itu, agama Islam telah berkembang, banyak orang China juga menganut agama Islam.
Masjid pada zaman dinasti Tang dan Wudai masih mempunyai corak seni Arab dan belum menerima pengaruh seni tradisional China. Kebanyakan masjid pada zaman itu terletak di pelabuhan atau bandar, pusat politik dan ekonomi. Masjid Huaizheng di bandar Guangzhou yang dibina pada dinasti Tang dianggap sebagai masjid yang tertua di China. Masjid itu masih mempunyai corak seni Arab.
Pada zaman Dinasti Song, agama Islam dianggap lebih mulia oleh rakyat China, agama Islam telah mula berkembang di China dan kawasan kediaman penduduk beragama Islam lebih luas. Banyak orang asing yang beragama Islam tinggal di bandar Guangzhou di provinsi Guangdong dan bandar Quanzhou di provinsi Fujian secara berkumpulan. Masjid pada zaman Dinasti Song yang masih ada sekarang sudah tidak banyak, yang paling terkenal ialah masjid “Qing Jing Si” dibandar Quanzhou.
Zaman Dinasti Yuan merupakan zaman yang paling penting bagi perkembangan agama Islam di China. Agama Islam di China berkembang paling pesat dan paling makmur pada zaman itu dan mempunyai kedudukan yang penting, arena politik dan kehidupan masyarakat. Saudara yang menganut agama Islam bertambah pesat, dan penduduk Islam China banyak mengadakan perhubungan dengan dunia Arab. Masjid di China pada zaman itu bertambah banyak, dan selain bercirikan seni Arab, reka bentuknya telah menerima seni China, banyak menggunakan kayu yang diukir.
Pada zaman Dinasti Ming, perkembangan agama Islam di China telah menghadapi rintangan, maharaja pertama Dinasti Ming memandang rendah terhadap agama Islam. Baginda mengeluarkan perintah untuk melarang rakyat menyembelih lembu secara tersendiri dan beberapa dasar yang mendiskriminasi umat Islam, termasuk orang Islam tidak boleh menjadi pegawai kerajaan dan lain-lainnya. Ini telah mencetuskan kemarahan umat Islam di China dan penduduk Islam mengadakan pemberontakan di ibu kota negara. di bagian selatan, maharaja malarang perdagangan melalui jalur laut, semua kapal tidak dibenarkan berlayar. Di bagian utara, maharaja secara besar-besaran memperbaiki Tembok China. Ini telah memutuskan hubungan dan komunikasi antara umat Islam di China dan di Arab, agama Islam di China berkembang secara sendiri. Sejak itu, agama Islam di China semakin hari semakin bercorak China. Tetapi penganiaya maharaja dan tekanan masyarakat telah mendorong peatumbuhan etnik Huizu, etnik Huizu ialah etnik yang beragama Islam yang paling banyak di China. Sejak etnik Huizu ditumbuhkan, satu masyarakat Islam yang kecil telah wujud dalam masyarakat China, ini merupakan penanda sejarah perkembangan Islam di China.
Perkembangan agama Islam pada zaman Dinasti Qing mempunyai kedudukan yang penting dalam sejarah perkembangan agama Islam di China. Boleh dikatakan, pada zaman Dinasti Yuan, jumlah penduduk Islam telah meningkat secara besar-besaran, tetapi pada zaman Dinasti Qing, mutu agama Islam telah ditingkatkan secara besar-besaran dan pengaruh Islam kepada masyarakat China semakin hari semakin luas. Umat Islam pada Dinasti Qing banyak mengadakan pemberontakan, yang terbesar 5 kali. Maharaja membenci dan memandang rendah terhadap Islam, baginda juga takut akan Islam. Di samping itu, beberapa golongan penganut Islam telah ada di China.
Zaman Dinasti Ming dan Qing merupakan abad perkembangan dan peralihan bagi masjid di China, seni masjid secara beransur-ansur berubah dari seni Arab ke seni China. Tetapi hiasan di dalam masjid masih bercorak campuran.
Kebudayaan Islam mempunyai kedudukan yang penting dalam kebudayaan China, umat Islam di China pernah memberi sumbangan yang besar terhadap perkembangan sains dan teknologi China. Kalender yang dicipta oleh umat Islam pernah digunakan di China dalam waktu yang panjang. Alat pandu arah angkasa yang dicipta oleh seorang ahli ilmu falak yang bernama Zamaruddin pada Dinasti Yuan sangat populer di China. Ilmu matematik yang dikembangkan dari Arab telah diterima oleh orang China. Ilmu perobatan Arab juga menjadi sebagian daripada ilmu perobatan China. Umat Islam juga terkenal dengan pembuatan meriam di China, Dinasti Yuan menggunakan sejenis meriam yang dikenali sebagai meriam etnik Huizu yang diciptakan oleh orang Islam China. Meriam itu tidak menggunakan bahan letupan, tetapi menggunakan batu sebagai peluru, dan meriam itu sangat populer di China pada zaman itu. Selain itu, orang Islam juga terkenal dengan teknik pembinaan dan menenun.
Umat Islam punya babak baru pada masa Mao Tse Tung (1893-1976). Negarawan besar ini juga memiliki hubungan khusus dengan umat Islam. Ketika dia menetapkan markasnya ke Niyan, umat Islam Cina mendukungnya penuh. Bahkan sebagian Musilm ikut bergabung dalam tentara Merahnya meski sebagian menyembunyikan agama asli.
Pada 1954 pemerintah menjamin kebebasan untuk melakukan shalat, upacara ritual dan budaya serta sosial sendiri. Sebagai perbandingan terhadap etnis minoritas lainnya, mereka juga diberi kebebasan terutama menjalin hubungan dengan muslim lain di dunia.
Belakangan memang pemerintah Cina memberi perlakuan khusus bagi mereka. Caranya dengan memberikan otonomi atau provinsi khusus buat mereka. Pemerintah Cina memberi hak khusus kepada etnik minoritas. Sebagai bukti, di luar dari 22 provinsi ada lima daerah otonomi penuh yang didasarkan pada pengakuan atas hak warga minoritas bukan saja Muslim tapi juga etnik lain.
Wilayah itu adalah Zhuang di Guangxi Zhuangzu, Hui-wilayah muslim di Ningxia Huizu, Uygurs di Xinjiang Uygurs, Tibet di Tibet, dan Mongol di wilayah khusus Mongol. Wilayah khusus lain dibedakan lantaran perjanjian dengan Inggris seperti Hongkong yang telah dikembalikan secara resmi. Saat ini, jumlah Muslim di Cina diperkirakan mencapai 200 juta jiwa. Tentu ini bukan data resmi karena tak ada sensus khusus terhadap agama. Sebagian besar Muslim Cina merupakan etnis Uygur, Kazak, Kyrgyz, Uzbek, Tatar dan Xinjiang.
Sejak PRC didirikan pada tahun 1949, agama Islam telah berkembang pesat. kerajaan China mengamalkan dasar bebas agama, tidak menggalakkan rakyat beragama, tetapi semua agama yang sah dilindungi. Kerajaan juga menyediakan biaya untuk memperbaiki masjid, dan memberi dasar keutamaan kepada umat Islam. Misalnya sekarang, China menetapkan orang yang sudah mati harus dibakar, tetapi kerajaan China menyediakan tanah yang khusus untuk orang Islam yang meninggal dunia dikebumikan. Anak-anak Islam lebih mudah masuk sekolah, dan kerajaan menubuhkan sekolah menengah yang khusus untuk anak-anak Islam. Selain itu, kerajaan juga mendirikan pusat Islam dan rumah sakit Islam. Kerajaan juga memberi bantuan kepada masjid dan Persatuan Islam untuk memperbaiki bangunan dan biaya harian. Misalnya semasa masjid Niujie, yaitu masjid yang tertua dan terkenal di Beijing merayakan ulang tahun ke-1000, kerajaan memberi dana sebanyak beberapa juta Yuan RMB untuk memperbaiki masjid itu. Sekarang, kawasan Islam di Beijing dalam distrik Xuanwu telah dibuat seperti semula, kerajaan menyediakan rumah yang baru kepada penduduk Islam. Kawasan itu semakin hari semakin indah.
Sumber: islamicworldnews.blogspot.com dan forum.wgaul.com

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s