Oleh: MAULA | Maret 10, 2010

Hari Musik Nasional: Musik dan Kecerdasan Bangsa

Patung W. R. Supratman

Patung W. R. Supratman

Oleh: Willy Hangguman

Delapan tahun silam mantan Presiden Megawati Soekarnoputri mencanangkan tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional. Tanggal 9 Maret dipilih karena pada tanggal itu, Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu Indonesia Raya, lagu kebangsaan Indonesia, lahir.

Keputusan tersebut cerdas, karena itu adalah bentuk pengakuan pentingnya musik dalam kehidupan manusia, juga bagi bangsa Indonesia yang terdiri lebih dari 500 suku bangsa dan budaya dan memiliki kekayaan musik lokal yang luar biasa.

Setelah enam tahun kita memperingati Hari Musik Nasional, lantas apa yang terjadi dengan dunia musik kita sekarang? Sudahkah kita memanfaatkan musik untuk kemaslahatan bangsa dan negara ini?

Manfaat musik sangat luar biasa bagi umat manusia. Sudah banyak dilakukan penelitian musik dari Mozart dan Beethoven ternyata dapat meningkatkan kecerdasan. Itu sebabnya, ibu-ibu yang hamil dianjurkan untuk mendengarkan musik Mozart dan Beethoven untuk bayi yang ada dalam kandungan mereka. Biar mereka lebih cerdas. Lebih pintar. Lebih dewasa dalam emosi. Ini bukan omong kosong atau akal-akalan industri musik agar produk mereka laris manis di pasar. Bukan. Ini hasil penelitian.

Musik juga bisa menyembuhkan. Tentu tidak semua jenis musik. Di Ame- rika, sudah ada penelitian jenis musik new age bagus untuk penyembuhan. Malah, telah dilakukan penelitian ada pasien yang cukup diperdengarkan musik (healing music), lainnya tidak. Hasilnya? Pasien yang mendengar musik cepat sembuh dibandingkan yang tidak.

Musik bisa menghibur hati yang gundah, sudah kita tahu dan alami sendiri. Ketika hati sedih, kita mendengar musik. Bahkan, kita sering diiringi musik saat mengerjakan sesuatu mulai dari belajar sampai kerja di kantor.

Dalam sejarah perjuangan bangsa kita, juga bangsa lain, musik telah membantu mengibarkan semangat perjuangan kita tinggi-tinggi. Keputusan politik para pemuda saat mengikrarkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 28 untuk menjadi satu bangsa, bangsa Indonesia, bertambah-tambah maknanya setelah Wage Rudolf Soepratman menciptakan lagu Indonesia Raya dan memperdengarkan lagu kebangsaan tersebut pada penutupan Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928. Mendadak, terjadi loncatan kesadaran bangsa Indonesia telah memiliki lagu kebangsaan sendiri, tidak beda dengan bangsa lain, termasuk bangsa Belanda yang memiliki lagu kebangsaan Wilhelmus van Nassouwe. Lagu Soepratman itu jelas membakar semangat perjuangan para bapak bangsa kita waktu itu.

Ketika berperang dengan Belanda pada masa revolusi, para pejuang Indonesia dikobarkan oleh lagu-lagu perjuangan yang antara lain diciptakan oleh Ismail Marzuki. Intinya, musik itu memberi manfaat besar bagi kehidupan manusia.

Kini, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu gencar mendorong bangkitnya industri ekonomi kreatif. Sudah jelas, musik termasuk di dalamnya. Industri musik adalah salah industri yang memiliki rantai kegiatan panjang yang bisa membuka kesempatan kerja cukup luas.

Pendidikan

Pertanyaan yang lebih penting saat ini adalah sudahkah kita memanfaatkan musik sebagai alat pendidikan di sekolah-sekolah kita? UNESCO Music Council telah menegaskan, pertama, musik adalah alat pendidikan. Kedua, musik adalah alat untuk mempertajam rasa intelektual manusia. Tetapi, tidak semua musik memiliki kedua manfaat itu. Musik yang memenuhi persyaratan ini antara lain musik klasik, semiklasik, juga musik tradisional, seperti karawitan atau gamelan.

Di sekolah-sekolah kita, pendidikan seni musik belum sepenuhnya mendapat perhatian. Kita masih sibuk dengan mata pelajaran yang akan dijadikan ujian nasional. Hanya sekolah-sekolah yang sudah maju melaksanakan pendidikan seni musik, juga seni lainnya dengan serius. Sekolah-sekolah tersebutnya menonjol prestasinya di tingkat nasional.

Negara-negara maju, seperti Jepang, Jerman, Amerika Serikat, dan termasuk Singapura, menyadari pentingnya musik sebagai alat pendidikan dalam meningkatkan kecerdasan. Negara-negara yang memperhatikan pendidikan seni musik dengan baik ternyata menjadi negara yang paling banyak menghasilkan lulusan tingkat doktor.

Pertanyaannya, sudahkah kita melaksanakan pendidikan seni musik di dunia pendidikan kita? Hari Musik Nasional tidak hanya menjadi harinya para musisi dan pelaku industri musik, tetapi juga hari untuk dunia pendidikan kita bahwa pendidikan seni musik mestinya mendapat perhatian serius.

Sumber: http://melayuonline.com/ind/opinion/read/208/hari-musik-nasional-musik-dan-kecerdasan-bangsa

NB: dengan beberapa penyesuaian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: