Oleh: MAULA | Mei 3, 2010

Himbauan untuk Mahasiswa Indonesia; Jangan Kejar Togamu

Oleh:Andi Emil Fitrah Ramadhani

Bila mendengar tentang institusi pendidikan, pada umumnya seseorang akan membayangkan suatu tempat di mana orang-orang dapat memperoleh pengetahuaan, berinteraksi satu sama lain – baik sesama daerah maupun berbeda daerah, kegiatan di luar perkuliaan seperti unit kegiatan kemahasiswaan, aturan-aturan kampus, jadwal mata kuliah, dll. Dengan kata lain, orang akan langsung mengasumsikan bahwa pendidikan merupakan suatu proses pengajaran yang dilakukan secara formal, di tempat yang sangat formal pula.

Secara teoritik , atau bahasa kamus, pendidikan berasal dari kata “didik” yang dapat diartikan sebagai proses pemeliharaan dan pemberian latihan, ajaran, bimbingan. Jadi sangat jelas terlihat bahwasanya pendidikan berbeda dengan pengajaran.

Fenomena yang terjadi saat ini, khususnya pada strata perguruan tinggi, kita melihat bahwasanya mahasiswa maupun mahasiswi lebih banyak di beri pemahaman teori saja. Dosen menerangkan sedangkan mahasiswa mendengarkan, hanya itu!

Tidak ada komunikasi dan interaksi sebagaimana layaknya proses pendidikan yang sesungguhnya, sedikit sekali usaha yang dilakukan perguruan tinggi untuk mendekatkan manusia-manusia didik itu dengan kenyataan yang ada, atau dengan kata lain dapat memanusiakan manusia, dan bahkan tidak ada usaha dari mahasiswa, maupun mahasiswi untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperolehnya.

Sekolah, institusi pendidikan hanyalah suatu formalitas saja, proses yang harus ditempuh untuk sebuah jubah, dan memperoleh sertifikat, hanya itu! Jadi sebuah fenomena yang sangat menyedikan, dan sangat ironis karena sebagian besar bangsa Indonesia pun seolah-olah sudah melegitimasi hal itu.

Sistem yang ada saat ini, ternyata tidak mampu menciptakan manusia-manusia dengan karakter tertentu, yang ada hanyalah proses pentransferan informasi antara pendidik dengan yang didik, tanpa adanya interaksi.

Fenomena lain yang timbul seiring permasalahan pendidikan Indonesia , ternyata terjadi semacam revolusi pemikiran di kalangan generasi muda. Sekarang ini, seolah-olah berlomba-lomba mengejar nilai saja. Apakah inikah yang kita butuhkan?

Institusi pendidikan bukan lagi hanya dipergunakan untuk mengisi waktu luang saja, tetapi sudah merupakan suatu kebutuhan yang essensial.

Inilah saatnya kita sebagai generasi muda harus sadar, dan bangkit untuk mengembalikan fungsi-fungsi institusi pendidikan yang sebenarnya, dan mengaplikasikan ilmu yang kita dapatkan di tempat formal untuk masyarakat dan lingkungan kita pada umumnya. Bukan hanya memburuh nilai tapi tidak mendapatkan nilai yang sebenarnya.

Sejatinya mahasiswa merupakan bara api yang selalu bersemangat dan penuh idealisme yang membara. Namun dalam proses aktualisasi dirinya itu mahasiswa dituntut pula untuk bersikap intelek. Mendahulukan berpikir sebelum ber-tindak tampak lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi suatu permasalahan. Cogito ergo sum (saya berpikir maka saya ada) merupakan suatu keniscayaan yang mau tak mau harus didahulukan oleh mahasiswa jika suara idealismenya itu ingin didengar.

Sudah menjadi fitrahnya jika kaum muda intelektual, yakni mahasiswa itu sendiri, merupakan iron of change. Sebuah generasi yang akan melanjutkan tampuk kepemimpinan negeri ini, melakukan perubahan positif dan membawanya ke arah yang lebih baik.

Hanya dgn generasi penerus yg terdidik dan cerdas serta bermoral, maka hari depan bangsa bisa dibayangkan titik terangnya.

Iklan

Responses

  1. kebanyak mahasiswa/i ke kampus hanya nyari jodoh. hehehe

  2. ngeksis bo fotonya…. huft…… :p

  3. anak2 di kmps sukanya demo. kuliah ga, demo mulu. indah sepakat tu, kudu bermoral.

    • memang harus bermoral.
      Mahasiswa yang bermoral adalah mahasiswa yang peka dengan kondisi dan fenomena sosial.
      Kalau masih asosial, artinya dia bukanlah mahasiswa lagi. Dia gak jauh beda dengan anak-anak di play group 😉


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: