Oleh: MAULA | Mei 6, 2010

Sukses Wanita, Ancaman Kehancuran Rumah Tangga?

Setiap orang pasti memiliki keinginan kuat atau ambisi dalam meraih kesuksesan dalam hidupnya, tak terkecuali dalam hal karir. Namun, jika Anda sebagai seorang istri terlahir lebih ambisius dan termotivasi merintis karir daripada suami, maka waspadalah jika hal ini lantas memunculkan riak-riak dalam kehidupan rumah tangga Anda.

Mengutip pepatah lama “di balik kesuksesan pria adalah wanita yang baik.” Pepatah ini pastilah berlaku bagi pria dengan karir melesat cepat bagai anak panah, sangat cemerlang. Namun seiring bertumbuhnya emansipasi dalam segala aspek, wanita pun tak mau kalah. Bagai anak panah yang melesat, pun, mereka lantas berkejaran memasuki dunia kerja. Demi hak mengaktualisasi diri, menjadi mandiri dan berdikari.

Sayang, kemudian banyak wanita dengan segala kesuksesan yang telah diperolehnya di luar rumah, semakin melangkah keluar dari kodratnya, sebagai istri juga seorang ibu bagi putra-putri mereka. Batas-batas gender itupun dilewati begitu saja. Hal ini yang lalu menumbuhkan superioritas wanita, bahwa mereka merasa bisa lebih kuat dari pria.

Sebuah keterbalikan jaman. Wanita yang dulu selalu merasa dijajah pria, kini, telah menggeser perannya, menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga. Karirnya yang jauh lebih cemerlang dan menonjol dibanding prianya, telah memaksa wanita keluar dari rumah dan melupakan kodratnya. Lebih parahnya menjadi penjajah dalam rumah tangganya sendiri.

Tetapi, apakah hal ini benar-benar bisa diterima pasangan? Ketika seorang wanita jauh lebih ambisius mengejar karir dibanding suaminya. Lalu bagaimana jadinya pria yang menikah dengan salah satu wanita ‘high quality’? Bisa dibayangkan, perkawinan ini tak lagi menemukan keseimbangannya dan justru bersiap menghadapi kehancuran. Pepatah lama pun lantas terpatahkan, berganti pepatah baru, “di balik kesuksesan wanita adalah sebuah kehancuran rumah tangga.”

Fenomena pergeseran peran pria dan wanita ini ternyata telah menjadi penelitian menarik di luar negeri. Sebuah survei pernah dilakukan pada 44 wanita dan 7 pria. Pernikahan mereka berada di suatu hubungan, dimana istri sangat ambisius mengejar karir, sedang suami merasa kehilangan powernya karena superioritas istri. Hasil penelitian tersebut menunjukkan, bahwa 10% dari peserta yang disurvei mengalami perceraian. Wow!

Untuk memahami sepenuhnya diri Anda dan pasangan yang terlibat dalam hubungan pernikahan seperti hal diatas, ada baiknya jika Anda berdua bisa melihat kepribadian masing-masing dan lalu menemukan cara untuk menjaga keseimbangan, keharmonisan serta berjuang bersama mencapai kebahagiaan.

Memang, seorang wanita yang ambisius cenderung sangat menarik, antusias terhadap banyak hal dan penuh semangat. Dia bekerja sangat keras, terkadang malah terlewat ‘over’. Wanita ambisius sering dilabeli sebagai ‘super moms’, dan identik dengan jabatan krusialnya dalam sebuah perusahaan. Dia sangat menikmati posisinya sebagai pemimpin dan bahkan cenderung senang memerintah atau mengendalikan orang lain.

Energinya sangat besar, dan seringkali memiliki toleransi yang rendah terhadap orang-orang yang tidak bisa mengikuti langkahnya. Namun wanita bertipe ambisius ini umumnya sangat kreatif dan penuh ide-ide cemerlang. Pribadinya yang sangat bertanggung jawab terhadap pekerjaan dan karirnya, tak jarang membuatnya mengalami stres. Namun dia bisa mengambil alih dan menangani stresnya dengan baik. Selain cerdas dan berpikiran terbuka, dia juga pribadi yang rapuh, butuh untuk dicintai, dihargai bahkan diakui oleh semua orang.

Sedang pria yang tidak terlalu berambisi dalam hidupnya, cenderung berkepribadian sangat santai, tidak ngaya. Dia sudah cukup senang dan puas dengan hidup dan pencapaian karirnya. Pun, dia sangat tahu bagaimana menikmati hidup. Hiburan dan relaksaksi adalah prioritas terbesar dalam hidupnya. Inilah perwujudan dirinya bahwa hidup harus bisa dinikmati dan disyukuri.

Secara umum, dia sangat setia terhadap pasangannya. Sebagai pribadi dalam keluarga, dia juga tidak gampang terpengaruh pada uang, kekuasaan atau ambisi. Baginya hal-hal itu tidak akan bisa membeli kebahagiaan. Pribadinya yang penuh kasih sayang, membuatnya pun ingin merasa dihargai dan dicintai.

Kenali tanda-tandanya

Setiap pribadi pastinya memiliki kekuatan dan kelemahan dalam karakter yang mereka miliki. Penyatuan dua karakter berbeda ini seharusnya bisa memberi warna pada pernikahan Anda berdua, bijaknya dengan saling melengkapi dan mengisi setiap kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Dan sebelum Anda terlanjur sibuk dengan karir dan terjebak dalam badai perceraian yang menghantui rumah tangga Anda, maka ada baiknya Anda mengenali tanda-tanda dini berikut ini:

Kebencian – Berhati-hatilah jika Anda mulai memanjakan perasaan benci terhadap pasangan. Apapun yang dia lakukan, entah pekerjaan atau pengorbanan untuk keluarga, tak lagi berharga dan berarti di mata Anda. Itu karena Anda merasa lebih baik dari pasangan, dalam hal apapun.

Bersikap negatif – Jika Anda tak lagi melihat sesuatu yang baik dari pasangan, maka waspadalah. Anda merasa dia tak lagi bisa mengimbangi kemampuan Anda dalam pencapaian karir. Parahnya, hal ini lantas menimbulkan sikap negatif Anda terhadapnya.

Ketidakseimbangan seksual – Jika Anda tak lagi bisa menyamakan ritme dan waktu dengan pasangan untuk sekedar merasakan keintiman bersama, maka berhati-hatilah! . Stres dan lelah yang mendera karena beban kerja yang menumpuk selama enam hari dalam seminggu, membuat Anda tak lagi bisa merasakan nikmatnya intim bersama pasangan. Alhasil, kehidupan seksual Anda pun melambat, tak lagi nikmat.

Energi yang berlebih – Tak dipungkiri, wanita yang berambisius memiliki energi yang sangat besar untuk menaklukkan apapun. Tak terbatas di tempat bekerja, bahkan terbawa juga dalam setiap aspek kehidupannya. Selain berambisi mengejar karir, dia juga sangat ingin menguasai rumah, teman juga keluarganya.

Ketidakpedulian – Anda berdua atau salah satu dari kalian seperti tak lagi peduli dengan kehidupan masing-masing yang berjalan dalam satu atap pernikahan. Anda dan dia sudah terlalu sibuk dengan dunia masing-masing. Inilah tanda paling serius sebelum perceraian memasuki babaknya. Segeralah perbaiki hubungan, atau Anda berdua akan menyesal.

Dan seharusnya ketika seorang wanita yang ambisi mengejar karir bersisian dengan pria yang tak ambisius, mereka bisa menemukan keseimbangan yang harmonis. Rahasianya adalah menekankan pada kekuatan masing-masing pribadi. Seperti dua potong puzzle, berbeda karakter namun bisa saling cocok satu sama lain.

Untuk mencapai keselarasan tersebut, bijaknya:

1. Turunkan harapan Anda – Pria Anda memang tidak pernah ingin berambisi dalam hidupnya. Pahami itu, jangan buat dia merasa tertekan karena dia tak bisa menyelaraskan diri dengan Anda. Belajarlah untuk menghargai dia dan segala usahanya, seberapa pun besar kekuatan yang dia miliki.

2. Pertimbangkan sisi baiknya – Jika Anda melihat dia sebagai pribadi yang malas, seperti tak pernah punya tujuan dan semangat dalam hidupnya, segeralah kenali kembali sifat-sifat baik dalam dirinya. Hilangkan pikiran negatif Anda dan pertimbangkan bahwa segala sifat baiknya ini adalah kekuatannya. Tilik lebih mendalam, bagaimana dia bisa menikmati hidupnya, dia yang sangat fleksibel menghadapi masalah, dan menghargai hal-hal kecil dalam hidupnya.

3. Biarkan dia mengajarkan Anda untuk lebih bersantai – Cobalah belajar darinya tentang menikmati hidup dan bersyukur atas segala pencapaian selama ini. Ini sangat baik untuk keseimbangan hidup Anda. Jika Anda bisa menikmati waktu santai bersama, menikmati hidup dan menghargai kekuatan yang Anda berdua miliki, maka Anda akan dapat menemukan harmoni dan keselarasan dalam pernikahan bersamanya.

4. Dia butuh waktu dan perhatian Anda – Siapa pun pasti ingin diperhatikan, tak terkecuali dia, pasangan Anda. Jangan pernah mengganggap bahwa dia tak pernah ada dalam hidup Anda. Berikan perhatian-perhatian kecil dan dukunglah tujuan hidupnya, tak terkecuali dalam pencapaian karirnya.

5. Ingat, bahwa pernikahan Anda adalah yang terpenting – Memang, memberikan waktu dan perhatian yang ia butuhkan sangatlah tidak mudah bagi Anda yang sangat ambisi mengejar karir. Namun, sekali lagi, ingatkan diri Anda bahwa pernikahan ini adalah yang terpenting, lain tidak. Kuatkan hati, karena dengan kerjasama Anda berdua, kapal Anda yang sebentar lagi karam akan bisa diselamatkan.

6. Pahami egonya yang kadang berlebihan – Sebuah kebanggaan dan juga kepedihan bagi seorang pria melihat betapa super wanitanya. Egonya sebagai pria telah terkalahkan, dirinya pun merasa harga dirinya sebagai pria terinjak-injak. Saat menghadapi situasi seperti ini, jangan pernah meremehkannya. Seberapa pun sibuknya Anda, tetaplah memberikan perhatian dan mememenuhi kontribusi Anda sebagai istri dan seorang ibu. Dukungan dan apresiasi Anda terhadap segala upaya suami akan membuatnya merasa bahagia dan dihargai. Jangan lupa berterimakasih, karena tanpa dukungan darinya, Anda pun tak akan bisa berhasil dalam karir.

7. Menjaga komitmen – Tentunya menyakitkan hati, ketika Anda membatalkan janji menghabiskan waktu bersama suami dan keluarga di akhir pekan, dan lebih memilih sibuk mengurus pekerjaan kantor yang tertunda. Seharusnya Anda bijak memilih mana yang memiliki prioritas lebih utama dibanding yang lain. Jangan biarkan Anda dikuasai ego, mengutamakan pekerjaan dan mengesampingkan waktu Anda bersama keluarga.

Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/wanita/2010/05/04/889/-Sukses-Wanita-Ancaman-Kehancuran-Rumah-Tangga

Iklan

Responses

  1. wanita memang selayaknya ada di rumah, biar suami yang bekerja

  2. se7!!! Seorang ibu rumah tangga adalah karir yg tidak semua orang bisa lakukan dengan baik. Mungkin orang seneng ya liat semangatnya mba2 kantoran kaya saya, tapi sekarang byk loh mba2 kantoran yg mulai berfikir untuk meniti karir dari rumah saja…apalagi setelah punya malaikat2 kecil yg selalu menanyakan kenapa mamanya ga bisa tiap hari ada di rumah.
    Kunjungi web saya juga ya, makasih

  3. sekarang ini banyak juga suami yang tidak bertanggung jawab. terutama dalam menafkahi keluarga…lalu si istri yang terpaksa jungkir balik menjalankan peran ganda. Sebagai pencari nafkah sekaligus mengurus rumah tangga. alangkah beratnya tugas itu. lalu mengapa kebanyakan laki-laki berpandangan picik dalam masalah ini. Cendrung menilai negatif TERHADAP WANITA KARIER….Sungguh memilukan hati…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: