Oleh: MAULA | Juni 1, 2010

Kampanye dan Survei Politik

Secara umum, program kampanye pemilu dapat dibagi ke dalam tiga bagian :
1.Memetakan Suara
Partai perlu mengetahui secara tepat dukungan pemilih.
•popularitas (tingkat pengenalan),
•preferensi pemilih (tingkat dukungan)
•kelebihan dan kelemahan partai dan Pesaing
•isu-isu populer, kebijakan yang diinginkan oleh pemilih

2.Mempengaruhi Suara
Setelah tingkat popularitas dan besar dukungan diketahui, dilakukan langkah intervensi untuk mempengaruhi suara. Jika tingkat popularitas dan dukungan sudah sesuai dengan target pemenangan, intervensi dilakukan untuk mempertahankan posisi tersebut. Jika belum, intervensi dilakukan untuk meningkatkan suara hingga sesuai dengan target.

3.Menjaga Suara
Kemenangan yang sudah diraih bisa dipotong lewat manipulasi politik, misalnya dengan kecurangan yang dilakukan pihak lawan. Karena itu kemenangan harus dijaga.

Survei

1.Informasi Yang Bisa Didapat Lewat Survei
Survei bisa dirancang untuk mendapatkan informasi yang spesifik yang diinginkan oleh partai. Beberapa informasi berikut bisa didapat lewat survei:

Tingkat Popularitas
Survei bisa mengukur seberapa banyak pemilih yang mengenai Partai. Berapa banyak pemilih yang tidak mengenal, dan bagaimana karakteristik pemilih berdasarkan : wilayah, jenis kelamin, pendidikan, suku, agama, pendapatan dan sebagainya. Bagaimana perbandingan popularitas Partai dibandingkan dengan Partai lain. Seberapa mungkin popularitas Partai bisa ditingkatkan, dan sebagainya.

Tingkat Dukungan
Survei bukan juga dapat mengukur seberapa besar dukungan pemilih terhadap Partai. Bagaimana perbandingan dukungan Partai dibandingkan dengan Partai lain. Di kelompok atau lapisan mana Partai didukung ( misalnya wilayah, jenis kelamin, pendidikan, suku, agama, pendapatan dan sebagainya ) dan di lapisan mana Partai kurang mendapat dukungan.

Identifikasi Pemilih Mengambang
Seberapa banyak pemilih yang mengambang ( swing voters) yang belum menentukan pilihan. Bagaimana karakteristik pemilih yang mengambang tersebut berdasarkan wilayah, jenis kelamin, pendidikan, suku, agama, pendapatan dan sebagainya. Bagaimana kecenderungan pemilih yang masih mengambang. Strategi apa yang bisa dipakai untuk mendekati pemilih mengambang

Memetakan Alasan Memilih
Faktor apa yang menentukan pilihan seorang pemilih. Aspek apa yang paling mempengaruhi pemilih dalam memilih Partai. Berapa tingkat signifikansi alasan tersebut, bersifat permanen ataukah bisa berubah. Kalau bisa berubah, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perubahan tersebut, dan sebagainya.

Identifikasi Isu-isu Penting
Lewat survei, dapat diketahui isu-isu apa yang dianggap penting oleh pemilih. Masalah apa yang mendesak untuk diselesaikan. Dan sebaliknya, isu apa yang dianggap tidak penting oleh pemilih. Bagaimana pemetaan atas isu-isu penting tersebut berdasarkan kelompok strategis, berdasarkan wilayah, jenis kelamin, pendidikan, penghasilan dan sebagainya.

Mendeteksi Medium Kampanye
Dari survey, kita dapat mendeteksi media massa (suratkabar, radio, televisi) apa yang paling banyak diakses oleh pemilih. Sejauh mana pemilih menyukai medium kampanye (pertandingan olahraga, pertemuan agama, atau pertemuan adat, dan lain-lain). Media luar ruang apa yang paling banyak diakses oleh pemilih (spanduk, baliho, stiker, dan sebagainya). Informasi ini penting dalam menyusun strategi kampanye.

Identifikasi Kelompok Strategis
Bagaimana dukungan kelompok strategis yang ada di masyarakat terhadap Partai (organisasi massa, agama, profesi, pemuda dan sebagainya). Kelompok strategis mana yang potensial bisa didekati Partai untuk memperbesar dukungan.

2. Manfaat Yang Bisa Diperoleh Partai Lewat Survei

Barometer Dapil
Survei perilaku pemilih adalah satu-satunya metode yang dapat diandalkan untuk mendeteksi tingkat popularitas dan tingkat dukungan Partai dan pesaingnya. Karena opini publik mengenai popularitas Partai dinamis, survei dapat mengukur naik-turunnya popularitas Partai pada waktu yang berbeda-beda. Survei juga bisa mengukur dari waktu ke waktu dukungan pemilih dan kemungkinan jumlah kursi yang bisa diraih pada sebuah dapil. Informasi ini penting dalam menentukan langkah yang akan diambil.

Peta bagi Partai
Dalam Pemilu, setiap pemilih mempunyai nilai suara yang sama. Kuantitas lebih menentukan dibanding kualitas. Strategi harus diarahkan untuk membidik pemilih dengan lapisan terbesar. Pengenalan terhadap lapisan pemilih, karakteristik dan profil pemilih menjadi penting agar Partai bisa menjangkau sebanyak mungkin orang. Karakteristik demografis, kondisi psikologis dan kecenderungan perilaku pemilih penting diketahui oleh Partai.

Strategi Kampanye yang Jitu, Efektif dan Terukur
Lewat survei, strategi kampanye akan lebih jitu atau tepat sasaran. Survei memberikan informasi mengenai isu apa yang dipandang penting, medium apa yang efektif untuk digerakkan, kelompok mana yang bisa didekati, dan lapisan pemilih mana yang bisa ditingkatkan suaranya. Hampir mustahil seorang Partai menemui semua pemilih. Karena itu, Partai memerlukan sebuah peta yang memberi jalan dalam melangkah. Pemahaman mengenai peta pemilih membuat strategi Partai dalam menjangkau pemilih bisa lebih fokus dan efektif.

Strategi kampanye yang tepat sasaran berarti juga efektif dan lebih murah. Dalam kampanye, seringkali Partai mengeluarkan banyak uang untuk membiayai kampanye massa, pembuatan kaos, spanduk dan lain-lain, tanpa mengetahui secara pasti tingkat efektifitasnya. Dengan survei, strategi kampanye bisa dibuat lebih terukur dan efesien. Dengan dana yang tersedia, Partai bisa menyusun srategi yang efektif dalam menjangkau pemilih sebanyak mungkin.

Jenis Survei
Ada tiga pilihan survei yang bisa dipilih

Single survei
Single Survei dilakukan satu kali saja sepanjang periode kampanye. Misalnya, Pemilihan pada Bulan Agustus. Partai bisa memilih, kapan survei dilakukan—apakah bulan Januari, Mei atau Juli. Wawancara survei hanya dilakukan satu kali saja. Kelebihan dari survei ini, menghemat biaya. Kelemahannya, survei ini tidak bisa menangkap trend perubahan suara pemilih yang umumnya sangat dinamis, mudah bergerak dan berubah. Perubahan ini tidak bisa ditangkap dalam individual survei.

Tracking survei
Pada tracking survei, survei dilakukan berkali-kali, dengan responden yang berbeda-beda. Pemilihan pada bulan Agustus misalnya, survei bisa dilakukan 3 atau 4 kali sebelumnya. Kelebihan dari tracking survei adalah dapat mengetahui perubahan atau naik-turunnya popularitas partai, atau naik turunnya dukungan pemilih. Hasilnya bisa terus-menerus dievaluasi serta menjadi bahan untuk penyempurnaan atau perbaikan strategi dan taktik kampanye. Kelemahan tracking survei adalah biayanya yang relatif mahal karena survei dilakukan berkali-kali.

Panel survei
Panel survei mengatasi kelemahan dari tracking survei. Panel survei adalah jenis survei yang dilakukan beberapa kali sebelum hari pemilihan dengan responden yang sama. Karena responden sama (panel), maka biaya survei bisa lebih ditekan. Kelebihan lain, sama dengan tracking survei, Partai bisa mengetahui trend suara dan dukungan pemilih dari satu waktu ke waktu.

Sumber: http://qbond.blogspot.com/2008/11/kampanye-pemilu-dan-survei-politik.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: