Oleh: MAULA | Juli 10, 2010

SEBUAH WAHYU LANGSUNG UNTUK ‘ALI


Suatu hari ketika 'Ali sedang berada dalam pertempuran, pedang musuhnya  patah  dan  orangnya  terjatuh. 

'Ali berdiri di atas musuhnya itu, meletakkan pedangnya ke arah dada orang itu, dia berkata,  

"Jika  pedangmu  berada  di  tanganmu, maka aku akan lanjutkan pertempuran ini, tetapi karena pedangmu 
patah, maka aku tidak boleh menyerangmu."

"Kalau   aku  punya  pedang  saat  ini,  aku  akan  memutuskan tangan-tanganmu dan kaki-kakimu," 
orang itu berteriak balik.
"Baiklah  kalau  begitu,"  jawab  'Ali,  dan  dia  menyerahkan pedangnya ke tangan orang itu.

"Apa  yang  sedang kamu lakukan", tanya orang itu kebingungan.

"Bukankah saya ini musuhmu?"

Ali memandang tepat di matanya dan  berkata,  "Kamu  bersumpah kalau  memiliki  sebuah  pedang  di 
tanganmu,  maka kamu akan membunuhku. 

Sekarang kamu telah memiliki pedangku, karena  itu majulah  dan  seranglah  aku".  Tetapi  orang itu 
tidak mampu.

"Itulah kebodohanmu dan kesombongan berkata-kata," jelas 'Ali.

"Di  dalam  agama  Allah tidak ada perkelahian atau permusuhan antara kamu dan aku. Kita bersaudara. 
Perang  yang  sebenarnya adalah  antara  kebenaran  dan  kekurangan  kebijakanmu. Yaitu antara kebenaran 
dan dusta. Engkau dan aku sedang  menyaksikan pertempuran itu. 
Engkau adalah saudaraku. Jika aku menyakitimu dalam keadaan seperti ini, maka aku harus 
mempertanggungjawabkannya   pada   hari   kiamat. Allah  akan mempertanyakan hal ini kepadaku."

"Inikah cara Islam?" Orang itu bertanya.

"Ya," jawab 'Ali, "Ini adalah firman  Allah,  yang  Mahakuasa, dan Sang Unik."

Dengan  segera,  orang  itu bersujud di kaki 'Ali dan memohon, "Ajarkan aku syahadat."

Dan 'Ali pun mengajarkannya,  "Tiada  tuhan  melainkan  Allah. Tiada yang ada selain Engkau, ya Allah."
Hal  yang  sama  terjadi  pada  pertempuran  berikutnya.  'Ali menjatuhkan lawannya,
meletakkan kakinya di  atas  dada  orang itu  dan  menempelkan  pedangnya  ke  leher  orang itu.
Tetapi sekali lagi dia tidak membunuh orang itu.
"Mengapa kamu tidak membunuh aku?" Orang itu berteriak  dengan marah. "Aku adalah musuhmu. 
Mengapa kamu hanya berdiri saja?,'

Dan dia meludahi muka 'Ali.

Mulanya 'Ali menjadi marah,  tetapi  kemudian  dia  mengangkat kakinya  dari dada orang itu dan menarik 
pedangnya. "Aku bukan musuhmu", Ali  menjawab. "Musuh yang sebenarnya adalah sifat-sifat buruk yang ada 
dalam  diri kita. Engkau adalah saudaraku,  tetapi  engkau  meludahi  mukaku.  
Ketika engkau meludahi aku, aku menjadi marah dan keangkuhan datang kepadaku. Jika aku membunuhmu dalam 
keadaan seperti itu,  maka aku  akan  menjadi seorang yang berdosa, seorang pembunuh. 

Aku akan menjadi seperti semua orang yang kulawan. Perbuatan buruk itu akan terekam atas namaku. 
Itulah  sebabnya  aku tidak membunuhmu."

"Kalau begitu tidak ada pertempuran antara kau dan aku?" orang itu bertanya.

"Tidak. Pertempuran adalah antara kearifan dan kesombongan. Antara kebenaran dan kepalsuan". 
'Ali  menjelaskan  kepadanya. "Meskipun engkau telah meludahiku, dan mendesakku  untuk membunuhmu, 
aku tak boleh."

"Dari mana datangnya ketentuan semacam itu?"

"Itulah ketentuan Allah. Itulah Islam."

Dengan segera orang itu tersungkur di kaki 'Ali dan  dia  juga diajari dua kalimat syahadat.

-------------------------

TASAWUF MENDAMAIKAN DUNIA

(Islam & World Peace: Explanation of A Sufi)

oleh M.R. Bawa Muhayyaddin

Penerbit Pustaka Hidayah

Jln. Rereng Adumanis 31, Bandung 40123

Tel./Fax. (022) 2507582
Sumber: http://media.isnet.org/sufi/Bawa/Ali.html
Iklan

Responses

  1. Ali bin Abi Talib adalah Washi nabi, menyeru Agama Islam dengan hikmah dan pendekatan yang terbaik.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: