Oleh: MAULA | Agustus 31, 2010

31 Agustus dalam Sejarah

Malaysia Merdeka
53 tahun yang lalu, tanggal 31 Agustus 1957, Malaysia meraih kemerdekaannya dari Inggris. Masyarakat Malaysia sejak abad ke-13 secara bertahap mengenal Islam. Pengaruh Eropa masuk ke negara ini pada awal abad ke-16 dengan masuknya Alburquerque, pelaut Portugis. Pada abad ke 17, Belanda menguasai Malaysia. Kemudian pada tahun 1824 atas perjanjian antara Belanda dan Inggris, Malaysia diserahkan kepada Inggris dan Indonesia diserahkan kepada Belanda.
Pemerintahan Malaysia berbentuk federasi dan tiap negara bagian dipimpin oleh seorang Sultan. Wilayah Malaysia terdiri dari dua bagian terpisah di tepi Laut Cina Selatan. Luas wilayah negara ini adalah sekitar 330 ribu kilometer persegi dan berbatasan dengan Indonesia dan Thailand.

Inggris dan Rusia Tandatangani Perjanjian Tentang Wilayah Iran
103 tahun yang lalu, tanggal 31 Agustus 1907, pemerintah imperialis Inggris dan Rusia dengan menandatangani sebuah perjanjian, telah membagi wilayah Iran menjadi tiga bagian. Berdasarkan perjanjian ini, wilayah tengah Iran dinyatakan tidak berpihak. Wilayah utara dan sebagian wilayah Barat Iran dibawah kontrol Rusia dan wilayah selatan dikuasai oleh Inggris. Penandatanganan perjanjian pembagian wilayah ini tidak melibatkan pemerintah Iran saat itu, yaitu raja Dinasti Qajar, karena lemahnya kekuatan dinasti ini. Karena itu, perjanjian ini menimbulkan kemarahan rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat Iran. Inggris dan Rusia keluar dari wilayah Iran setelah terjadi revolusi di Rusia.

Trinidad dan Tobago Merdeka
48 tahun yang lalu, tanggal 31 Agustus 1962, Trinidad dan Tobago, sebuah negara di Amerika Selatan, meraih kemerdekaannya dari Inggris. Negara ini pada awalnya dijajah oleh Spanyol namun pada tahun 1802 Spanyol menyerahkannya kepada Inggris. Kemudian, Trinidad dan Tobago dijadikan pusat Federasi Hindia Barat. Pada tahun 1962, Federasi Hindia Barat bubar dan Trinidad Tobago meraih kemerdekaannya. Republik Trinidad dan Tobago hanya memiliki luas wilayah 5128 kilometer persegi, namun pendapatan perkapitanya amat tinggi yaitu di atas 6000 dolar karena kaya sumber minyak lepas pantai.

Imam Musa Shadr Hilang Secara Misterius
32 tahun yang lalu, tanggal 31 Agustus 1978, Imam Musa Shadr, seorang ulama kelahiran Iran, dalam perjalanannya dari Aljazair ke Libanon, hilang secara misterius. Beliau dilahirkan di kota Qom Iran, lalu melanjutkan pelajaran ke Libabnon. Pada saat itu umat muslim Libanon berada dalam kondisi politik dan ekonomi yang amat buruk. Imam Musa Shadr kemudian beraktivitas dalam memperbaiki kondisi ini, di antaranya dengan mendirikan Majelis Tinggi Syiah Libanon dan menjadi ketuanya. Beliau juga mendirikan Harakatul Mahrumin, sebuah organisasi perlindungan bagi perjuangan rakyat Palestina. Hingga kini, tidak banyak informasi yang berhasil didapat mengenai kehidupan beliau.

Uzbekistan Merdeka

19 tahun yang lalu, tanggal 31 Agustus 1991, Uzbekistan mengumumkan kemerdekaannya dari Uni Soviet. Sejak abad ke-6 sebelum Masehi, Uzbekistan menjadi bagian dari imperium Iran. Seterusnya, secara bergantian, penguasa Iran dan non-Iran berkuasa di sana. Setelah masuknya kaum muslimin ke Uzbekistan pada pertengahan abad ke-7 Masehi, ajaran Islam menyebar di kawasan ini. Pada akhir abad ke 9, dinasti Samani dari Iran menguasai negeri ini sehingga bahasa serta kebudayaan Persia tersebar luas di sana. Pengaruh Rusia masuk pada akhir abad ke-17 dan berkuasa di sana hingga abad ke dua puluh. Uzbekistan berhasil meraih kemerdekaan setelah bubarnya Uni Soviet.

Kyrgyzstan mencapai kemerdekaannya
19 tahun yang lalu, tanggal 31 Augustus 1991, Kyrgyzstan yang terletak di Asia Tengah mencapai kemerdekaannya dari tangan bekas Uni Soviet. Bangsa Kyrgyz mulai masuk ke Kyrgyzstan pada zaman Dinasti Moghul pada kurun ke 13, tetapi Islam memasuki Kyrgyzstan pada awal abad ke 17 dan berkembang luas pada abad ke 19. Kyrgyzstan secara resminya berada dalam tangan Rusia pada tahun 1876. Berbagai kelompok etnis dari bangsa Russia masuk ke negara ini dan mengambil ladang-ladang pertanian mereka yang menyebabkan timbul rasa tidak puas hati dari penduduk Kyrgyzstan dan bermulalah kebangkitan menentang Russia yang berlanjut sehingga tahun 1922. Kyrgyzstan sama seperti negara-negara lain mengumumkan kemerdekaannya selepas tumbangnya Uni Soviet. Kyrgysztan bertentangga dengan Cina, Kazakhstan, Uzbekistan dan Tajikistan.

Tragedi di Irak
5 tahun yang lalu, pada tanggal 31 Augustus tahun 2005, hampir seribu orang umat Islam Irak tewas saat menghadiri acara peringatan haul di kota Kazimain yang berdekatan dengan kota Baghdad. Pada hari itu, hampir lebih dari satu juta umat Islam Irak turut serta dalam acara peringatan hari kesyahidan Imam Musa Kazim as, Imam ketujuh mazhab syiah ini. Kejadian itu bermula saat sejumlah orang misterius memprovokasi orang yang berbarengan dengan suara beberapa ledakan menyebabkan kerumunan berusaha keluar dari tempat kejadian. Akibatnya ratusan orang tewas dan cidera terinjak dan kejatuhan reruntuhan jembatan yang roboh.

Peristiwa Fathu Makkah oleh Pasukan Muslimin
20 Ramadhan tahun kedelapan Hijriyyah, tentara muslimin yang berjumlah 10 ribu orang dan dipimpin langsung oleh Rasulullah SAWW berhasil menaklukkan kota Mekkah. Aksi penalukkan yang kemudian dikenal dengan nama Fathu Makkah itu dilakukan kaum muslimin menyusul pelanggaran kaum musyrikin Quraisy atas perjanjian Hudaibiyyah yang disepakati oleh kedua belah pihak dua tahun sebelumnya. Setelah terjadinya penaklukkan atas kota Mekah, Rasulullah memberikan jaminan keamanan kepada warga setempat meskipun sebelumnya, mereka adalah penentang keras ajaran Islam dan bahkan merekalah yang dulunya menyiksa kaum muslimin sebelum hijrah ke Madinah. Pada hari yang sama, seluruh patung yang berada di sekitar Kabah dihancurkan. Kemenangan gemilang kaum muslimin yang diperoleh tanpa pertumpahan darah itu tercatat abadi dalam Al-Quran surat An-Nashr.

Ibnu Sa’iy Lahir
20 Ramadhan tahun 674 Hijriah, Ibnu Sa’iy, seorang sastrawan dan sejarawan muslim, terlahir ke dunia di kota Bagdad. Selama bertahun-tahun, Ibnu Sa’iy menjadi pustakawan di Madrasah Nizhamiyah, sebuah pusat pendidikan terkemuka di Bagdad pada masa itu. Setelah jatuhnya Bagdad ke tangan pasukan Mongol, oleh Nashirudin Thusi, ulama terkenal masa itu, Ibnu Sa’iy ditunjuk sebagai pengawas perpustakaan-perpustakaan di Bagdad.
Ibnu Sa’iy banyak menulis buku-buku sejarah yang kemudian menjadi bahan rujukan para penulis zaman berikutnya, terutama buku-bukunya seputar sejarah penguasa Dinasti Abbasiah. Di antara buku karya Ibnu Sa’iy berjudul “Akhbarul Khulafa'”.

Sumbert: http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&view=article&id=24904:lintasan-sejarah-31-agustus&catid=36:dunia-hari-ini&Itemid=69


Responses

  1. this is awesome man

  2. duuuuuuude, wassssssup

  3. gonna send this to my mom


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: