Bulan: September 2010

Peran Soeharto dalam G 30 September PKI

Dalam buku Sejarah kelas 3 kurikulum 1994 ditulis bahwa PKI yang menjadi dalang peristiwa Gerakan 30 September 1965. Dimana peristiwa itu mengigatkan kita bahwa PKI selalu berusaha mencari kesempatan untuk melakukan Kudeta (perebutan kekuasaan).

Dalam buku tersebut juga disebutkan bahwa Aidit menugaskan Kamaruzaman alias Syam sebagai Ketua Biro Khusus PKI untuk merancang dan mempersiapkan perebutan kekuasaan. Kemudian biro ini melakukan pembinaan terhadap perwira-perwira ABRI diantaranya adalah Brigjen Supardjo dan Letkol Untung dari TNI AD, Kolonel Sunardi dari TNI AL dan Letkol Anwas dari Kepolisian. PKI menyadari bahhwa hambatan untuk mencapai tujuannya adalah TNI AD. Oleh karena itu pada tanggal 30 September 1965 sebelum subuh tanggal 1 Oktober 1965 upaya penculikan dan pembunuhan terhadap para perwira tinggi TNI AD dilancarkan. Di buku tersebut juga dipaparkan bahwa penumpasan pemberontakan G30S/PKI dilakukan oleh ABRI dan rakyat yang setia kepada Pancasila. Mayjen Soeharto sebagai Panglima Kostrad (Komando Strategi Angkatan Darat) mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kembali keadaan. (lebih…)

Iklan

Koreksi Perang Lawan Teroris

Oleh Hasibullah Satrawi

SUDAH sering polisi menggerebek dan menembak mati para teroris. Tapi, semua itu belum menjadi pertanda bahwa terorisme segera berakhir di negeri ini. Sebaliknya, penggerebekan dan penembakan terhadap para teroris seakan menjadi “penetas” para teroris baru yang berkembang biak dengan pola “mati satu tumbuh seribu”.

Bila benar apa yang dilansir kepolisian bahwa para perampok Bank CIMB Niaga Medan terkait dengan jaringan terorisme, hal itu sungguh mengkhawatirkan. Di satu sisi, regenerasi dan ideologi terorisme terus berkembang. Di sisi lain, pola kejahatan para teroris semakin membabi buta. Bahkan, mereka berani merampok secara terbuka.

Pada tahap itu, polisi dan aparat keamanan terkait lain seharusnya melakukan koreksi serius terhadap pendekatan yang selama ini digunakan untuk memerangi para teroris, yaitu pendekatan angkat senjata. Koreksi tersebut diperlukan bukan semata-mata karena pendekatan angkat senjata tidak berhasil menumpas para teroris. Faktanya, sejumlah tokoh terorisme telah ditumpas dengan pendekatan tersebut. Selain itu, kini tentu persoalan terorisme jauh lebih ringan daripada saat tokoh-tokoh utamanya masih berkeliaran menebar ancaman.
(lebih…)

Virus Komputer Paling Berbahaya tahun 2010

INILAH Virus Komputer Paling Berbahaya Tahun 2010

Serangan virus jenis VBScript masih sangat tinggi, ini terbukti dari banyaknya laporan yang mengeluhkan perihal virus jenis script ini. Satu virus yang melesat tinggi ke urutan pertama adalah Discusx.vbs. Bila Anda masih ingat dengan virus ini, di Virus Top-10 edisi Maret 2008 yang lalu, virus Discusx.vbs berada di urutan 5, namun kali ini dia melesat naik ke urutan pertama. Berikut daftar selengkapnya: (lebih…)

Pangeran Papak; Pesan Sang Kyai menjaga Tradisi

Raden Wangsa Muhammad hidup dipertengahan abad ke-19 M. Dikenal dengan nama Pangeran Papak atau Sunan Papak. Beberapa ratus tahun yang lalu di Kampung Cicunuk hidup seorang kiyai bernama Raden Muhammad Juari dari keluarga keturunan bangsawan Balubur Limbangan. Ia menikah dengan Nyi Raden Siti Injang dan berputera 7 orang, salah satunya (bungsu) bernama Raden Wangsa Muhammad. Putera yang inilah kelak menjadi seorang kiyai mengikuti jejak ayahnya. (lebih…)

Islam dan Toleransi

Oleh Sugeng Wanto, MA

Saat ini “Islamophobia” (Pen=Istilah ini saya maksudkan dengan mereka-mereka yang benci (phobia) terhadap Islam) sengaja menciptakan isu terorisme dan berbagai macam bentuk kekerasan (aksi anarkis) sebagai isu global yang melekat pada Islam. Indonesia dianggap sebagai salah satu bangsa yang rawan terhadap tindakan-tindakan tersebut. Isu-isu ini menjadikan Islam dianggap sebagai agama yang tidak toleran yakni agama yang suka memerangi dan melukai umat lain.

Kondisi ini sebenarnya merupakan strategi mereka (kaum islamophobia) untuk memecah belah kekuatan umat Islam Indonesia. Pada akhirnya mereka akan mengkotak-kotakkan umat Islam dengan berbagai macam istilah, seperti: Islam Ekstrim, Islam Fundamental, Islam Garis Keras, Islam Moderat dan istilah lainnya. Dengan terkotaknya umat Islam maka sangatlah mudah bagi mereka untuk mengadu domba umat Islam.
(lebih…)

Asal Usul Bedug

Bedug merupakan alat yang dipakai oleh kelompok Islam bermazhab di Nusantara untuk menandai masuknya waktu sembahyang. Sejak Islam datang ke Nusantara bedug sudah dipakai di hampir seluruh masjid, sehingga biasa dijadikan tanda bagi para kelana akan adanya sebuah desa. (Lihat Centini). Belum diketahuai asal usul alat ini, ada yang memperkirakan dari Cina, atau India, tetapi ada yang merupakan kreativitas asli Nusantara.

Bedug senantiasa dikaitkan dengan media panggil peribadatan. Ada pendapat tradisi bedug dikaitkan dengan budaya Cina. Adanya Bedug dikaitkan dengan ekspedisi pasukan Cheng Ho abad ke-15. Laksamana utusan kekaisaran Ming yang Muslim itu menginginkan suara bedug di masjid-masjid, seperti halnya penggunaan alat serupa di kuil-kuil Budha di Cina. Ada pula pendapat bedug berasal dari tradisi drum Cina yang menyebar ke Asia Timur, kemudian masuk Nusantara. (lebih…)