Oleh: MAULA | November 13, 2010

Selamat Tinggal Des Alwi

Des Alwi

Des Alwi

Des Alwi orang yang langka. Begitu banyak punya cerita, tapi sayang tidak banyak yang mengeksposnya. Masa kecilnya adalah seorang anak pantai yang suatu hari tengah berenang di pantai & secara tidak sengaja melihat kedatangan Moh. Hatta (34 tahun) dan Sutan Sjahrir (26 tahun) ke Banda. Pergaulannya dengan orang buangan berlangsung dengan baik. Moh. Hatta & Sutan Sjahrir yang baru dipindahkan dari Digul, Papua, rajin bergaul dengan Des termasuk mengajarinya bahasa Inggris, Jerman & sedikit Perancis.

Selama 6 tahun pergaulan ini berlangsung, akhirnya mereka sepakat untuk membawa Des ke Jawa pada umur 18 tahun. Pada umur yang muda ini, Des melakukan banyak aktifitas penting dalam organisasi masa revolusi. Termasuk memimpin sebuah pasukan.

Sebagai seorang yang berbakat dalam berkomunikasi, Des aktif di RRI dan media-media masa lain yang berhasrat memerdekakan Indonesia dari jajahan Belanda, Jepang dan Sekutu. Des juga aktif sekali membuat rekaman film semua kejadian revolusioner. Tidak hanya berkeahlian mengambil film tapi Des juga mengenal dekat gerak sejarah juga pelakunya. Ia juga memahami proses lahir berkembangnya idealisme penguasa yang ada di Indonesia saat itu. Ini yang mungkin membuat film-filmnya sangat penting dan mahal. Keahliannya bergaul dengan segala macam orang membuat kegiatan dokumentasinya menjadi sangat unggul. Begitu banyak orang yang berpengaruh menjadi bagian dari film dokumenternya dan bahkan menjadi teman baiknya.

Pria berdarah Arab ini juga mengaku sering didatangi orang-orang yang sengaja menjual film-film dokumenter tempo dulu. Proses dokumentasi ini dilakukannya bertahun-tahun. Lalu diedit, dirawat, dirangkai jadi sebuah cerita yang utuh.

Menyaksikan film dokumenter koleksi Des Alwi sungguh mengasyikan. Sejarah menjadi benar-benar hidup. Bukan cerita-cerita masa lalu yang kaku dan mati. Kita menjadi tahu kehidupan orang-orang pada era 1930an. Menurut Des, sejak dulu wartawan atau kamerawan Barat juga Jepang tidak pernah melewatkan adegan-adegan penting, apalagi yang bernilai sejarah. Meski sadar bahwa risikonya sangat tinggi, para wartawan gigih bekerja di medan perang. Mereka wartawan sejati.

Menurut Des, generasi muda Indonesia saat ini sudah melupakan dan tidak mau belajar dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia, peristiwa-peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, seperti demonstrasi yang berakhir bentrok, konflik antar etnis dan agama, serta pemilihan kepala daerah yang berujung kisruh merupakan contoh generasi muda tidak mau belajar dari sejarah bangsa Indonesia. “Sebenarnya siapa sih yang mereka lawan, itu saudara sendiri, bangsa Indonesia sendiri, bukannya musuh,” tegas pemegang penghargaan Bintang Maha Putera Pratama 2000.

Des Alwi, yang lahir pada 17 Nopember 1927, mengatakan, dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, para pejuang melawan musuh, yakni Belanda, Jepang dan pasukan sekutu, bukan bangsa sendiri. Para pejuang kemerdekaan mengorbankan harta dan nyawanya dalam Tetapi yang terjadi saat ini, generasi muda sudah tidak dapat membedakan mana lawan mana kawan.

“Mereka (generasi muda) sudah melukai arti dari perjuangan dan hati para pejuang kemerdekaan,” kata Ketua Umum Yayasan 10 Nopember 1945 itu. “Agar hal itu tidak terjadi lagi, kewajiban pemerintah memberikan penanaman sejarah pada generasi muda sedini mungkin. Tentunya sejarah yang sebenar-benarnya, bukan sejarah yang dipelintir,” katanya. “Bentuk penanaman sejarahnya, salah satunya bisa dengan mempertunjukkan film-film dokumenter tentang perjuangan Indonesia merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” lanjut Des.

“Kita punya film-film dokumenter kemerdekaan dari tahun 1930 hingga merdeka. Itu yang harus diperlihatkan kepada para generasi muda. Setidaknya rasa nasionalisme bangsa kembali terpompa ke jantung pada generasi muda,” katanya.

Pada Jumat, 12 November 2010 dinihari, Des Alwi Abubakar. Ada satu cita-cita yang terpendam dalam benaknya,  dia sangat berharap Otorita Banda segera terwujud, jika terwujud, Banda yang berada di Kepulauan Maluku akan seperti pulau Batam.

Sumber: http://www.tamanismailmarzuki.com/tokoh/des.html


Responses

  1. very special


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: