Month: Januari 2011

Keterlibatan Amerika Serikat dalam Kerusuhan Mesir

Terjawab sudah siapa yang berada di balik revolusi yang bertujuan menggulingkan Presiden Mesir Hosni Mubarak. Pihak itu tak lain dan tak bukan adalah Amerika Serikat (AS).
Skenario itu telah disusun Washington dengan bertema “perubahan rezim” selama tiga tahun terakhir. Skenario itu sangat matang hingga meledak setelah kesuksesan Revolusi Melati yang menggulingkan Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali.

Harian Daily Telegraph terbitan Inggris menyebutkan, AS diam-diam mendukung para pemimpin gerakan revolusi Mesir. Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Kairo pernah membantu seorang anak muda anti-pemerintah untuk menghadiri konferensi para aktivis AS. (lebih…)

HUSAIN MANSHUR AL HALLAJ, SYAHID AL ‘ISYQ AL ILAHI

Malam ini menyenangkan. Pertemuan dalam ruang di mana ekspresi pikiran dan spiritual bisa berkelana ke mana ia suka, membuat hidup jadi bergairah dalam pendar-pendar cahaya. Tetapi ini mungkin sejenak saja. Sebab di ruang lain setelah ini kita masih menyaksikan, pedang-pedang masih berkeliaran. Pedang-pedang itu siap ditebaskan ke leher siapa saja yang dianggap menghujat Tuhan, sambil berteriak : Tuhan Maha Besar”. Al Hallaj, bilang kepada mereka: “Kalian bohong. Kalian ingin menyaingi Tuhan”. Dan Hallaj ditangkap ramai-ramai.

Al Hallaj adalah ikon mistikus paling melegenda di jagat raya sufisme. Namanya tak pernah berhenti disebut orang sepanjang masa, dalam nada puja-puji yang memabukkan maupun sumpah serapah dan dendam kesumat yang tak pernah selesai. Cerita tentang orang besar ini sarat dengan beragam mitos dan dongeng-dongeng yang memesona sekaligus merobek-robek nurani. (lebih…)

Perspektif Global Revolusi Islam Iran

Revolusi Iran

Revolusi Iran

Tanggal 12 Bahman merupakan peristiwa besar dalam sejarah perjuangan bangsa Iran. Peristiwa besar itu terjadi di bawah komando Imam Khomeini ra setelah beliau diasingkan penguasa despotik saat itu selama 15 tahun. Ketika pesawat yang mengangkut Imam Khomeini ra tiba di Bandara Mehrabad pada pukul 09.00 waktu setempat, tanggal 12 Bahman, ratusan wartawan dan juru potret langsung mengabadikan peristiwa penting itu.

Kedatangan Imam Khomeini disambut antusias oleh masyarakat Iran. Bahkan jalan-jalan yang akan dilewati oleh Imam Khomeini ditebar bunga. Setiba di Tehran, Imam Khomeini langsung menuju makam pahlawan Beheste Zahra yang jaraknya sekitar 33 km dari Bandara Mehrabad. Sepanjang jalan itu, sekitar 8 juta warga memadati jalan menyambut Imam Khomeini ra. (lebih…)

Mengenal Ali Syari’ati

Ali Syari'ati

Ali Syari'ati

Ali Shari’ati –yang lahir di Mashhad pada 1933– adalah rowshanfekr yang kompleks. Betapa kompleksnya Shari’ati, terpapar menerusi wacana bersimpang-siur mengenainya pasca revolusi Islam Iran 1979. Dengan kompleksiti ini, maka bagaimanakah cara paling jerneh untuk kita memahami Shari’ati? “Dengan mencermati sistem pemikirannya,” kata Abdolhossein Panah, penyelidik Institute for Islamic Culture & Thought (IICT), Iran.

Khosropanah mengungkapkan hal ini sewaktu ditemubual di tempat tugasnya tersebut mengenai pemikir ‘Islam-Marxisme’ ini. Shari’ati, pada Ervand Abrahamian, adalah seorang “idealog revolusi Iran.” Sementara, pada Ali Rahnema, adalah seorang “guru, penceramah, dan pemberontak.” Tapi, Shari’ati di mata Khosropanah yang baru menerbitkan buku “Pathology of Contemporary Religious Research: Shari’ati, Bazargan and Soroush’s Theological Thoughts” ini mendapat nada kritis. Buku ini bukan calang-calang di Iran, lantaran terpilih sebagai antara buku terbaik ketika anugerah buku musim luruh tahun 2009. Selain itu, Khosropanah adalah agamawan-intelektual yang prolifik, dan mula mendapat tempat di panggung intelektualisme Iran. (lebih…)

Jika Einstein Hidup

Oleh: Pengamat Timur Tengah, Dina Y. Sulaeman

Siapa tak kenal Albert Eistein? Jenius fisika ini pada tahun 1905 berhasil merumuskan teori relativitas yang intinya: massa dapat diubah jadi energi. Berlandaskan teori ini, para ilmuwan lainnya mengembangkan teknologi senjata nuklir. Meskipun sejatinya energi nuklir bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia, misalnya untuk membangkitkan energi listrik, atau untuk inovasi di bidang kedokteran, namun sayang sejarah kelam sudah tertoreh. Teori relativitas Einstein telah dikembangkan untuk sebuah teknologi paling mematikan: pembuatan bom nuklir. Bom itu telah diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki, meluluhlantakkan kedua kota dan menewaskan 200.000 jiwa seketika, dan puluhan ribu lainnya mati perlahan akibat radiasi nuklir. Meski demikian, sejumlah negara masih tetap memroduksi dan menyimpan senjata nuklir sehingga konon, jumlah senjata nuklir yang ada di muka bumi saat ini, bila diledakkan, bisa menghancurkan bumi ini lima kali (ledakan pertama, bumi hancur lebur, lalu seandainya, bumi bisa utuh kembali, masih bisa diledakkan lagi sampai hancur, dan bila bumi bisa kembali utuh, persediaan nuklir yang ada masih cukup untuk menghancurkannya lagi, dst, sampai lima kali). (lebih…)

Bentuk Pemerintahan Klasik

Mengenai bentuk pemerintahan klasik, pada umumnya masih menggabungkan bentuk negara dan bentuk pemerintahan. Bahkan Mac Iver dan Leon Duguit menyatakan bahwa bentuk negara sama dengan bentuk pemerintahan.

 

Dalam teori klasik, bentuk pemerintahan dapat dibedakan berdasarkan jumlah orang yang memerintah dan sifat pemerintahannya. Tokoh yang menganut teori klasik adalah Aristoteles, Plato, Polybios. (lebih…)

Daftar Gaji Pejabat Indonesia

SBY

SBY

Saat menyampaikan pidato di dihadapan pimpinan TNI dan Polri beberapa waktu lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyinggung soal gajinya sebagai presiden. Presiden Yudgoyono mengaku gajinya belum pernah naik sejak tujuh tahun menjabat sebagai presiden.

Beberapa hari berselang setelah Presiden menyentul gajinya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan berencana menaikkan gaji presiden dan wakil presiden tahun ini. “Tahun ini mulai diterapkan,” ujarnya, Selasa, 25 Januari 2011. (lebih…)

Basis Pembangunan Peradaban

KH Said Aqiel Siradj

KH Said Aqiel Siradj

Oleh: KH Said Aqiel Siradj

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Pembangunan ekonomi adalah prasyarat penting pembangunan atau restrukturisasi politik karena sekaligus menjadi material bagi pembangunan kebudayaan dan peradaban.

Pembangunan ekonomi harus berjalan di atas moral ekonomi yang ada. Pancasila sebagai grundnorm (norma dasar) bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa memberikan landasan moral dengan prinsip ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, kesetaraan/permusyawaratan, dan keadilan.

Rasulullah SAW bersabda, ”Kaum Muslim bersekutu dalam tiga perkara, yaitu padang rumput, air, dan api.” (HR Abu Dawud, Ahmad, dan Al-Baihaqi). Norma-norma tersebut kemudian secara tegas diejawantahkan dalam Pasal 33 UUD
1945 yang berbunyi: (1) ”Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.” Dalam ayat tiga ditegaskan lagi bahwa, ”Bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara
dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. Kedua ayat konstitusi ini perlu ditegaskan kembali sebagai tolok ukur pembangunan ekonomi kita dewasa ini.
(lebih…)

Film; The Messenger

Menjadi pengirim pesan sepertinya adalah pekerjaan mudah tapi tidak jika pesan yang harus dikirimkan adalah berita duka. Itulah pekerjaan paling berat yang harus diemban tentara pengirim ‘pesan kematian’ setelah mereka pulang dari sebuah pertempuran. Kali ini tugas berat ini jatuh ke tangan Will Montgomery (Ben Foster). Sepulang dari tugasnya di Irak, Will dan Tony Stone (Woody Harrelson) adalah dua orang tentara yang ditugaskan di Casualty Notification. Tugas mereka adalah mengirim kabar duka dengan datang langsung ke rumah keluarga para tentara yang meninggal di medan tugas ini. Tak perlu waktu lama buat Will untuk menyadari bahwa tugas menjadi pembawa pesan ini ternyata jauh lebih berat dari menghadapi musuh di medan perang. (lebih…)

Asyura dan Karakter Islam Nusantara; Perspektif Budaya

Peringatan Tabot di Bengkulu

Peringatan Tabot di Bengkulu

Salah satu kekuatan tradisi Syi’ah maupun Sunni di Nusantara adalah kemampuannya membentuk Islam berkarakter moderat, toleran dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal. Seperti ditunjukkan pada kemunculan kesultanan Islam pertama di Indonesia, Pasai, yang berkultur Syi’ah, hingga kehadiran Walisongo di Jawa. Tidak berlebihan kalau Abdurrahman Wahid dalam satu tulisannya di Warta NU (1995) menyebut penyebaran Islam di Nusantara dimungkinkan karena Islam Sunni di Jawa lebih berkarakter “Syi’ah kultural”. Mengapa demikian?

Karena wajah yang seperti itulah yang menjadikan Islam begitu mudah diterima oleh berbagai etnis yang ada di Nusantara. Hal ini terjadi karena ada kesesuaian antara agama baru (Islam) dengan kepercayaan lama mereka. Setidaknya kehadiran Islam tidak mengusik kepercayaan lama, tetapi sebaliknya kepercayaan tersebut diapresiasi dan kemudian diintegrasikan ke dalam doktrin dan budaya Islam. Karena kemampuan berdialog dan melakukan tawar-menawar dengan kebudayaan setempat itulah yang menyebabkan agama Islam secara umum bisa berkembang dengan pesat tanpa menemukan benturan yang berarti dengan kepercayaan, tradisi dan budaya yang ditemui. (lebih…)