Oleh: MAULA | Januari 31, 2011

Perspektif Global Revolusi Islam Iran

Revolusi Iran

Revolusi Iran

Tanggal 12 Bahman merupakan peristiwa besar dalam sejarah perjuangan bangsa Iran. Peristiwa besar itu terjadi di bawah komando Imam Khomeini ra setelah beliau diasingkan penguasa despotik saat itu selama 15 tahun. Ketika pesawat yang mengangkut Imam Khomeini ra tiba di Bandara Mehrabad pada pukul 09.00 waktu setempat, tanggal 12 Bahman, ratusan wartawan dan juru potret langsung mengabadikan peristiwa penting itu.

Kedatangan Imam Khomeini disambut antusias oleh masyarakat Iran. Bahkan jalan-jalan yang akan dilewati oleh Imam Khomeini ditebar bunga. Setiba di Tehran, Imam Khomeini langsung menuju makam pahlawan Beheste Zahra yang jaraknya sekitar 33 km dari Bandara Mehrabad. Sepanjang jalan itu, sekitar 8 juta warga memadati jalan menyambut Imam Khomeini ra.

Dr Abbas Ali Amid Zanjani, penulis dan dosen Universitas Tehran ketika menceritakan sejarah Revolusi Islam Iran, mengatakan, “Sepanjang perlawanan bangsa Iran atas penguasa despotik saat itu, masyarakat terus dibayangi rasa khawatir akan serangan dan penangkapan rezim saat itu. Akan tetapi saat masyarakat menyambut kedatangan Imam Khomeini ra, tidak ada lagi rasa takut dan khawatir akan kemungkinan penangkapan rezim saat itu. Pada tanggal 12 Bahman, semua orang terjun ke jalan sedangkan rumah-rumah dibiarkan kosong oleh penghuni-penghuninya untuk menyambut Imam Khomeini ra. Ketika Imam Khomeini ra menginjakkan kakinya ke Iran, masyarakat merasakan ketenangan dan kelegaan tersendiri.”

Setiba di Bandara Mehrabad, Imam Khomeini ra sengaja memilih Beheste Zahra sebagai tujuan pertama dalam rangka menghormati para pahlawan Revolusi Islam yang dimakamkan di tempat itu. Di Beheste Zahra, Imam Khomeini ra menyampaikan pidato bersejarahnya dan menegaskan bahwa jabatan perdana menteri Shapour Bakhtiar adalah ilegal. Kemudian Imam Khomeini ra dengan tegas menyatakan, “Saya dengan dukungan rakyat, menyatakan pembentukan pemerintah.”

Berkat kedatangan Imam Khomeini ra, Revolusi Islam Iran memetik kemenangan dalam kurun 12 hari sejak kedatangannya. Hingga kini, Revolusi Islam Iran yang diprakarsai Imam Khomeini ra sudah memasuki dekade keempat.

Pengaruh Besar Revolusi Islam

Tidak dapat dipungkiri bahwa Revolusi Islam Iran mempunyai pengaruh besar di dunia ini. Bahkan Revolusi Islam yang digagas oleh Imam Khomeini ra dapat dikatakan sebagai fenomena dahsyat di abad 20 baik dari sisi pemikiran maupun spritual. Apalagi revolusi ini mempunyai karakter tersendiri bila dibandingkan dengan revolusi-revolusi lainnya dalam dua abad terakhir.

Dalam Revolusi Islam Iran terkandung segudang inovasi dan gerakan yang tak dapat dipisahkan dari esensinya. Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatollah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam pernyataannya mengatakan, “Kemunculan Revolusi Islam Iran dapat dikatakan sebagai fenomena baru.” Hal inilah yang membuat Revolusi Islam Iran dapat mempengaruhi perkembangan di dunia.

Kepemimpinan revolusioner yang lintas batas merupakan salah satu karakter khusus Revolusi Islam Iran. Imam Khomeini ra adalah pemimpin yang pandai, rendah diri, tegas, sabar dan bertakwa. Semua orang baik teman maupun musuh mengakui kebesaran Imam Khomeini yang sangat kharismatik. Keteguhan kuat Imam Khomeini ra tak dapat terbentuk tanpa landasan takwa dan iman kepada Allah Swt. Beliau juga mampu menundukkan hawa nafsu sehingga mampu memimpin ummat dengan baik.

Rasa tanggung jawab yang besar telah mendorong Imam Khomeini terjun ke medan perlawanan atas penguasa-penguasa despotik. Keberhasilan Revolusi Islam Iran menjadikan Imam Khomeini ra sebagai tokoh pembaharu sebenarnya dalam kehidupan manusia. Apalagi Imam Khomeini ra muncul saat peran agama disingkirkan. Dengan kemenangan Revolusi Islam Iran, peran agama kembali hidup di berbagai aspek, termasuk politik. Lebih dari itu, para politisi dan cendekiawan menyerukan redefinisi manusia dan kebutuhan-kebutuhannya. Pada intinya, Revolusi Islam Iran berhasil mengajak semua pihak untuk berpikir kembali di tengah hegemoni kapitalisme dan sosialisme di dunia ini.

Faktor kharismatik dan revolusioner lain Imam Khomeini ra adalah hubungan kuat dan ikhlas dengan Tuhan. Dengan bersandarkan pada pada kekuatan ilahi, Imam Khomeini mampu mendobrak kekuatan arogansi dunia dan menawarkan sistem baru yang berlandaskan pada Islam. Tawaran baru Imam Khomeini menjadi sumber inspirasi bagi kalangan independen di seluruh penjuru dunia.

Di dunia politik, apa yang disodorkan Imam Khomeini ra adalah tawaran baru. Menurut pandangan Imam Khomeini, aspek agama tak dapat dipisahkan dari dunia politik. Politik harus selalu didampingi spiritulitas dan moral. Lebih dari itu, politik juga harus dikawal oleh keirfanan.

Pandangan baru Imam Khomeini benar-benar mencerahkan dunia. Ide Imam Khomeini ra tidak hanya mencakup bangsa Iran saja, tapi juga menembus batas-batas geografi. Dengan ungkapan lain, tawaran baru Imam Khomeini mempunyai aspek global yang diperuntukkan pada manusia seluruhnya. Dalam pandangan Imam Khomeini ras, perlindungan atas budaya, moral dan keadilan sosial merupakan landasan dasar ideologi politik Revolusi lslam. Untuk itu, Imam Khomeini mengajak seluruh ummat Islam di dunia supaya bersatu untuk membangun kekuatan besar yang tak terkalahkan.

Aspek Spiritualitas Revolusi

Revolusi Islam Iran tetap berjaya setelah 33 tahun. Bahkan tidak ada satupun dari pondasi Revolusi Islam Iran yang runtuh hingga kini. Kekokohan Revolusi Islam Iran hingga detik ini masih menjadi topik aktual yang terus dikaji oleh para analis dan cendekiawan.

Sementara itu, kekuatan arogansi dunia terus menjadikan Revolusi Islam Iran sebagai ancaman. Sebab, Imam Khomeini ra dalam ideologi politiknya menghidupkan kembali identitas Islam dan kemanusiaan yang tentunya berlawanan dengan semangat kapitalisme.

Terkait Revolusi Islam Iran, George Weigel, pemikir asal AS mengatakan, “Aspek non-materi atau spritualitas dunia adalah di antara fenomena kehidupan yang menonjol dalam abad kedua ini dan refleksi Revolusi Islam.” Anthony Giddens, sosiolog asal Inggris mengatakan, “Di masa lalu, hanya ada tiga sosiolog besar, yakni Marx, Weber, Durkheim. Ketiga tokoh klasik itu dengan sedikit perbedaan pendapat, menyerukan masyarakat dunia ke arah sekularisme dan menyingkirkan agama. Akan tetapi fenomena itu berubah setelah dekade 80-an dengan kemenangan Revolusi Islam Iran. Mulai saat itu, kecenderungan masyarakat dunia berbalik mengarah ke arah agama dan spiritualitas.”

Pada Hari12 Bahman yang tahun ini jatuh pada tanggal 1 Februari, masyarakat muslim dan independen sepatutnya merasa bahagia atas peristiwa penting ini yang merupakan awal kebangkitan kekuatan ilahi. Melalui Revolusi Islam Iran, agama tidak lagi disingkirkan, bahkan dijadikan sebagai substansi kehidupan yang tak dapat dipisahkan.

Terkait kepribadian besar Imam Khomeini, Rahbar mengatakan, “Pada dasarnya, manusia besar yang tiada tara seperti Imam Khomeini ra sudah seharusnya mendapat kehormatan luar biasa. Berbeda antara orang yang dihormati karena jabatan lahiriah dan pribadi agung yang mendorong setiap manusia menghormatinya dan mengagungkannya. Imam Khomeini ra adalah sosok dari jenis kemuliaan dan keagungannya yang membuat setiap orang memuliakannya.”

Sumber, klik disini


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: