Month: Januari 2011

Membangun Kemandirian Ekonomi Indonesia

Hugo Chavez

Hugo Chavez

Oleh Bahrullah Akbar

PROFESOR Sarbini Sumawinata (1983) menulis, “sejarah ekonomi kita adalah sejarah tanpa perubahan.” Pernyataan demikian memang sangat satir dan terkesan hiperbolis.

Namun, apabila dikaji secara mendalam, perkembangan perekonomian Indonesia sejak kemerdekaan hingga reformasi saat ini belum menunjukkan perubahan yang berarti. Hal ini bukan berarti sejarah kemerdekaan kita statis, justru sebaliknya sangat dinamis. Akan tetapi, gelombang dinamika sejarah kita selalu kembali ke titik semula. Akibatnya, sekarang kita berdiri pada titik yang tidak ada perubahan dibandingkan dengan titik permulaan. Khususnya bila melihat dari segi pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan rakyat banyak.

Kalau kita membandingkan struktur ekonomi pada zaman kolonial dan masa permulaan kemerdekaan dengan struktur ekonomi sekarang, beberapa hal seolah-olah menunjukkan adanya perubahan struktur. Khususnya bila kita melihat sumbangan sektor pertanian terhadap GNP dan GDP, seolah-olah nampak perubahan struktur ekonomi yang besar. BPS (2010) mencatat sumbangan sektor pertanian pada Triwulan I Tahun 2010 sebesar 16.0 persen.
(lebih…)

Refleksi Toleransi Kehidupan Beragama di Indonesia pada tahun 2010

Gus Dur

Gus Dur

Oleh : Benget Silitonga

Tahun 2010 tercatat sebagai tahun yang sarat dengan praktik intoleransi beragama dan berkeyakinan, baik di level nasional maupun lokal.

Beberapa kasus intoleransi yang menyita perhatian publik di tahun 2010 ini diantaranya, berulangnya kekerasan terhadap penganut Ahmadiyah di berbagai tempat, dan tragedi menghebohkan yang menimpa warga Gereja HKBP di Ciketing, Bekasi.

Di penghujung tahun 2010, praktik intoleransi juga terjadi terhadap warga HKBP Bethania, Rancaekek, Bandung. Sementara di tingkat lokal, praktik intoleransi terjadi berkaitan dengan rencana sekelompok massa dan pemerintah kota setempat untuk menurunkan patung (rupang) Budha di Vihara Tri Ratna di Tanjung Balai, Sumut.

Di lain pihak, kasus lama penganut Parmalim yang tidak bisa mendirikan rumah ibadah di jalan Air Bersih Medan, hingga kini juga masih terkatung-katung penyelesaiannya. Masalahnya kemudian apa makna di balik masih suburnya praktik intoleransi sepenjang tahun 2010? (lebih…)