Oleh: MAULA | Februari 7, 2011

12 Butir Pernyataan Jemaat Ahmadiyah Indonesia

Mirza Ghulam Ahmad

Mirza Ghulam Ahmad

Tertanggal 14 Januari 2008, Jemaat Ahmadiyah mengeluarkan 12 butir pernyataan setelah melalui rentetan dialog dengan Departemen Agama. Pernyataan itu terkait dengan rapat Pakem yang akhirnya menetapkan bahwa negara tak melarang Jemaat Ahmadiyah.

Berikut ini 12 pernyataan itu:

1. Kami warga Jemaat Ahmadiyah sejak semula meyakini dan mengucapkan dua kalimah syahadat sebagaimana yang diajarkan oleh Yang Mulia Nabi Muhammad Rasulullah SAW, yaitu Asyhaduanlaa-ilaaha illallahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasullulah, artinya: aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah.

2. Sejak semula kami warga jemaat Ahmadiyah meyakini bahwa Muhammad Rasulullah adalah Khatamun Nabiyyin (nabi penutup).

3. Di antara keyakinan kami bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang guru, mursyid, pembawa berita dan peringatan serta pengemban mubasysyirat, pendiri dan pemimpin jemaat Ahmadiyah yang bertugas memperkuat dakwah dan syiar Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW.

4. Untuk memperjelas bahwa kata Rasulullah dalam 10 syarat bai’at yang harus dibaca oleh setiap calon anggota jemaat Ahmadiyah bahwa yang dimaksud adalah nabi Muhammad SAW, maka kami mencantumkan kata Muhammad di depan kata Rasulullah.

5. Kami warga Ahmadiyah meyakini bahwa

a. tidak ada wahyu syariat setelah Al-Quranul Karim yang diturunkan kepada nabi Muhammad.
b. Al-Quran dan sunnah nabi Muhammad SAW adalah sumber ajaran Islam yang kami pedomani.

6. Buku Tadzkirah bukan lah kitab suci Ahmadiyah, melainkan catatan pengalaman rohami Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yang dikumpulkan dan dibukukan serta diberi nama Tadzkirah oleh pengikutnya pada 1935, yakni 27 tahun setelah beliau wafat (1908).

7. Kami warga jemaat Ahmadiyah tidak pernah dan tidak akan mengkafirkan orang Islam di luar Ahmadiyah, baik dengan kata maupun perbuatan.

8. Kami warga jemaat Ahmadiyah tidak pernah dan tidak akan menyebut Masjid yang kami bangun dengan nama Masjid Ahmadiyah.

9. Kami menyatakan bahwa setiap masjid yang dibangun dan dikelola oleh jemaat Ahmadiyah selalu terbuka untuk seluruh umat Islam dari golongan manapun.

10. Kami warga jemaat Ahmadiyah sebagai muslim melakukan pencatatan perkawinan di Kantor Urusan Agama dan mendaftarkan perkara perceraian dan perkara lainnya berkenaan dengan itu ke kantor Pengadilan Agama sesuai dengan perundang-undangan.

11. Kami warga jemaat Ahmadiyah akan terus meningkatkan silaturahim dan bekerja sama dengan seluruh kelompok/golongan umat Islam dan masyarakat dalam perkhidmatan sosial kemasyarakat untuk kemajuan Islam, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

12. Dengan penjelasan ini, kami pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia mengharapkan agar warga Jemaat Ahmadiyah khususnya dan umat Islam umumnya serta masyarakat Indonesia dapat memahaminya dengan semangat ukhuwah Islamiyah, serta persatuan dan kesatuan bangsa.

Jakarta, 14 Januari 2008

PB Jemaat Ahmadiyah Indonesia

H. Abdul Basit
Amir

Mengetahui (disertai tanda tangan)
1. Prof. Dr. H.M. Atho Mudzhar (Kabalitbang dan Diklat Depag RI)
2. Prof. Dr. H. Nasarudin Umar, MA (Dirjen Bimas Islam Depag RI)
3. Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, MA (Deputi Seswapres Bidang Kesra)
4. Drs. Denny Herdian MM (Ditjen Kesbangpol Depdagri)
5. Ir. H. Muslich Zainal Asikin, MBA, MT (Ketua II Pedoman Besar Gerakan Ahmadiyah Indonesia – GAI)
6. KH Agus Miftah (Tokoh masyarakat)
7. Irjen Pol. Drs. H. Saleh Saaf (Kaba Intelkam Polri)
8. Prof. Dr. HM Ridwan Lubis (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
9. Ir. H. Anis Ahmad Ayyub (Anggota Pengurus Besar JAI)
10. Drs. Abdul Rozzaq (Anggota Pengurus Besar JAI)

Sumber


Responses

  1. Betul Mbak, beraninya sama Ahmadiyah lokal. Berani enggak dengan Ahmadiyyah internasional. Mereka legal, dan baik-baik saja. Lihat ke sini: http://www.mta.tv/

    Hai orang-orang picik dan licik di MUI, lihat ke sini: http://www.mta.tv/ .
    Jangan-jangan preman yang dikendalikan oknum-oknum polisi dan oknum di FPI itu hanya ingin mendapatkan uang bagian penyiaran aliran agama yang cukup besar, tidak besar-besar amat juga, yang diberikan oleh orang-orang cabang Ahamdiyah Indonesia. Orang cari makan saja dan ketenangan hidup masih juga diperas. Benar, orang bilang, Indonesia adalah negara preman dengan Presiden yang cuek bebek dan hanya jual kata-kata pernyataan, tanpa berani memecat Kapolri baru. Presiden macam apaan. Atau harusnya orang-orang dan MUI, sisa-sisa Orba itu, harusnya dibubarkan saja.

    Saatnya seluruh mahasiswa seIndonesia bersatu, melawan sisa-sisa Orba, termasuk membubarkan melawan orang-orang di dan MUI dan Kemenag, sisa-sisa Orba.

    Indonesia negara apaan? Negara hukum uyang mana? Negara berdasarkan tekanan preman kali ye? Di Lahore, di New York, dimana-mana, aliran agama Ahmadiyyah maju pesat dan sah-sha saja, kenapa di Indonesia dilarang? Ahmadiyah di Indonesia senagaja dipecah dan dibenturkan dengan Ahmadiyah palsu, buatan MUI, yang seolah-seolah menjadikan Ghulam Ahmad sebagai Nabi terakhir. Ahmadiyah yang benar nabinya tetap Muhammad, dan Ghulam Ahmad hanya sebagai panutan/guru/ulama mereka. Ahmadiyyah yang asli, Ahmadiyah internasional, sangat besar dan dilegalkan oleh bangsa-bangsa lain termasuk di AS, bahkan punya TV terkenal yang bisa diakses melalui Internet dan satelit. Hai orang-orang picik dan licik di MUI, lihat ke sini: http://www.mta.tv/

  2. J A H I L M U R O K A B ! ! ! ! !

    • kalau aliranmu benar,melihat aliranmu di obrak abrik di sini,,.orang islam sejagat ini akan mengutuk Indonesia bung,,,,mungkin dari 12 btir pernyataan diatas jika dijalankan secara benar dan tepat nggak akan mungkin akan ada kekerasan, anda jangan membandingkan Indonesia dengan negara lain dalam hal ini,kalo anda dan golongan anda tidk suka hidup di Indonesia pergi aja ke negara yg menurut anda negara besar yg mau menampung anda…gampang kan??/ ngapain masih tinggal di sini.

  3. Kalau kebakaran tangki Pertamina Cilacap jelas bukan pengalihan isu, tapi kecerobohan. Tapi kalau berbagai berita mulai sidang pengadilan fitnah teroris terhadap tersangka teroris ustaz Abu Bakar Ba’asyir, bom-bom buku, perebutan ketua PSSI yang dibesar-besarkan, hingga tersangka penipu Selli dan tersangka karyawati korup Citibank, Melinda, juga bukan hanya pengalihan isu, tetapi dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya mengalihkan banyak isu. Tujuannya agar perhatian masyarakat tidak terpaku pada masalah-masalah yang tidak dilaksanakan pemerintah dalam membangun bangsa, dan agar dua media besar negeri ini, MetroTv adn TVOne, utamanya, sibuk memberitakan tetek-bengek itu. Sebab Indonesia diperkirakan akan mengalami seperti Tunisia, Mesir dan Libia, karena tidak mampu menciptakan harga-harga murah dan lapangan kerja buat rakyat. Juga isu santer bahwa SBY mungkin tidak bisa bertahan hingga 2014. Pola-pola seperti ini biasa dilakukan di masa lalu. Satu contoh bahkan di masa Sukarno saja, kelompok musik mengklaim dibayar Sukarno agar mau masuk penjara dengan isu musik ngak-ngik-ngoknya, akibat tekanan publik. Di masa Pak Harto lebih banyak dan lagi kejam. Tak perlu dirinci di sini. SBY juga melakukan hal sama meskipun terlihat seolah-olah tidak kejam terhadap rakyat. Tapi menyengsarakan rakyat banyak apa tidak kejam? Tapi pesaing-pesaing atau komponen-komponen SBY yang kini di luar kekuasaan juga sepertinya pengecut, dan beraninya hanya bicara atau sedikit memprovokasi dan tidak berani bertindak terang dan sistematis melengserkan SBY, meski situasi negeri ini sudah parah begini. Padahal oposisi-oposisi di Tunisia, Mesir dan Libia sangat canggih dalam menggerakkan dan memicu unjuk rasa besar efektif melengserkan. Ini bukan soal 2 tahun, 30 tahun, 40 tahun orang berkuasa, tetapi soal rakyat yang semakin dibuat lapar dan ketidak adilan serta korupsi semakin bebas lepas.

  4. kok ga ada orang MUI yang tanda tangan? gimana masyarakat percaya? kan MUI wakil dari seluruh umat Islam Indonesia, krn setiap ormas Islam punya wakil di MUI…..

  5. Adalah salah besar apabila melarang Ahmadiyah berkembang menurut Al Quran.
    Ahmadiyah adalah tunas sifat Injil yang akan tumbuh besar dari tanaman Taurat Muhammad saw. sesuai Al Fath (48) ayat 29 dan Ash Shaff (61) ayat 6,7,8,14 sebagaimana sifat Musa dan Isa memenuhi Al Baqarah (2) ayat 87.

    Untuk jelasnya miiki, baca, iman Buku Panduan
    “Bhinneka Catur Sila Tunggal Ika”
    Bonus
    Skema Tunggal Ilmu Laduni Temapat Acuan Ayat Kitab Suci Tentang Kesataun Agama”
    Penulis
    Soegana Gandakoesoema
    Tersedia di
    Perumahan Puri BSI Permai Blok A3
    Jl. Samudera Jaya
    Kelurahan Rangakapan Jaya
    Kecamatan Pancoran Mas
    Depok 16435
    Telp./Fax. 02177884755
    HP. 085881409050

    Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millenniuam ke-3 masehi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: