Oleh: MAULA | Februari 12, 2011

Refleksi Maulid; Kenabian Muhammad, Manifestasi Kasih Tuhan bagi Semesta

Lentera Zaman, Muhammad saww

Lentera Zaman, Muhammad saww

Oleh: Sy. Herman Al Muthahar

 

 

Dan tidaklah Kami utus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi semesta

(Q.S. Al Anbiyaa’: 107)

Pandangan dunia Ilahiah serta apa yang diketahui tentang manusia dan alam semesta akan menjadikan kita meyakini perihal kebutuhan kita terhadap keberadaan para nabi, sebab bilamana penciptaan alam semesta ini mengandung tujuan dan bergerak berdasarkan serangkaian prinsip-prinsip dan aturan yang pasti, maka mesti ada pula serangkaian perbuatan manusia yang merupakan bagian dari alam ini yang terbebas dari segala keburukan dan kesalahan. Dan perbuatan-perbuatan semacam inilah yang disandang para nabi ‘alaihimussalam.

Apabila kehidupan manusia tidak mengandung tujuan dan keteraturan, niscaya ia akan menjadi tak ubahnya serpihan-serpihan tidak beraturan di muka bumi ini. Lain hal bila memang terkandung keteraturan dan tujuan dalam hal penciptaan dan kehidupan manusia, dirinya harus menentukan sendiri nasib kehidupannya dan meraih kebahagiaan abadinya. Namun, tanpa bimbingan yang tepat di jalan yang benar, semua itu mustahil diraih. Dalam hal ini, hanya para nabi saja yang mampu menuntun kita di jalan tersebut.

Dikarenakan mungkin berbuat kesalahan dan kelalaian, manusia membutuhkan seseorang yang dapat mengingatkannya dan menuntunnya di setiap fase kehidupan ini. Disinilah peran para nabi menyampaikan peringatan kepada masyarakat tentang berbagai marabahaya yang mengancam mereka dalam arung kehidupan ini.

Mengingat segenap perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban dan seluruh tindak-lanjutnya akan diperhitungkan di hadapan Allah SWT, manusia harus diberi peringatan oleh seseorang mengenai segenap tanggungjawab, tugas, dan kewajiban yang diembannya dan tugas (memperingati) semacam ini tak dapat dipikul siapapun kecuali para nabi Allah yang suci.

Apabila manusia diharuskan membangun karakternya yang luhur, maka di hadapannya harus ada contoh manusia sempurna yang dapat diteladaninya. Dalam hal ini, tak seorangpun yang dapat dijadikan teladan dan tuntunan kecuali para nabi Allah yang suci.

Apabila manusia diharuskan memikirkan tentang kebaikan masa depannya, maka di hadapannya juga harus ada seseorang yang mampu menjelaskan kepadanya tentang hal itu. Dan tidak seorangpun yang mampu menjadi teladan dan penjelas bagi ummat manusia kecuali para nabi Allah yang suci. Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw adalah rahmat bagi semua manusia, petunjuk, pembimbing, contoh atau teladan untuk kebahagiaan manusia di dunia maupun di akhirat. Bahkan beliau saw sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Wallaahu a’lam bishshawab


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: