Oleh: MAULA | Maret 12, 2011

Gempa Bumi itu biasa di Jepang

JEPANG terguncang dan luluh lantak Jumat (11/3). Negara itu, terutama di bagian timur laut,  dihantam gempa bumi dengan kekuatan gempa 8,9 SR. Fakta berbicara, secara historis, negeri matahari terbit ini memang menjadi langganan gempa dahsyat sejak ratusan tahun lalu. Itu yang menyebabkan wajah Jepang di kemudian hari dalam kondisi pulau-pulau yang tercecer, konon itu akibat dari rentetan gempa masa lalu.

Amukan alam berupa gempa di Jepang dengan kisaran 8,9 SR Jumat kemarin, sudah pasti berdampak dengan menggelagaknya air laut, akibatnya gelombang tsunami yang tentu menimbulkan efek yang sangat dahsyat dengan kerugian yang juga banyak.

Setelah gempa berkekuatan 8,9 itu terjadi sejumlah gempa susulan yang juga kuat dan memicu peringatan tsunami setinggi 10 meter. Gempat tersebut menyebabkan bangunan terguncang di ibukota Tokyo.

Jumat itu sekitar 4 juta penduduk akan mengalami pemadaman listrik. Namun samlai kini belum diketahui berapa korban jiwa, menmyusul terjadiny terjangan air bah efek tsunami akibat gempa dahsyat.

Dan faktanya, seperti halnya Indonesia, Jepang memang bagian dari negara-negara yang rawan terhadap gempa bumi, karena Indonesia dan Jepang masuk dalam apa yang disebut dengan “lingkaran api Pasifik” (ring of fire).

Mengapa tsunami?

Secara historis tercatat beberapa kali negeri Sakura ini diterjang gempa bumi yang secara ukuran SR-nya cukup besar. Dengan dampak gelombang besar yang disebut tsunami, sebuah istilah bahasa Jepang yang akhirnya menjadi bahasa dunia untuk menyebut gelombang laut raksasa.

Biasanya gempa bumi merupakan adalah getaran yang terjadi di permukaan bumi. Lazimnya disebabkan oleh pergerakan lempeng bumi. Kendati bumi ini sudah padat tapi tetap akan selalu bergerak. Dan gempa akan terjadi jika terjadi tekanan pergerakan bumi yang terlalu besar, sementara lempeng tektonik tidak kuasa menahannya.

Akibatya pelepasan energi berupa gelombang elastis atau dikenal juga gelombang seismik yang sampai ke permukaan bumi lalu menimbulkan getaran dan kerusakan terhadap benda-benda atau bangunan di permukaan bumi.

Efek kerusakan tergantung dari besar dan durasi getaran yang sampai ke permukaan bumi, apalagi jika gempa yang ditimbulkan itu dilanjutkan dengan fenomena tsunami.

Ratusan tahun lalu, Jepang juga pernah mengalami gempa tektonik dan dianggap yang terbesar dalam sejarah, yakni berkekuatan antara 6-8 MSR terjadi di wilayah laut lepas pantai Jepang.

Fakta mencatat pula, itu terjadi sekitar 3 abad yang lalu. Akibat yang di timbulkan, konon membuat Jepang terpecah dan berubah menjadi negara kepulauan yang tercerai berai, dan memunculkan gunung Fuji.

Istilah tsunami sendiri merupakan bahasa serapan dari Jepang. Dari kata “tsu” yang berarti pelabuhan dan kata “nami” yang berarti gelombang. Jadi secara harfiah berarti “ombak besar di pelabuhan”.

Perubahan permukaan laut secara tiba-tiba itulah tsunami. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah dan merambat dengan kecepatan berkisar 500-1000 km/jam.

Jepang merupakan negara yang sering mengalami gempa bumi. Penyebab gempa bumi Jepang adalah letak negara tersebut yang berada di wilayah Ring of Fire atau Lingkar Api Pasifik. Sehingga oleh rakyat Jepang, gempa dianggap bencana yang sangat biasa.

Sejarah Jepang dengan gempa-gempa dahsyatnya:

NO Lokasi Diskripsi Tahun
1 Kanto, P.Honshu Gempa bumi Jepang yang terkenal karena jumlah korban meninggal sangat banyak. Gempa ini menewaskan lebih dari 140.000 orang penduduk. Kekuatan gempa ini berkisar antara 7,9 hingga 8,4 skala richter. Gempa Kanto ternyata menyebabkan gempa susulan di beberapa daerah yang berjarak dekat dengan daerah tersebut. 1923
2 1923 Gempa susulan yang ditimbulkan pun berkekuatan tidak kalah besar. Gempa susulan berkekuatan antara 6,3 skala richter hingga 7,3 skala richter. Daerah yang ikut merasakan imbasnya antara lain daerah di sekitar Teluk Sagami, Kanagawa bagian barat dan tengah, Pantai Semenanjung Miura, Teluk Tokyo, pantai timur dan pantai Katsuura Chiba, dan Yamanashi.
3 Hanshin, P.Awaji Disebut sebagai gempa Kobe. Gempa berkekuatan 7,2 SR yang berlangsung 20 detik ini menewaskan 6.433 penduduk, 27.000 orang lainnya terluka, dan lebih dari 45.000 rumah hancur. Gempa terjadi akibat tabrakan tiga lempeng bumi, antara lempeng Filipina, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia. Menurut banyak sumber, ini adalah yang terbesar di Jepang dalam 47 tahun terakhir. 1995
4 Tokyo Kali ini melanmda kota Tokyo dengan kekuatan 6,8 skala Richter dan mengaki- batkan lebih dari 80 orang warganya mengalami luka-luka. Selain gempa besar tersebut, Jepang juga sering mengalami berbagai gempa yang bisa membuat bangunan di negara Jepang mengalami kerusakan. 2008
5 Kepulauan Ryukyu Kali ini terjadi 26 Pebruari 2010

(Bahan: pusdok CyberNews)

Sumber


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: