Oleh: MAULA | Maret 20, 2011

Revolusi Arab versus Israel

Penjajahan Rezim Zionis di Tanah Suci Jerussalem harus disudahi

Penjajahan Rezim Zionis di Tanah Suci Jerussalem harus disudahi

Propaganda politik Zionis yang senantiasa berupaya menyembunyikan fakta dari opini publik, kini tak mampu lagi tegak berdiri melawan revolusi yang semakin meraja lela di dunia Arab.
Tepat setelah revolusi meletus di Tunisia dan Mesir yang diikuti dengan keruntuhan diktator kedua negara ini dan kebangkitan rakyat Libya untuk menentang Muammar Qaddafi, para petinggi Israel dilanda kekhawatiran serius karena munculnya kesadaran umum yang belum pernah terjadi selama ini di dunia Arab.

Untuk mengecilkan peran revolusi di dunia Arab ini, Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mengklaim bahwa kebangkitan ini hanya menampakkan kelemahan Arab. Sementara kesimpulan masyarakat internasional sepenuhnya kontradiksi dengan apa yang dinyatakan oleh Lieberman.
Menurut laporan yang diterbitkan di salah satu edisi surat kabar Haaretz, Lieberman mengklaim bahwa dunia Arab saat ini berada dalam kondisi yang semakin melemah.
Kekhawatiran Lieberman terhadap adanya kemungkinan analisis logis dan rasional yang menunjukkan bagaimana agresi rezim Zionis dalam beberapa dekade akhir ini telah menjadi penyebab utama ketidakstabilan di Timur Tengah, telah membuatnya berupaya untuk mengelakkan diri dari kenyataan dan mencoba menyesatkan opini umum dengan menyatakan, “Semua orang berpikir bahwa konflik Israel-Palestina merupakan sebagian dari persoalan yang ada di Timur Tengah.”
Ketika Lieberman menyatakan telah jelas bagi semua bahwa persoalan yang mereka hadapi bukanlah Israel melainkan Hamas dan Jihad Islam, di tempat lain Benyamin Netanyahu mencoba menarik perhatian seluruh pihak ke arah perbedaan antara Iran dan Mesir setelah Mubarak.
Menurut laporan Tribune, dalam sebuah pidato di hadapan para pemimpin organisasi Yahudi Amerika di Baitul Maqdis, Netanyahu berupaya keras mengaitkan sebagian rencana Iran terhadap masa depan Mesir.
Dalam pidatonya, ia menyatakan, “Keinginan para pemimpin Barat dan para pemimpin Iran terhadap masa depan Mesir tidak akan pernah sama, karena para pemimpin Amerika dan Eropa menghendaki Mesir bebas, demokratik, damai dan sejahtera. Akan tetapi para pemimpin Tehran ingin menyaksikan Mesir berada dalam tirani dan despotism sebagaimana hak asasi manusia yang telah terhapus dari Iran dalam 3 dekade akhir ini.”
Kendati mendengarkan referensi sejarah yang cacat seperti ini dari para pejabat Israel telah terbiasa bagi semua orang, tetapi pernyataan-pernyataan akhir Netanyahu benar-benar membingungkan. Intervensi politik Tehran di Mesir sangatlah sedikit dan boleh dikata bisa diabaikan. Akan tetapi para pemimpin Israel hanya menganalisa isu-isu Timur Tengah dari visi pelayanan terhadap struktur politik dan demi kepentingannya sendiri.
Mempertahankan kata-kata yang manipulasi dan fiktif seperti ini merupakan persoalan yang penting bagi Israel, karena hal ini untuk mencapai berbagai tujuan mereka dan merupakan pilar utama propaganda politik rezim Zionis selama bertahun-tahun.
Hasbara pada dasarnya merupakan propaganda serius Israel yang kewajibannya adalah menampakkan ketertindasan dan membenarkan kejahatan-kejahatan Israel.
Sebelum dan sesudah setiap perang, Israel senantiasa membutuhkan pembenaran untuk mengembalikan wajah di panggung internasional.
Bahkan ketika tentara Israel menghancurkan sebagian besar Jalur Gaza dan membunuh serta melukai sekitar tujuh ribu warga sipil Palestina dalam perang 22 hari , propaganda ini tetap berlanjut dengan serius dan kuat.
Israel mengklaim bahwa tindakan yang dilakukan terhadap sejumlah warga Palestina ini merupakan tindakan yang sangat bernilai untuk mencerabut akar ekstrimisme Islam.
Kendati propaganda Israel secara terus menerus eksis dalam seluruh persoalan, namun pesan resmi Israel dalam menghadapi revolusi-revolusi Arab terlihat tak jelas dan ambigu.
Mungkin alasan dari ambiguitas ini adalah adanya fakta bahwa gerakan ke arah demokrasi dengan metode tanpa kekerasan yang terjadi saat ini di sejumlah negara-negara Arab ternyata telah mampu membuat Israel benar-benar terkejut.
Pada dasarnya, keinginan bangsa Arab untuk melakukan reformasi dan demokrasi, sepenuhnya berbeda dengan gambaran yang dibuat oleh Israel dan sekutunya mengenai rakyat Arab sebagaimana yang mereka terbitkan di media-media Barat.
Gambaran yang diciptakan oleh Israel dan para sekutu Baratnya adalah bahwa rakyat Arab tidak mampu melakukan perubahan positif, melainkan mereka telah nondemokratik secara turun temurun. Oleh karena itu, rezim Zionis sebagai satu-satunya rezim demokratik di Timur Tengah mampu berperan sebagai stabilitator di kawasan ini karena demokrasinya bisa dipercaya.
Para pejabat Israel berupaya untuk menyampaikan pesan ini setelah terjadi revolusi negara-negara Arab di Afrika Utara. Akan tetapi, ternyata kali ini upaya ini kewalahan menghadapi jutaan slogan Arab yang menghendaki demokrasi, kebebasan dan keadilan sosial.
Alasan lain Israel gagal dalam memanfaatkan situasi saat ini adalah propaganda Israel biasanya dilakukan sebelum adanya gejolak seperti ini. Pada dasarnya, propaganda Israel hanya akan sangat bermanfaat ketika rezim ini memberikan rencana dan menentukan bentuk, kerangka, jadwal waktu, dan posisi sebuah perang.
Propaganda resmi yang telah dimulai sebelum perang Gaza, tampaknya lebih terorganisir dari sebelumnya. Untuk melakukan perencanaan perang ini, mantan perwakilan rezim Zionis di PBB, Dan Gylrman telah dipanggil olehTel Aviv untuk membimbing mereka dalam melakukan upaya-upaya Israel khusus dalam perang ini.
Menurutnya, upaya-upaya politik dan diplomatik untuk menampakkan kesan positif perang Gaza telah ada dalam agenda selama beberapa bulan sebelumnya.
Kementerian Hasbara setelah itu secara terus menerus melakukan kerja sama dengan militer Israel sehingga terbentuk sebuah kampanye yang sangat terpadu untuk memasuki perang Gaza dan menipu opini public. Akan tetapi hal ini tidak valid untuk situasi saat ini. Ketika rakyat Arab melakukan revolusi yang terilhami oleh revolusi Tunisia, Israel sangat terlambat memberikan respon dan reaksi, dan keterlambatan ini menunjukkan kebingungan rezim ini.
Sekali lagi, pemerintah Israel memperingatkan bahaya dan ancaman yang menurut mereka dilakukan oleh para ekstrimis Islam yang di dalamnya termasuk Hamas dan Hizbullah, dan sebagiannya memperingatkan adanya sebuah konspirasi Iran dalam mengembangkan krisis ini.
Sebagian pejabat Israel memuji sekutu-sekutu Arabnya yang telah terguling, sementara yang lainnya menghendaki supaya proses perdamaian dipercepat.
Sejumlah pejabat Israel menolak segala bentuk hubungan antara ketiadaan perdamaian dan revolusi-revolusi yang terjadi di dunia Arab. Akan tetapi pada saat yang sama, Shilwan Shalom, wakil Perdana Menteri Israel menuduh Iran berusaha untuk mengeksploitasi situasi ini dan dengan keras mengkritik negara-negara Barat yang telah mengabaikan sekutunya sehingga berada dalam target serangan yang serius di kawasan.
Secara umum, penyebab tidak berfungsinya propaganda resmi Israel pada putaran akhir bisa dikatakan karena keterkejutan Israel terhadap revolusi di dunia Arab yang terjadi secara serentak.
Menurut laporan Counter Punch, jika kali ini dimulai sebuah propaganda sangat serius, efektif, dan mahal untuk mengelola krisis yang terjadi di Israel, hal ini tetap tidak akan memberikan perbedaan hasil yang terlalu banyak.
Jika kampanye sekian juta dolar mampu menyembunyikan mandi darah Israel di Gaza pada tahun 2008-2009, atau mempu memberikan justifikasi dan penjelasan terhadap hal tersebut, namun hal yang sama tidak akan mampu menyembunyikan kenyataan bahwa Israel bukanlah satu-satunya negara demokrasi di dunia Arab.

Sumber


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: