Oleh: MAULA | Mei 11, 2011

Kenangan Tragedi Mei 1998 dan Sikap Warga Tionghoa

Masyarakat etnis Tionghoa mendesak Wiranto dan Prabowo yang menjadi cawapres pada Pemilu Presiden 2009 mengklarifikasi tragedi berdarah pada Mei 1998.

Anggota Dewan Kehormatan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Kepulauan Riau, Rudy Chua, Rabu (27/5) di Tanjungpinang, meminta kedua cawapres yang berpasangan dengan Jusuf Kalla dan Megawati itu menjelaskan kepada publik peristiwa yang melukai bangsa Indonesia, dan menimbulkan trauma berkepanjangan terhadap etnis Tionghoa.

“Kasus penganiayaan, kerusuhan, pemerkosaan dan penjarahan terhadap mayoritas etnis Tionghoa yang tinggal di Jakarta dan beberapa daerah lainnya pada Mei 1998 itu belum tuntas karena seakan-akan dilupakan begitu saja,” kata Rudy yang juga anggota DPRD Kepri.

Dia mengatakan, keterlibatan Wiranto dan Prabowo yang disampaikan di beberapa media massa maupun elektronik pada peristiwa tragis Mei 1998 menimbulkan opini di kalangan masyarakat etnis Tionghoa.

Tanggapan terhadap kedua jenderal tersebut kemungkinan mempengaruhi keputusan pemilih dari kalangan etnis Tionghoa pada Pemilu Presiden 2009.

“Selama ini yang hanya kami dengar kedua pejabat militer pada Mei 1998 itu membantah dikaitkan dengan peristiwa berdarah tersebut. Tapi mereka tidak memberi penjelasan yang dapat mengungkap misteri dibalik kerusuhan yang sistematis tersebut,” katanya.

Rudy mengatakan, keputusan politik masyarakat etnis Tionghoa tersebut dapat merugikan Wiranto dan Prabowo jika peristiwa itu tidak dipahami secara mendalam.

Jika Wiranto dan Prabowo tidak terlibat kerusuhan Mei 1998, seharusnya itu dijelaskan kepada publik.

“Mereka akan dirugikan dengan opini yang berkembang saat ini jika benar mereka tidak terlibat pada tragedi Mei 1998,” katanya. (ant/Rakyat Demokrasi)

Sekilas Tragedi Mei 1998

Kerusuhan Mei 1998 Tragedi Mei 1998 merupakan kemarahan masyarakat terhadap kebrutalan aparat keamanan dalam peristiwa Trisakti. Amuk massa kemudian dialihkan kepada orang Indonesia sendiri yang keturunan, terutama keturunan Cina. Amuk massa terjadi sepanjang siang dan malam hari, kemarahan Massa dimulai pada malam hari tanggal 12 Mei dan semakin tidak terkendali pada tanggal 13 Mei siang setelah mendengar berita gugurnya mahasiswa yang tertembak aparat.

Kerusuhan Mei 1998Sampai tanggal 15 Mei 1998 di Jakarta dan banyak kota besar lainnya di Indonesia terjadi kerusuhan besar tak terkendali mengakibatkan ribuan gedung, toko maupun rumah di kota-kota Indonesia hancur lebur dirusak dan dibakar massa. Sebagian mahasiswa mencoba menenangkan masyarakat namun tidak dapat mengendalikan banyaknya massa yang marah.

Kerusuhan Mei 1998 meninggalkan ribuan korban jiwa, tidak terhitung rumah dan bangunan serta sarana ekonomi yang hancur akibat peristiwa itu. Belum lagi efek psikologis akibat peristiwa pembakaran, penganiayaan, pemerkosaan terhadap etnis Cina maupun yang terpaksa kehilangan anggota keluarganya saat kerusuhan terjadi.

Sumber


Responses

  1. Etnis Tionghoa pada awalnya adalah pendatang dari luar negeri,berasal dari negara China,pada saat generasi pertama mereka datang ke Indonesia.Pada saat itu China adalah sebuah negara yg sangat miskin&sengsara,jauh lebih miskin dari Indonesia.Sebuah negara komunis yg sangat menutup diri dari negara luar,sangat sedikit pengaruh dari negara luar yg didapat,negara tanpa agama(seperti Korea Utara saat ini).Pada saat itu pemerintah China sangatlah kejam terhadap rakyatnya,memaksa rakyatnya utk bekerja keras,dan harus menyerahkan seluruh hasil kerjanya kepada pemerintah.Oleh karena itu kemudian penduduk China menyebar ke seluruh penjuru dunia,termasuk ke Indonesia.Setelah sampai di tanah yg baru&mendapatkan kesempatan mencari nafkah di tanah yg baru,etnis Tionghoa seharusnya bisa bergaul&membaur dgn penduduk lokal,saling bantu-membantu dgn penduduk lokal,dan tdk bersikap diskriminasi terhadap penduduk lokal.Tetapi pada kenyataannya mayoritas etnis Tionghoa tdk bisa bergaul&membaur dgn warga pribumi,mengeksklusifkan diri,menganggap derajat mereka paling tinggi dibandingkan ras lain,sehingga membuat etnis Tionghoa bersikap diskriminasi secara semena-mena terhadap warga pribumi.Situasi seperti ini telah berjalan ratusan tahun,dan siap meledak sewaktu-waktu seperti bom waktu.Dan puncaknya adalah kejadian Mei 1998.Setiap kejadian pasti ada hikmah yg bs diambil dan bs membuat kita berintrospeksi diri,supaya kejadian Mei 1998 tdk akan pernah terjadi lagi di bumi pertiwi ini.Pembauran itu indah,karena bisa membuat bangsa dan negara kita tambah maju.Sdh saatnyalah semua ras yg hidup di bumi pertiwi ini bersatu,dan bersama2 membangun bangsa ini supaya bangsa kita lebih disegani oleh negara2 lain di masa yg akan datang.Bravo Indonesia !!!

  2. Sadis katanya negara dengan penduduk Islam terbesar tapi di negara berpenduduk islam perempuan dipijak-pijak. inilah buktinya orang Indonesia tidak punya belas kasihan, jadi wajar kalau gempa dimana-mana. Saya melihat realitas kehidupan, semua orang hanya mementingkan keuntungan diri sendiri, rakyat kecil & lemah ditindas atas nama HUKUM. hak-hak rakyat kecil diambil karena kekuasaan & ketamakan. Saya dari dulu katakan Neraka buat tentara, lihatlah Prabowo & Wiranto malah sibuk jadi Capres 2014, padahal aktor utama tragedi mei 1998 mereka, mereka membiarkan etnis tionghoa dibunuh. seperti binatang itulah yang saya lihat, tidak punya prikemanusiaan. Lihat kasus kejahatan beberapa tahun ini, begitu terharunya ada yang di mutilasi, begitu dikecam semua orang, tapi mereka tidak tau, orangtua mereka yang hidup di tahun 1998 lebih kejam & lebih sadis memperkosa gadis-gadis tionghoa. Memang masuk sorga itu gampang, hanya modal bertobat & berdoa & bertaqwa, percuma kalau mau jadi setan jadi setan saja sekalian. tiada ampun, hukum itu tajam. Saya belajar kasih disini percuma, keputusan saya tetap, hukum adalah panglima tertinggi.

  3. Setuju,,dengan pendapat saudara,memang untuk warga china itu tdk menghargai warga pribumi,kadang2 mereka pun semena mena dengan warga pribumi,hal itu lah yg dari dulu sya tdk suka deNgan marga tiong hoa,dan sampai x
    Sekarang pun kadang mereka masih menganggp mereka lah yg paling tinggi.

    • Kepada Jacky,
      Orang orang seperti andalah yang menjadi pemicu kerusuhan dan orang orang seperti andalah yang tidak menghargai Pancasila, menuai kebencian kepada sesama warga negara,
      Situ tau Ekonomi Indonesia mayoritas dikuasai siapa? Etnis Tionghoa yang awalnya hanya Kuli panggul dipelabuhan, tapi faktanya mereka berhasil dengan kerja keras, Siapapun anda mau dari suku apapun saya tidak mempersalahkan, hanya sangat menyayangkan mental sampah anda yang penuh dengan kebencian, seperti orang ATEIS saja, bahkan lebih buruk.

  4. wow.. keras sekali pernyataan anda. tionghoa bisa jadi pengusaha atau kaya apa hanya dengan hidup sendiri bergaul dengan etnis sendiri??

    tentu mereka harus berbaur dengan masyarakat donk.. caritau APA yg dibutuhkan sehingga bisa menjadi ITU bisnis atau usaha..

    salut sama org tionghoa, mereka tetap berusaha walaupun dihina.. .mungkin sikap mereka yg cuek ITU waktu dihina sama org2 tertentu.. tapi mereka tetap aja berusaha memberikan sesuatu yg bermnfaat buat lingkungannya, contoh, kalo tionghoa buat usaha, pekerjanya juga dr lingkungan sekitar.

    coba pikir panjang2 dulu.. mau pegawai negeri, polisi, tentara, APA sanggup bayar upeti, waktu dulu kan Ada duit baru Ada jabatan.. nah org2 pribumi (katanya) Susan masuk klo gak pake KKN apalagi org tionghoa yg bukan pribumi (katanya). makanya org tionghoa lebih baik usaha sendiri buat lapangan kerja buat org pribumi di lingkungannya.

    kalo di bilang tionghoa gak bergaul kan salah tuh..
    tapi gk usah munafik juga sih.. kadang klo seseorang punya harta banyak, biasanya ya pasti agk menutup diri, Karena ITU salah satu Cara amankan hartanya.. gak tionghoa maupun pribumi yg kaya, sama aja, pasti cenderung biking pagar tinggi2 di rumahnya..hahaha

    terus soal tionghoa yg dianggap bukan pribumi, tionghoa di indonesia dah berapa abad sih.. nenek moyang pribumi (sekrang) dah berapa x lipat aja gak pusingin soalnya tionghoa, malah diajak bersatu untuk indonesia jauh berabad2 sebelum NKRI merdeka

    nah yg rasist INI kalo saya liat malah keturunan pribumi yg malas berpikir jauh Dan belajar sejarah…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: