Bulan: Juni 2011

Fatwa Baru MUI; Orang Kaya HARAM Beli Premium

Kementerian ESDM sepertinya sudah kehilangan akal sehat atau memang tak mampu lagi menyediakan pasokan bahan bakar dengan harga terjangkau untuk memenuhi kebutuhan energy rakyat negeri ini., sehingga harus menggandeng (baca :memperalat MUI) untuk ikut mengurusi tugas-tugasnya.

Kabar Malam TV One pukul 24.00 tadi malam mengabarkan bahwa MUI telah mengeluarkan fatwa terbaru yang menyatakan bahwa haram hukumnya bagi orang-orang kaya (mampu) membeli premium. Alasannya, tentunya setelah membuka berbagai ayat Al Quran dan hadits, orang kaya yang membeli premium dapat diaktegorikan mengambil hak orang lain (orang miskin). (lebih…)

Iklan

Dari Reagan hingga Obama

Pada tahun 2008, ketika di tengah-tengah kegembiraan masyarakat, Barack Obama mengumumkan penolakan seriusnya terhadap kebijakan sepihak dan perang Irak, semuanya mengira ia adalah penentang keras kebijakan-kebijakan Bush. Namun sikap-sikap tak logis dan penerapan kebijakan-kebijakan sepihak yang dilakukan oleh Barack Obama untuk melanjutkan kebijakan-kebijakan imperialis presiden-presiden Amerika sebelumnya selama tiga tahun lalu, telah membuat rakyat negara ini memprotes dan mendesaknya untuk segera turun dari tahta kekuasaan.

Oliver Stone, penulis dan produser Amerika yang terkenal sebagai sutradara film-film perang Vietnam dan politik serta berhasil menggondol dua piala Oscar, kepada Obama mengatakan, “Barack Obama, jangan lakukan pengkhianatan dan segera akhiri kekaisaran ini!!”

Menurutnya, para politikus Amerika harus memahami realitas bahwa mereka tidak bisa lagi mendiktekan apapun yang mereka kehendaki. (lebih…)

Kilas Sejarah 29 Juni

Perang Balkan Kedua Meletus

Tanggal 29 Juni 1913, meletuslah Perang Kedua Balkan antara Bulgaria melawan Serbia, Yunani, Montenegro, Romania, dan Imperium Ottoman. Perang Balkan Pertama terjadi setahun sebelumnya antara Bulgaria, Serbia, Yunani, dan Montenegro yang berada di bawah kekuasaan Ottoman melawan pemerintahan pusat Ottoman, dengan tujuan untuk memerdekakan diri.

Dalam perang tersebut, 80 persen wilayah Ottoman berhasil memerdekakan diri, namun di antara mereka timbul perselisihan tentang pembagian wilayah dan meletuslan Perang Balkan Kedua. Dalam perang ini, Bulgaria akhirnya menawarkan perdamaian dan ditandatanganilah perjanjian Bukares yang isinya penyerahan sebagian wilayah yang dikuasai Bulgaria keapda Serbia, Rumania, Yunani, dan Montenegro. Perang Balkan Kedua merupakan bibit perseteruan yang akhirnya menimbulkan pecahnya Perang Dunia Pertama tahun 1914. (lebih…)

Humornya Sufi

Maulana RumiAl kisah setelah kehilangan keledainya, Mulla lalu mengangkat kedua tangannya, ia bersyukur kepada Tuhan. “Tuhan aku bersyukur kepada-Mu, aku telah kehilangan keledaiku.”

Seorang yang melihat dan mendengar doa Mulla bertanya, “Kamu kehilangan keledaimu, dan kamu bersyukur kepada Tuhan?”

“Aku bersyukur kepada-Nya atas kebijakan-Nya yang mentakdirkan bahwa aku tidak menunggangi keledai waktu itu. Kalau tidak, sekarang aku tentu hilang juga.” (lebih…)

Refleksi Ulang Tahun Bung Karno; Pancasila dalam Tinjauan Pandangan Revolusionernya

Hari kelahiran Bung Karno (6 Juni 1901) kali ini kita peringati dalam situasi yang jauh lebih baik dari pada selama ini sejak Suharto dan konco-konconya (kaum reaksioner di dalam dan luar negeri) menggulingkannya dalam tahun 1966-1967. Dengan diselenggarakannya peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni baru-baru ini kedudukan Bung Karno sebagai bapak bangsa dan penggali Pancasila kembali diakui dan dihormati oleh sebagian terbesar bangsa kita.

Dengan dilancarkannya gerakan besar-besaran secara nasional untuk penguatan Pancasila (atau re-vitalisasi dan applikasi Pancasila), yang sudah disepakati oleh 9 lembaga tertinggi negara, maka dengan sendirinya sosok agung Bung Karno sebagai tokoh tinggi pemersatu rakyat dan inspirator besar perjuangan bangsa makin menjulang tinggi untuk selanjutnya. (lebih…)

SBY dan Pancasila; Nasionaliskah SBY?

66 tahun yang lalu, hanya dua bulan sebelum kelahiran Republik baru bernama Indonesia, Bung Karno membacakan pidato bersejarah di depan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pidato itulah yang kemudian dikenang sebagai hari lahirnya Pancasila.

Pada saat itu, Bung Karno berbicara tentang Pancasila sebagai philosofische Grondslag, yaitu sebuah fundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa-hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia merdeka yang kekal-abadi.

Di situ, dengan terang sekali, dikatakan bahwa ada lima prinsip yang mendasari Indonesia merdeka, nantinya, yaitu: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau kemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Lima prinsip inilah yang ditetapkan Bung Karno sebagai azas atau dasar mendirikan negara Indonesia merdeka. (lebih…)

Pidato B. J. Habibie; Refleksi Dirgahayu Pancasila

Mantan Presiden BJ Habibie mengungkapan secara tepat analisanya mengenai penyebab nilai-nilai Pancasila yang seolah-olah diabaikan pasca era reformasi. Tak heran bila pidato yang disampaikannya secara berapi-api itu memukau para hadirin puncak peringatan Hari Lahir Pancasila.

Acara itu dihadiri oleh Presiden Kelima Megawati dan Presiden SBY. Mereka berpidato bergiliran. Berikut ini teks pidato lengkap Habibie yang disampaikan dalam acara yang digelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/6/2011).

Assalamu ‘alaikum wr wb, salam sejahtera untuk kita semua.

Hari ini tanggal 1 Juni 2011, enam puluh enam tahun lalu, tepatnya 1 Juni 1945, di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Bung Karno menyampaikan pandangannya tentang fondasi dasar Indonesia Merdeka yang beliau sebut dengan istilah Pancasila sebagai philosofische grondslag (dasar filosofis) atau sebagai weltanschauung (pandangan hidup) bagi Indonesia Merdeka. (lebih…)