Oleh: MAULA | Juni 30, 2011

Dari Reagan hingga Obama

Pada tahun 2008, ketika di tengah-tengah kegembiraan masyarakat, Barack Obama mengumumkan penolakan seriusnya terhadap kebijakan sepihak dan perang Irak, semuanya mengira ia adalah penentang keras kebijakan-kebijakan Bush. Namun sikap-sikap tak logis dan penerapan kebijakan-kebijakan sepihak yang dilakukan oleh Barack Obama untuk melanjutkan kebijakan-kebijakan imperialis presiden-presiden Amerika sebelumnya selama tiga tahun lalu, telah membuat rakyat negara ini memprotes dan mendesaknya untuk segera turun dari tahta kekuasaan.

Oliver Stone, penulis dan produser Amerika yang terkenal sebagai sutradara film-film perang Vietnam dan politik serta berhasil menggondol dua piala Oscar, kepada Obama mengatakan, “Barack Obama, jangan lakukan pengkhianatan dan segera akhiri kekaisaran ini!!”

Menurutnya, para politikus Amerika harus memahami realitas bahwa mereka tidak bisa lagi mendiktekan apapun yang mereka kehendaki.

Surat kabar New York Times dalam sebuah artikel di hari terakhir bulan Juli 1988 menulis, “Tampaknya musim perdamaian dan ketenangan telah tiba, dan dunia akan segera menjadi hangat.”

Pada tahun 1988, Michael Gorbacev, Presiden Rusia mengumumkan tentang berakhirnya Perang Dingin dan mengatakan, “Menggunakan pemaksaan terhadap pihak lain tidak boleh dilakukan dan tidak seharusnya diterapkan dalam kebijakan asing, dan senjata-senjata nuklir juga tidak boleh digunakan lagi.”

Dengan dalih untuk menjaga lingkungan dan mengakhiri eksploitasi Dunia Ketiga, ia memerintahkan untuk mengurangi senjata-senjata nuklir hingga setengahnya.

Gorbacev juga mengusulkan dirinya sebagai negosiator PBB untuk menciptakan gencatan senjata di Afghanistan, karena ia menyadari fakta bahwa setelah 9 tahun menempatkan 10 ribu pasukan militer Rusia, tetap saja tidak berhasil mengalahkan para pejuang Afghanistan.

Presiden Rusia ini dalam kelanjutan tindakannya menyarankan kepada pemerintah George W. Bush untuk melakukan upaya bersama dalam mengakhiri era perang di dunia.

New York Times menyatakan bahwa pidato berdurasi satu jam yang dilakukan oleh Gorbacev ini merupakan sebuah tindakan besar dan sangat penting di dunia perpolitikan sejak Piagam Atlantik, Churchill pada tahun 1941.

The Washington Post juga menuliskan bahwa pidato ini merupakan pidato paling menarik yang pernah ada di PBB.

Gorbacev melihat kesempatan ini sebagai awal era baru bagi Amerika dan Rusia di kancah dunia, akan tetapi para politikus Amerika kendati secara lahiriah menyatakan bahwa ini merupakan proses baru bagi keberhasilan Barat setelah beberapa dekade Perang Dingin. Akan tetapi mereka memiliki pemikiran yang sepenuhnya bertentangan dengan Gorbacev.

Pada bulan September 1990, Michael Mondelbum, penanggung jawab Studi Barat-Timur di Dewan Komunikasi Asing Amerika menyatakan kegembiraannya bahwa untuk pertama kalinya selama 40 tahun Amerika mampu melaksanakan operasi militer di Timur Tengah tanpa khawatir akan terjadi perang Dunia Ketiga.

Amerika segera menerapkan klausanya ini dan menciptakan dua dekade kekaisaran arogan dan mahal terutama di Timur Tengah. Dengan tindakan ini, sebenarnya Amerika telah merusak kesempatan bersejarah untuk membangun dunia yang lebih tenang dan lebih damai, dan menggantikannya dengan sebuah kekuasaan arogansi dunia.

Setelah penyerangan 11 September 2009 seluruh neo-konservatif memuji kekuatan Amerika.

Max Boot, sejarawan militer Amerika pada waktu itu mengatakan, “Kami adalah sebuah kerajaan yang paling populer dimana semua negara ingin bergabung dengan kami.”

Pada tahun 2008 ketika Barack Obama berhasil memegang kekuasaan dan berhasil menduduki kursi kepresidenan Amerika, di tengah-tengah gelombang kegembiraan rakyat dan para pendukungnya, dengan bahasanya yang memikat, ia mengumumkan penentangan kerasnya terhadap kebijakan-kebijakan sepihak dan perang Irak, sedemikian hingga semua menyangka ia adalah musuh berat kebijakan-kebijakan George W. Bush.

Bush dan para negarawan pendiri kerajaan Amerika meletakkan seluruh beban di atas pundak Obama dan mempersiapkannya untuk menerima tanggung jawab melanjutkan kebijakan-kebijakan mereka, padahal rakyat sangat berharap Obama dengan pidato-pidato “Change”-nya akan segera melakukan perubahan kebijakan-kebijakan negara mereka.

Akan tetapi, setelah berlanjutnya dua perang panjang yang menakutkan, habisnya dana militer trilyunan dolar, penyiksaan-penyiksaan para tawanan yang sangat mengerikan di berbagai tempat, krisis ekonomi, meningkatnya kesenjangan status sosial antara kaya dan miskin di dalam negeri dan hilangnya wajah dan popularitas di panggung dunia dalam sepanjang kepemimpinan Obama, maka terbuktilah semua kebohongan dan kosongnya klaim-klaim memikat Amerika.

Di Mana Saja Amerika Mundur?
Penganugerahan Nobel Perdamaian kepada Barack Obama telah memahamkan makna terbalik untuknya, dan pada dasarnya malah dianggap sebagai sebuah motivator bagi presiden demokrat Amerika ini untuk lebih banyak terlibat dalam perang.

Watak perang dan intervensi dalam urusan internal negara-negara tepat pada saat terjadinya krisis kawasan telah mendorong Obama untuk lebih banyak lagi memilih perang.

Sementara itu para pejuang rakyat Libya dengan tindakannya mengubah perang menjadi perang saudara telah membuat pemerintah Amerika tersadar. Kali ini Washington dalam sebuah analisa global, dengan keheranan penuh memutuskan akan bertindak lain terhadap Libya.

Kemajuan pesat rakyat Libya dalam menguasai sumur-sumur minyak negara ini telah membuat Gedung Putih beritndak untuk searah dengan pihak pejuang yang memberikan manfaat lebih besar kepadanya. Meskipun jika dukungan ini harus dibayar mahal dengan meninggalkan seorang diri sekutunya seperti Gadaffi, oleh karena itulah kemudian Washington selama beberapa pertemuannya dengan para sekutunya mengumumkan bahwa konflik ini telah diserahkan kepada PBB dan pasukan NATO.

Dengan demikian bagi sejarah perang Amerika, Libya memiliki kondisi yang khas,sehingga Washington menghindarkan diri dari intervensi perang secara langsung maupun dari mengirimkan militer secara terang-terangan.

Kondisi yang mirip seperti ini juga pernah terjadi dalam konflik lama Palestina dan rezim Zionis. Amerika dalam pembelaan simboliknya terhadap rakyat Palestina dan dalam sandiwaranya sebagai mediator, berupaya memberikan batasan-batasan ekonomi, politik dan militer bagi Palestina supaya rakyat Palestina terlihat lemah di hadapan Israel.

Mengenai Libya, secara lahiriah Amerika berada pada pihak pasukan Nato untuk membela rakyat Libya. Akan tetapi pada realitanya, satu-satunya tujuan Amerika dari tindakannya ini adalah untuk mengawasi kondisi negara ini.

Amerika sama sekali tidak akan mampu melegalkan intervensi militernya dengan bersembunyi di belakan super-super power seperti Rusia, China, Jerman atau India dan Brazil, dan Amerika juga tidak akan mampu mengaburkan kehadirannya untuk meyakinkan yang lainnya bahwa Amerika tidak memiliki karakter perang.

Impian Amerika di Balik Data Rahasia Perekonomian
Menurut para analis politik, kebangkitan rakyat Tunisia memberikan pengaruh yang sangat signifikan pada apa yang terjadi saat ini di dunia Arab dimana hasilnya adalah terciptanya perubahan-perubahan besar di Mesir, Yaman, Bahrain, Libya dan negara-negara Arab lainnya, dan menyusul apa yang terjadi di dunia Arab ini. Kini di negara-negara Barat juga telah terjadi demonstrasi-demonstrasi rakyat yang meluas, yang tentunya tengah diupayakan oleh media-media Barat supaya tertutup dari mata dunia.

Di Amerika yang mengklaim memperhatikan seluruh dimensi hukum warganya dan bahkan segera akan melakukan intervensi ke negara asing untuk mengembalikan hak-hak hukum bagi warga di negara-negara ini, justru protes-protes ini terjadi lebih parah dan meluas, dan kondisi krisis negara bagian Wisconsin menjadi alasan yang tepat untuk membuktikan masalah ini.

Dengan kebijakan-kebijakan perekonomian yang tak benar, Amerika Serikat yang mengklaim memegang kepemimpinan perekonomian global telah meruntuhkan kondisi kehidupan rakyatnya sendiri dan menurunkan standar kehidupan di negara ini. Tidak ada satu pihak berwenangpun di Amerika yang mampu memberikan alasan memuaskan atas terjadinya masalah-masalah yang ada di negara ini, karena kondisi sesungguhnya lebih rumit dari apa yang bisa dibayangkan, dan satu-satunya tindakan yang saat ini bisa disaksikan dengan baik hanyalah menekan konflik-konflik social, yang tentunya justru akan memicu merambahnya revolusi-revolusi rakyat di negara ini.

Kendati alasan utama terjadinya krisis di Amerika adalah jatuhnya perekonomian, akan tetapi konflik-konflik ras, mazhab dan politik yang dipicu karena kebijakan-kebijakan salah dan bodoh para politikus, juga telah menyebabkan perpecah belahan di kalangan berbagai kelompok, dan kengerian kondisi ini telah sampai pada batasan dimana untuk memperbaikinya merupakan sebuah pekerjaan yang sulit dan hampir tak bisa dilakukan.

Runtuhnya perekonomian Amerika yang merupakan alasan paling krusial bagi munculnya unjuk-unjuk rasa rakyat di negara ini. Pada akhirnya akan memusnahkan seluruh impian Amerika untuk menguasai dunia, dan kendati pemerintahan berupaya untuk tetap menyembunyikan krisis ekonomi ini. Akan tetapi menurunnya tingkat standar kehidupan rakyat akan membuka topeng mereka di hadapan rakyat dunia.

Pemerintah Amerika pada tahun mendatang akan menghadapi devisit 125 milyar dolar yang tidak bisa digantikan dari arah manapun, dan akhir dari devisit ini adalah data pengangguran di negara ini yang akan meningkat dengan tajam, dan inilah yang menyebabkan semakin parahnya kondisi social Amerika dan munculnya ketidakpuasan mayoritas rakyat.

Menurut para kritikus Amerika, yang paling banyak terbebani dengan kondisi seperti ini adalah kalangan pekerja. Di sisi lain hal ini juga telah meningkatkan terjadinya konflik-konflik politik.

Menurut laporan Come on Dreams, perilaku dan tindakan-tindakan para pemimpin Amerika yang salah-lah yang telah menciptakan krisis ini dan memicu terjadinya protes-protes rakyat, yang bisa jadi akan menyebabkan kebangkitan rakyat sebagaimana yang terjadi di negara-negara Arab, oleh karena itu, para pemimpin ini harus menunggu akibat yang mengerikan dari tindakan-tindakan mereka.

Sumber


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: