Hari: Agustus 3, 2011

Kami Peduli Papua

Penembakan di Nafri yang menewaskan 4 orang dan 9 lainnya terluka menuai banyak komentar miring. Sesungguhnya siapa yang sedang bermain di belakang kasus ini?

Tanggal 5-7 Juli 2011 lalu, di Papua baru saja dilaksanakan Konferensi Damai Tanah Papua yang digagas oleh Jaringan Damai Papua. Konferensi yang dihadiri oleh 500 perwakilan dari berbagai daerah di Papua, yang menghadirkan Menkopolhukan Djoko Suyanto sebagai salah satu pembicara utama selain Gubernur Papua, Kapolda Papua, Pangdam XVII/Cenderawasih yang diwakili Kasdam, Uskup Jayapura, Majelis Muslim Papua, Ketua PGBP (Persekutuan Gereja-Gereja Baptis papua) dan DAP (Dewan Aadat Papua) ini sendiri menyepakati supaya dialog Jakarta-Papua menjadi cara paling bermartabat untuk menyelesaikan persoalan Papua. (lebih…)

Kisah Dibalik Perang

Saving Private Ryan

Saving Private Ryan; Salah satu film perang terlaris

1. PERANG DUNIA 1 (1914-1918)

Kematian: Hingga 65 juta jiwa.

Biaya: $ 60,6 miliar

Belum termasuk kerusakan, emosional, psikologi fisik dan spiritual bagi anak² dan generasi² selanjutnya.

Akibat:

– Hutang pampasan perang Jerman sebesar €70miliar (€300miliar dalam nilai mata uang saat ini).

– Perlu 92 tahun untuk melunasinya.

Kerugian lain pasca perang: (lebih…)

Bagaimana Seharusnya Seorang Pancasilais?

Ada beberapa pemikiran yang sangat mengelitik penulis. Pemikiran-pemikiran tersebut misalnya ingin merubah ideologi pancasila dengan ideologi Khilafah, penulis anggap mereka adalah ekstrem kanan karena memakai simbol agama dalam hal ini adalah agama penulis sendiri yaitu Islam atau mereka yang justru ingin memaksa Negara Indonesia menjadi Negara Sekuler dengan cita-cita pertamanya adalah meniadakan Departemen agama kemudian menghapuskan identitas agama di Kartu Tanda Penduduk dengan alasan kebebasan yang ke bablasan….penulis anggap mereka adalah ekstrem kiri.

Dari pemikiran-pemikiran tersebut di atas, penulis mengajak kepada para pembaca untuk merenungkan Pancasila yang merupakan jati diri bangsa Indonesia yang merupakan hasil kesepakatan dari para founding fathers kita baik dari golongan nasionalis maupun golongan agama dalam hal ini agama Islam. Pancasila adalah jalan tengah dari berbagai macam suku dan agama yang ada di Indonesia. Pancasila adalah pemersatu dari perbedaan-perbedaan cara berpikir kita. (lebih…)

Pancasila; Samudera bagi Gagasan

Mereka yang berpandangan ini atau itu, atau yang cenderung memiliki cara pandang etis benar-salah (deotologis) dijamin sulit memahami posisi unik Pancasila: tertutup—sebagai ideologi—sekaligus terbuka (inklusif) dalam penafsiran.

Dalam sejarah, adalah aneh kalau sebuah ideologi—yang umumnya pasti tertutup bisa menyebut dirinya sebagai terbuka. Apalagi, kalau Pancasila dikatakan sebagai mangkok bagi beragam pikir yang mungkin ada. Ini juga kian membingungkan bagi sebagian orang.

 

Bagi mereka, ideologi haruslah tertutup, dalam artian menolak yang lain. Kalau tidak memilih pemikiran tertutup (A), ya, berarti harus bersifat terbuka (B). Tidak ada pilihan lain di luar A dan atau B, selain tertutup atau terbuka. Cara pikir ini, umum adalah bagian dari pola masyarakat Barat yang bersifat tegas. Ini bukanlah cara pikir dominan masyarakat Timur, khususnya Indonesia. (lebih…)