Oleh: MAULA | Agustus 9, 2011

Bahaya Memakan Bangkai, Darah dan Daging Babi

Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Sebagaimana telah kami jelaskan pada pembahasan terdahulu, bahwa sel-sel
yang telah mati mengandung berbagai bahan beracun sebagai akibat dari kerusakan yang terjadi pada sel.

Selanjutnya, zat-zat tak berguna ini bertambah banyak yang mengakibatkan
sel-sel hidup teracuni olehnya, sehigga pencernaan makanan pada sel-sel tersebut pun terhambat. Yang selanjutnya berakibatkan kematian sel-sel hidup
yang lebih banyak lagi.

Bahaya mengkomsumsi jaringan sel dan zat-zat rusak dan racun yang
dikandungnya, sebenarnya tergantung pada proses kehidupan sel tersebut yang
berbeda-beda antara satu sel dengan sel yang lain. Sebagian jaringan sel,
ada yang mengandung zat rusak beracun yang bereaksi cepat. Disamping dapat
menyebar dari satu sel ke sel yang lain atau berpindah melalu jaringan sel
yang tersebar melalui kotoran dan aliran darah.

Sementara itu, sebagian jaringan sel yang lain, mengandung zat rusak beracun
dengan reaksi yang lambat, namun tetap memiliki kemampuan untuk menyebar ke dalam berbagai jaringan sel di dalam tubuh, meski ia membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dapat mengalahkan anti bodi yang melawannya.

Selain itu, terdapat juga jaringan sel yang mengandung zat rusak yang berbahaya dengan reaksi yang lambat, serta tidak dapat menyebar. Karenanya,
efek dari zat ini hanya bersifat lokal.

Ada juga jenis zat rusak yang terdapat dalam sel yang mati di mana ia mempunyai tingkat bahaya yang rendah dan penyebarannya hanya terpusat di
jaringan sel tertentu. Sel jenis ini sedikit ditemukan. Dan kalaupun ada, ia mempunyai tingkat kepadatan yang tinggi, sehingga tidak berbahaya.

Infeksi dari zat-zat rusak ini yang masuk ke dalam sel-sel hidup tergantung pada tingkat bahayanya, seperti yang kami jelaskan di atas. Untuk itu, kita bisa membagikan zat rusak, ke dalam beberapa bagian:

1. Zat rusak yang susah diatasi

Termasuk dalam zat ini adalah zat-zat rusak yang sulit untuk dihindari
efeknya atau sel-sel yang mengandung zat tersebut sulit untuk dibersihkan
dari racun yang dikandungnya, baik melalui zat kimia, atau anti bodi atau
serum.

2. Zat rusak yang mudah diatasi

Yang termasuk dalam zat ini, hanya sedikit dari jenis zat rusak, yang dapat
dimatikan efeknya dengan menggunakan serum.

Bahaya yang dapat ditimbulkan oleh zat-zat rusak ini, juga dapat ditimbulkan
oleh darah. Karena  darah sama seperti sel, bisa mengandung zat-zat mati
yang beracun. Apalagi pada jenis darah yang tidak mengandung oksigen, yaitu
darah yang ditulari oleh zat sel yang telah rusak dari beberapa sel tubuh. Di mana setelahnya sel darah mengalir dalam cabang peredaran darah, untuk
menghilangkan bahaya dari zat rusak ini.

Di dalam organ limpa, sel darah merah yang telah rusak disimpan di dalamnya.
Di dalam organ ginjal, darah dibersihkan dari polina dan zat kotor lainnya.
Di dalam lapisan sel kulit, darah dibersihkan dan dikeluarkan dalam bentuk
keringat. Dan di dalam hati, berbagai racun yang terdapat dalam aliran darah
disimpan di dalamnya.

Selain mengandung zat-zat rusak, aliran darah juga bisa mengandung beberapa
sel kecil yang di dalamnya terdapat ‘penyakit’, seperti virus yang merusak
sistem metabolisme tubuh atau menghancurkan anti bodi, contohnya virus aids, atau virus yang memecah sel-sel darah, seperti virus ebola.

Redaktur: cr01
Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah

Sumber


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: